
Dalam hatinya Sima Yong membenarkan kata-kata Wan Hui. Jika saja mereka mencoba-coba tanpa petunjuk untuk mencari Lembah Pedang Beracun, niscaya mereka tidak akan pernah menemukan tempat itu.
Selain jalan yang berkelok-kelok, hampir semua tanaman di situ adalah tanaman beracun. Meskipun Sima Yong adalah seorang alkemis, namun dia enggan untuk menyentuh tanaman-tanaman beracun itu.
Sedangkan Ye Bing Qing? Gadis jingling itu tentu saja sangat berhati-hati dalam mengambil tiap langkah. Dia betul-betul mematuhi instruksi Wan Hui agar tidak berurusan dengan tanaman beracun itu. Semua jejak Sima Yong diikuti dia dengan cermat.
Setelah mereka berlari, terbang diatas rumput pada akhirnya ketiga orang itu tiba di sebuah goa yang keberadaan nya sangat tersamar. Jika saja Wan Hui tidak memasuki rimbunan semak belukar itu, tidak akan seorangpun menyangka ada goa di bali smak belukar itu.
"Mari kita masuk" kata Wan Hui.
Tanpa ragu-ragu Sima Yong memasuki gua mengikuti Wan Hui. Tatkala mereka tiba di ujung gua, sebuah cahaya menyilaukan mata terlihat. Itu pertanda dibagian ujung itu adalah tanah terbuka yang bersentuhan dengan sinar matahari langsung.
"Buumm" sebuah pemandangan terpampang di depan mata. Ketika mereka melewati pintu penuh cahaya itu.
"Ini adalah sebuah kota?" tanya Sima Yong dan Ye Bing Qing secara bersamaan, dengan nada terkejut.
Lembah Pedang Beracun itu ternyata sebuah kota yang cukup besar. Terlihat aktivitas seperti umumnya kota-kota lain, seperti perdagangan di pasar, rumah makan dan lain sebagainya.
"Akan tetapi jangan terkecoh dengan semua kegiatan ini. Mereka semua ini rata-rata sangat ahli dalam menggunakan racun. Bahkan bahan-bahan yang di jual di pasar adalah bahan-bahan untuk keperluan ahli racun" kata Wan Hui.
Sima Yong sebagai seorang alkemis tentu saja menjadi tertarik. ilmu Alkimia dan ilmu racun perbedaannya tipis sekali. Yang satu menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk mematikan, sementara yang satunya menggunakan bahan-bahan penting untuk menyembuhkan atau membuat pil-pil peningkatan kultivasi.
"Mungkin kita dapat berkunjung ke pasar kota ini untuk mencari bahan-bahan herbal yang aku perlukan yang mungkin tersedia di tempat ini, namun sulit ditemukan di tempat lain" Kata Sima Yong.
"Untuk saat ini, mari kita pergi ke Sekte Pedang Beracun itu"
Wan Hui lantas membawa mereka berdua menuju lokasi Sekte Pedang Beracun yang berada di tengah-tengah kota. Mereka berjalan tidak lebih sepebakaran hio.
Pada akhirnya ketiga orang itu tiba di sebuah bangunan yang dari bagian dalam, tercium aroma harum seperti bau bunga-bungaan yang sangat menyengat. Saking menyengatnya, Ye Bing Qing langsung merasa pening.
__ADS_1
Buru-buru Sima Yong mengeluarkan pil berwarna hijau dan memberikan pada Ye Bing Qing dan Wan Hui...
"Sebelum sesuatu terjadi, sebaiknya kalian mengkonsumsi pil ini" tentu saja dengan segera dua orang itu menelan pil yang diberikan Sima Yong.
Setelah semua mengkonsumsi pil yang dia berikan, dia berkata,
"Aku pikir, keadaan didalam nanti akan jauh lebih berbahaya dibandingkan di luar sini. Didalam sana jelas-jelas akan lebih banyak perangkap serta racun yang mematikan. Aku tidak akan leluasa jika kalian mengikutiku terlalu sulit bertempur sambil melindungi dua orang yang diserang dengan racun. Biarkan aku masuk sendiri" kata Sima Yong.
"Akan tetapi Saudara Yong, aku kuatir jika anda masuk seorang diri, sementara bahaya racun amat mengancam didalam sana" kata Ye Bing Qing kuatir.
"Jangan khawatir. Apakah kamu lupa kalau aku seorang alkemis?" Sima Yong tersenyum. Ketika Ye Bing Qing akhirnya terlihat lega, dia melompat masuk kedalam bangunan Sekte Beracun yang berpagar tinggi itu...
...******...
Kapal roh besar itu melaju menembus langit menuju ke arah utara Benua Silver. Di geladak kapal, seorang pria tampak duduk terkulai sementara di depannya terlihat seorang sastrawan meniup terompet, memainkan lagu ber-irama teduh, tertiup keluar dari cangkang keong besar yang disebut sangkakala itu.
Sastrawan atau Meirenyu menghapus peluh di keningnya, setelah dia memainkan dua lagu kekuatan jiwa untuk membantu Yu Long yang dalam keadaan kritis itu.
