Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kondisi Balai Harta yang sekarang


__ADS_3

Meirenyu pada akhirnya mendapat giliran untuk memasuki gedung yang di sebut "Menara Suar". Baru saja memasuki halaman utama, pemandangan sudah di suguhkan dengan tatanan taman yang membuat dia betul-betul terperangah..


"Baru saja memulai perjalanan memasuki ruang pamer, pengunjung telah disuguhkan dengan karya seni indah, dan membawa perasaan damai memabukkan"


Meirenyu dibuat terkagum-kagum, bahkan pada saat dirinya melangkahkan kaki kedalam Gedung Menara Suar itu,


"Well.. mari kita lihat bagian dalam gedung Lembaga Harta yang katanya paling terbaik di Benua Silver ini"


Begitu dia-Meirenyu menjejakkan kaki nya di bagian paling depan aula, dirinya langsung disambut ramah seorang gadis yang berpenampilan menarik.


"Tuan satrawan yang mulia.. selamat berkunjung di Aula Menara Suar yang termahsyur. Tolong beri tahu kami keperluan anda, maka Menara Suar akan membantu tuan untuk menemukan barang yang tuan idamkan"


"Begitu profesional" puji Meirenyu dalam hati.


Gadis itu lantas menyuguhkan minuman anggur dari nampan yang selalu dipegang di tangan kanannya.


Diatas nampan itu bukan hanya sekedar minuman, akan tetapi juga tersedia manisan buah-buahan sebagai pelengkap anggur yang kini mengalir di leher Meirenyu.


Sambil meraup beberapa manisan cherry, Meirenyu meninggalkan gadis muda yang kini mulai sibuk melayani rombongan lainnya.


Di bagian dalam ruang pamer dia melihat banyak rak pajangan yang memamerkan senjata-senjata roh peringkat rendah.


Meirenyu tidak terlalu tertarik dengan senjata-senjata peringkat rendah itu-di Benua Penyaringan Dewa senjata peringkat rendah seperti itu hanya menjadi mainan kanak-kanak, menurut dia.


Meskipun demikian, dia melihat banyak sekali praktisi- praktisi berbagai sekte dan klan yang sangat berminat dan tergila-gila akan benda-benda pajangan itu. Bahkan tidak jarang dia mendengar mereka saling bertengkar berebutan siapa yang paling berhak untuk membeli senjata roh yang di pamerkan.


Di sisi lain bangunan itu, ... Meirenyu bahkan melihat lima gadis dari Sekte Bunga Matahari itu tengah melakukan tawar-menawar sebilah pedang roh yang menurut pandangan dia, itu hanyalah sebuah rongsokan.


"Apakah orang-orang ini sedemikian bodoh? sampai-sampai mereka mau membeli benda-benda kelas bawah seperti itu?"


Meirenyu lupa.. dia saat ini berada di bagian Utara Benua Silver yang peradabannya tertinggal jauh dibanding wilayah lain, apalagi jika di sandingkan dengan Benua Penyaringan Dewa. "Terlalu jauh perbedaannya !"


"Mari kita melihat-lihat di sayap lain yang menjual kebutuhan kultivasi"

__ADS_1


Kini dia beralih ke bagian pil dan ramuan herbal. Meirenyu mengamati pil-pil peringkat rendah kelas satu, dua, tiga dan empat yang paling tinggi.


Meskipun pil-pil yang di pamerkan tidak menarik minat Meirenyu, namun satu hal yang dia tangkap adalah, semua penjaga yang melayani pelanggan amatlah profesioanl dan bersikap ramah menawarkan barang.


Rata-rata semuanya tenaga penjual itu menguasai jenis barang yang di pamerkan, sehingga dengan mudah menjawab pertanyaan yang di ajukan calon pembeli.


Secara iseng Mirenyu mengajak seorang gadis penjaga di sayap kiri gedung yang menjual pil dan ramuan herbal itu.


"Nona, aku melihat bahwa Aula Menara Suar ini memamerkan pil-pil hingga pil kelas tiga dan kelas empat. Dengan kehebatan pil kelas empat seperti itu, apakah Organisasi Menara Suar Kamu memiliki Alkemis yang khusus membuat pil dan ramuan langsung di Menara Suar ini?" tanya Meirenyu.


Gadis itu langsung bergegas mendekati Meirenyu dan dengan ramah dia memberikan penjelasan panjang lebar.


