
Malam itu Wei Park terganggu dari tidur nyenyaknya. Dia mendengar sebuah Gerakan kecil diatas genteng kamar tempat dia menginap.
Wei Park adalah seorang sastrawan yang merangkap tenaga pengajar di salah satu Akademi Pelajar dan Sastrawan Kotaraja Ju Yin. Orang mengenal nya sebagai seorang sastrawan yang halus dan berpendidikan tinggi. Perlu diketahui kaum sastrawan seperti ini umumnya adalah manusia lemah yang membenci kekerasan. Mereka membenci Tindakan kaum Dunia Sungai Telaga (Jianghu / Persilatan) yang jelas jelas adalah golongan manusia kasar di dalam pandangan mereka
“Wusshhh…”
Tubuh Wei Park melesat keatas genteng. Lalu dengan sebuah serangan kejam dari kipas ditangannya keluar lima pedang pendek Ketika kipas dibentangkan. Pedang pendek itu menikam lurus kearah sosok diatas genteng.
Tidak ada yang akan menyangka jika kipas tersebut akan berubah menjadi pedang pendek Ketika alat mekanis didalamnya di tekan oleh pemilik dan mengubah fungsi kipas itu. Wei Park melompat keudara dan menukik kebawah seperti rajawali.
Kipas itu membuat Gerakan seolah olah sebuah terjangan kuku rajawali dari angkasa terhadap mangsa ditanah.
“Dukk…” suara bentrokan tenaga Ketika bayangan hitam yang di serangnya, terlihat hanya membuat Gerakan melambaikan tangan dengan pelan.
“Celaka… lawanku ini berkemampuan seperti iblis” keluh Wei Park dalam hati.
Lalu didalam sebuah Gerakan yang amat cepat dan tidak terduga, tahu-tahu tangan kanan sosok bayangan hitam itu telah membentuk sebuah cengkeraman seperti cakar kelelawar yang mengeluarkan aroma amis.
“Ssreettt…” Wei Park terdiam dalam posisi terkunci, Ketika itu cengkeraman kelelawar itu menggenggam erat lehernya, dan nadi di batang lehernya di tekan keras dari arah belakang. Salah Gerakan saja maka Wei Park akan meregang nyawa. Dia mengeluh didalam hati…….
“Mati aku…” batin Wei Park.
Wei Park mencoba bernegosiasi….
“Tuan… kita berdua tidak saling mengenal dan aku tidak merasa memiliki kesalahan dengan anda. Mohon belas kasihannya” Wei Park berkata memelas.
Suara dibelakangnya terdengar berkata dengan dingin,
“Kultivasi anda seperti terhenti di Kuasi SAINT saja. Itu setara dengan Alam Pencerahan Suci level 10 saja. Tidak inginkah anda berkeinginan untuk memiliki peluang menerobos ranah SAINT yang sesungguhnya???”
Cengkeraman itu melemah dan seakan memberi kode, Wei Park langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa gerangan ahli yang dapat membuat dirinya hampir mati celaka hanya dengan sekali Gerakan.
Mata Wei Park terbelalak, dia berseru
“Bianfu Wang??? Angin apakah yang membawa anda menemui aku??”
Sosok Hitam yang ternyata Sima Yong menggoyang tangan seperti mengajak Wei Park jangan bersuara….
__ADS_1
“Tidak leluasa untuk berdiskusi disini. Kamu pergi dan tunggu aku di Taman Kota. Aku akan memanggil Bidadari Wajah Kumala untuk bergabung nanti” Sima Yong melompat keangkasa dan disusul oleh Wei Park dalam Gerakan yang juga amat cepat. Tubuh mereka menghilang di kegelapan malam.
>>>>>>
Yu Mian terbangun dari tidurnya. Naluri seorang pembunuh bayaran membuatnya selalu tidak benar-benar tertidur lelap. Dia mendengar Gerakan halus diatas genteng atap rumahnya.
Yu Mian menyambar sebuah jubah Panjang yang memiliki tudung, sehingga wajahnya akan tersamar jika saja seseorang memergoki nya terbang diatas genteng.
Tentu saja mereka orang awam itu akan terkejut jika perempuan sederhana pemilik rumah makan ternyata mampu terbang layaknya praktisi yang menempuh jalur keabadian. Tidak… Yu Mian tidak ingin seorangpun tahu keberadaannya sebagai Kultivator.
Diatas atap rumahnya Yu Mian melihat sosok berjubah hitam itu, busananya berkibar tertiup angin malam.
“Bianfu Wang???”
Sima Yong memberi kode agar Yu Mian mengikutinya. Sima Yong lalu melompat dan lenyap di kegelapan malam. Yu Mian menyusul Sima Yong sambil berulang kali memperbaiki tudung yang menyamarkan dan menutupi wajahnya.
>>>>>>
Di Taman Kota….
Wei Park dan Yu Mian terperanjat Ketika melihat dua pil berwarna merah jambu yang harum itu…
Tatapan kerinduan tergambar jelas diwajah dua pembunuh bayaran itu….
