
Pertunjukan Bidadari Giok emas telah selesai. Diiringi gegap gempita sorak sorai dan tepuk tangan penonton, Gadis Cantik itu pergi bersama pemusik harpa untuk mundur dari panggung.
Ada terdapat banyak sekali tuan muda dari klan terkenal ataupun keluarga bangsawan yang meminta kesempatan untuk bertemu Bidadari Giok emas selepas pertunjukan.
Namun semua undangan untuk pertemuan dengan para tuan muda kaya itu hanya ditempik secara halus oleh Bidadari Giok Emas. Alih-alih mengadakan pertemuan dengan pria kaya yang tergila-gila padanya, Bidadari Giok Emas terlihat pergi menemui seseorang di ruang VIP Nomor 3.
“Master Pedang…”
Bidadari Giok Emas Bersama sang Pemusik Harpa itu bersujud dihadapan tamu ruang VIP 3.
Ketika tiga orang itu telah berada di dalam ruangan VIP 3, tiba-tiba seberkas sinar terlihat menutupi balkon VIP Nomor 3. Sebuah Jimat Fenomenal telah diaktifkan lalu memblokir ruangan VIP 3 dari apapun di dunia luar.
Sima Yong telah mengaktifkan “Jimat Fatamorgana”
“Silahkan berdiri dan ceritakan semua hal yang telah anda berdua temui selama bertugas sebagai mata-mata”
Sima Yong nampak berdiri membelakangi dua orang Muridnya.
Yu Long menceritakan tentang perjalanan ke Utara yang mana dirinya telah bertemu langsung dengan Master Wen Yu dan Peng Fai di Sekte Pedang Awan.
Sementara itu Balai Harta terlihat sangat berbahagia dan langsung mengadakan lelang besar ketika menerima titipan Sima Yong.
Semua sumber daya yang diberikan Sima Yong telah membuat Kekaisaran Great Ying mengalami kehebohan. Kehebohan itu kemudian menjalar hingga ke kerajaan-kerajaan kecil lainnya di Wilayah Utara. Semua praktisi berlomba-lomba membeli berbagai sumber daya.
Toh persediaan di Ruang Pengobatan Domain Raja Obat amatlah berlimpah ketika Sima Yong dan muridnya melakukan panen kala itu. Kekaisaran Utara harus meningkat ranah kultivasinya.
Sima Yong manggut-manggut karena puas. Lin Hong juga menceritka bahwa dari hasil tindakan mata-mata di Kota itu, dia mendapat infromasi bahwa enam Klan Kuno Rahasia akan berpartisipasi didalam Domain Elf Abu-abu.
Bahkan informasi rinci yang dia peroleh dari seseorang, tanpa sengaja bercerita banyak dikala menonton pertunjukan Bidadari Giok Emas.
“Master... Ras iblis mendapat 10 slot undangan sedangkan Klan Macan Putih memiliki delapan slot undangan”
“Ras iblis dan Klan Macan Putih kabarnya akan mengirimkan jenius dari masing-masing klan yang dikabarkan memiliki Kultivasi Alam Raja”.
“Bahkan Kabarnya, seseorang di ranah setengah Langkah menuju Alam Tanpa Batas dari Klan Macan Putih akan berpartisipasi didalam perburuan warisan itu nanti”.
Lin Hong Ketika mengakhiri laporannya.
Sima Yong termenung, para ahli yang dikirim oleh Klan Kuno Wilayah Barat nanti di ranah Alam Raja hingga setengah Langkah Alam Tanpa Batas. Perjuangan di perburuan pegunungan berkabut nanti akan dipenuhi dengan pertempuran perebutan sumber daya oleh ahli-ahli Alam Raja.
“Ok.. aku siap” kata Sima Yong.
Setelah hening sejenak Sima Yong berkata,
“Saat ini aku akan pergi ke ujung dunia. Itu adalah di sebuah bernama Kota Bintang Jatuh. Kalian dapat menyusul beberapa hari kemudian....... Aku lihat anda telah berada di Puncak Alam Bayi Spirit” Sima Yong melirik YuLong…
“Dan anda di ranah Alam Bayi Spirit Delapan” Sima Yong juga melirik Lin Hong.
