Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Reward dan Tantangan Terakhir


__ADS_3

"Kurang ajar !" bentak Nevertary.


Belati tersembunyi yang selalu di tutupnya dengan diam-diam, seketika telah berada dalam genggaman nya.


Kedua tangan nya membentuk teknik irisan silang, yang lantas mengeluarkan percikan api.. Nevertary mengiris ke sesuatu benda aneh yang seperti mengawasi dan mengancam nya dari belakag.


Trang ! Suara seperti benturan antara dua benda tajam terdengar !


Bunyi gesekan dua benda tajam terdengar di akhiri percikan api - begitu memekak kan telinga sekaligus menyilaukan mata. Insting nya mengatakan emergency - tanda bahaya, maka buru-buru Nevertary berubah menjadi sosok asap hitam. Dia lantas melakukan teleportasi bersembunyi di dalam bayangan.


"Apa itu ? !" teriak Sima Yong. Ketika dia menyadari keberadaan mahluk asing itu...


Pedang Emas Suci di tangan nya lantas membentuk satu garis lurus, lalu menyala dalam sinar yang menyilaukan dan mengejar satu sosok yang auranya mengerikan, yang muncul dari kehampaan. Pedang Emas Suci terbang dalam kecepatan kilat menghalangi tangan itu mencelakai Nevertary yang baru akan memudar di bayang-bayang.


Blam !


Energi sihir yang keluar dari Pedang Emas Suci membentur satu mahluk besar.. Amat besar setelah wujudnya muncul nyata-nyata! Sima Yong terbelalak menyaksikan penampakan satu mahluk yang kurus menyerupai tengkorak, namun tidak juga dapat di katakan tengkorak.


Sosok itu adalah satu mahluk berbentuk tulang-belulang yang di bungkus kulit, mencoba terbungkus seperti berbentuk boneka yang sangat jelek, demikian pucat dan layu, dengan warna hitam di sepanjang garis matanya


Rambut mahluk itu begitu panjang, di biarkan tergerai menjuntai hingga punggung, sinar matanya memantulkan warna hijau tosca - juga mengenakan jubah hijau panjang yang sepadan, dan dia mengenakan celana berwarna hitam, dengan dua tanduk kecil serta memancarkan aura kuning dari tubuhnya...


"Necromancy !" suara Nevertary memenuhi benak Sima Yong.


"Mahluk mengerikan itu adalah roh yang paling berdosa diantara semua mahluk gain. Dia selalu bereinginan menentang sihir-sihir yang kuat. Dia bahkan memiliki kemampuan gaib yang mumpuni untuk mengendalikan arwah dan mahluk-mahluk dari alam gaib"


Bunuh dia sebelum dia memanggil banyak mahluk gaib. Maafkan aku kali ini ....


Tapi aku harus berterus terang. Sungguh aku tak dapat mendekatinya dia - well kau tahu bukan? Aku sendiri adalah roh. Aku kuatir dia akan berbalik mengendalikan ku" suara Nevertary bersembunyi didalam bayangan malam, tidak berani menampakkan dirinya.


Tidak menunggu terlalu lama setelah penjelasan singkat assasin itu, Pedang Emas di tangan Sima Yong berkelebat sekali lagi. Cepat... Teramat cepat menyisakan jejak keemasan. "Mati !"


Suara mendengus dingin terdengar, begitu kuno begitu melihat serangan pedang..


"Huh manusia.. Kamu terlalu kecil untuk mencoba-coba menentang satu roh seperti aku"


Suatu bunyi rapalan aneh terdengar dari mulut mahluk jahat itu, lalu asap tipis berwarna putih muncul di hadapannya. Necromancy itu melakukan pemanggilan mahluk-mahluk dari alam gaib untuk membantunya.


Wush ! Wush ! Lima kali suara angin berdesir..


Lalu Chimera, Anjing berkepala tiga, Ular berkepala sembilan dan dua mahluk ganas lainnya mulai terbentuk dari kumpulan asap...

__ADS_1


"Tidak akan kau sempat mengumpulkan mahluk-mahluk iblis itu. Ucapkan selamat tinggal !" bentak Anak muda kita.


Cahaya Emas berkedip-kedip dalam garis-garis melengkung kembali terlihat - ketika Pedang Emas Suci mulai melakukan tebasan dalam Kecepatan Kilat - mengandung delapan puluh bagian energi sihir yang dimiliki Sima Yong.


Pusssh !


Satu demi satu kabut tipis yang belum sempurna membentuk sosok monster itu kembali hilang dalam kehampaan. Tebasan mengandung energi sihir dan pedang sihir itu telah mengirim kembali lima sosok monster yang di panggil Necromancy itu.


"Terkutuk !" Necromancy itu menunjuk dengan jarinya.. Seketika lima mayat hidup (zombie) muncul di depan Sima Yong.


Pedang Emas Suci itu tidak memberi kesempatan sedikitpun kepada zombie yang baru saja di panggil sang Necromancy. Pedang Emas di tangan Sima Yong melakukan gerakan menebas dengan gerakan Memutus Roh Sihir, yang mengandung kekuatan sihir - yang akibatnya lantas membuat lima zombie langsung terkapar, belum sempat membuat satu gerakan pun.


Necromancer itu semakin marah. Kini dua tangannya bergerak-gerak memanggil mayat-mayat hidup lainnya yang muncul secepat bayangan. Demikian selalu terjadi berulang kali setelah dibantai - begitu terus berulang kali.


Wajah Sang Necromancer pelan-pelan menyungging senyum tipis. Dia menduga-duga, bahwa meskipun anak muda itu amat lihai dalam sihir dan teknik pedang, namun lama-lama energi sihir nya akan habis.


