
Dear readers, jika kamu telah membaca sampai bab ini, berarti kamu cukup menyukai kisah di novel KDPU. Maka untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini. Terima kasih.
******
Pasukan Bendera Lima Unsur yang masing-masing mewakili unsur Emas, kayu, air, api dan tanah itu membentuk formasi aneh yang terlihat membentuk setengah lingkaran.
“Anda dipersilahkan untuk turun gunung. Puncak Terang saat ini tidak mengharapkan kehadiran anda”
Seorang Wanita berumur yang mengenakan busana berwarna keemasan muncul di belakang Pasukan Bendera Lima Unsur itu.
Wanita ini dikenal sebagai Pelindung Jinzi (Protector Jinzi). Dia merupakan salah satu dari empat pelindung Sekte Terang ini.
“Alam Spirit Agung Bintang Tiga? Dengan ranah seperti itu dia berani menghalangi langkahku??” Sima Yong tertawa didalam hati lalu masih berkata dengan sopan.
“Salam, namaku Sima Yong. Aku adalah seorang kenalan dari Imam Long Kangjian. Maksud kunjungan ku adalah memenuhi undangan Imam Long Kangjian pada beberapa waktu lalu. Token tanda kehadiran Imam Long Kangjian telah aku serahkan ke dua penerima tamu di gerbang sebelum ini”.
“Maksud kedatanganku adalah dengan niat baik. Selain untuk memenuhi undangan pribadi Imam Long Kangjian, aku juga sangat tertrik dengan keindahan Puncak Terang…. kebetulan aku melewati pegunungan Kunlun ini, maka aku bermaksud menemui Imam Long”
Kembali Sima Yong mencoba menjelaskan tujuan kedatangannya. Ada yang "aneh" menurut Sima Yong.
Perempuan berbusana serba keemasan itu sekali lagi mengucapkan kata-kata yang sama… dia kelihatan sangat tidak bersahabat.
“Anda dipersilahkan untuk turun gunung. Sekte Terang saat ini sedang sibuk. Kehadiran anda di Puncak Terang ini tidak kami harapkan. Juga... Imam Long Kangjian berkata bahwa dia tidak mengenal anda” dengam dingin perempuan itu menjawab.
“hahaha…. Semakin kalian bertindak secara aneh untuk menentang kedatanganku ke Puncak Terang ini, semakin aku merasa ada sesuatu yang harus diselidiki. Katakan… dimana Imam Long Kangjian berada??".
"Aku menjadi curiga… jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Imam Long Kangjian. Dan jangan-jangan kalian ini adalah sekomplotan orang yang telah menyingkirkan Imam Long Kangjian”
Sima Yong mulai memprovokasi dan ingin mengetahui reaksi Pelindung Jinzi.
“Lancang…. Siapakah dirimu itu? Kamu tidak layak untuk mengemukakan pendapat seperti itu di Puncak Terang ini!!!”
Pelindung Jinzi menjadi marah.
Perempuan itu sejak awal terlihat memandang rendah pada Sima Yong. Memang dengan kondisi Sima Yong yang selalu menutupi aura miliknya sehingga kultivasinya tidak terdeteksi membuat Pelindung Jinzi bersikap semakin berani kepadanya.
“Jangan salahkan aku jika bertindak kasar..... karena kamu terlalu keras kepala…..”
Suuiiitttt….. terdengar bunyi siulan menggema di seluruh Puncak Terang
Sepuluh orang didalam kelompok barisan Bendera Lima Unsur Utusan Sekte Terang itu melompat keluar secara bersamaan dengam rapih. Mereka melayang bebas di udara. Ketika tangan mereka yang memegang pedang terjulur kedepan, serangkum angin pukulan yang sangat dahsyat menyerang ke Sima Yong. Angin pukulan gabungan praktisi dengan Formasi aneh tadi.
Ketika Sima Yong menghindar dengan kecepatan tinggi, …. Gundukan tanah di belakang Sima Yong berdiri tadi meledak terbongkar porak poranda akibat serangan Formasi tadi. Formasi itu adalah formasi khusus Sekte Terang yang meminjam kekuatan dari Langit dan Bumi. Yin dan Yang.
