Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Informasi tentang Klan Wu


__ADS_3


Setelah Ouyang Biming dan kakeknya Ouyang Bihai di taklukkan Sima Yong, semua orang menjadi sadar. Ranah kultivasi pria muda ini berada di Alam Raja Awal.


Semua menjadi jerih dan saling berbisik memuji praktisi Alam Raja itu. Belum pernah selama hidup mereka melihat seorang Praktisi alam Raja bertempur.


Sebuah pertempuran yang tanpa Gerakan apa-apa dari Praktisi Alam Raja dan membuat dua orang Kakek dan cucu di ranah Alam Spirit Agung itu telah membuka mata orang-orang. Celah diantara dua ranah kultivasi Alam Raja bagaikan jurang yang sangat dalam jika dibanding Alam Spirit Agung.


Patriak Klan yaitu Ouyang Tianlu Le meminta maaf berulang kali atas kejadian kurang nyaman itu. Dia bahkan meminta Sima Yong untuk pindah ke kamar khusus di kediaman Patriak.


Akan tetapi Sima Yong menolak dengan halus. Pemuda itu berpikir bahwa kamar yang disediakan Penatua Agung telah memadai. Yang dia butuhkan ketika proses penyaringan pil, Ouyang Dazhong dapat menjaga konsemtrasinya hingga proses penyelesaian pil nanti.


******


Sima Yong saat ini didalam kamar khusus penyaringan pil. Dia mulai memanaskan tungku tempat pil akan di ekstraksi. Kenyataan bahwa setelah kultivasinya meningkat menjadi Alam Raja, kekuatan energi Qi meningkat juga dan membuat penguasaannya terhadap api surgawi semakin lihai.


Alhasil jika penyaringan pil sebelumnya dibutuhkan waktu tujuh hingga delapan hari, kini dengan kultivasi Alam Raja waktu menjadi lebih singkat. Sima Yong memperkirakan penyaringan Pil Pencapaian Nirwana itu hanya butuh empat hingga lima hari saja.


Tentu saja Ouyang Dazhong menjadi sangat gembira mendengar proses penyaringan pil nanti tidaklah lama seperti di Puncak Terang. Sambil menunggu pil disaring, Penatua Agung Klan Ouyang memilih untuk bermeditasi di depan kamar Sima Yong.


Patriak Klan menambah penjagaan di kamar Sima Yong dengan tenaga keamanan Sekte berjumlah sepuluh orang. Sepuluh orang ini merupakan elit di Klan Ouyang di ranah Alam Bayi Spirit dan Alam Spirit Agung.


Hingga Pil Pencapaian Nirwana telah dibentuk, yang menimbulkan Fenomena Lembayung di angkasa, tidak terdapat gangguan secuilpun dari penonton atau orang-orang dengam niat menjarah.


Klan Ouyang sebagai salah satu Sekte Bintang empat itu telah menunjukkan kelasnya dengan memblokir semua gangguan yang mencoba untuk mengganggu proses penyaringan pil.


Ketika aroma pil yang harum semerbak memenuhi seluruh perkebunan Klan Ouwyang, Sima Yong terlihat keluar dari kamar dan membawa dua buah Pil Pencapaian Nirwana. Terlihat dua buah pil melayang mengikutinya.


Terdapat dua jenis pil yang berhasil di saring. Pertama sebuah pil dengan 4 garis lembayung dan 2 garis samar yang menunjukkan kualitas Kuasi Perfect.


Sedangkan pil lainnya memiliki dua garis tebal warna lembayung dan empat garis samar yang melingkar. Itu menunjukkan bahwa pil yang kedua memiliki kualitas menengah.


Sinar mata Penantua Agung Ouyang Dazhong terlihat berkilat-kilat bahagia. Telah sekian lama dia memimpikan untuk memiliki kesempatan menerobos ke Alam Raja.


Desakan usia dan desakan klan agar status klan meningkat menjadi sekte kelas lima terlalu membebaninya selama ini. Ouyang Dazhong tidak tahu bagaimana lagi mengucapkan terima kasih.


