
"Jangan hakimi kehidupan gelap ku di banding kehidupan terang ku. Karena bagaimanapun itu. aku selalu berusaha menjalan peran ku dengan baik di dunia yang penuh sandwara ini"
Quotes by Yu Mian
******
Pagi hari itu Sima Yong bertolak menuju Kotaraja Ju Ying. Kota Ju Ying adalah Ibukota dari Kekaisaran Rajawali Agung salah satu kekaisaran yang paling berpengaruh di Wilayah Tengah benua ini.
Sesampainya di Kotaraja Ju Ying, dirinya tidak langsung mencari hotel atau penginapan untuk menginap. Kegiatan yang dilakukan dirinya adalah berjalan-jalan menikmati keindahan Kotaraja Ju Ying. Banyak sekali bangunan-bangunan berarsitek menawan yang disaksikan Sima Yong.
“Kotaraja Ju Ying memang layak di sebut ibukota kekaisaran” pikir nya
Dan seperti wisatawan pada umumnya, Sima Yong juga berkunjung ke tempat-tempat wisata seperti danau buatan, taman kota dan tempat bersejarah di Kotaraja itu. Dia juga mengagumi keindahan bangunan-bangunan istana milik pejabat kekaisaran yang terlihat tertata rapih.
“Itu adalah istana kediaman Mentri Tata Kota Xu Bibin” jawab seorang pria Ketika Sima Yong menanyakan siapa pemilik Istana Megah dihadapannya.
Lalu dia juga melewati sebuha bangunan mewah yang terlihat banyak sekali di kunjungi praktisi beladiri dan pejabat-pejabat kaisaran.
“itu adalah Asosiasi Bintang Harta??” pikir Sima Yong setelah melihat papan nama bangunan mewah tersebut.
Sebagai praktisi atau seniman bela diri, Sima Yong amat tertarik untuk memeriksa barang-barang berharga di tempat Lembaga pelelangan dan Lembaga penjualan seperti itu.
“Kelak aku akan berkunjung ke tempat itu jika pekerjaanku telah selesai.
Pria muda itu lalu mencari tempat penginapan yang menurutnya tidak akan menarik perhatian. Tentu saja sebagai Kotaraja kekaisaran, terdapat banyak sekali pilihan yang dapat dirinya seleksi sesuai keinginannya. Sebuah penginapan kecil Bernama “Penginapan Harmoni” menjadi pilihannya.
“Saatnya makan”.
“Aku benar-benar sangat kelaparan. Sejak kemarin aku belum mengkonsumsi satupun makanan bergizi” pikir Sima Yong.
Dia serta-merta mencari rumah makan yang cocok dengan seleranya.
>>>>>>
Yu Mian adalah seorang Wanita sederhana yang selalu terlihat berbahagia. Dengan usianya yang saat ini 40 tahun (itu adalah pengakuan Yu Mian), Yu Mian amatlah diliputi rasa bahagia
Bagaimana tidak? Dia yang cukup berumur itu dilamar oleh seorang pria muda usia 29 tahun. Pria itu memang memiliki roman muka yang biasa saja. Akan tetapi kebaikan hati dan kegigihannya mengejar Yu Mian untuk menjadi isteri, membuat Yu Mian luluh dan bersedia menjadi isterinya.
Dua tahun yang lalu mereka berdua akhirnya menikah didalam upacara sederhana yang hanya dihadiri tetangga tempat usaha rumah makan yang dikelola Yu Mian. Yu Mian sendiri hidup sebatang kara, sedangkan suaminya kebetulan tidak memiliki satupun kerabat di Kotaraja ini.
Meskipun usianya terbilang cukup berumur, namun karena penampilan murah senyum dan sifat lemah lembutnya membuat Yu Mian terlihat seperti gadis berusia 34 tahun saja. Ah… andai saja orang-orang tahu usia sebenarnya dari Yu Mian, mereka pasti akan lebih terkejut lagi.
