Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perpustakaan Klan Wu


__ADS_3

Elder Klan Wu itupun berbalik arah. Dia melangkahkan kakinya kembali masuk ruangan dimana Sima Yong berada.


“Aku setuju untuk bertukar informasi tentang Domain Elf Abu-abu”


   Wu Wangtian terlihat duduk di kursi konsultasi ruangan. Dia mulai berkisah,


“Seperti yang anda ketahui, bahwa puluhan ribu tahun yang lalu, Ketika kaum Elf berniat untuk berpindah ke suatu tempat disebelah ujung dunia yang bernama Valinor, beberapa kelompok Elf memisahkan diri di Pegunungan berkabut dan Pegunungan Biru”.


“Salah satu kelompok yang berpisah itu penyebabnya adalah Pemimpin mereka hilang. Karenanya itu kaum ini tidak meneruskan perjalanan ke Valinor malahan mencari Pemimpin mereka di pegunungan itu”.


 “Kelompok Elf Kaum Falmari ini menguasai Teknik Array yang sangat hebat. Dalam perjalanan pencarian itu kaum Falmary kemudian berbaur dengan Kaum manusia sehingga garis keturunan mereka menurun sampai saat ini’.


 “Kaum Falmary yang berbaur dengan manusia ini kemudian terbagi didalam dua kelompok lagi yaitu Klan Wu yang menguasai Teknik Array dan Klan Xia yang menguasai Teknik Sihir Elf kuno”.


 “Meski Klan Wu dan Klan Xia sama-sama ahli waris Elf abu-abu, akan tetapi jabatan Juru Kunci untuk membuka Domain Elf Abu-abu menjadi hak Klan Wu. Domain itu ditetapkan untuk dibuka 250 tahun sekali”.


 “Menurut teks kuno, didalam domain Elf abu-abu itu terdapat banyak sekali harta warisan dan sumber daya, terutama yang berhubungan dengan Teknik Array. Akan tetapi harta warisan yang sesungguhnya dari domain itu adalah, sebuah Warisan peninggalan Pemimpin Kaum Falmary yang menghilang di pegunungan berkabut dan pegunungan biru”


    Sampai disini Wu Wangtian berhenti sejenak. Dia menarik nafas. Sima Yong yang mendengar kisah itu langsung menjadi antusias. Namun dia berusaha untuk menahan diri,


“Apakah warisan Pemimpin Elf Abu-abu itu adalah sebuah Teknik array kuno?”


 “Bukan. Itu adalah sebuah Totem Elf…..” Wu Wang Tian menjelaskan.


“Totem Elf? Seperti apakah Totem Elf itu?” tanya Sima Yong.


 “Totem adalah suatu entitas (suatu keberadaan yang unik dan berbeda namun bisa dalam bentuk bukan fisik). Totem berfungsi mendukung kelompok yang lebih besar daripada satu orang individu. Dalam hal keluarga dan keturunan, apabila nenek moyang suatu Klan bukan manusia, maka hal itu disebut Totem. Biasanya kepercayaan ini disertai juga dengan dongeng Totemis”.


“Seperti Kisah Puluhan ribu tahun yang lalu tentang Elf, kaum itu berniat meninggalkan dunia dan berpindah ke Valinor karena pertikaian dengan Kaum Valar yang merusak ketentraman dunia. Perpecahan Elf pertama Ketika kelompok Elf ini beramai-ramai meninggalkan Kaum Elf Avari di Wilayah Utara dunia”


 “Kelompok Elf yang pergi itu membawa symbol Totem yaitu sebuah Topeng Totem yang terbuat dari Perunggu dan Emas. Totem Elf itulah yang dibawa oleh Pemimpin Kaum Elf Falmary”.


 “Menurut catatan kuno kami, Totem itu memiliki kekuatan Simbol Leluhur Kehancuran yang dapat dipakai untuk berperang melawan Kaum Valar. Totem ini akan memberi segel Simbol Kehancuran kepada pewaris Totem, disamping itu juga memberikan Teknik array kehancuran untuk melengkapi Totem”


 “Pemimpin Kaum Falmary yang hilang dan tersesat di Pegunungan berkabut atau pegunungan biru karena kutukan Totem itu. Totem itu seharusnya di pegang oleh Kaum Avari yang menguasai Teknik Sihir kuno”.


