Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Tiga Monster


__ADS_3

   Setelah kematian Ronin yang merupakan ahli tertinggi lawan, di susul kematian tragis Para Samurai… Pasukan Kavaleri Kuda Terbang lantas menjadi tercerai-berai. Dan selepas semua pasukan musuh musnah atau lari… tatapan kelegaan terpancar di wajah semua orang. Apalagi Pangeran Ju Qin berhasil selamat dari serangan maut salah satu Samurai.. hal ini membuat semua tentara makin bersemangat dalam jiwa tempur.


   Dari dua puluh pasukan elit yang pergi bertempur, semuanya masih hidup. Akan tetapi dengan kondisi tubuh yang penuh luka. Keberuntungan di pihak mereka disebabkan dalam pertempuran itu mereka sangat ter-bantukan dengan dengan jimat penyembuh. Setiap kali mengalami luka tebasan atau luka tusukan, jimat itu yang membantu orang-orang tersebut bertahan hidup. Kini semua jimat telah habis digunakan.


   Sementara terdapat 20 korban jiwa dari pasukan tentara diatas kapal, akibat serangan salah satu Samurai yang berhasil menerobos hingga ke geladak kapal.


“Semua istirahat sambil memulihkan luka yang ada. Kita akan berlabuh di tempat ini selama enam jam”


“ku pikir enam jam telah mencukupi untuk kami beristirahat sebelum memasuki wilayah terbang Lautan Embun Timur” kata Liao Quon. Titah itu kemudian diikuti gerakan cekatan para Tentara yang spesialisasi menangani pengobatan dan kesehatan. Semua orang terlihat bekerja dengan teratur dan disiplin.


   Salah satu pria muda yang rupanya adalah seorang alkemis membagikan beberapa pil serta bahan herbal untuk di bebat di luka banyak tentara.


“Tidakkah kalian memiliki seseorang healer (penyembuh) didalam pasukan tentara???” tanya Sima Yong.


Dia merasa penasaran melihat pengobatan yang dilakukan alkemis itu. Bagi dia, pengobatan seperti itu akan memakan waktu cukup lama untuk memulihkan luka. Pengobatan gabungan dengan Teknik sihir akan lebih cepat khasiatnya dan manfaatnya menurut dia.


“Saudara Yong, janganlah anda bercanda. Untuk menemukan seseorang yang memiliki keahlian sebagai alkemis sekaligus penyembuh bukanlah hal yang mudah di benua ini” Kata Pangeran Ju Qin cemberut.


“Benarkah??? Bukankah seseorang yang memiliki keahlian sebagai alkemis, pertanda bahwa orang itu dapat mengolah Teknik sihir dan menjadi Penyembuh??? Bukankah ketika dia mempelajari alkimia, di perlukan seseorang yang memiliki dasar kekuatan jiwa, sama hal nya dengan penyembuh sihir Mengapa dia tidak berlatih untuk menjadi seorang Penyembuh dalam sekali jalan????” tanya Sima Yong dengan heran.


   Di benua Silver, rata-rata alkemis adalah juga seorang penyembuh. Demikian juga dengan Ahli Simbol. Mereka pun mampu melakukan Teknik Penyembuhan dengan memanfaatkan jimat. Bahkan di setiap Sekte Bintang tiga keatas, mereka memiliki seorang alkemis yang juga merangkap penyembuh…


“Ah… sekali lagi harus aku katakan. Benua ini amat maju dibidang kultivasi dan seni bela diri. Akan tetapi ilmu dan bakat dibidang seni kekuatan jiwa masih tertinggal dibanding Benua Silver sana”


   Lalu sambil bercanda, Sima Yong berkata…


“Mungkin jika aku membuka sebuah akademi atau sekte beraliran kekuatan jiwa di Wilayah Tengah ini, maka itu akan membawa dampak yang positif bagi kemajuan Kekaisaran Rajawali Agung bukan???”


   Orang-orang membalas candaan itu dengan tawa seolah-olah itu adalah hal yang lucu. Pada semua tahu, keberadaan seseorang dengan kemampuan jiwa yang tinggi amatlah di takuti pihak kekaisaran manapun di benua ini.


Seseorang yang memiliki kekuatan jiwa tinggi, bahkan lebih mengerikan di mata orang banyak, dibandingkan ketakutan terhadap kaisar. Hal ini disebabkan kemampuan mereka yang dapat melakukan hal-hal yang diluar nalar dan diluar kewajaran, merupakan faktor X yang membuat kekaisaran manapun akan cemburu dengan ahli seperti itu.