Sima Yong berdiri setelah menghindar.... dalam posisi setengah melayang diudara dan masih dengan sabar berkata,
“heh… kalian ini adalah kumpulan orang meski dengan pasukan formasi kalian itu bukan lawan ku. Aku sarankan secara baik-baik ..... kalian segera mundur dan memberi jalan bagiku untuk naik ke Puncak Terang…”
“Duaar….”
Baru saja Sima Yong berkata memberi peringatan ke Formasi Utusan Lima Bendera itu, serangan berbahaya berikutnya telah di lancarkan oleh kelompok berikutnya didalam formasi. Kekuatan pinjaman Langit dan Bumi meledak....
__ADS_1
Sebenarnya kekuatan dari masing-masing praktisi didalam formasi itu adalah biasa-biasa saja. Namun kekuatan mereka tatkala bergabung didalam formasi khusus dan kemudian meledak, rasanya seperti menyamai kekuatan seorang Praktisi Alam Spirit Agung Puncak.
Formasi aneh yang dibentuk sehingga mampu menggabungkan keseluruhan energi pinjaman dari energi Bumi dan Langit itu dapat mereka manfaatkan dan dituangkan didalam satu pukulan dahsyat dan unik.
Sayang sekali mereka berhadapan dengan Sima Yong yang memiliki pengetahuan luas mengenai array dan formasi.
“Aku peringatkan kepada kalian sekali lagi … kalian sama sekali bukan lawanku. mundur dan beri jalan bagiku untuk melangkah ke Puncak Terang adalah jalan terbaik”
Sima Yong Kembali memberi ultimatum. Dirinya mulai kehilangan kesabaran menghadapi Formasi Utusan Bendera Lima Unsur itu.
Kembali sebuah gulungan angin pedang raksasa yang memiliki hawa kejam bergulung dengan ganas menerjang kearah Sima Yong. Namun dengan sekali melambaikan tangan oleh Sima Yong, gulungan angin ganas yang mengandung ribuan hawa pedang itu menghilang begitu saja.
Pasukan Formasi Utusan Bendera Lima Unsur itu sangat terkejut. Siapakah pria bermuka Elf ini? Dia kelihatan begitu muda namun sebenarnya adalah sosok yang mengerikan.
Mereka berpikir... biasanya Ketika mereka secara lengkap menyerang lawan menggunakan Formasi Lima Unsur seperti ini, meskipun seorang lawan berada di Ranah Alam Spirit Agung Puncak Sembilan, lawan itu selalu berhasil mereka taklukkan. Waspada dengan Formasi mereka khusus Sekte Terang itu adalah kumci utama.
Anak muda Elf dihadapan mereka ini bahkan terlihat dengan santai mampu membuyarkan semua serangan Formasi Puncak. Sebuah siulan yang kuat Kembali terdengar. Suuuiiiiiittt!!!!........
Pasukan Lima Utusan Bendera Lima Unsur itu terlihat mengubah susunan formasi. Kini Formasi itu berubah menjadi seperti membentuk huruf api. Sambil merapalkan rune rune rumit memperkuat formasi, sekumpulan praktisi itu terlihat membacakan mantra.
Mereka lalu melempar beberapa jimat secara khusuk ke arah Sima Yong. Dan ketika jimat tersebut bereaksi maka dalam hitungan detik.... terasa keadaan di sekitar menjadi berubah menjadi sangat panas.
Sima Yong berada di dalam sebuah formasi yang mengurung dirinya dengan Api raksasa. Semua orang merasa ngeri melihat api itu. Salah dalam bertindak maka api itu akan membakar Sima Yong kapan saja.
Pelindung Jinzi kemudian berkata dengan dingin,
“Karena kamu begitu keras kepala, jangan salahkan aku untuk mengambil nyawamu…..”.
Sekali lagi sebuah siulan yang sangat keras terdengar “Ssuuuuiiitttt..!!!!!”
“Matiii…!!!”
“Hahahahaha…. Seriuskah??? Kalian mau menggunakan jimat dan formasi array untuk membunuhku?? Tidak tahukah kalian berhadapan dengan siapa??”
