
Seorang pria berpakaian ala pejabat kekaisaran melayang turun dari udara, dan berdiri di hadapan dua pria dalam balutan busana hitam itu.
"Sejak dari restoran tadi aku telah memperhatikan. Kalian berdua sepertinya begitu tertarik dengan diriku ini. Bahakan sampai-sampai rela menguntitku hingga ke tempat sepi seperti ini. Apakah kalian tidak takut dengan ratusan pedang yang akan aku hujam ke tubh kalian?" si jubah biru terkekeh ketika ratusan pedang kristal itu ikut berguncang seiring suara tawanya.
"T-t-tuan.. maafkan kami yang tidak mengetahui Gunung Thai San berdiri di depan mata. Ampunilah selembar jiwa kami ini" dua orang berpakaian serba hitam itu kini merengek memohon belas kasihan.
"Bukankah tadi kudengar kalian mengatakan bahwa aku adalah salah satu hamba dari Tuan Yong yang kalian cari itu. Lihat aku kini berdiri di hadapan kalian berdua. Mengapa tak kunjung jua mengambil tindakan terhadap ku? Minimal mencoel tubuhku?" Suara si baju biru terdengar semakin seram. Dua orang itu semakin menggigil.
Jika sebelumnya pedang kristal itu hanya berjarak satu jengkal dari organ tubuh mereka, kini ratusan pedang kristal itu bergerak pelan menimbukan bunyi desiran air, dan bergerak mendekat hingga mulai menggores leher dan pakaian kedua orang itu. Darah mulai menetes perlahan...
Dua orang berbaju hitam itu dilanda ketakutan, sampai-sampai keduanya kini terkencing-kencing di celana mereka..
"Apakah kalian adalah suruhan dari Ju Kai? Calon Pangeran Mahkota itu? Oh tidak.. sebentar. Biar aku tebak. Bukankah kamu berdua memimpikan untuk memperoleh 100.000 manna biru bukan?" Wajah pria perlente berbaju biru itu berubah menjadi sangat ramah . Senyumannya pun terlihat semakin lebar.
Ketika dua orang berbaju hitam itu dilanda ketakutan, tanpa mereka sadari, dari mata yang mencorong dari si jubah biru, terlempar keluar seberkas cahaya terang... lalu sebuah suara kuno terdengar berbisik begitu dekat di telinga mereka..
"100 Samsara.."
Dua ahli itu mendadak kehilangan kesadaran. Tatapan mereka menjadi kosong, menyerupai mayat hidup.
"Mari kita lihat apa yang kalian ketahui tentang Pangeran Ju Qin dan apa hubungannya dengan Ju Kai itu"
Dalam benak dua ahli berbaju hitam itu, mereka merasa seolah-olah tengah mengulangi kejadian beberapa minggu kebelakang. Semua kejadian terulang namun dalam gerakan yang sangat cepat. Di mulai dengan kisah kedatangan mereka dari wilayah Barat sana, kisah pertemuan dengan beberapa petinggi Kuil Teratai Putih, hingga rencana mereka menjebak si jubah biru.
Se-pebakaran hio kemudian si jubah hijau yang adalah Sima Yong mendengus dingin,
"Sudah ku duga. Sekte Rahasia Barat dan Kuil Teratai Putih yang mengambil bagian didalam masalah ini".
Lalu setelah itu, ratusan pedang pendek melakukan gerakan tusukan tanpa ampun Terdengar keluhan pelan dari dua ahli berpakaian hitam, tatkala tubuh mereka terbelah-belah oleh kekuatan ratusan pedang. Tidak membutuhkan waktu lebih dari satu tarikan nafas, tatkala kedua nya berubah menjadi onggokan daging.
Sima Yong melempar dua jimat pelenyap yang dengan cepat menghancurkan potongan tubuh yang memenuhi jalan sambil berkata pelan,
"Lebih baik kalian mati, dari pada hidup tanpa lagi memiliki kesadaran menyerupai mayat hidup. Well lagipula kalian telah puas melanglang buana di Sungai Telaga menebar kejahatan? Dunia tidak akan berduka setelah kehilangan manusia-manusia busuk seperti kalian"
"Mari kita mengumpul anggota untuk menyelamatkan orang"
__ADS_1
Sosok Sima Yong menghilang di dalam kelamnya malam. Lalu jalan itu kembali sepi ketika petugas malam membunyikan kentongan yang ketiga.
>>>>>>
Empat sosok bayangan berdiri di tebing terjal dekat hutan, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kotaraja Ju Ying.
Penampakan empat orang itu terlihat aneh jika orang melihat mereka dengan santai berdiri di tebing curam yang jauh dari keramaian.
Yang seorang adalah perempuan cantik berpakaian yang menonjolkan anggota tubuhnya, rambut panjangnya di biarkan tergerai. Itu adalah Yu Mian "Bidadari Berwajah Kumala".