 “Esensi Sihir sejati Elf memang hanya menjadi bakat Kaum Avari. Kaum lainnya memiliki bakat dan warisan seperti kemampuan sebagai Array Master atau Renfiner Master. Konon Klan Xia yang terkenal dengan kemampuan sihir mereka, bukanlah apa-apa jika dibandingkan Kaum Avari”


“Menurut Teks kuno, suatu hari nanti Ketika kebangkitan ulang (reinkarnasi) Kaum Valar maka  dikhawatirkan Benua Silver ini akan berada dalam status bahaya. Namun karena keberadaan Kaum Valar dan dimana letak Negeri Ajaib (Wonderland) itu, tidak ada seorangpun yang tahu… maka Benua Silver masih baik-baik saja”


    Sima Yong tersentak, ini adalah kali kedua dia mendengar sesuatu tentang Negri Ajaib. Yang pertama adalah dari gadis yang memiliki kultivasi Alam Tanpa Batas yang bertempur melawan Macan Putih (baca bab 118 tentang Istana Vermillion).


 “Adapun mengenai penjelasan tentang domain Elf abu-abu : ketika telah memasuki domain terdapat sebuah array pembatas di Pegunungan Berkabut yang harus di hancurkan menggunakan kekuatan besar”.


 “Perkiraan kami gabungan antara praktisi Peringkat Alam Spirit Agung Puncak dan Alam Raja akan mampu menghancurkan array itu”


 “Namun syarat utama memasuki domain yang memberatkan adalah hanya praktisi di bawah usia 30 tahun saja yang dapat masuk. Pada akhirnya Klan Wu mengajak empat Sekte Bintang Lima lainnya untuk berpartisipasi dalam perburuan warisan ini”. (Hanya sekte Bintang Lima yang memiliki jenius ranah Alam Raja).


   Elder Wu itu telah selesai menceritakan rahasia warisan Elf Abu-abu. Sima Yong sendiri merasa bahwa informasi itu belum lengkap. Sepertinya dia berniat memata-matai Klan Wu dan mencoba membaca kebenaran itu di perpustakaan Klan Wu.

__ADS_1


   Setelah Wu Wangtian pergi setelah dengan membuat janji besok akan membawa dua bahan penulisan symbol Armor, Sima Yong sekarang sendirian di ruangan itu.


“Sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak tentang domain warisan itu”


    Jago kita membuat rencana nanti malam akan mengunjungi Klan Wu. Hal yang masih menjadi pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud Negri Ajaib itu? Dan penjelasan rinci mengenai Totem Elf?


    Sima Yong berniat untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi itu dengan mencuri baca di perpustakaan Klan Wu.


 *******


    Seperti biasa, Kota Bintang Jatuh yang hampir selalu di liputi malam itu tetap menyisakan keramaian dimana- mana. Kota yang menjadi tempat persembunyian kaum buronan itu tidak pernah beristirahat. Ketika Sima Yong menyelinap keluar dari Gedung Gudang Kemakmuran dengan mengenakan Doupeng… tidak ada seorangpun yang menaruh curiga dengan penampilannya.


    Tubuh Sima Yong berkelebat diantara bubungan perumahan penduduk, menuju kearah Selatan Kota. Klan Wu terletak di Selatan Kota Bintang Jatuh yang memiliki wilayah sangat luas. Setelah berlari beberapa saat, dia memasuki sebuah penginapan dan menyewa kamar disitu. Letak penginapan itu tepat berjarak 50 meter dari perkampungan mini Klan Wu.


    Pria itu kemudian bermeditasi didalam kamarnya, dan menunggu hingga tengah malam tiba. Tepat jam 12 malam, Sima Yong menggunakan Teknik Ramalan Jiwa dan melepaskan jiwanya dari tubuh fisik. Dia melayang menuju Klan Wu.


   Dengan bentukan Oracle Jiwa ditambah Kultivasi Jiwa di peringkat Surgawi Tiga, dengan mudah Sima Yong melewati penjagaan di dalam klan tanpa terdeteksi siapapun. Perpustakaan Klan Wu tidak terlalu sulit untuk didapati. Gedung itu merupakan sebuah bangunan bertingkat tiga dengan Papan Besar mencolok bertuliskan “Perpustakaan Klan Wu”.


    Pintu masuk perustakaan terlihat dikunci dengan sebuah array rumit. Hanya penghuni Klan bertoken khusus yang memiliki akses masuk kedalam Perpustakaan itu. Sima Yong menunggu dengan sabar dipintu luar perpustakaan. Dia menunggu seseorang yang akan memasuki Gedung itu dan kemudian dirinya akan ikut menyelinap masuk.


