
Kelima praktisi itu berlari dengan kecepatan yang tinggi untuk meninggalkan Kawasan hutan. Dilain pihak kera kecil itu semakin menimbulkan suara ribut, Ketika dia mendengar suara sahut-sahutan teman-temannya sesama kera dari kedalaman hutan.
“teman-teman… Ketika aku mencoba menyebarkan benakku hingga belasan kilometer jauhnya. Menurutku, kita tidak dapat lari menghindari kawanan kera itu. Posisi kita saat ini telah dikepung oleh ribuan bahkan belasan ribu kawanan kera” Kata Sima Yong sambil menatap serius dan menghentikan Langkah keempat kawannya itu.
“Apakah pertempuran adalah jalan satu-satunya?” Kata Hattaudha.
Sima Yong menganggukkan kepala pertanda setuju.
“Bukankah kita dapat melatih pertempuran kekompakan kita disini? Dan ini adalah real pertempuran, bukan sekedar Latihan. Mari kita cari tempat yang agak luas agar kita leluasa bertempur” kata Sima Yong dengan menyemangati.
“Baiklah… kalau hanya itu jalan keluar…” Kata Hattauda disusul anggukan persetujuan dari yang lain.
“Mari kita mencari tempat yang luas untuk mempermudah pertempuran”
Mereka berlari mencari tempat yang agak berbentuk luas mirip lapangan. Memang, sebuah pertempuran akan lebih terasa leluasa di lakukan di area seperti lapangan atau arena. Lain cerita jika bertempur didalam hutan yang penuh pepohonan. Selain tidak nyaman sebagai tempat bertempur, hutan adalah Kawasan yang akrab bagi belasan ribu kera seperti itu, sehingga dengan pemahaman area tempur dengan baik, kera putih itu dapat mengambil banyak keuntungan.
Tiga ahli dalam team yang bertugas untuk Penyerangan yaitu Sima Yong, Hattaudha dan Niryadi membentuk segitiga yang mengelilingi Tang Yuwen dan Ye Bing Qing. Tang Yuwen dan Ye Bing Qing sebagai praktisi menyerang jarak jauh, harus selalu menjaga jarak dari musuh.
Oleh sebab itu ketiga praktisi yang dapat melakukan penyerangan jarak pendek, selalu mengatur ruang agar praktisi yang menggunakan Teknik serangan jarak jauh itu berada di posisi yang aman untuk menyerang ataupun mensupport. Formasi yang telah mereka latih seminggu itu segera terbentuk. Itu terlihat seperti sebuah team yang kompak.
Dari kejauhan ribuan kera putih saling berlomba berlarian menuju ke arah mereka berlima. Suara derap kaki serta teriakan hewan purba itu menambah tekanan di hati keempat teman Sima Yong. Beda halnya dengan Sima Yong, dia tidak gentar sama sekali. Dia masih memiliki banyak Teknik pamungkas yang dia masih simpan.
Ketika pasukan kera putih telah berada pada jarak 100 meter dan posisi mengepung Sima Yong berlima, secara mendadak belasan ribu kera putih itu berhenti. Semua diam tidak mengeluarkan suara.
“Apakah yang terjadi???...” dengan gugup Tang Yuwen bertanya.
“Sepertinya mereka menunggu sesuatu atau apapun untuk memberi perintah kepada mereka” kata SIma Yong.
Benar saja seperti dugaan Sima Yong. Dalam diam dan hening itu, terdengar suara keras yang bahkan menimbulkan getaran ditanah. Seekor kera putih raksasa setinggi sepuluh meter melompat keluar dari dalam hutan terlarang. Ketika kera raksasa itu mendekati kerumunan kera putih lainnya, belasan ribu kera putih kecil itu berlutut dan menyembah kera raksasa. Dalam prosesi penyembahan itu, Tidak terdengar suara apapun diantara kera putih.
“Raksasa itu adalah Raja Binatang Iblis jenis kera…”Bisik Ye Bing Qing dengan ngeri.
“Bahkan kultivasinya setara praktisi Alam Tanpa Batas Bintang tiga” desis Tang Yuwen.
“Kalian tidak perlu takut, asalkan kita tetap kompak dalam posisi formasi yang telah kita latih selama ini… tidak akan mudah mereka menaklukkan kita” Kata Sima Yong. Semua menganggukan kepala menyetujui. Pembicaraan mereka dialkukan melalui transmisi suara.