   Lihat saja di beberapa kisah-kisah lama. Seorang Raja atau Kaisar terkadang harus bersikap hati-hati dihadapan seorang alkemis atau seorang yang memiliki kekuatan jiwa tinggi (penyihir tepatnya).


Dan untuk menutupi kecemburuan itu, umumnya seorang alkemis peringkat tinggi atau seseorang berkemampuan tinggi di ranah kekuatan jiwa, selalu menjadi penasehat utama bahkan orang nomor dua di sebuah kerajaan.


   Sima Yong bukannya tidak tahu permasalahan seperti itu. Dia amat paham dengan keadaan itu, oleh karenanya, dia tidak terlalu suka mengungkapkan kemampuan kekuatan jiwanya.


Hanya saja karena semua orang bersikap baik dengan selama ini, maka dia secara terbuka mengungkapkan kekuatan dan kemampuan jiwanya di hadapan Pangeran Ju Qin dan para pengikutnya.


“Anak muda… maukah kamu menerima petunjuk ku??” teriak Sima Yong kearah Alkemis muda itu. Pada kenyataannya usia Alkemis tentara itu tidak lebih dari 25 tahun. Akan tetapi Sima Yong memanggilnya dengan sebutan anak muda. Ini demi mengimbangi panggilan hormat orang-orang kepadanya dengan panggilan “Tuan Yong”.


“Anda dapat melakukan pemulihan luka mereka dengan metode ini…. “ Dia mengajarkan sedikit Teknik menggunakan kekuatan jiwa, ketika menempelkan bahan-bahan herbal ke bagian luka, Sima Yong memperagakan Teknik kekuatan jiwa. Luka tentara yang di pegang Sima Yong terlihat mengering dengan cepat.


"Ahh... Sihir memang ajaib jika digunakan untuk kebaikan" bisik Sima Yong. Alkemis muda itu mengiyakan dan menatap lekat pengajaran Sima Yong


Dan dia bersyukur karena alkemis muda ini tergolong cerdas. Dalam waktu singkat dia dapat melakukan Teknik sederhana yang Sima Yong ajarkan kepadanya.

__ADS_1


   Setelah itu Sima Yong meyerahkantugas tersebut ke alkemis muda. Beberapa waktu berlalu dia mengerjakan dan me- nyembuhkan luka-luka itu, dengan keringat yang mengucur deras (penyembuhan menguras tenaga spiritual nya) alkemis muda itu mengucapkan terima kasih kepada Sima Yong.


“Terima kasih Master Yong... anda sudah demikian baik hati, mengajarkan kepada saya Teknik untuk membantu menyembuhkan luka-luka tentara ini” dengan sopan alkemis muda itu membungkuk.


   Sambil menatap alkemis muda itu dalam-dalam, seketika Sima Yong teringat akan dua orang muridnya di Benua Silver… “Kultivasi merekadua orang itu telah mencapai tingkat manakah??? Mungkin sebaiknya aku mengutus seseorang untuk menanyakan keadaan dan kabar dua orang itu. mereka harus secepatnya berada di ranah Alam Tanpa Batas” batin Sima Yong. Namun dia ragu, dengan aliran energi Qi di Benua Silver tidak mungkin semudah itu kedua muridnya telah menembus ranah Alam Tanpa Batas


“Di ranah mana kekuatan jiwa anda???” tanya Sima Yong dengan serius bertanya kepada Alkemis muda itu.


   Dengan gugup alkemis muda itu berkata...


"Siap Master… Namaku Jiang Fai. Kemampuan jiwaku berada di level Master Bumi satu” anak muda ini amat sopan dan memiliki kemampuan jiwa yang lumayan pikirnya.


“Kemampuan kekuatan jiwa kamu tidak buruk. Jika aku meminta, mau kah kamu menjadi muridku??? well sebenarnya aku telah memiliki dua pengikut/murid. Akan tetapi kemampuan mereka lebih focus pada kekuatan pertempuran jiwa dan penulisan simbol. Belum ada yang memiliki bakat alkimia sekaligus penyembuh yang menjadi muridku. Kupikir kamu cocok dengan kriteria menjadi muridku” Sima Yong menatap tajam kearah Jiang Fai.


   Sima Yong memang berniat untuk memilih beberapa orang  menjadi muridnya yang berhak mewarisi pengetahun di Benua Silver dan Benua Penyaringan Dewa.