“Penatua Agung, ini adalah dua buah Pil Pencapaian Nirwana yang berhasil aku saring. Bahan yang disediakan tidaklah memadai sehingga niatku untuk menyaring dua pil kualitas kuasi tidak berjalan sesuai harapan”.


“Akan tetapi pil utama berkualitas Kuasi Perfect namun sisanya menggunakan bahan seadanya hanya menghasilkan pil kualitas menengah…”


Sima Yong menyerahkan dua pil yang telah dia kemas di dalam tabung obat kecil. Dengan penuh kebahagiaan Ouyang Dazhong menyambut botol obat tersebut penuh kehati-hatian. Tangannya gemetar layaknya menggemdong anak bayi yang baru lahir.


Patriak Klan yaitu Ouyang Tianlu Le menatap botol obat itu dengan pandangan penuh pengharapan. Dia berharap Penatua Agung akan bermurah hati. Namun Penatua Agung hanya mendengus dingin dan berkata,


“Pil ini dibuat oleh Alkemis Surgawi Sima menggunakan bahan yang telah aku kumpulkan sejak aku muda. Jika kamu ingin mendapat jatah dari pil ini, aku harapkan kamu memastikan tidak ada lagi skandal menentang Alkemis Sima untuk mendapat Slot memasuki domain Elf abu-abu nanti”


Penatua Agung itu menambahkan dengan kata-kata ancaman,

__ADS_1


“Jika aku mendengar bahwa masih terdapat suara-suara miring yang meragukan Alkemis Sima mendapatkan slot itu, maka jangan salahkan aku".


"Aku yang tua ini tidak segan-segan melelang Pil ini di Lembaga lelang Kota Cahaya Barat. Aku yakin dengan kualitas menengah maka 500.000 energi stone venti akan kantongi”


Penatua Agung menatap Patriak sekte Ouyang Tianlu Le dengan dingin. Tatapan itu disambut dengan kata-kata yang terbata-bata yang menjelaskan bahwa Patriak akan menjamin Sima Yong mendapat slot masuk ke domain Elf abu-abu tiga bulan mendatang.


Patriak Klan Ouyang Tianlu Le terlihat sangat ketakutan jika orang tua itu memenuhi ancamannya dengan melelang Pil yang sangat langka itu di Kota Cahaya Barat. Dia tidak rela jika itu terjadi.


******


Penatua Agung Ouyang Dazhong telah menutup diri untuk berkultivasi. Dia merencanakan melakukan kultivasi merobos. Menurutnya 1 tahun lebih adalah angka maksimal untuk menerobos.


Tugas selanjutnya untuk menjamu Sima Yong di Klan adalah Patriak Tianlu Le. Patriak itu langsung menyerahkan selembar undangan yang terbuat dari bahan emas khusus. Menurutnya undangan itu juga wkan berfungsi sebagai kunci masuk kedalam domain Elf abu-abu.


Katanya undangan itu di pasangi semacam array rumit sehingga Ketika nanti seseorang memegang undangan, dirinya dapat memasuki Domain Elf abu-abu. Array diundangan berfungsi sebagai kunci masuk domain.


Patriak Ouyang Tianlu Le mulai bercerita. Undangan untuk memasuki domain Elf abu-abu ini di buat oleh salah satu Klan Kuno dan Rahasia yang terletak di ujung dunia.


Ujung dunia yang dimaksud disini adalah daerah terjauh dari Wilayah Barat yang memisahkan Benua Silver dari Benua lainnya.


Klan Kuno itu dikenal dengan nama Klan Wu di Kota Bintang Jatuh. Kota Bintang Jatuh sendiri terletak di bagian paling Barat Wilayah Barat. Jika orang melakukan perjalanan beberapa ratus kilometer saja lebih ke Barat, maka orang akan mendapati Pegunungan Berkabut dan Pegunungan Biru (tempat ketika Elf abu-abu memisahkan diri).


Kedua pegunungan itu adalah ujung dunia. Belum pernah terdengar cerita bahwa seseorang berhasil melewati dua pegunungan itu untuk menembus Benua lain diseberang Benua Silver.


