Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di atas Pegunungan Cadas dan Hutan Pinus Tua


__ADS_3

Kedua ahli itu saling bertatapan, melayang diudara dengan jarak lima puluh meter. Sekali lagi aliran energi Es Teratai Salju mengalir dari dantian Sima Yong, menjalar hingga keseluruh meridan nya, lalu di kumpulkan di telapak tangannya yang memegang erat Pedang Bianfu.


Mata dua ahli itu terlihat mencorong, berkilat-kilat memancarkan kekuatan yang mengerikan. Lalu dalam sebuah teriakan dan dahsyat....


"hyaaat"


Kedua sosok itu lenyap ditelan malam, saling melompat menerjang dengan kekuatan yang mengerikan.


Melukiskan cara bertempur dan gerakan dua ahli itu, terbilang lambat jika di tulis dalam kata-kata. Namun kenyataan sebenarnya kedua ahli itu saling membentur dalam kecepatan yang sangat sulit di lukiskan.


Kali ini serangan yang dilancarkan jagoan kita Sima Yong, adalah dengan pengerahan kekuatan setidaknya 80 bagian dari semua energi Es yang dia miliki.


Dalam dugaannya, meskipun di jubah hijau akan mampu menerima serangan kekuatan energi Qi nya sebesar 80 bagian, paling tidak si jubah hijau akan terlempar hingga beberapa tombak kebelakang.


Namun tidak di sangka-sangka sama sekali oleh Sima Yong. Begitu Pedang Bianfu ditangannya berbenturan dengan trisula si jubah hijau, bukannya suara benturan keras logam berkekuatan besar, melainkan bunyi menyerupai batu besar yang dilempar kedalam air.


"Blep"


Secara tiba-tiba Sima Yong merasakan serangan pedang berkekuatan inti Es yang seharusnya mengerikan itu, lenyap di telan segulungan energi lembut yang timbul dari trisula si jubah hijau. Sedemikian dahsyatnya kemampuan serapan itu, sampai-sampai pantulan energi Es miliknya pun, tersapu bersih, lenyap tiada berbekas.


Alangkah terperanjatnya Sima Yong tatkala menghadapi kejadian energi serangannya lenyap seperti di telan air itu,


"Apakah si jubah hijau ini adalah seseorang dari Sekte Super di Barat sana? Dengar-dengar para ahli di sekte itu selain berkultivasi di dalam teknik sesat, mereka menggunakan energi yang bersifat lembut dan menyerap kekuatan lawan"


Ketika Sima Yong baru saja memikirkan siapa SAGE di hadapannya itu, si jubah hijau terlihat memutar trisula di tangan kirinya, lalu senjata tajam itu di arahkan dengan sangat cepat secara diam-diam, menikam kearah lambung Sima Yong.


Serangan mendadak si jubah hijau, betul-betul di lepaskan tanpa sungkan-sungkan. Dia berniat mengambil nyawa Sima Yong.


Saking cepatnya suara tikaman trisula itu sampai-sampai menimbulkan efek suara yang mendesing bagaikan suara anak panah yang di tembakkan.


Sima Yong sama sekali tidak menjadi gugup tatkala melihat serangan terkunci di lambung nya. Tangan kirinya di kebaskan, sehingga lengan bajunya yang lebar itu berputar cepat lalu melepaskan lapis demi lapis pusaran angin puyuh yang berputar dengan cepat memunahkan serangan trisula si jubah hijau.


"Wush-trang"


Kedua orang itu melompat mundur, melayang dan mengambil jarak. Si jubah hijau menghentikan serangannya lalu berbicara,


"Tuan Sima Yong, kemampuan anda memang sedemikian hebat. Tidak sia-sia anda di jajarkan dengan para demigods dan semidevil Benua ini. Namun aku bertanya-tanya didalam hati, apakah serangan yang mengandung angin itu adalah suatu teknik rahasia yang di wariskan relikui Qilin ?" si jubah hijau bertanya tanpa menyembunyikan sinar mata yang menunjukkan keinginan untuk memiliki teknik Cakra Bianfu miliknya.


Si jubah hijau menatap Sima Yong lekat-lekat (terus-menerus tanpa memalingkan wajah), dan dia tampaknya tengah menghimpun energi Qi. Tangan kanannya di ayunkan menggunakan trisula, dimana efek yang di timbulkan dari gerakan itu terlihat seperti halilintar yang bergemuruh.


"wush-wush-wush" angin serangan dilepaskan kearah Sima Yong, yang merasa heran ketika melihat serangan dari efek halilitar itu.