Ketika nanti dia pada waktu nya harus pergi ke negri level Kaum Immortal (Abadi) di alam yang dinamakan Wonder Land nanti, bukankah harus ada beberapa orang yang menjadi pewaris teknik dan pengetahuannya yang diperoleh dari berbagai warisan Warisan ini harus dikembang di dunia ini sebelum pergi ke Wonderland. Akan tetapi kisah dia menuju ke Alam Wonderland masih  amat jauh dari kisah saat ini.


(Mengenai Wonderland ini pernah dibahas di bab Ketika Sima Yong bertemu seorang gadis mengendarai Kapal Roh ketika bertempur melawan Harimau Putih Bai Laohu).


   Jiang Fai langsung berbinar sinar matanya ketika Sima Yong mengajaknya untuk menjadi murid nya. Tanpa ragu-ragu alkemis muda itu berlutut lalu menyebut dia dengan sebutan master.


“Master, terimalah penghormatan ku Jiang Fai”


   Sima Yong meminta Jiang Fai untuk berdiri dan mengatakan bahwa urusan dengan Ketentaraan, akan dia bicarakan langsung dengan Pangeran Ju Qin. Tentu saja Jiang Fai menjadi lebih berbahagia mendengar master nya yang akan mengurus langsung status ketentaraannya dengan pangeran….


Di dalam ruangan Pangeran Ju Qin menginap.


“Waktu kita masih tersisa 3 jam untuk beristirahat” Kata Liao Quan.


“Masih terdapat beberapa rintangan dalam perjalanan ini. Ketika nanti melintasi Lautan Embun Timur, kita masih akan bertemu dengan beberapa mahluk mitos yang menjaga lautan dan langit perbatasan ini”


“Kira-kira mahluk mitos apakah yang akan kita hadapi???” tanya Ju Lianyi.


“Sesuai dengan catatan perjalanan serta info dari berbagai sumber yang berhasil kami satukan, kita masih akan bertemu dan berbenturan dengan keberadaan tiga jenis monster”


“Monster pertama adalah Hiu Terbang berukuran 50 meter. Hiu seperti ini masih dapat di taklukkan oleh pasukan elit kekaisaran kami”.


“Monster yang kedua, adalah monster ular raksasa yang biasa disebut Imoogi oleh orang-orang di Negri Embun Timur. Konon kisahnya, ular ini adalah mahluk mitos yang mengalami kegagalan ketika melakukan kultivasi untuk berusaha berubah menjadi Naga”


   Semua orang di dalam ruangan baik Sima Yong, Ju Lianyi, Pangeran Ju Qin dan dua Master Sekte bintang delapan itu mengernyitkan alis. Sosok monster yang gagal menjadi naga??? Apakah itu terlalu mengerikan??? Mengapa cerita Liao Quon ini terdengar seolah-olah Imoogi ini adalah mahluk yang mengerikan???


   Terlebih-lebih lagi Sima Yong. Meskipun dalam beberapa pertempuran yang dia jabanin selama ini, dan naga yang dia temui untuk bertempur adalah Naga hasil buatan array atau ilusi sihir. Bukankah yang namanya naga tetaplah memiliki kekuatan seekor naga. Sementara ini??? Mahluk yang gagal berkultivasi menjadi naga?? “Baiklah… aku tertarik untuk melihat seperti apa mahluk yang bernama Imoogi itu”.


Liao Quon menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan monster terakhir.


“Monster terakhir ini adalah monster tersulit yang akan kita hadapi. Mahluk Bernama Si Gigi Tajam ini adalah sisa sisa monster dari jaman purba. Dengan tinggi badan hingga sepuluh meter dan badan lebih dari 20 meter, Si Gigi Tajam ini adalah mahluk reptile bersayap mengerikan yang dapat terbang jauh dan lama. Kemunculan mereka pun, selalu dalam kelompok".

__ADS_1


"Sekali muncul mereka Si Gigi Tajam ini biasanya berkelompok dalam jumlah 100 hingga 500 monter yang kemudian bersama-sama menyerang lawan menggunakan cakar mereka yang menyerupai pedang. Setelah mendapatkan mangsa, mereka akan menyobek-nyobek mangsang dengan giginya yang lebih tajam dari pisau roh biasa” mengakhiri kisah tentang si Gigi Tajam itu, nafas Liao Quon tersengal-sengal dilanda kepanikan. Jumlah 100 hingga 500 sekali muncul, adalah sebuah mimpi buruk bagi siapapun.


