
Sima Yong menatap kaku kearah langit,
“Mengapa mahluk monster ganas ini sedemikian banyak???”
“Sepertinya seseorang mengendalikan mereka, monster-monster menyerupai naga iru. Bukankah biasanya kelompok monster ini keluar hanya dalam jumlah puluhan hingga beberapa ratus saja? Bagamana bisa ribuan monster secara bersamaan lalu datang menyerang kami” Sima Yong penasaran. ini adalah sebuah rakayasa menurut dia. Perasaan nya berubah menjadi tidak enak.
Namun dia terlihat membentangkan dua tangannya, seolah-olah itu adalah dua tangan itu adalah sayap. Bersikap seolah-olah firasatnya itu hanya hal yang tidak beralasan. Lalu dalam sebuah instruksi melalui benak nya memerintah air laut di bawah sana. Semua orang mendengar suara air bergidik ketika mendengar gemuruh air dari arah bawah, di lautan. Bergemuruh dan mengamuk seolah di perintahkan sesuatu.
“Byurrrr……..” suara gemuruh air laut yang secara ajaib meluap naik hingga ke angkasa. Berdiri di samping Sima Yong terlihat mengerikan, sehingga membuat bergidik semua orang yang melihatnya.
Itu adalah Teknik Chakra Mul yang dia pelajari di Perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung, setelah berhasil menggabungkan beberapa salinan menjadi suatu Teknik Chakra lengkap.
Dengan tingkat pemahaman bela diri sekelas SIma Yong, saat ini dia tidak perlu lagi menyebutkan Teknik secara keras-keras untuk membangkitkan energi. Dia cukup memberikan instruksi melalui benak.
Chakra Mul ini adalah suatu Teknik penguasaan chakra yang aneh. Sebagaimana telah dibahas didepan, pertama-tama praktisi haruslah menguasai Jipsu untuk mengumpulkan unsur air dan dikuasai tubuh. Selanjutnya adalah Ryusu, suatu teknik yang diperlukan untuk memperoleh kekuatan dari air. Dan terakhir adalah Chisu, teknik untuk kemampuan mengendalikan air.
Setelah mencapai level Chisu, seorang praktisi dapat memanfaatkan air lalu menyalurkannya kedalam Teknik pedang yang diberi nama Tansu.
Saat ini Sima Yong tengah mengoperasikan Teknik Pedang Tansu. Dia memanippulasi air laut yang meluap dalam bentuk gulungan hingga naik ke ketinggian kapal roh itu. Lalu dia kemudian akan membentuk segel dengan dua jari tangan kanannya. Semua mata terbelalak. Air laut bergolak menimbulkan suara mengerikan.
Dalam Gerakan indah, tubuh Sima Yong melayang ke langit, menyusul untuk menagkal, datangnya terjangan ribuan Monster Purba menyerupai naga itu.
“Wush..wush..wush”
Semua orang sekali lagi dibuat tercengang, ketika melihat air laut yang menggulung hingga ke ketinggian kapal roh itu, seketika berubah menjadi ribuan pedang. Jumlahnya bahkan mungkin lebih banyak lagi dari seribu pedang kristal. Pedang kristal yang terbuat dari air itu berkilauan di terpa sinar matahari, mengancam jahat kepada siapapun yang meliriknya.
__ADS_1
Dalam diam tanpa kata tubuh Sima Yong mengangkasa kearah langit, diikuti ribuan pedang tajam berbentuk kristal dalam aura pembunuhan.
Saking megahnya pemandangan seorang ahli pedang seperti Sima Yong saat iru, sampai-sampai semua orang tidak lagi merasa tertarik memperhatikan pertempuran tiga ahli SAINT melawan imoogi. Bagi semua yang menonton, pemandangan pertempuran tiga SANIT melawan imoogi itu, kini mereka terlihat seperti lelucon belaka, dibandingkan keahlian seorang Raja Pedang yang dapat mengubah air menjadi ribuan pedang kristal yang kini mengangkasa, siap bertempur melawan ribuan monster dari langit.
“Spektakuler” hanya itu kata yang pantas diberikan melihat Raja Pedang terbang diiringi ribuan pedang seperti itu.