“Baiklah… serangan kalian ini akan aku hadapi dengan jimat juga…”
Sima Yong dengan enteng melepaskan empat buah jimat guntur yang dia tempatkan di arah empat arah mata angin.
Seketika itu juga terdengar bunyi gemuruh membahana di seluruh Puncak Terang. Langit berubah menjadi hitam dan diiringi badai angin yang kencang.... dengan mudah kemudian menghapus jejak api raksasa dan formasi array itu.
Ketika gemuruh itu semakin keras kemudian disusul dengan kilat yang menyambar-nyambar ke bumi, ke limapuluh praktisi yang tergabung di dalam Formasi Bendera Lima Unsur itu terlihat telah babak belur.
Semua praktisi dari pasukan Bendera Lima Unsur itu terlihat menjadi tidak karuan bentuknya. Petir dan kilat yang di timbulkan empat jimat sekaligus menyambar mereka dari arah empat penjuru mata angin.
Masih beruntung bagi mereka karena jimat yang di tempatkan oleh Sima Yong hanya jimat kelas Bumi level tiga. Jika saja Sima Yong berniat kejam dan meletakkan Jimat Kelas Surgawi, dapat nasib ke lima puluh praktisi Bendera Lima Unsur itu telah pergi menghadap ke Raja Neraka alias mati.
“Ssuuiiitttt….!!!”
Pelindung Jinzi bersiul dengan keras lalu tubuhnya menerjang kearah Sima Yong. Wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu tidak segan-segan mengeluarkan pukulan mematikan yang dia miliki untuk merenggut nyawa Sima Yong. Suara mencicit terdengar menggiriskan hati Ketika pedang ditangan Wanita itu terbang menuju Sima Yong.
Wanita itu betul-betul merasa marah Ketika melihat Sima Yong mampu menaklukkan Formasi Pasukan Bendera Lima Unsur. Pada hal formasi selain menggunakan kekuatan gabungan lima puluh praktisi itu telah didukung dengan formasi lain yaitu jimat api dan array pelindung.
Dengan ganas pedang milik Pelindung Jinzi terlihat telah siap mengiris leher Sima Yong, namun dengan gerakan ringan..... Sima Yong seketika menghilang dan menyisakan afterimage. Pedang Pelindung Jinzi terlihat hanya mengiris sebuah kosong yaitu bayangan yang ditinggalkan Sima Yong.
Pada saat Pelindung Jinzi terlihat kebingungan karena edangnya hanya mengenai sebuah bayangan, tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya sebuah tepukan halus mengenai pundaknya.
__ADS_1
Tubuh perempuan itu terlempar bergulingan hingga beberapa tombak kebelakang. Tubuhnya terasa remuk. organ organ tubuhnya seakan menjerit kesakitan. Namun dia terlihat mencoba berdiri dalam keadaan yang awut-awutan. Mata nya memerah dan mencorong karena amarah yang tidak dapat dia bendung,
“Aku akan bertaruh nyawa dengan mu….”
Dengan sekali melompat, Pelindung Jinzi Kembali mengarahkan pedangnya ke Sima Yong. Kali ini dia melakukan Teknik untuk terlarang yaitu mengorbankan kultivasi ketika ranah kultivasinya meningkat drastis dari Alam Spirit Agung Bintang Tiga berubah menjadi bintang sembilan.
Ketika mendekati Sima Yong, arah pedangnya seketika berubah dan mengarah ke dantian Sima Yong. Perempuan itu berniat merusak dantian Sima Ying. Dia terdengar memaki,
“Akan ku hancurkan terlebih dulu semua kekuatanmu lalu kupenggal bagian tubuhmu satu demi satu”.
Tiindakan melakukan metode terlarang itu biasanya hanya akan bertahan beberapa waktu saja. Setelah masa peningkatan selesai, praktisi akan mengalami kemunduran kultivasi hingga lima tingkat.
Namun sangat patut disayang kan sekali. Keinginan hati sering kali bertolak belakang dibanding kenyataan. Ketika pedang Pelindung Jinzi telah mendekati dantian Sima Yong, perempuan paruh baya itu dibuat terkejut. Pedang ditangannya seketika telihat mengalami freeze dan kemudian kejadian itu menjalar hingga tubuhnya.