Niryadi terlihat telah memegang erat dua pedang pendeknya, sementara Kapak ditangan Hattauda juga telah siap untuk memangsa lawan. Ye Bing Qing tampak memegang erat kertas Array Penakluk energi dan jimat pemulih tenaga sedangkan Tang Yuwen mengeluarkan puluhan anak panah yang telah dipasangi Array petir dan array pengunci energi.
Sima Yong melirik keempat temannya yang telah siap bertempur. Didalam hati dia puas melihat kesiapan team itu”Semoga beruntung kawan-kawan..” bisiknya kepada mereka.
Ketika Raja Kera itu memekik dengan suara yangterasa seperti mampu merobek pendengaran orang, dalam seketika rarusan kera melompat dari berbagai sudut kearah lima praktisi itu. Kera-kera tersebut terlihat sangat kompak dan teratur seperti menggunakan formasi….
Akan tetapi amat disayangkan Tindakan kera-kera iblis itu. Lawan mereka kali ini telah bersiap untuk bertempur secara team.
“Kabut Hitam…!!”
__ADS_1
Segumpal besar uap hitam berbentuk kabut terlihat jatuh dari angkasa kearah kumpulan kera yang melompat mencoba menyerang. Itu adalah mantra sihir. Ye Bing Qing mengucapkan mantra sihir “Kabut Gelap” dan menyelipkan “array penakluk energi” didalamnya.
Dengan tragis terlihat sekitar puluhan kera yang melompat ganas itu tersedot kedalam kabut hitam dan terlihat kebingungan dan linglung didalam kabut. Mereka seperti kehilangan kesadaran bahkan tenaganya tersedot 50 % didalam kabut hitam sihir itu.
Kemudian Niryadi dengan ganas melompat kedalam kabu hitamt, dimana dua bilah pedang pendek ditangannya menari-nari, mengiris tanpa rasa iba kearah leher puluhan kera itu. Dua pasang pedang pendek itu sepertinya haus akan darah.
Banjir darah dan jeritan ngeri terdengar ketika puluhan mahluk iblis berwujud kera putih itu meregang nyawa..
Namun bukannya menjadi takut melihat kebuasan Niryadi dan sihir Ye Bing Qing, yang adalah malahan mahluk iblis itu terlihat semakin bertambah ganas. Kumpulan puluhan sampai ratusan kera putih lainnya menerjang menggantikan puluhan kera putih yang telah berubah menjadi mayat.
Niryadi Kembali menari didalam “Tarian Pedang Pendek” ketika dua pasang pedang berkelebat dan mengakibatkan puluhan mayat terkapar. Sebagai ahli didalam profesi beladiri sebagai assassin, kecepatan pedang dan Teknik kelincahan Niryadi patut di acungi jempol. Meskipun tubuhnya tinggi dan besar lebih dari dua meter, raksasa itu menari-nari dengan tarian maut assassin.
Ye Bing Qing sendiri, tidak serta merta dapat mengulangi “Teknik Kabut Gelap” secara beruntun. Teknik itu memerlukan jeda untuk Kembali di pergunakan. Sebagai gantinya dari tongkat sihir ditangannya keluar semacam sinar laser yang mampu membungkam lima sampai tujuh kera putih itu terkapar tersengat Sinar listrik.
Dilain pihak, Tang Yuwen mendahului pasukan kera putih, sebelum mereka menyerang. Ditariknya anak panah yang telah di mantrai dan dipasang “Array Petir dan Array Pengunci target”.
“Hujan Panah…!!”
Bentakan keras dari ahli serangan jauh sekaligus ahli array nanren itu menyebabkan ratusan anak panah terlihat bagaikan hujan lebat yang turun dari langit. Meskipun hanya menggunakan satu anak panah, disebabkan semua anak panahnya tersebut telah ditempeli dengan berbagai mantra dan array sihir maka dampaknya yang terjadi adalah anak panah yang keluar terasa bagaikan ratusan anak panah yang langsung mengurung puluhan kera putih.
Array petir dan array pengunci target yang terkandung dialam panah itu, membuat puluhan mahluk iblis itu tersengat petir dan kehilangan sepertiga tenaganya. Sedangkan efek array pengunci target membuat kera putih tersebut tidak dapat berpindah dari lingkaran hujan anak panah. Mereka merasa seperti terkena “Stunn” dan terkurung didalam hujan panah.
Hattaudha tidak membiarkan kesempatan itu hilang begitu saja. Kapak ditangannya berkelebat dan menebas satu demi satu kepala kera putih itu. Kejadian yang sama terjadi lagi. Puluhan mayat kera putih bergelimpangan di lapangan tepi hutan terlarang. Bau anyir mulai tercium dan menyebar.