Lalu dalam pandangan semua orang, langit seketika menjadi merah. Ribuan pedang itu dengan ganas menembus dan membelah monster yang sedemikian banyak.
Jika monster semakin banyak berdatangan, pedang kristal itu terlebih lagi. Air laut yang begitu melimpah di bawah sana, tiada habis-habis nya memberi dukungan kepada Sima Yong untuk meminjam kekuatan mereka lalu berulang kali menebas, membelah dan menusuk ribuan monster terbang itu.
Saking banyak nya mayat monster terbang yang berguguran dari langit, sampai-sampai lantai geladak kapal roh itu juga menjadi basah. Kuyup dalam genangan darah berceceran dari langit…
“Bersihkan geladak…!!” perintah Liao Quon, yang disusul dengan sigap semua petugas kapal di bantu kaum tentara membersihkan geladak dari cipratan darah yang berguguran tiada henti.
Akan tetapi disela-sela kegiatan mereka, semua orang melirik diam-diam kearah langit. Menyaksikan pembantaian yang dilakukan Tuan Yong si Raja Pedang.
Sementara itu. Ketika semua orang tengah sibuk memperhatikan pertempuran dan pembantaian di langit, dimana disisi lain tiga ahli SAINT sibuk membantai imoogi, tidak seorang pun memperhatikan di bagian lain dari langit, muncul bayangan burung yang terbang dengan cepat.
Sepertinya burung itu adalah keturunan Roc Monster Burung yang legendaris itu.
Di punggung Roc itu, tampak dalam jubah yang berkibar di tiup angin, seorang perempuan tua berdiri tegap. Di tangannya dia memegang sebuah tongkat. Belum dapat dipastikan apakah tongkat itu adalah senjata.
“Tap…” nyaris tidak terdengar suara kaki ketika perempuan tua itu menapakkan kakinya di geladak kapal.
Semua yang tengah sibuk mencuri-curi pandang kelangit, tidak memperhatikan kehadiran perempuan tua itu. Dalam Langkah ringan, nyaris melayang, tahu-tahu dia telah berada disisi Pangeran Ju Qin.
__ADS_1
Pangeran Ju Qin amatlah terkejut, tatkala sebuah tangan kurus dan layu menepuk di bahu nya,
“Siapa kamu??? berani-berani nya naik ke kapal roh kekaisaran Rajawali Agung” bentak Pangeran Ju Qin.
Mendengar teriakan pangeran, Liao Quon yang selalu berdekatan dengan pangeran ikut-ikutan terkejut. Refleks tangannya meloloskan pedang di pinggang, dan dalam sabetan membunuh dia menebas perempuan tua itu.
"Sreeetttt" suara pedang mencicit.
Suara dengusan terdengar dari perempuan tua itu, Ketika dia menekuk lalu melambaikan tangannya. Pedang di tangan Laio Quon terpental dan patah menjadi dua.
Semakin ganas didalam amarah, Laio Quon menyerang perempuan tua dengan teknik cengkeraman mengajak mati bersama. Bagi dia, sebagai Kapten yang bertanggung jawab di dalam penerbangan ini, lebih baik dia yang mati, ketimbang pangeran calon Putra Mahkota Kekaisaran Rajawali Agung mengalami celaka di tangan perempuan itu.
“Suiiittt…” cengkeraman berisi kekuatan untuk mengajak mati bersama itu terdengar mengancam perempuan tua itu.
Namun sayang sekali, sekali lagi dalam Gerakan yang terlihat seperti malas, perempuan tua itu sekali lagi melambaikan tangan.
“Duk…” dada Liao Quon terasa sesak dilanda kesakitan. Dia memuntahkan seteguk darah sebelum jatuh pingsan. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi. Tidur didalam kehilangan kesadaran…..
Perempuan tua itu dalam gerakan ulangan-sekali lagi melambaikan tangan, lalu Pangeran Ju Qin seperti di seret melayang oleh sesuatu tanpa wujud. Pangeran Ju Qin melayang ke atas punggung Roc raksasa, terduduk dalam belenggu kekuatan tak terlihat, tepat di depan perempuan tua yang telah berdiri di atas Roc.
Kedua nya kemudian menghilang dibalik awan, terbang mengarah ke bagian Timur Benua Penyaringan Dewa…..
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.