    Nasib keberuntungan memang berpihak kepadanya, dimana Ketika dia telah lama menunggu … saat itu pintu perpustakaan terbuka. Seseorang terlihat membuka pintu perpustakaan dari dalam dan akan keluar. Dengan cepat Jiwa Sima Yong menyelinap masuk kedalam perpustakaan sebelum array pengunci di aktifkan Kembali.


    Ketika berada didalam perpustakaan Klan Wu, Sima Yong berputar didalam perpustakaan sejenak Sima Yong memutuskan untuk mencari petunjuk. Ternyata bagian catatan Rahasia Klan berada di lantai dua. Dia melayang ke lantai dua dan mulai mencari-cari diantara sekian banyak Salinan.


    Mata Sima Yong terbentur ke suatu Salinan teks yang terlihat sangat kuno dan judulnya bertuliskan “Kaum Falmary”. Hati pria muda itu sangat gembira, akhirnya dia menemukan petunjuk. Ketika dirinya membuka teks kuno itu, Kembali dia terkejut.


    Isi Salinan itu sebenarnya kurang lebih sama dengan apa yang telah di ceritakan oleh Elder Wu kepadanya siang tadi. Hanya saja penjelasan rinci menyebutkan Totem itu adalah hanya keturunan Elf Avari yang mampu menggunakan Sihir murni dan kuno kaum kaum Elf yang dapat mengaktifkan Totem Elf.


    Penjelasan tentang Kaum Valar yang puluhan ribu tahun lalu mengacaukan Arda (Dunia) di masa kuno, hanya dijelaskan mereka berasal dari sebuah Negri yang disebut Negri Ajaib.


    Kemampuan dan teknologi orang-orang Kaum Valar ini sangatlah tinggi karena mereka mewarisi Teknik-teknik Kultivasi peninggalan Dewa-dewa kuno yang merupakan Praktisi Ranah Alam Immortal (keabadian). Mereka mampu membuat kapal-kapal roh berkecepatan tinggi, senjata-senjata roh mutakhir dan sebagainya.


    Kaum Valar ini hanya dapat dikalahkan Ketika oleh seseorang pengguna Teknik Pedang yang digabungkan dengan Formasi Array dan Simbol di Totem Elf.


    Patut disayangkan pada waktu itu Pemimpin Falmary membawa Totem sehingga niat pertempuran Elf Avari melawan Kaum Valar mengalami penurunan.


    Sampai disini Sima Yong berhenti membaca. Dia merenung dan membayangkan bahwa ternyata diluar sana masih terdapat praktisi-praktisi hebat dengan kemampuan yang jauh diatas dirinya. Padahal untuk ukuran Wilayah Barat Benua Silver ini, kemampuan Sima Yong didalam Teknik Dao Pedang dan Dao Mental terbilang masuk kategori elit.


“Memang benar kata orang bijak… diatas gunug selalu terdapat gunung yang lebih tinggi. Diatas langit selalu terdapat langit yang lebih tinggi….”


“Sepertinya perjalananku mengejar Dao Keabadian ini masih panjang” dia menghela napas penuh beban.


    Sementara dirinya merenung-renungkan diri dilantai dua perpustakaan, dirinya mendengar suara kaki yang dengan pelan melangkah menaiki tangga lantai dua. Sepertinya seorang praktisi dengan kemampuan tinggi mulai nampak di ujung tangga lantai dua.


 “Ras iblis…!!” batin Sima Yong Ketika melihat sosok bertanduk itu.


“Dan dia berada di ranah Alam Raja…” Sima Yong bertambah terkejut.


    Sima Yong diam dan tidak bergerak sama sekali. Dia tidak ingin menarik perhatian. Ras iblis itu terlihat seperti mencari-cari sesuatu di bagian rahasia perpustakaan. Sosoknya berdiri tidak terlalu jauh dari Sima Yong.

__ADS_1


    Sima Yong berusaha untuk menahan nafas. Sementara itu, ras iblis itu terlihat seperti mulai gelisah. Ras iblis itu tiba-tiba menatap kearah mana Sima Yong berdiri. Sepertinya dia merasa ada sesuatu di tempat yang mana Sima Yong berada, dan terasa sedang mengawasi dirinya.


    Ketika ras iblis itu baru saja akan bergerak untuk memeriksa tempat dimana Sima Yong berdiri, sebuah kentongan terdengar berbunyi membelah malam. Disusul kemudian dengan teriakan,


“Penyusup… seseorang menyusup ke dalam perpustakaan sekte…!!”