Karena letaknya yang jauh yaitu di ujung dunia, maka Kota Bintang Jatuh ini memiliki kondisi yang aneh. Malam hari di kota dan sekitarnya cenderung lebih lama.


Karena kondisi iklim yang aneh itu, Kota Bintang Jatuh ini adalah kota tempat pelarian atau tempat persembunyian ahli-ahli yang melarikan diri dari hiruk pikuk dunia Jianghu (Bulim atau Sungai telaga atau rimba persilatan).


Ahli-ahli itu kebanyakan merupakan buronan yang menyembunyikan diri dari kejaran Sekte-sekte besar atau Klan-klan besar.


Di Kota Bintang Jatuh juga seringkali ditemui barang-barang berharga yang jarang di temui didunia luar. Ada yang berkata bahwa benda-benda aneh itu berasal dari Benua lain disebelah Pegunungan Biru, namun tidak pernah seorangpun yang dapat mengkonfirmasi kebenaran itu.


Klan Wu sendiri adalah klan yang merupakan keturunan dari Elf Abu-abu. Meskipun warisan darah pada keturunan itu tersisa tidak lebih dari 5 % darah Kaum Falmari (Elf Abu-abu), orang-orang di Klan Wu masih memegang teknik-teknik warisan yaitu Teknik-teknik Array yang diturunkan dari Kaum Falmari. Meski terdengar hebat, namun teknik mereka jauh dibanding teknik asli karena darah mereka tidak murni lagi.


Disebabkan kawin campur sehingga tidak murni lagi, mereka meyakini bahwa terdapat rahasia-rahasia dan peninggalan warisan Kaum Falmari diPegunungan berkabut dan Pegunungan Biru.


Klan Wu tidaklah kuat dan tidak berani sendirian memasuki Kawasan Rahasia Warisan Elf abu-abu. Terlalu banyak hal mistis di pegunungan itu.


Mereka mengajak kerja sama enam Klan Kuno trkuat wilayah Barat ini, yaitu Klan yang masuk kategori Sekte Bintang Lima. Masing-masing mendapat jatah undangan dimana syaratnya adalah domain dibuka 250 tahun sekali dan hanya khusus praktisi dibawah 30 tahun saja. Pembatasan kriteria itu dibatasi dengan teknik array.


Di Wilayah Barat sini tidak bamyak yang mengetahui bahwa terdapat Klan-klan kuno penuh misteri kategori Sekte Bintang Lima. Mereka memiliki semacam aliansi antar klan.


Keenam Klan itu adalah, Ras iblis, Klan Xiao yang mengklaim diri sebagai ras keturunan macan putih yang ahli dalam seni telapak tangan, Klan Huang yang merupakan keturunan ras Fenix (Phoenix) ahli dalam bidang alkemis, Klan Xia yang merupakan keturunan Elf abu-abu dan mahir dalam sihir, Klan Ouyang yang merupakan Sekte Bintang 4,5 atau kuasi Bintang Lima dan terakhir Klan Wu sendiri yang juga merupakan keturunan ras Elf abu-abu dan merupakan ahli array.


“Tiga bulan kedepan kita akan bertemu di Kota Bintang Jatuh tuan Alkemis Sima. Aku sendiri yang akan mengantar dua jenius Klan Ouyang untuk memasuki Domain Elf abu-abu nanti”


Ouyang Tianlu Le membuat janji dengan Sima Yong, Ketika pemuda itu pamit dari Klan Ouyang karena dia berniat untuk berkunjung ke Kota Cahaya Barat.

__ADS_1


Dengan diiringi tatapan mata kekaguman dari orang-orang Klan Ouyang, Sima Yong berjalan dan kemudian melangkah cepat ke angkasa. Tubuh itu kemudian menghilang dengan sangat cepat dibalik awan. Ouyang Tianlu Le hanya menghela nafas dan membatin,


“Orang itu masih begitu muda menjelang 21 tahun. Akan tetapi kultivasi nya sudah melejit diangkasa, dia seperti berdiri menjulang bersama bintang-bintang”


Ouyang Tianlu Le kemudian masuk ke dalam perkampungan Klan Ouyang dengan harapan bahwa Penatua Agung tidak melupakan janjinya untuk memberikan Pil Pencapaian Nirwana Kualitas menengah padanya.