"Beruntung kita dengan cepat menemukan bocah itu. Kalau saja kita terlambat beberapa jam lagi, aku kuatir bocah itu akan mengalami luka jiwa permanen, yang dapat membuatnya menjadi gila" kata Meirenyu.
"Syukurlah..." kata Lin Hong. Dia mengucapkan terima kasih berulang kali kepada Meirenyu. Dia sangat bersyukur bahwa Masternya telah mengutus seseorang yang juga memiliki kemampuan sihir, dan keahlian Musisi jiwa seperti Meirenyu ini.
Lin Hong melirik dua orang Pelindung Sekte Terang yang telah selesai bermeditasi untuk memulihkan diri setelah pertempuran di Gurun Terkutuk.
"Tuan Pelindung Putih dan Pelindung Ungu, Lin Hong mewakili master kami, mengucapkan terima kasih yang sangat besar, karena anda berdua telah membantu saudara Yu Long. Budi baik ini akan selalu tercatat di hati kami. Kelak kami pengikut Master Yong akan membalas kebaikan Sekte Terang serta kesetiaan Tuan Pelindung berdua" Kata Lin Hong panjang lebar.
Dua Pelindung Sekte Terang menjawab dengan mengatakan bahwa itu adalah kewajiban yang telah di berikan oleh Master Sekte. Jika ingin berterima kasih, sebaiknya kepada Sekte Terang aja karena mereka hanyalah petugas sekte. Namun Lin Hong berkeras untuk menghargai budi mereka, lalu melayani mereka dengan baik di penerbangan itu.
Dia menyuguhkan berbagai makanan buah-buahan kering serta biskuit-biskuit tahan lama, sambil meminta maaf terlebih dahulu karena aliran mereka tidak memakan daging. Kedua Pelindung Sekte Terang itu menjawab bahwa mereka tidak keberatan.
__ADS_1
"Saat ini, tujuan Nona Lin Hong danTuan Morenyu akan kemanakah?" tanya Pelindung Putih berbasa basi. Tangannya mencomot buah kering itu berulang kali. Sepertinya dia telah lama sekali tidak menyantap makanan seperti itu.
"Tujuan kami saat ini adalah Negri di Utara sana, tepatnya di sebuah Kota bernama Kota Bintang Pagi. Lalu kami akan berkunjung ke Sekte Pedang awan untuk bertemu beberapa kawan lama, lalu kami akan mencari lokasi yang tepat untuk pendirian organisasi kami nanti" jelas Lin Hong.
"Organisasi? itu berarti Nona Lin Hong dan Tuan Morenyu pasti akan membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang bekerja di organisasi itu. Itu bukan hal yang mudah menurutku" kata Pelindung Ungu.
"Benar adanya. Akan tetapi setelah melihat kondisi Klan Xia dan ras iblis itu yang mulai menyatukan ahli-ahli dari kalangan hitam, dan sesuai instruksi Master kami, maka kami sudah harus mendirikan organisasi ini, jauh sebelum dia kembali ke Benua Silver nanti. Kelak organisasi kami akan memilih aliansi aliran hitam dari barat sana sebagai musuh" jelas Lin Hong.
Pelindung Putih dan Ungu itu manggut-manggut.
"Benar adanya Nona Lin Hong. Akan tetapi hal itu tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit" kata Pelindung Ungu. Pelindung Putih hanya diam sambil mengamati saja.
Lin Hong tertawa dan berkata,
"Di dunia Kaum Praktisi bela diri ini, selama seseorang memiliki hasrat untuk selalu menjadi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dalam kultivasinya, maka peluang merekrut ahli-ahli itu selalu ada"
"Apakah Pelindung Putih dan Pelindung Ungu lupa bahwa master kami adalah seorang ahli Simbol-Jimat dan ahli alkimia?" tanya Lin Hong.
"Kami akan merekrut ahli yang tentu nya akan diberikan imbalan berupa bahan-bahan atau pil peningkat kultivasi ketika yang bersangkutan membuat jasa terhadap organisasi nanti".
"Tentu saja dengan bergabung di organisasi kami ini, seseorang tidak akan takut dengan kultivasinya yang tidak kan berkembang. Sepanjang anggota membuat jasa dengan menyelesaikan misi, maka pil atau ramuan bahkan jimat-jimat khusus akan menjadi imbalan anggota nanti. Mengenai pembuatan Simbol, aku sendiri dan Yu Long mampu membuatnya. Namun masalah alkimia, kami masih jauh untuk dapat dikatakan ahli" jawab Lin Hong tertaw kecut...
"Butiran salju.... kita mulai memasuki wilayah utara" teriak Meirenyu dari anjungan kapal roh. Tiga orang itu lantas berlarian menuju anjungan dan menikmati pemandangan yang tidak pernah mereka lihat di barat sana. Titik-titik salju berjatuhan dari langit. Dan ini adalah salju asli, bukan ilusi atau buatan seperti ketika mereka melakukan teknik ilusi kelompok mereka....
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1