Berdiri di samping Yu Mian adalah seorang sastrawan yang tak pernah melepaskan kipas di tangannya. Sikapnya terlihat agung seperti kaum pelajar pada umumnya. Dia adalah Wei Park "Sastrawan Tiada Aturan".
Yang paling terakhir adalah seorang yang berwajah cantik penuh riasan tebal, namun sulit untuk di terka gendernya, apakah perempuan atau laki-laki. Dia adalah Xong Hui Ying "Si Iblis Betina Pengejar Nyawa".
Mereka semua adalah pembunuh bayaran dengan predikat Jendral di Organisasi berbahaya Dong Xing.
Perempuan itu, Yu Mian bersuara memecah kesunyian itu,
"Jadi.. seperti apakah bantuan yang anda inginkan dari kami kali ini tuan Bianfu Wang?"
Sima Yong yang tetap mengenakan pakaian seperti semula, serba biru, hanya menutup wajahnya dengan topeng Raja Kelelawar berkata..
Tangan Sima Yong bergerak dan langsung memegang tiga botol penampung pil.
"Ini adalah Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva. Pil ini bahkan tidak di jual dimanapun, dan sekalipun kalian memiliki uang, niscaya sia-sia jika ingin membeli pil semacam ini"
"Pil semacam ini hanya akan kalian temui di Sekte-sekte Super atau Sekte Kuno. Harga satu pil ini bahkan mampu membiayai Sekte Bintang Sembilan selama lima tahun masa beroperasi"
Bau harum pil kelas tinggi seketika menyeruak menebarkan aroma harum yang pekat, memabokkan dan membuat tiga orang itu menjadi ngiler.
"Tolong jangan membuat kami mati penasaran dengan tugas kali ini Bianfu Wang. Aku rela mati untuk mendapatkan Pil Bodhisatva itu" rengek Xong Hui Ying.
Wajah Raja Kelelawar itu terlihat menyorotkan tatapan yang tajam,
"Aku akan menerobos ke Istana Kekaisaran Rajawali Agung, untuk membebaskan beberapa temanku"
__ADS_1
Tiga ahli pembunuh bayaran itu tidak menampakkan wajah terkejut. Harga pil itu sepadan dengan resiko yang akan mereka terima ketika menerobos ke istana kekaisaran.
Wei Park kemudian berbicara,
"Jika sebelumnya perkara menerobos dan membuat kekacauan di Istana Kekaisaran adalah hal yang tidak terlalu beresiko, namun belakangan aku mendengar bahwa Pangeran Mahkota Kekaisaran telah mengambil hati dua orang Ahli SAGE dari sekte rahasia di Barat untuk melindunginya. Apakah Bianfu Wang telah memperhitungkan hal itu?"
Semua orang terdiam, tersisa Raja Kelelawar yang tersenyum dingin dan berkata.
"Masalah dua orang SAGE yang menjaga kediaman istana akan menjadi urusanku. Kalian tidak usah meragukan kemampuanku"
Sima Yong lantas mengeluarkan aura nya, dan aura itu seketika terasa kental menindas tiga ahli SAINT itu...
"Kuasi SAGE !" suara tertahan terdengar tatkala tiga pembunuh bayaran itu hampir terjatuh akibat aura yang di keluarkan Sima Yong.
"Dan lagi... kalian akan mendapat bantuan dari seorang pengikutku ini" Sima Yong menjentik kan jarinya dengan keras.
Seorang pria yang juga berbalut pakaian ala bangsawan muncul dari kehampaan...
"Kuasi Alam Melintas SAGE..." ketiga orang itu mendesis.
Fei Ma muncul dengan gayanya yang santai sesuka hatinya. Kultivasinya telah menerobos ke Kuasi Alam Melintas SAGE setelah mengkonsumsi 2 pil Bodhisatva sesuai anjuran masternya.
Setelah melihat bahwa pasukan mereka ada Kuasi SAGE dan Kuasi Alam Melintas SAGE, tiga pembunuh bayaran itu tidak lagi memiliki rasa takut. Keinginan untuk segera mengkonsumsi Pil Pembentukan tubuh Bodhisatva telah merasuk keinginan mereka, dan menerobos lagi di ranah SAINT itu.
"Kini aku siap" kata Yu Mei.
"Aku juga siap mati" kata Wei Park.
"Tentu saja akupun demikian. Ribuan ahli rela mati demi mengkonsumsi pil Bodhisatva ini" jawab mereka bertiga kegirangan.
Sima Yong tersenyum puas setelah melihat pasukan pembunuh tak kenal takut itu kini telah siap mati untuk menembus istana kekaisaran, dan membantu dia membebaskan kawan-kawannya.
"Mari kita berunding mengatur strategi sebelum menyerang ke istana. Aku tak ingin kita semua mati konyol tanpa persiapan sama sekali. Biar bagaimanapun, ada dua ahli SAGE dan beberapa ahli SAINT yang akan mengahalangi kita nanti.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.