
Di sebuah ruangan Kultivasi Neraka Dunia,
"Mengapa kamu tidak berlatih teknik kecepatan menarik pedang?" Hei Jian bertanya.
"Aku melihat eksekusi kamu atas Pedang Terbang masih terlalu lamban jika dibandingkan dengan Raja Pedang sebelumnya.
Di dalam pertarungan antar Master Pedang, selain kekuatan serangan yang diperlukan, maka Teknik Kecepatan secepat cahaya adalah salah satu hal yang menentukan didalam sebuah pertarungan kelas tinggi"
"Bahkan kala itu, ketika terjadi pertarungan para master dan raja pedang, aku tidak melihat mereka menggerakkan tangan sama sekali. Semua tebasan dan eksekusi pedang terjadi secepat kecepatan cahaya"
Sima Yong terdiam ketika mendengar saran yang diberikan. Dia berpikir bahwa benar hal yang di katakan Hei Jian itu. Bagaimana jika dia harus berhadapan dengan seseorang yang juga memahami Maksud Pedang dengan level yang sama? Bukankah kemenangan akan di tentukan oleh siapa yang paling cepat mengeksekusi pedang?
"Aku tidak percaya jika di tempat penuh bakat ini, tidak seorangpun yang memahami Niat Pedang.
Aku bahkan percaya, masih banyak jenius-jenius lainnya yang memahami Niat-niat beladiri lainnya, yang tentunya sangat berbahaya.
Betul kata Hei Jian. Kecepatan seranganku tiba-tiba menjadi biasa-biasa saja di negri ini"
Sejak saat itu, Sima Yong selalu berlatih dari awal. Bagaimana cara meloloskan pedang dari sarungnya, sampai gerakannya akan menjadi tidak terlihat sama sekali.
Awal-awal dia berlatih teknik kecepatan cahaya itu, anak muda itu mengulangi bagaimana cara meloloskan pedang dari sarungnya, tanpa suara dan tanpa kilatan pedang. Itu dilakukan hingga sebanyak 10.000x.
Namun setelah 10.000x mengulang hal itu, dia merasa masih jauh dari rasa puas.
"Ini masih menimbulkan bunyi dan gesekan angin"
Anak muda itu mengulangi dan mengulang lagi. Dirinya teringat didalam teks-teks kuno yang pernah dia baca di perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung, yang berbunyi ;
"Teknik kecepatan cahaya pada dasarnya memiliki tiga fase penting. Fase pertama adalah ketika praktisi telah mampu memiliki kecepatan sebanyak 5 kali lipat dari kecepatan tercepat yang dia miliki sekarang.
Fase kedua adalah ketika praktisi mampu melakukan gerakan pedang lebih cepat 10 kali lipat kecepatan pedangnya saat ini.
Dan fase ketiga adalah ketika seorang praktisi mampu mengeksekusi gerakannya sebesar 30 kali kecepatannya saat ini"
Sima Yong meleletkan lidahnya ketika teringat harus melakukan gerakan pedang hingga 30 kali kecepatan pedangnya sekarang..
"Pantas saja orang-orang yang di juluki Raja Pedang itu benar-benar merupakan ahli yang sangat di takuti.
Dengan 30 kali kecepatan mengeksekusi pedang, lawan betul-betul akan mati dalam sekali gerakan saja"
Melihat Sima Yong yang berlatih seolah tanpa lelah itu, Hei Jian pada suatu kesempatan menyatakan sebuah pendapat kepada anak muda itu,
"Tahukah kamu? Bahkan semua Master-master Pedang dan Raja Pedang, mereka mengenakan perangkat pertempuran dari kelas Immortal.
__ADS_1
Perangkat kelas Immortal itu adalah dari level tiga. Yang artinya didalam tiap perangkat tempur itu, terkandung tiga nilai manfaat.
Yang aku lihat adalah, sarung tangan anda masih merupakan perangkat dari peringkat DAO berwarna emas. Didalamnya hanya terkandung manfaat Attack dan Kritikal. Set kamu terlalu normal.
Sebagai refiner, kamu tentu saja dapat mengembangkan variasi dengan menyuling sebuah sarung tangan roh kelas Immortal yang didalamnya bukan hanya dua manfaat Attack (kekuatan serangan) dan Kritikal (kritis) semata.
Kamu dapat menyelipkan manfaat Evasion (kecepatan menghindar dan kelincahan) dan set sarung tangan kamu akan naik menjadi level tiga peringkat immortal !"
Sima Yong tersentak. Dia seperti tersadar.
"Semua perlengkapan set tempurku masih perangkat yang kuno, di kelas DAO.
Sementara rata-rata ahli di Utara sini menggunakan set tempur di peringkat Immortal.
Ah aku harus menyuling perangkat tempur peringkat Immortalku sendiri"
Selama ini Sima Yong belum memulai membuat set tempurnya di peringkat Immortal. Seperti yang diketahui, bahan baku logam dan fragment untuk membuat set tempur Immortal terbagi dalam empat kelas.