Mata nya terbelalak ketika melihat Sima Yong tersenyum dingin melihat dirinya yang terdiam dalam keadaan freeze.
Dan dengan sebuah irisan sederhana, Sima Yong terlihat menepuk dantian perempuan yang dikenal sebagai Pelindung Jinzi. Seketika dantian Pelindung Jinzi mengalami kerusakan yang amat parah.
Saking parahnya, meskipun meminum obat-obatan dewa… kelak dantian milik Pelindung Jinzi tidak akan pernah Kembali normal.
Pelindung Jinzi saat itu juga terlempar dengan keras menghantam tanah bebatuan dan dirinya memuntahkan darah. Perempuan itu saat ini telah menjadi mahluk mortal. Semua pelatihan dan energi Qi yang terkumpul selama puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun itu lenyap dengan seketika.
Sambil merayap di bebatuan, Pelindung Jinzi menatap Sima Yong dengan rasa dendam yang amat dalam.
“Kamu… kamu sangat kejam sekali….”
“Bukankah kamu yang terlebih dahulu ingin mengiris batang leherku. Lalu kemudian kamu bertindak akan menghancurkan dantian milik ku”.
“Katakan padaku, apakah aturan ini hanya berlaku untuk diriku saja yang boleh di iris batang leher serta di hancurkan dantian milikku? Sementara itu, aku tidak boleh mengiris batang lehermu atau menghancurkan dantianmu? Jikalau kamu tidak memiliki cermin di rumah, ijinkan aku untuk membeli sebuah untuk mu”
Dengan dingin Sima Yong menanggapi keluhan Pelindung Jinzi. Ketika mendengar kata-kata sarkasme dari Sima Yong, perempuan itu memuntahkan darah. Dia jatuh pingsan.
“Jangan katakan aku kejam, Ketika kamu mencoba untuk bertindak kejam terlebih dahulu kepadaku”
Sima Yong melemparkan tatapan membunuh kearah lima puluh praktisi Utusan Bendera Lima Unsur itu. Orang-orang yang terlihat dalam kondisi terluka parah itu seketika membuang muka. Tak sanggup rasa nya mereka menatap Sima Yong.
“Masih beruntung kamu semua, hari ini aku tidak berniat untuk mengambil nyawa orang”
Setelah mengatakan hal itu, Pemuda itu menghilang dari gerbang Sekte Terang. Dia melesat menggunakan light skill untuk menuju ke Istana Terang di Puncak Gunung itu.
Ketika Sima Yong sampai Puncak Gunung yaitu di Istana Sekte Terang, Kembali dirinya telah di kelilingi ratusan murid Sekte Itu. Pedang terhunus di tangan masing-masing murid sekte itu.
“Apakah kamu hanya akan terus bersembunyi dan membiarkan murid-murid sekte ini binasa? Keluar saja dari persembunyianmu…..”
Sima Yong berkata dengan menggunakan Qi sehingga suara itu terasa seperti bisikan di telinga semua orang.
Sebuah suara berderit yang terdengar membuat bulu roma berdiri mengiringi Langkah tatkalw seseorang memunculkan dirinya.
Seorang pria yang memiliki wajah panjang dan kulit yang sangat keriput berjalan pelan menuju kumpulan murid-murid Sekte Terang. Sosok itu terlihat tertutup banyak perban. Dia bahkan terlihat menyerupai mumi berjalan. Saat pria aneh itu berjalan, orang-orang dapat melihat dia tas yang berbentuk aneh di punggungnya.
Pria itu bahkan terlihat lebih kurus dari sebuah tongkat. Dengan mengenakan pakaian eksentrik yang paling aneh serupa mumi itu, dia seperti mayat yang telah terkubur di dalam peti mati dan akhirnya mulai membusuk, tetapi kemudian hidup kembali di tumpukan perban dan kain.
“Jadi anda adalah Qian Liu Yaosan Salah seorang Wakil ketua Sekte Terang. Dan anda adalah Puppet Kultivator atau Praktisi ahli Wayang”
Sima Yong memicingkan mata sambil menatap penampilan nyentrik namun membuatnya merasa mual itu.
__ADS_1
*Bersambung*