Siang itu rumah makan cukup besar kecil yang dikelola Yu Mian Bersama suaminya terlihat amatlah ramai. Barangkali karena saat sekarang memang adalah waktu yang tepat untuk orang-orang mengambil kesempatan sebagai jam makan siang, sehingga rasa lapar memancing orang silih berganti memasuki Rumah Makan “Selera Bangsawan” itu.
***
“Aku ingin menambah pesanan. Tolong seseorang membantu mencatat pesananku” teriak sekelompok tamu yang kelihatannya adalah kaum praktisi beladiri.
“Tolong pelayan agar secepatnya melayani kami di meja bagian sini. Tambah arak dan juga beberapa hidangan” teriak tamu rumah makan yang lain.
Meskipun terlihat lelah melayani keinginan tamu yang berbagai macam, Yu Mian tetap memasang senyum di wajah lembutnya sehingga terkadang tindakan ramah itu membantu mendinginkan hawa panas tidak ingin mau mengalah diantara tamu rumah makan.
Pelayan-pelayan rumah makan juga akan menarik nafas lega, ketika nyonya pemilik rumah makan yang sifatnya sederhana dan murah hati itu turut membantu kesibukan mereka jam makan siang yang ramai itu.
Disalah satu bagian meja yang padat di rumah makan Selera Bangsawan itu….
Sima Yong tampak memesan semangkuk sayuran dan nasi serta minuman air dingin biasa. Agar membuat kesan pesananya tidak sederhana dan tidak terlalu mencolok, dia juga menambah pesanan beberapa hidangan kue-kue dan buah-buahan.
Kini di mejanya tersedia banyak makanan dan terlihat cukup royal layaknya meja tamu-tamu lainnya. Setelah kenyang dan selesai makan, dia memanggil salah satu pelayan…
“Tolong berikan ini kepada Nyonya Yu Mian, pemilik rumah makan ini” Kata Sima Yong.
Pelayan laki-laki itu langsung berbinar sinar mata nya ketika menerima selembar kertas yang tersegel disertai tip 10 blue manna. Itu bukan jumlah yang kecil untuk tip
__ADS_1
“Terima kasih tuan muda… anda amatlah royal…..” kata pelayan itu.
Wajahnya kontan terlihat kosong ketika Sima Yong membuat Gerakan kecil dengan tangan. Tiba-tiba saja dia merasakan semua ingatannya mengenai pria baik hati yang memberi tip itu menghilang.
Buru-buru dia mengambil bayaran, tip dan kertas pesanan pria tadi sambil berulang kali berpikir keras….
“Mengapa tiba-tiba aku menjadi lupa akan citra wajah pria baik hati itu??”.
Merasa kaget dengan pikirannya yang mendadak ling-lung dan melupakan beberapa hal, secara terburu-buru pelayan itu menemui Nyonya Yu Mian dan menyampaikan kertas berisi pesan tersebut.
“Nyonya… ada seseorang memberikan ini kepadaku dan meinta agar disampaikan kepada anda” Kata Pelayan itu.
Yu Mian mendadak berubah air wajahnya Ketika melihat sampul surat yang terdapat logo kunci berwarna platinum.
Dia segera mengambil kertas tersebut lalu mengoyak dan membaca pesan didalamnya….
“Tengah malam di taman Kota” terdapat gambar kecil berbentuk “Cakar Kelelawar”.
Yu Mian menyobek kertas itu dengan wajah yang dibuat sewajarnya. Namun perubahan keceriaan wajahnya tertangkap basah oleh suaminya yang langsung berusaha menghiburnya….
“Apakah yang kamu sedih isteriku? Bukankah hari ini pelanggan kita cukup banyak??”
Yu Mian memutar tubuhnya dan menghadap wajah suaminya. Dengan lembut dia berkata,
“Tidak terjadi sesuatu yang berarti suamiku. Kebetulan seseorang tamu pengunjung mengirimkan surat ungkapan terima kasih. Dia memuji hidangan kami di Rumah Makan ‘Selera Bangsawan’” jawab Yu Mian lembut.