__ADS_1


Ketika si jubah hijau terlihat memulai eksekusi serangannya, terdengar suara gemuruh di sertai kilatan halilintar menyambar-nyambar sebagai efek teknik yang dia gunakan. Namun manakala serangan nya di lepaskan, kelihatan gulungan energi itu seperti angin biasa saja, yang menyiarkan aura kelembutan.


"Seperti yang aku duga. SAGE ini berasal dari Sekte Super di Perbatasan Barat sana. Teknik kelembutan ini hanya di lakukan oleh ahli-ahli mereka" otak Sima Yong bergerak dengan cepat, melihat serangan yang terkesan lembut itu.


Menurut kabar yang beredar diantara ahli-ahli kelas tinggi, terdapat beberapa ahli di Sekte Super Wilayah Barat yang berlatih menggunakan kultivasi bersifat lembut. Meski terlihat lembut, namun kenyataannya teknik seperti itu amatlah berbahaya tatkala serangan itu mengenai lawan.


Sima Yong tentu saja tidak berani bertindak gegabah menghadapi lawan yang jelas-jelas memiliki kultivasi di ranah SAGE Level tiga itu. Dia lantas memompa energi Es ke kedua tangannya, bersiap menghadapi datangnya serangan si Jubah Hijau.


Suara angin Put.ting Beliung terdengar bergelora tatkala Sima Yong mengeksekusi Cakra Bianfu digabungkan Energi Es Teratai Salju, dan dia melmpat terbang menyongsong serangan si jubah hijau.


"Blep !"


Gulungan angin Put.ting Beliung itu seperti punah di serap energi lembut yang di timbulkan eksekusi Teknik dari si Jubah Hijau.


"Trang-trang-trang" benturan Pedang Bianfu dengan Trisula Hijau terdengar membuat sakit telinga yang mendengarnya.


Ketika dua senjata ahli demigods itu saling membentur, secara tiba-tiba tangan kiri si jubah hijau yang juga memegang trisula menyergap secara licik kearah bagian perut Sima Yong, dimana serangan tangan kiri yang menggenggam trisula itu menebas tanpa menimbulkan suara sama sekali.


Dengan rasa terkejut yang dalam, ketika Sima Yong merasakan angin tusukan berhawa lembut tak bersuara itu, yang jelas akan merobek perutnya, tubuhnya secara tiba-tiba bergerak dan kaki nya berputar keatas dengan cepat sehingga tarikan kekuatan kaki yang di hentakkan itu membuat tubuhnya terlontar ke arah langit dengan posisi kaki diatas dan kepala di bawah.


"Wush.." tubuhnya melayang turun dari langit dengan menjaga jarak dari si jubah hijau yang terlihat tertawa-tawa tanpa suara.


"Aku sama sekali tidak mengenal anda Tuan SAGE. Namun tindakan anda begitu keji, seolah-olah anda memiliki rasa dendam yang dalam dengan ku. Mengapa anda menyergapku secara licik dengan niat mengambil nyawaku?"


Sambil terkekeh, si jubah hijau membalas kata-kata Sima Yong,


"Didalam sebuah pertempuran, tidak peduli teknik apapun akan digunakan. Sehingga demi memenangkan pertarungan, segala teknik keji pun akan aku lakukan. Jadi berhenti omong kosong seolah-olah aku menyergap anda?"


Dengan tatapan menahan hawa amarah, Sima Yong berkata..


"Bagus sekali kalau begitu. Masih beranikan anda untuk melanjutkan pertarungan ini?"


Sima Yong yang mulai dilanda rasa amarah itu, menggetarkan sepasang lengannya, tubuhnya melompat menerjang maju kearah si jubah hijau, sambil Pedang Bianfu di tebaskan menebarkan aura yang mengandung Hawa intisari Energi Es Dingin Teratai Salju.


Tebasan itu setidaknya akan membelah gunung yang tinggi sekalipun.


Si jubah hijau terlihat meng_ emposkan nafasnya kuat-kuat, sambil tangan kanannya membuat gerakan teknik pertahanan dari serangan Sima Yong, menggunakan Trisula Hijau.


"Trang !!" dua senjata yaitu Pedang Bianfu dan Trisula hijau saling berbenturan, dan kini dua senjata itu saling melekat-enggan untuk dilepaskan. Dua ahli yang disebut demigods itu beradu kekuatan Qi di tengah udara, untuk menentukan siapa yang memiliki energi Qi paling kuat.


Ketika melihat benturan dua tangan kanan yang kini saling melekat tak mau mengalah, si jubah hijau kembali melakukan gerakan licik dengan memotong kearah Sima Yon menggunakan Trisula Hijau di tangan kirinya.