Tangannya menyentuh cincin tata ruang dan tiga pil melayang keluar,
“Berikut ini adalah Tiga Pil air bernama Pil Liur Naga. Ini adalah sebuah pil Ajaib yang telah aku saring khusus untuk kalian berdua".
"Yu Long hanya perlu mengkonsumsi sebuah pil sementara Lin Hong wajib mengkonsumsi dua pil”.
“Setelah mengkonsumi pil itu, aku harapkan kultivasi kalian akan meningkat secara pesat ke Ranah Alam Spirit Agung dalam waktu satu bulan".
"Perlu ingat lagi, setelah menerobos nanti, kalian harus terus berkultivasi untuk memperkuat pondasi kalian akibat penerobosan pesat menggunakan pil ini”.
"Masalah penghimpunan Qi akan aku berikan pil baru untuk memperkuat Qi alami Praktisi Alam Spirit Agung"
Yu Long dan Lin Hong terlihat puas dengan penjelasan masternya. Penerobosan secara cepat biasanya membuat yayasan pondasi praktisi menjadi lemah.
__ADS_1
Syukurlah sang Master adalah Alkemis Surgawi, sehingga masalah dapat diselesaikan dengan pil ajaib lainnya.
“Sebulan dari sekarang aku menunggu kalian di Kota Bintang Jatuh. Terlalu riskan untuk praktisi di bawah Alam Spirit Agung jika ingin memasuki Kota itu”.
******
Setelah pertemuan dengan kedua muridnya selesai, Sima Yong bergegas meninggalkan Kota Cahaya Barat menuju kehutan luar kota. Bai Laohu si Macan Putih itu telah menunggu disana.
Saat itu Sima Yong sebenarnya mengetahui bahwa dirinya di buntuti oleh beberapa orang sejak di Pavillion Asoka. Orang-orang itu bahkan membuntuti hingga dia berada diluar
kota.
Seperti nya mereka adalah para pria pengagum Lin Hong. Kemungkinan rasa penasaran tentang siapakah tamu di ruang VIP nomor 3 yang dapat menyita perhatian Bidadari Giok Emas.
Saat nya ketika kelompok itu telah berniat untuk keluar dan membegal Sima Yong, .... tiba-tiba mereka merasakan sebuah aura kejam dan memiliki tekanan yang sangat luar biasa untuk menindas mereka.
Seekor Macan Putih bersayap tampak dengan aura mendominasi melayang turun dari angkasa….
“Dewaa…. Mahluk raksasa itu memilii kultivasi setara praktisi Alam Tanpa Batas” Semua gemetar....
Lima orang yang terdiri dari seorang Tuan Muda Bangsawan sebuah Kerajaan kecil, terlihat pingsan. Sedangkan empat orang pengawal itu merasa akan pingsan juga. Aura penindasan macan putih sangatlah kejam dan dominan.
Sementara kelima orang itu terlihat tersiksa karena tekanan aura Bai Laohu, pria berbaju hijau lumut itu melompat dan berdiri bagaikan tombak dipunggung Macan Putih.
Dan pada waktu macan putih mengepak sayapnya, lima orang tersebut ada aliran listrik yang menyengat mereka. Termyata pria tampan berpenampilan Elf itu membalikan tubuh dan menatap dingin kearah mereka.
Pria Elf itu melepas aura penindasan lainnya yang terasa seperti sengatan listrik dan langsung membuat lima orang itu jatuh terduduk,
“Aura Praktisi Alam Raja…. Oh Dewaa…”
Tuan Muda Bangsawan dan empat pengawalnya terkencing dicelana seketika itu juga. Mereka merasa bahwa diri mereka bagaikan seekor katak di dalam sumur yang tidak mengetahui tinggi nya langit di hadapan mereka.
menjadi lebih berhati-hati lagi terhadap orang lain.
******
Sima Yong menghabiskan waktu tiga hari penuh untuk perjalanan menuju Kota di ujung dunia itu. Sementara itu Bai Laohu adalah Macan Putih keturunan mahluk mitos, sehingga dengan kultivasi Alam Tanpa Batas itu dia dapat mem- persingkat waktu perjalanan.