   Ras iblis itu seketika lupa akan niat awalnya untuk menyelidiki tempat dimana Sima Yong berdiri. Dengan sekali lompatan tubuh iblis itu menghiang dan dia telah berada di array pintu masuk perpustakaan. Sosok Sima Yong dalam bentuk jiwa transparant dengan cepat mengikuti dari belakang.


   Terlihat Ketika ras iblis itu mengerahkan tenaga menghancurkan array penghalang di pintu perpustakaan.


“Baam….” Array itu porak poranda dan sosok iblis itu melesat pergi.


 “Dia adalah praktisi Alam Raja Bintang tiga…” Sima Yong bergegas meninggalkan perpustakaan itu. Oracle Jiwanya terburu-buru kembali ke penginapan dan kemudian menyatukan jiwa dengan tubuh fisiknya.


    Dengan kecepatan tinggi Sima Yong melarikan diri kearah berlawanan dari Gudang Kemakmuran. Ada banyak ahli Alam Raja di Klan Wu. Terlalu berbahaya jika bersembunyi di penginapan itu dan terlalu mencurigakan jika dia berlari kearah Gudang Kemakmuran.


    Ketika dirinya tengah berlari menghindar dari Klan wu… dia merasa di kejar oleh seseorang yang memilik kultivasi alam Raja. Sima Yong melirik kebelakang,


“Wu Wangtian… tas tua itu memburu diri ku”


    Kejar-kejaran menggunakan light skill (ilmu ringan tubuh), disusul dengan praktek Teknik penerbangan dilakukan oleh dua praktisi Alam Raja. Penerbangan dilakukan setelah mereka telah keluar dari Kota Bintang Jatuh. Setelah satu jam saling kejar-kejaran di udara, di depan mereka mulai tampak sosok ras iblis yang Sima Yong jumpai di perpustakaan Klan Wu tadi.


    Serangkum kekuatan berhawa panas terlihat keluar dari Wu Wangtian Ketika pria itu merapalkan mantra dan sebuah Teknik array yang membentuk cendawan raksasa mengurung mereka hingga area hingga lima ratus meter. Sima Yong dan ras iblis itu terperangkap dalam array rumit.


    Karena mereka telah terkunci didalam array maka Sima Yong, ras iblis dan Wu Wangtian kemudian terlibat pertempuran sengit. Aura membunuh terpancar kemana-mana.


    Pertempuran ganas dan mematikan diantara tiga ahli Alam Raja itu terjadi di kegelapan malam di ujung dunia Benua Silver. Tidak dapat ditentukan siapa yang unggul diantara ketiganya karena masing-masing menyimpan Teknik pamungkas.


    Jika seandainya seseorang menonton pertempuran diantara tiga praktisi itu, mereka pasti mereka akan menggigil gemetar. Semua power dan Teknik yang digunakan ketiga orang itu adalah Teknik kelas atas dan dan langsung mematikan Ketika terkena serangan.


    Setelah satu jam bertempur, ras iblis itu mendengus dingin,


“Hahaha… cukup sudah pemanasan ini. Aku tidak memiliki waktu lama untuk bermain-main dengan kalian”


 Iblis itu kemudian bersiul dengan sangat nyaring, Ketika bibirnya mengucapkan mantra,


“Niat Pedang Level Tiga…!!!”


   Sebuah Aura Pedang raksasa keluar dari tubuhnya dan menghujam dengan brutal kearah Sima Yong dan Wu Wangtian.


    Sima Yong sendiri adalah praktisi yang memahami Niat Pedang sehingga buru-buru dia merapalkan Teknik Niat Pedang miliknya untuk pertahanan. Dirinya terbebas dari serangan mematikan itu Ketika Niat Pedangnya memotong silang Niat Pedang lawan.


    Malang bagi Wu Wangtian, meskipun terselamatkan serangan utama Niat Pedang ras iblis (Sima Yong telah memblokir lebih dulu dengan Niat Pedang miliknya)… Wu Wangtian terlempar jauh dengan kondisi memuntahkan darah segar dari mulut. Sisa Niat Pedang iblis itu terlihat dengan sombong merobek array hingga tidak berbekas.


    Ras iblis itu kemudian terbang menghilang dengan tatapan penuh pertanyaan ke sosok Sima Yong yang bersembunyi dibalik doupeng.


“Kita pasti akan bertemu lagi… anda salah satu praktisi yang memahami niat pedang…” suara iblis itu terdengar di telinga Sima Yong. Dia berbisik menggunakan transmisi suara.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2