Mencium aroma anyir tersebut, bukannya menjadi takut, semua mahluk iblis itu semakin menjadi ganas. Dengan mengeluarkan geraman marah….. ratusan kera putih menerjang kearah Hattaudha. Hattaudha membunuh mahluk iblis itu dengan tetap menjaga ketahanan tubuh. Dia harus menghemat energi, karena lawan yang dihadapi berjumlah belasan ribu kera putih. Sekali saja dia lengah karena kehabisan tenaga, maka disitu jiwanya akan terancam bahaya.
Sepuluh energi Qi yang bertindak bagaikan pedang terbang, meliuk-liuk diudara dan menebas dengan bebas kearah puluhan bahkan ratus kera putih itu. Saking cepatnya dan ganasnya Teknik yang digunakan Sima Yong, sampai-sampai pasukan kera putih itu menjadi ketakutan dengan dirinya. Terlihat benar bahwa kumpulan kera putih itu seperti menghindar dari Sima Yong dan melompat untuk menyerang Hattaudha dan Niryadi.
Tentu saja Sima Yong tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi mahluk iblis ganas itu untuk menghindar bentrokan dengan dirinya. Tanpa belas kasihan sedikitpun, sepuluh Qi pedang yang dibentuk dari energi Qi mengejar dan membantai habis puluhan kera putih berikutnya.
Melihat keganasan dari lima praktisi yang menjadi lawannya itu, Raja Kera terlihat menjadi marah. Dengan sebuah teriakan yang membahana, dia memukul-mukul dadanya dan menjerit dalam nada yang tidak karuan. Meskpun nada teriakan itu amat memekakkan telinga dari raja kera terlihat seperti kesedihan, Sima Yong dan kawan-kawan tidak lah langsung menjadi lega hati.
“Sepertinya dia akan memanggil bantuan…” desis Niryadi disela-sela kesibukannya membuat dua pasang pedang pendek menari nari.
Dan benar saja seperti tebakan Niryadi. Dari kedalaman hutan terdengar raungan atau auman yang terdengar mirip dengan teriakan raja kera itu.
“Semua harus waspada… seperti bantuan mahluk iblis ini telah datang” teriak Sima Yong.
Benar seperti tebakan mereka… beberapa saat kemudian dari dalam hutan terlihat pasukan mahluk berbulu yang berwarna hitam… Ternyata itu adalah belasan ribu mahluk iblis kera berbulu hitam. Ukurannya jauh lebih besar dari kera putih. Kera berbulu hitam itu besarnya kira-kira seperti anak laki-laki remaja usia lima belas tahun…
“Demi apapun…” bisik Ye Bing Qing.
“Dengan bertambahnya pasukan kera hitam ini, biarpun kultivasi kita lebih tinggi… itu hanya lah membutuhkan beberapa waktu sebelum kita semua kelelahan dan kehabisan tenaga. Lalu kemudian kita akan dibantai kera iblis ini” Ye Bing Qing memaki sambil mengeluarkan jimat yang berisi mantra penyembuh…
“Heaalll…!!”
__ADS_1
Jimat penyembuh terlihat menyambar dari langit Ketika dilempar menggunakan sihir. Secara Ajaib dan indah terlihat ledakan cahaya berwarna perak menyebar hingga seluas 100 meter.
Kelima praktisi yang berada didalam area 100 meter yang terkena mantra “healing” seketika merasakan pemulihan tenaga sebesar 60%. Itu adalah sebuah penambahan tenaga yang amat banyak bagi mereka yang sedari tadi selama 6 jam bertempur dan telah menguras setengah energi Qi.
Ye Bing Qing memang menyihir jimat pemulih energi yang dibuat Sima Yong, sehingga bermanfaat memulihkan tenaga semua team sebanyak 60 %.
Ye Bing Qing terlihat tertawa Ketika Niryadi dan Hattaudha mengucapkan terima kasih atas mantra pemulih tenaga itu.
“Jangan senang dulu, penggunaan mantra untuk memberi support jimat ini tidak bisa digunakan berulang kali. Aku hanya dapat menggunakan sebanyak tiga kali. Itu adalah syarat bagi penyihir Ketika menggunakan jimat atau sihir pemulihan energi. Segala sesuatu di ala mini memang dibatasi dan ada batasannya. Jika aku melanggar maka resiko besar akan menimpaku”
“Kalian harus ingat… sisa dua kali lagi mantra healing ini dapat aku gunakan untuk penmulihan …” Ye Bing Qing tertawa getir melihat kenyataan. Dia yakin tidak menunggu sampai tiga jam pertempuran berlanjut, untuk semua tenaga mereka akan merosot lagi hingga menurun hingga 50 %. Kera putih itu datang bagaikan gelombang yang tiada henti. Sementara di lain pihak, belasan ribu Kera hitam telah menanti giliran, terlihat siaga untuk bergantian menyerang lima praktisi itu.