   Selesai dengan pertemuan membahas perjalanan memasuki Lautan Embun Timur, semua sepakat dengan kesepakatan sebagai berikut.


   Dua puluh Pasukan Elit akan bertugas mengatasi monster Hiu Terbang raksasa Raksasa. Monster Immogi akan diatasi Ju Lianyi, Zhang Junda dan Hua Shen. Sedangkan pasukan si Gigi Tajam akan di tangani oleh Sima Yong sendiri. Tatapan aneh di tujukan ke Sima Yong ketika dia menawarkan diri untuk mengatasi Si Gigi Tajam.


“Beruntung sekali dalam perjalanan kami ini, Tuan Yong mendampingi pangeran sehingga perjalanan ini terasa lebih mudah” Puji Liao Quon dengan tulus.


***


Ketika masa istirahat enam jam telah selesai….


“Semua siap berangkat…!!!”


“Pengendara angin… arahkan kapal menuju Negri Embun Timur” aba-aba Liao Quon.


   Dua orang pengendali angin yang bertugas mengendalikan penerbangan melambaikan tangan. Angin seketika berhembus dari kehampaan, lalu dengan kencang menerpa layar kapal.


“Wushh…” Kapal melaju diatas Lautan Embun Timur.


“Sekarang arahkan kapal menukik hingga ketinggian jelajah 15.000 kaki. Penerbangan yang terlalu tinggi amat rawan terhadap serangan si Gigi Tajam, sedangkan terbang terlalu rendah akan menjadi sasaran terkaman monster laut yang dapat terbang. 15.000 kaki adalah ketinggian terbang yang terbaik” Kembali titah Liao Quon.


   Lalu para pengendali angin terlihat memanggil angin untuk menurunkan kapal roh itu dan menukik hingga ketinggian 15.00 kaki saja. Dalam satu bakaran hio, Kapal Roh itu stabil terbang di ketinggian yang diinginkan Kapten Liao Quon.


“Semua tentara dalam posisi waspada, bersiap-siap untuk menghadapi serangan monster” teriak Liao Quon memberi peringatan.


   Ketika Sima Yong berjalan-jalan di geladak kapal, dia menjumpai tentara yang sibuk mengatur perlengkapan tempurnya. Ada yang mengasah dan menajamkan kepala tombak, ada yang membubuhkan racun di kepala tombak dan berbagai persiapan lainnya. Di anjungan kapal tampak Pangeran Ju Qin berdiri dalam diam sambil menatap jauh ke depan.


“Lautan ini demikian luas… seolah-olah tiada bertepi. Semoga kami semua di lindungi para dewa dan tiba dengan selamat di Negri Embun Timur nanti” rupa-rupanya Pangeran ju Qin sedang berdoa sambil memandang lautan luas itu.


Dari pengalaman pertempuran ketika kapal diserang, dia telah menyaksikan sendiri pertempuran hidup dan mati. Bahkan jika dia tidak memiliki “Jimat Tebasan hadiah Sima Yong, kemungkinan dia sudah tidak ada lagi di dunia ini” Pangeran Ju Qin bergidik diam-diam.


“Pangeran… ingatlah selalu dengan rapalan mantra “Jimat Tebasan”. Sayang sekali jimat serupa telah tidak tersedia di cincin penyimpananku. Semoga ketika kita berada di Ibukota Negri Embun Pagi nanti, kami akan menemukan bahan-bahan yang cocok untuk pembuatan jimat tebasan itu”  Sima Yong membuyarkan lamunan pangeran.


   Sambil tersenyum Pangeran Ju Qin mengatakan bahwa Gurunya Ju Liang akan menyiapkan semua bahan, setelah mereka tiba di daratan nanti. Memang sudah mejadi aturan, bahan selalu disediakan konsumen. Pangeran tahu itu.


Sekonyong-konyong….


“Semua Pasukan Elit bersiap…..”


“Monster Hiu Terbang telah tampak di arah depan kapal berjarak Lie”…


   Pangeran Ju Qin tersentak. Dia mengeluh pelan. Belum terlalu lama mereka beristirahat, dan sekarang telah muncul salah satu monster. Matanya lalu meneropong lewat alat keker itu. Seekor ikan hiu raksasa tampak terbang kearah kapal roh mereka….


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2