“Tolong katakan syarat dan kondisinya Bianfu Wang” keluh Yu Mian.
“Benar Bianfu Wang... tolong jangan anda menyiksa aku dengan hanya menampakkan Pil Pencerahan Menuju Nirwana itu. berikan syaratnya dan aku akan mengikuti” wajah Wei Park tampak memelas.
Siapapun praktisi beladiri akan tergiur Ketika melihat pil Pencerahan Menuju Nirwana tersebut. Pil itu amatlah langka. Jikalau tersedia, itu pasti di jual dengan harga yang mungkin setara dengan seluruh harta Sekte Bintang Delapan. Dan konon pil itu adalah pil yang dapat membantu percepatan seorang praktisi menerobos Alam SAINT. Terdengar kabar, hanya Alkemis di ranah Master Jiwa Saint yang dapt menyajikan dan menyaring pil itu.
Sima Yong lalu membeberkan rencananya untuk membegal Master Senshi Katashi dan lima ninja dari Negri Matahari Timur itu. Dalam hal ini setelah mendengar penjelasan Sima Yong, kedua pembunuh bayaran itu langsung mengiyakan.
Meskipun itu hanya Pil Peringkat Menengah, akan tetapi kesempatan menerobos ke Alam Saint sebesar 50% jelas-jelas adalah kesempatan yang amat langka. Hanya Sekte atau Klan Kuno yang dapat menyadikan pil sekelas itu.
>>>>>>
Keesokan harinya, nampak sebuah kereta terbang membelah angkasa. Kereta tersebut menunggangi seekor burung Roc raksasa yang membawa terbang kereta roh. Tampak berdiri disamping kereta, lima orang praktisi berbusana ketat berwarna biru.
__ADS_1
Aura yang keluar dari kereta roh itu, adalah sebuah aura pembantaian yang amat kuat menindas siapapun yang mencoba mendekati kereta tersebut. Ditambah dengan aura dingin dari lima praktisi yang berdiri disamping kereta, semakin menambah angker penampakan kereta roh tersebut.
“Berhenti…!!” sebuah suara dari dalam kereta berkata…
Salah satu dari lima pria itu kemudian masuk kedalam kereta dan terdengar dia bertanya…
“Apakah Master ada memiliki hal yang ingin disampaikan?” tanya ninja itu.
Pria berwajah dan pakaian asing yang tampak menutup mata seperti berkultivasi, berkata….
“Bukankah didepan kita terdapat Kotaraja Kekaisaran Rajawali Agung?? Mengapa kita tidak mampir sejenak dan beristirahat. Aku ingin mencicipi santapan khas Wilayah Tengah ini”….
“Maafkan aku Master. Akan tetapi perjalanan kita akan memiliki resiko besar jika mampir di Kotaraja ini. Aku takut jika ada yang mengenali kita dari cara berpakaian seperti ini” kata ninja itu.
“Tidak perlu kuatir. Aku telah menyiapkan jubah yang dapat dipakai menutupi dan menyamarkan pakaian kita semua”
“Lagipula… siapa yang berani menghalangi aku???” setahuku… bahkan Sekte-sekte berbintang 9 diwilayah ini tidak memiliki ahli yang setara denganku” Jawab pria itu angkuh.
“Mari kita mampir. Aku ingin bersenang-senang. Ku dengar Rumah Pelesir Ye Hua Meili memiliki banyak perempuan cantik. Perintahkan Roc itu untuk turun ke tempat terdekat dengan Kotaraja” Kata pria itu angkuh.
Ninja berbaju biru itu dengan mengkerutkan kening terpaksa mengikuti keinginan Master mereka. Dia adalah Master Senshi Katashi yang agung. Siapa yang berani membentrok dirinya??? Hanya kematian yang akan ditemui orang yang mencoba bertentangan dengannya.
>>>>>>
Di Rumah Pelesir Ye Hua Meili….
Xong Hui Ying pria berwajah cantik itu berlari tergopoh-gopoh memasuki halaman rumah bordil. Wajahnya dalam riasan tebal terlihat amat gembira. meskipun tertutupi riasan tebal... dia tidak mampu menyembunyikan hawa membunuh dan haus darah yang keluar dari auranya …
“Semua anak-anak…. Harap mempercantik diri… seorang tamu istimewa akan mengunjungi Rumah Ye Hua Meili”…..
Ditempat lain Kotaraja… Yu Mian menerima pesan di token array…
“Penyergapan dilakukan malam nanti. Teknik sihir akan dipakai sebelum menyergap target” Yu Mian tersenyum dan melanjutkan melayani tamu di rumah makan miliknya.
Di sebuah Akademi kaum Terpelajar Kotaraja, Wei Park menerima pesan di slip giok miliknya. Isi pesannya sama dengan yang diterima Yu Mian. Wei Park tersenyum lalu berulangkali memasukkan bubuk racun kedalam ruang rahasia di kipas miliknya. Tidak lupa dia menyelipkan seratus jarum kecil yang semalaman di rendam dalam larutan racun ular merah…
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.