Warna coklat yang rendah, lalu Merah, Biru dan terakhir berwarna Hitam. Pedang Terbang adalah Pedang Immortal dari bahan tertinggi yaitu berwarna hitam. Sedangkan Pedang Bianfu berasal dari level terbawah logam immortal.
Selama ini, ahli-ahli Nerakan Dunia yang datang membawa logam atau pecahan benda roh immortal adalah pada peringkat terendah, warna coklat.
Tentu saja sebagai refiner dia selalu menyisihkan sisa pecahan-pecah logam kurang lengkap itu, dengan harapan akan menyuling sesuatu untuk dia gunakan dari sisa pecahan itu.
"Ada lima fragment sarung tangan, bahan logam immortal warna coklat. Aku akan menyuling sarung tangan immortal dengan menambahkan manfaat Evasion didalam benda itu"
"Kuku Elang Roh ini akan menambah manfaat evasion di dalam sarung tangan Immortal peringkat bawah ini"
Cahaya berpendar ketika dia melempar kuku elang Roh usia seratus tahun kedalam lima fragment berwarna coklat yang berpendar untuk membentuk sepasang sarung tangan.
Beberapa saat kemudian,
"Ini tidak buruk" Sima Yong mengamati sarung tangan warna coklat yang selesai disulingnya.
"Sebuah sarung tangan Spesial dengan tiga manfaat didalam satu item" matanya berbinar gembira. Sarung tangan itu terasa begitu pas di tangannya..
"Setidaknya kekuatan Attack bertambah sebesar 5 juta jin, sehingga total kekuatan serangan saat ini menjadi 60 Juta jin, belum termasuk kekuatan ATK jika dia menggunakan Teknik Pedang Immortal Hitam".
Sima Yong belum juga mencoba Teknik Kecepatan Cahaya setelah dia menggunakan Sarung Tangan Peringkat Immortal itu. Ketika itu seseorang petugas Neraka Dunia datang menemui dia.
"Apa yang akan anda laporkan? Apakah anda telah mendapat berita tentang kawan-kawanku dari Wilayah Tengah?" tanya Sima Yong.
"Ampun Paduka Semidevil.
__ADS_1
Laporan Mata-mata kami dari Kota Periferiya memberi informasi bahwa dua orang yang sesuai ciri-ciri Paduka sebutkan, telah memasuki Wilayah Tengah.
Dua ahli itu langsung menuju ke arah Barat menuju Gunung Khar Amitan kami"
"Bagus ! Berarti mereka berdua telah lolos dari kejaran ahli-ahli di Wilayah Tengah" Sima Yong bernafas lega.
"Tapi Paduka" sela petugas itu.
"Selang beberapa saat ketika dua ahli yang adalah kawan anda melewati Kota Periferiya, tidak lama kemudian seorang pria dengan kultivasi tidak kurang dari Kuasi SAGE juga masuk ke Kota Periferiya.
Setelah bertanya-tanya kepada penduduk kota itu, SAGE itu lalu berlari cepat menuju Gunung Khar Amitan kami"
Begitu selesai memberi penjelasan, petugas Neraka Dunia itu hanya melihat kilatan cahaya, lalu Semidevil Refiner Jubah Kelabu menghilang dalam teknik teleportasi. Petugas Neraka Dunia itu lalu meninggalkan istana gua dengan hati yang dipenuhi rasa kagum.
"Dia bergerak seperti iblis. Sudah sepantasnya dia disebut Semidevil"
******
"Blok dan rebound !" Ahli kuasi SAGE itu mengeluarkan teknik cerminan yang memantulkan semua serangan dan berbalik kepada penyerangnya.
Wei Park dan Xong Hui Yong terlempar dalam serangan pantulan dari Kuasi SAGE itu. Dalam suara yang terdengar menyeramkan dia berkata,
"Saatnya kamu berdua mengucapkan selamat tinggal dengan dunia ini"
Dengan sekali lompatan dia telah melakukan gerakan menusuk penuh hawa murni yang dapat memporak porandakan sebuah gunung.
Wei Park dan Xong Hui Yong telah pasrah. "Pada akhirnya nasib dua jendral perang organisasi Dong Xing akan berakhir disini"
Akan tetapi keadaan tiba-tiba berubah drastis. Kedua orang itu menjadi ternganga ketika melihat sebuah kilatan cahaya kecil, lalu tubuh ahli Kuasi SAGE itu meledak, terbelah dua, masih dalam posisi tangan membuat teknik tikaman.
"Itu adalah gerakan pedang yang sangat cepat dengan kekuatan yang tak terbayangkan" perasaan ngeri melanda Wei Park dan Xong Hui Yong
"Ahli seniman beladiri di negri ini betul-betul membuat kami dari wilayah tengah merasa seperti kanak-kanak saja" batin Wei Park.
Sebuah bayangan manusia lalu muncul dari kehampaan. Warna bajunya terasa menyatu dengan warna sekitar, putih dan kelabu.
"Bianfu Wang !"
Sejak kapan Raja Kelelawar itu ada disana? Dan sejak kapan dia mengunus pedang? Kemampuan orang itu telah meningkat lebih jauh lagi.
Wei Park dan Xong Hui Yong teramat girang ketika melihat Sima Yong.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.