"Pasukan zombie ini adalah pasukan yang tidak akan ada habis-habisnya.. Selalu tersedia untuk di panggil dari dunia roh" Necromacer itu tertawa tipis.


Baru saja Necromancer itu memlai dengan senyum penuh rasa kemenangan, dengan mendadak penyihir muda itu melemparkan tiga benda asing kearahnya...


"Noble Phantasm.. Gorgon - kutukan Athena !"


Sang Necromancer terkutuk itu menjadi terkejut bukan alang kepalang. Ketika anak muda magus itu menyebutkan kutukan Athena, saat itu juga hati Necromancer itu telah mencelus. Dia tahu apa itu yang di maksud dengan kutukan Athena serta apa arti tiga kepala penuh ular itu..


Bibir Necromancer itu menjadi kelu. Dia melihat dunia menjadi terhenti. Detik-demi detik yang perlahan itu diam membatu ketika tiga kepala mahluk berambut ular itu membuat dunia membeku. Bahkan dia dapat melihat lewat lirikan mata... hembusan angin Gurun Tak Bertepi menjadi diam - seakan taat akan kutukan Athena.


"Pergi kembali kamu mahluk terkutuk !" Sima Yong menusuk Pedang Emas Suci kearah Necromancer yang diam membatu, namun sinar matanya menunjukkan kepanikan. Kepala Gorgon itu adalah Noble Phantasm - benda berkekuatan sihir kuat yang tak dapat sang Necromancer ingkari perintahnya.


"Tidaak !" tangis Necromancer dalam diam. Dia menghilang menjadi debu seiring tusukan pedang sihir tepat mengenai pertengahan diatas matanya - dahi.


Nevertary kemudian muncul dari bayang-bayang setelah Necromancer itu di mati. Diam-diam dia sangat kagum dengan masternya itu.


"Masterku ini adalah perpaduan seorang penyihir dan seorang ahli pedang. Sangat jarang sekali di temui seseorang yang menguasai dua keahlian yang saling bertolak belakang itu" batin Nevertary...


"Mari kita bergegas menyusuri jalan ini. Kita harus menyelesaikan tantangan ini. Semakin cepat semakin baik" kata Sima Yong.


Tanpa menjawab sedikitpun, Nevertary mengikuti langkah panjang-panjang Sima Yong berlari. Setelah melewati rawa-rawa air payau itu.


"Tempat ini betul-betul jelek. Aura, kondisi... Semua jelek


Semoga saja hadiah (reward) yang di berikan dalam tantangan ini adalah sepadan dengan semua yang kita lalui" kata Nevertary mengumpat.

__ADS_1


******


Kala itu keduanya telah menuruni jalan berundak-undak. Jalannya mengarah ke sebuah lobang besar seperti goa. Lalu dengan pedang dan belati yang terhunus, kedua nya berlari-lari cepat memasuki perut bumi, yang mana petunjuk di sepanjang jalan memberi tanda mereka mesti memasuki goa itu.


"Kira-kira kejutan apa lagi kali ini" gumam Sima Yong. Keduanya kini terlihat berhati-hati. Sebuah arena luas berbentuk lingkaran terpapang di depan mata.


Lantai arena itu terbuat dari pualam berwarna hijau, memberi kesan dingin dan mistis. Sebuah plang raksasa dengan tulisan huruf-huruf yang terlihat kuno dan mulai memudar di baca Sima Yong.


*Arena melawan iblis penghisap darah - satu iblis yang tak terkalahkan. Jika kamu memenangkan arena ini dengan membunuhnya, hadiah yang sangat langka berupa satu Noble Phantasm akan menjadi miliki kamu.


Namun jika kamu menyerah atau kalah, kematian adalah ganjaran mu. Tidak ada yang dapat mengelak dari tantangan ini*.


Sima Yong membaca tulisan di plang dengan cukup keras... Katanya,


"Apakah anda telah siap untuk suatu pertempuran hidup mati berikutnya?" lirik Sima Yong kepada Nevertary...


Dengan acuh tak acuh assasin itu menjawab,


"Seumur hidup, aku Nevertary tidak takut mati melawan siapapun. Mari kita masuk arena terakhir ini"


Sima Yong langsung melompat kedalam arena berlantai pualan hijau ini, diikuti Nevertary.


"Kreeekkkk !" suara derit pintu yang terdengar seperti pintu tua dengan engsel-engsel yang telah haus dalam lama tidak tersentuh lemak gajih untuk melemaskan karat-karat pintu.


"Vampire raksasa perempuan penghisap darah !" mata Nevertary terbelalak. Namun Sima Yong hanya diam memperhatikan baik-baik mahluk setinggi enam depa di hadapannya (kurang lebih sepuluh meter)..


Suatu tulisan secara sihir dan array terpampang diatas kepala Vampire perempuan itu...


Type : Vampire


Kemampuan : menghabiskan darah dan energi musuh setiap 30 detik.


Kemampuan pertahanan : mampu membuat auto blok dan rebound (membalikkan kekuatan serangan).


Daya tahan darah : tahan hingga dua milyar jin serangan lawan.


Kemampuan lain : Mampu mengembalikan stamina kembali pulih 100 % setiap sepuluh menit.


"Demi semua dewa dan mahluk suci apapun, itu berarti kami hanya memiliki waktu untuk membunuh dia dalam sepuluh menit" Sima Yong meringis...


"Mari kita mulai... Untuk apa di tunda-tunda !"

__ADS_1


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2