"Organisasi Menara Suar kami adalah sebuah organisasi yang menjadi cabang dari Organisasi dengan nama serupa dari Wilayah Tengah Benua Silver"


"Pemilik Menara Suar ini adalah kepunyaan Keluarga Tang yang menguasai perdagangan Obat-obatan di Wilayah Tengah. Mengenai siapa yang mengolah pil atau ramuan-ramuan herbal ini, Tuan Sastrawan tidak usah kuatir. Keluarga Tang sendiri dikenal sebagai salah satu keluarga kuno yang rata-rata anggota keluarganya adalah Alkemis"


Meirenyu mengangguk-angguk kepala seolah-olah dia paham. Lalu dengan bertingkah seolah-olah seorang pelanggan, dia membeli beberapa bahan herbal yang dapat digunakan untuk membantu pemulihan kesehatan jiwa Yu Long.


Ketika Meirenyu memasuki halaman gedung itu, terlihat halaman tak terawat karena jarang disentuh tangan-tangan penata taman.


"Mengapa tempat ini begitu merosot keadaannya? jauh keindahannya jika dibandingkan dengan kisah yang di ceritakan Master kami"


Tidak seorangpun menyambut kedatangan Meirenyu ketika dia memasuki aula. Kedatangannya hanya di sambut batuk-batuk kecil, lalu muncul seorang tua yang dengan berusaha terlihat bersemangat, mengucapkan salam...


"Selamat datang di Balai Harta, nikmati berbelanja di toko kami yang telah berdiri sejak dua ratus tahun di Utara sini"


Hanya Meirenyu satu-satunya pelanggan yang berada di dalam aula Balai Harta saat itu.


Meskipun hari telah petang dan sudah seharusnya lampu-lampu minyak dinyalakan, namun Meirenyu melihat; hanya sebagian dari keseluruhan lampu yang di nyalakan "Apakah mereka tengah berhemat?". Dia menuju sisi bagian penjualan senjata.


"Begitu banyak pajangan yang telah kosong, dan tidak diisi dengan barang-barang baru... lihatlah. Bahkan senjata yang di pamerkan bena-benar berkualitas sangat buruk.." mata Meirenyu jelalatan mengamati barang demi barang di atas meja pajangan.


Hati nya merasa pilu melihat bagian dalam Balai Harta yang menurut tuannya, dulu merupakan Lembaga lelang dan penjualan barang-barang kebutuhan prkatisi paling terkenal di Utara sini.

__ADS_1


******


"Tuan... adakah sesuatu yang menarik minat anda dari Balai Harta kami?" tanya laki-laki tua itu penuh harap.


Meirenyu menggelengkan kepala, diikuti mimik kecewa dari laki-laki tua itu.


"Siapa namamu orang tua?"


"Namaku Gu Wen. Aku adalah Bujang keluarga Yan sejak puluhan tahun yang lalu. Kini aku membantu di bagian pameran Balai Harta" kata Gu Wen sambil menjura kearah Meirenyu.


Meirenyu balas memberi anggukan kepala pertanda hormat. Di tangan kanannya dia menyodorkan sebuah token giok ke arah Gu Wen,


"Paman Gu... dapatkah anda menyampaikan pesan dan memberikan token giok ini kepada Tuan Yan Bai? Tolong katakan 'Aku telah kembali'"


Meirenyu memanggil Gu Wen dengan sebutan paman, walaupun dia sebenarnya berusia sangat tua. Namun ketika terjadi transformasi, Meirenyu telah memiliki wujud wanita dewasa usia akhir 30 an.. maka sudah seharusnya dia memanggil Gu Wen yang terlihat setidak nya berusia 70 tahun itu dengan sebutan paman.


Agak ragu Paman Gu itu tatkala melihat token di tangannya. Tuan Yan Bai, Patriak Balai Harta ini sedang dalam kondisi yang kurang sehat. Kesehatan Patriak mereka mulai menurun semenjak kemunculan saingan bisnis bernama "Organisasi Menara Suar" di Kota Azalea.


Dengan tatapan yang meyakinkan, Meirenyu sekali lagi memberi tahu Paman Gu..


"Tuan Yan Bai adalah seorang kenalan lama yang amat akrab dengan masterku sendiri. Token itu adalah tanda yang Tuan Yan Bai berikan kepada master, sebagai pertanda dia adalah Penatua tamu di lembaga ini" jelas Meirenyu.


Dengan mata yang terbelalak, Paman Gu menatap token di tangannya,


"Benarkah? Maafkan mata tua ku yang telah kabur ini. Sebenarnya aku bukanlah bagian dari Organisasi Balai Harta. Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya. Sebagai bujang keluarga Yan, aku sama sekali tidak tahu-menahu siapa saja Penatua di Balai Harta"


"Aku berdiri disini karena semua karyawan kami, telah di bajak dan di paksa ambil oleh Organisasi Menara Suar. Maafkan aku" suara tua itu terdengar penuh sesalan. Buru-buru Paman Gu meninggalkan Meirenyu seorang diri di aula yang kini menjadi sepi itu.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2