Dia berjanji meskipun berkultivasi hingga dua tahun untuk menerobos, dirinya rela. Praktisi Alam Raja adalah sebuah mimpi dari seluruh praktisi beladiri dimanapun berada. Semua orang rela mati untuk memiliki pil penerobosan itu.


******


Malam di Kota Cahaya Barat. Waktu menunjukkan belum lagi pukul delapan malam, ketika orang-orang terlihat telah berkerumun di depan pintu masuk sebuah rumah hiburan bernama Pavillion Asoka.


Ternyata malam itu merupakan malam penampilan Bidadari Giok Emas. Jadwalnya adalah dua kali penampilan. Jam delapan malam dan jam dua belas malam nanti.


Walaupun penampilannya dilakukan dua kali untuk malam ini, namun tiket untuk menonton pertunjukan Bidadari Giok Emas itu telah ludes terjual.


Meskipun dijual dengan harga yang sangat mahal, yaitu 1000 energi stone Venti untuk penonton biasa, dan 2500 energi stone Venti untuk VIP, ternyata tiket untuk memyaksikan penampilan tarian itu jauh-jauh hari habis terjual.


Seorang Pria muda berusia 20 tahun berpenampilan menawan terlihat melangkahkan kaki memasuki Pavillion Asoka.


Pria berambut cemerlang seperti bintang dan memiliki wajah tirus mempesona itu tanpa ragu-ragu langsung menuju ke aula tempat pertunjukan tarian Bidadari Giok Emas.


Sejak kedatangannya, pria itu tidak mengalami halangan atau apapun dari para penjaga di Pavillion Asoka. Dalam perjalanan diam menuju ke aula pertunjukan, selalu hanya menunjukkan token istimewa Lambang Penatua Agung Klan Ouwyang.


Tidak ada seorangpun yang berani menghalangi Ketika pria itu masuk ke aula pertunjukan meski tidak memiliki janji ataupun tiket.


Bahkan gadis penjaga di aula itu dengan sangat hormat langsung mengantar pria itu untuk menduduki salah satu balkon yang dapat melihat penari secara jelas.


Catatan; Tarian yang dibawakan Bidadari Giok Emas biasanya menggunakan tali dari kain sutera dimana penari akan bergelantungan di tali tersebut. Dengan demikian penonton VIP akan melihat secara dekat penampilan penari.


Pria yang ternyata adalah Sima Yong itu duduk dalam diam di balkon VIP nomor 3. Dia terlihat menggunakan jimat komunikasi untuk memberitahu Lin Hong dan Yu Long bahwa dirinya telah hadir di Pavillion Asoka. Dia menonton penampilan mereka dari balkon VIP nomor 3.


Yu Long sendiri telah tiba telah tiba di Wilayah Barat sejak sebulan yang lalu. Dia melanjutkan penyamaran dengan melamar pekerjaan sebagai musisi yang mengiringi Lin Hong dalam setiap tarian jiwa.


“Petunjukan dimulai…!!” seseorang mendesis. Ruangan itu hening.... penonton menjadi diam seketika.


Sebuah musik halus menenangkan jiwa terdengar diseluruh ruangan Ketika terlihat seorang pria muda tampan memetik harpa dengan mata tertutup.


Semua penonton mengeluh perlahan Ketika tiba-tiba gulungan kain Sutera Panjang jatuh menjuntai ke lantai dan dari atas plafon pavilion, tampak turun sambil melayang sang Bidadari Giok Emas, meliuk dalam tarian jiwa.


Begitu kakinya yang tanpa pengalas menginjak lantai, ribuan bunga-bunga melejit keluar dan melayang,


"Oohhh...."


Keributan kecil terdengar ketika semua mulut mengeluarkan kata-kata sanjungan.... musik dan tatian yang membuat tenang dan rasa damai menerpa pikiran semua penonton di ruangan itu….


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2