Perhitungan Sima Yong, jika dia menggunakan kapal roh cepat yang dipakai Yu Long, mungkin perjalanan itu membutuhkan delapan hari untuk tiba di Kota Bintang Jatuh.
Setelah menurunkan Sima Yong di sebuah hutan kering di luar Kota Bintang Jatuh, Bai Laohu masuk Kembali kedalam Domain Pagoda, sementara Sima Yong menggulung rambutnya dan mengenakan Dou Peng untuk menyamarkan penampilannya.
Waktu telah menunjukkan pukul empat sore Kota Bintang Jatuh, akan tetapi keadaan telah menjadi gelap gulita. Hanya cahaya Lampu Lampion yang menjadi penerangan di pintu masuk Benteng Kota Bintang Jatuh. Ketika Sima Yong sedang antri untuk memasuki kota itu, dia mengamati semua prajurit yang menjaga Benteng.
“Rata-rata kultivasi di Alam Spirit Bayi awal. Ini adalah sebuah ranah kultivasi yang tinggi jika dibandingkan praktisi umumnya dikawasan Utara. Praktisi Alam Spirit Bayi hanya menjadi prajurit di kota ini” didalam hatinya Sima Yong menilai.
“Lima Puluh Energi Stone Venti…”
Seorang pengawal memecahkan lamunan Sima Yong. Itu adalah nilai pembayaran ongkos masuk Kota yang harus di bayar Sima Yong.
Baru saja dia akan memprotes mengenai tinggi nya biaya masuk kota, namun seseorang di belakang nya berbicara dengan nada tidak sabar,
“Bayar saja 50 Energi Stone itu, jangan memperlama antrian. Jika kamu tidak memiliki energi stone maka pergi dari sini. Tidak usah mimpi memasuki Kota Bintang Jatuh”.
Sima Yong buru-buru segera membayar biaya 50 energi stone Venti dan kemudian mencoba untuk melihat siapa yang berbicara tadi. Ternyata itu adalah seseorang pria muda berusia 27 tahun yang terlihat berdandan mewah.
Kultivasinya di Ranah Alam Spirit agung Lima. Dirinya di temani seorang pria lain berusia lima puluh tahun dan Kultivasi di Setengah Langkah Alam Raja.
Karena tidak merasa mengenal ataupun memiliki masalah dengan tuan muda itu, Sima Yong kemudian memutar tubuh dan berjalan memasuki Kota Bintang Jatuh.
Namun belum lagi lima Langkah meninggalkan gerbang kota, tiba-tiba Sima Yong merasa sebuah sambaran angin diiringi hawa dingin pedang mengarah punggungnya. Sebuah bentakan menyusul serangan itu.
__ADS_1
"Akan ku congkel matamu...!!!"
Nampaknya pria itu menjadi tersinggung karena Sima Yong melirik kebelakang dan mencoba untuk melihat wajahnya. Tanpa melirik sedikitpun kebelakang, dan dalam posisi diam menanti tikaman pedang itu, Sima Yong menghentikan serangan itu.
Tuan muda itu terlihat terhenti di udara. Dia menjadi bingung kenapa tubuhnya menjadi kaku. Lalu kemudian serangkum hawa dingin keluar dari bagain punggung tubuh Sima Yong. Ketika otu tiba-tiba sebuah bayangan tipis Teratai es besar terlihat menerjang kearah tuan muda itu.
Tuan Muda itu menjerit lalu terlempar beberapa tombak kebelakang dengan darah muncrat dari mulutnya. Tuan muda itu pingsan di tempat dengan wajah yang terlihat terselimuti es tipis. Bibirnya menjadi sangat pucat.
“Tinggalkan pengobatan…”
Kembali sebuah serangan di luncurkan kearah Sima Yong yang masih berdiri tidak jauh dari pintu gerbang kota. Suara mencicit dari Pedang yang penuh hawa membunuh.
Menyusul suara cicitan pedang itu, sebuah sinar tipis nampak bagaikan jala keluar dari pemilik pedang dan membuat Sima Yong terperangkap didalam sebuah Teknik Array yang asing.