Niryadi dan Hattaudha mencaci maki kera putih yang seperti tiada berkesudahan itu. Meskipun serangan membunuh mereka semakin mengganas, tidak pernah terlihat mahluk iblis itu merasa takut sedikitpun. Yang ada dengan mencium aroma darah… mahluk iblis kera itu semakin mengganas.
“Kalian tidak perlu kuatir. Aku dapat menggantikan tugas Ye Bing Qing untuk melepas mantra healing seperti itu. Bahkan mungkin aku dapat melepaskan sebanyak enam kali… ” Sima Yong berusaha menenangkan keempat temannya. Percakapan mereka dselalu ilakukan melalui transmisi suara. Keempat praktisi lainnya seketika merasa lega setelah Sima Yong mengucapkan kalimat yang terdengar menghibur itu.
Akan tetapi kenyataan berubah menjadi pahit. Setelah kera putih itu terbabat habis, dan digantikan pasukan kera hitam…. Raja kera itu Kembali menangis dan meraung-raung. Tangisan itu disambut dengan suara gemuruh lainnya dari dalam hutan…. Kelima praktisi itu saling berpandangan. “apa gerangan???”
Saat ini mereka telah bertempur selama lebih dari dua belas jam lamanya. Baju mereka dan penampakan mereka telah terlihat bagaikan dewa neraka. Seluruh tubuh penuh dengan darah. Bau badan mereka telah berubah menjadi bau anyir yang menyengat….. namu sedikitpun tidak mereda banjir kera yang menyerang mereka.
Dari dalam hutan dengan merespons tangisan raja kera, tampak keluar gerombolan kera berbulu merah yang berjumlah lebih banyak lagi. Mereka berjumlah lebih dari 20.000 kera berbulu merah. Bahkan sosok mahluk iblis berbulu merah ini memiliki perawakan yang lebih tinggi dan besar. Ukuran kera merah itu sepantaran mahluk judade di Kota Selatan.
“Oh Dewa… setelah kera hitam, sekarang kera berbulu merah. Setelah ini apalagi??...” Tang Yuwen berbisik dengan nada panik.
“Lama lama kita bisa mati kehabisan tenaga setelah mantra pemulihan tidak dapat digunakan lagi” balas Ye Bing Qing…
Hattaudha dan Niryadi hanya bisa mendesis menjawab. Keduanya sibuk menebas dan melakukan pembunuhan masal. Pedang pendek dan kapak itu menari-nari menebas ratusan kera iblis. Saat ini tangan mereka mulai terasa kaku karena telah digunakan secara berlebihan…
“Ini tidak dapat dibiarkan” kata Sima Yong
“Aku akan mencoba membunuh raja monster kera ini” desisnya
Dengan bersiul secara nyaring, Sima Yong merobek udara dan berteleportasi didekat Raja kera itu. Sadar dengan kehadiran Sima Yong, raja kera itu memukul Sima Yong dengan kekuatan ATK sebesar 950.000 jin. Sima Yong menangkis dengan seluruh kekuatan yang dia miliki yaitu ATK senilai 950.000 jin….
“Duaar…”
Ledakan besar terjadi Ketika dua energi ahli Alam Raja Bintang 6 bertemu ahli Alam Tanpa Batas bintang 3. Sebuah lobang besar terbentang ditempat mana kedua tenaga raksasa itu berbenturan. Raja kera itu terlihat amat marah Ketika pukulannya dapat ditangkis Sima Yong yang berakibat sama kuat.
Kembali dia mengayunkan tangan dan kekuatan Full ahli Alam Tanpa Batas sebesar 1.100.000 jin keular dari tangannya. Suara deru bagaikan gemuruh terdengar Ketika Raja kera mengayunkan tangan untuk menebas Sima Yong.
“Celaka… kekuatan full Ahli Alam Tanpa Batas bertenaga 1.100.000 jin…… “
*Bersambung*
Dear readers,
__ADS_1
untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi dengan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote. Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai berdasarkan jumlah yang author sebutkan. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor. Terima kasih.