__ADS_1


"Trang.." Pedang Naga Air secara tiba tiba kini telah di genggam tangan kiri Sima Yong, dan dia gunakan untuk menangkis bokongan tebasan trisula di tangan kiri si jubah hijau.


Dari jauh terlihat, baik tangan kanan maupun tangan kiri dua demigods itu saling menempel, dan saling mengadu kekuatan Qi siapa yang akan menang. Jelas sekali bahwa adu kekuatan Qi antara Kuasi SAGE dan SAGE Level tiga itu terlihat seimbang adanya.


Detik demi detik telah berlalu, butiran keringat menetes di dahi dua ahli itu dan belum terlihat siapa yang akan memenangkan duel itu.


Akan tetapi tanpa seorang pun menyadari, dari balik kumpulan awan tampak sosok seseorang yang mengenakan pakaian ringkas berwarna gelap sehingga menyamarkan dirinya diantara kelamnya malam.


Sosok berpakaian serba gelap itu melompat terbang tanpa suara, membuat gerakan tusukan menggunakan dua jari telunjuk dan tengah dari tangan kanan, siap membokong Sima Yong.


Tatkala serangan tusukan dua jari sosok berbaju hitam itu hampir tiba di punggungnya, barulah Sima Yong menyadari adanya serangan bokong seperti itu.


Sima Yong tak sempat lagi memikirkan teknik menghindar yang dapat dia lakukan ketika sodokan dua jari itu serasa menempel di punggungnya. Dalam keadaan seperti itu, dia membuat gerakan berputar dan gulungan angin Cakra Bianfu keluar dengan cepat, berusaha menahan dan mengurangi serangan tusukan berkekuatan setidak nya SAGE Level tiga itu.


"Bukk !" angin serangan tusukan jari itu berkurang setidaknya lima puluh bagian dari seratus bagian Attack yang di lepaskan si baju hitam, ketika angin itu mengenai tulang iga kanan Sima Yong. Sekujur badan Sima Yong bergetar keras, dan hampir membuat energinya menjadi buyar. Beruntung tusukan itu gagal mengenai pusat jantung yang menjadi sasaran si pembokong.


Tubuh Sima Yong terpental, mencelat kearah hutan pinus tua, ratusan kaki jauhnya dari ketinggian itu.


Si jubah hijau terlihat terkekeh melayang di samping pembokong berbaju hitam, yang sambil mengeluarkan tawa dingin,


"Hanya sebegitu saja ketangguhan seorang ahli waris relikui Qilin yang kukira amatlah sakti... patut di sayangkan warisan itu harus lenyap !"


Tanpa sepengetahuan dua ahli tadi, ketika tubuh Sima Yong telontar mencelat ke arah rimbunan pinus tua, secara diam-diam anak muda itu masih sempat melepaskan serangan pedang yang dikenal sebagai "Niat Pedang-Pedang Hati Suci bercampur Angin Put.ting Beliung Cakra Bianfu" dengan sisa kekuatan.


Sehingga tatkala si jubah hijau baru saja menyelesaikan tawa penuh kekeh-an itu, mendadak dia merasa segulungan angin pedang menyambar menyergap dirinya, membuat dirinya langsung terputar dengan kuat, lantas membuat tubuhnya bergulung-gulung dalam angin ganas.


Dalam posisi seperti itu, meskipun si jubah hijau adalah ahli SAGE level tiga sekalipun, pusingan angin ditambah penguncian niat pedang Pedang Hati Suci itu membuat si jubah hijau terlempar jauh didalam kegelapan malam, menyisakan jeritan pilu manusia yang tercabik-cabik niat pedang.


Kini tersisa si baju hitam gelap yang seketika terdiam termangu melihat aksi terakhir yang di lancarkan demigods (Sima Yong) yang baru naik ke permukaan di Wilayah Tengah itu,


"Benar adanya orang sungguh berbahaya, Dia mampu mengeksekusi niat pedang hingga level tengah dan mampu mengendalikan kekuatan angin (Cakra Bianfu)"


Setelah berbisik sebentar, bayangan hitam itu menghilang di kegelapan malam, menyisakan aura sepi di antara pegunungan berbatu cadas dan hutan pinus tua.


Jiang Fai yang tetap mengurung diri didalam bilik perahu roh, sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi diluar. Apalagi ketika dua ahli itu bertempur, mereka telah meninggalkan lokasi perahu roh seratus Lie jaraknya... perahu roh itu bergerak automatis menuju Kekaisaran Rajawali Agung.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2