Masih dalam diam sqmbil membelakangi serangan pria setengah tua itu, Sima Yong terlihat seperti telah terperangkap array dan menjadi kaku. Praktisi Kuasi Alam Raja itu menjadi girang Ketika melihat sasarannya terperangkap Teknik array pedangnya.
“Matii….!!”
Dengan kejam pedang pria itu mengiris dan membelah punggung Sima Yong didalam array. Akan tetapi kegembiraan pria setengah tua itu pudar seketika. Tanpa dia ketahui asalanya dari mana, tubuhnya telah menjadi kaku dan semua anggota tubuh terasa membaal.
Pedang ditangannya sampai terjatuh ke tanah. Tubuhnya menjadi menggigil ketakutan. Aura penindasan yang keluar dari pria yang mengenakan doupeng itu mampu membuatnya terdiam dan kaku.
Sebuah lambaian tangan dilakukan secara samar oleh pria yang mengenakan Doupeng itu, lalu percikan ratusan Teratai salju kecil keluar dari tangannya. Ratusan teratai es itu jatuh ditubuh pria setengah tua itu.
Keadaan mengenaskan telah terjadi menimpa pria itu Ketika dirinya seketika merasa menggigil karena teratai es menggores seluruh tubuhnya dan membuat darahnya terasa membeku. Wajah pria itu terlihat pucat seperti manusia tak bernyawa.
“Teknik rahasia inti Es dari praktisi Alam Raja….”
“Siapa orang itu?? Dia sangat berani menyerang anggota Klan Wu”
“Biarkan saja, lagipula orang-orang Klan Wu itu tidak dapat mengenal tingginya langit dan dalamnya lautan dihadapan mereka. Biar mereka kena batunya kali ini”
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu terdiam. Adalah hal yang wajar melihat pertempuran di jalan-jalan atau di sudut jalan manapun di Kota Bintang Jatuh ini.
Akan tetapi kejadian berupa praktisi yang menggunakan hawa dingin es bahkan tanpa gerakan ekstreem adalah hal yang sangat baru bagi mereka.
Bagi praktisi di Wilayah Barat ini, apalagi di Kota Bintang Jatuh… untuk menemukan praktisi yang memiliki basis unsur Es amatlah hal yang sangat langka.
Bahkan bisa dikatakan tidak terdapat seorang pun yang memiliki basis kultivasi yang mengandung unsur es di Wilayah Barat sini.
Praktisi dengan kemampuan mengolah inti es adalah merupakan mitos yang berhubungan dengan Legenda Kaum Elf Avari yang misterius.
Sima Yong kemudian meninggalkan kedua orang yang sekarat di gerbang Kota Bintang Jatuh. Bukan urusannya jika kedua orang itu akan mati karena siksa hawa dingin yang dia tinggalkan.
Bukankah kedua orang itu tanpa alasan yang jelas ingin mengambil nyawanya? Apakah Ketika mereka akan mengambil nyawanya maka dia harus memberikan lehernya untuk di belah? Tentu tidak. Biarkan orang-orang kejam seperti itu merasakan pelajaran. Sima Yong tertawa dingin.
Setelah melepaskan doupeng nya, Sima Yong memasuki sebuah Gedung yang didepannya tertulis “Gudang Kemakmuran”.
Info dari Lin Hong bahwa Gudang Kemakmuran ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak didalam bidang jasa penjualan berbagai item berharga dan juga merupakan tempat lelang yang terkenal di Kota Bintang Jatuh.
Tidak perlu bersikap rendah hati di tempat brutal seperti ini, dimana kekuatan yang kuat akan menindas yang lemah.
“Aku ingin bertemu Patriak Gudang Kemakmuran dan melamar menjadi Master Tamu Simbol di Gudang harta ini”
Sebuah aura penindasan berkekuatan jiwa melanda benak seorang pria yang terlihat sebagai penyelia di Gudang Kemakmuran Kota Bintang Jatuh itu.
Pria dengan kultivasi Alam Spirit Agung awal itu jatuh tersungkur dilantai, dan kemudian dengan terbirit-birit masuk kedalam menemui Patriak Gudang Kemakmuran.
"Seorang Simbol Master Surgawi datang berkunjung ke Gudang Harta….." teriaknya melolong.
*Bersambung*
__ADS_1