Suaminya mengecup kening Yu Mian dan berkata,
“Syukurlah. Hidangan kami menjadi senikmat ini karena anda sebagai isteri selalu memberi support kepadaku sebagai juru masak di rumah makan ini”
Yu Mian memeluk erat suaminya yang rupanya bertugas sebagai salah satu juru masak di rumah makan milik mereka. Mata nya tertutup, namun pikirannya mengembara…
>>>>>>
Dan itu benar sekali… malam itu dia berdiri didalam balutan pakaian serba hitam Raja Kelelawar, menunggu seseorang di tengah Taman Kota Rajawali Agung. Sosoknya terlihat begitu sabar berdiri dalam tiupan angin malam yang dingin.
Sekonyong-konyong, sebuah aroma harum Jasmine (Melati) menyeruak di tengah-tengah dinginnya angin malam. Jika orang biasa mencium aroma seperti itu, mereka akan mengira itu adalah aroma yang dikeluarkan inblis malam hari.
Raja Kelelawar hanya mendengus dingin ketika aroma lembut itu terasamenyerang seperti akan memenuhi paru-parunya.
Dia menatap dengan dingin kearah sebuah karakter yang muncul dari kegelapan malam. Sosok itu adalah seorang Wanita cantik yang mengenakan riasan tebal sehingga orang akan kesulitan untuk menerka usianya.
Rambut Wanita itu tidak diikat sedikitpun, melainkan terurai lepas menyerupai Wanita penggoda, dan dia membiarkan rambut halusnya menjuntai bergoyang diterpa angin malam.
Jika orang melihat dari bentuk yang sintal dan padat dibalik pakaian yang tipis menerawang itu… orang akan menerka bahwa kemungkinan perempuan itu berusia 29 atau 30 tahun. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa Wanita cantik ini adalah pemilik rumah makan “Selera Bangsawan” di Kotaraja.
Bahkan orang-orang tidak akan pernah menyangka bahwa Wanita lembut pemilik rumah makan itu memiliki nama lain dikalangan Kultivator yaitu “Bidadari Berwajah Kumala”. Dia adalah salah satu Jendral diantara lima pangkat Jendral Organisasi Berbahaya Dong Xing.
>>>>>>
“Salam hormat kepada Bianfu Wang” figure Wanita cantik itu membungkuk hormat dalam sikap yang lembut kepada Raja Kelelawar.
Raja Kelelawar hanya menganggukkan kepala tanpa menoleh sedikitpun.
“Ceritakan semua pengamatanmu terhadap Mentri Tata Kota, Xu Bibin” kata nya dengan suara yang dalam.
“Dan langsung pada intinya, karna kamu tahu bukan? Aku tidak suka berbasa basi” kata Raja Kelelawar dingi.
Kedua orang ini melanjutkan pembicaraan mereka menggunakan transmisi suara.
>>>>>>
“Xu Bibin… Mentri Tata Kota Kekaisaran Rajawali Agung, beberapa tahun lalu bertemu seorang Wanita cantik dari Negri Matahari Timur Bernama “Bishojo” di rumah Bordil. Gara-gara terpikat akan kecantikan Wanita asing itu, selanjutnya Xu Bibin mengambil Bishojo sebagai selirnya”
__ADS_1
“Berkat kecantikan dan kepintaran mengambil hati Xu Bibin diatas ranjang, maka tidak membutuhkan waktu yang lama, Bishojo diangkat menjadi selir utama yang semua keinginannya selalu diikuti Mentri Xi Bibin”
Bidadari Wajah Kumala diam sejenak……..
“Kenyataan sebenarnya Bishojo adalah seorang ninja mata-mata yang dikirimkan Negri Matahari Timur untuk mencari seseorang pejabat kekaisaran yang dapat menjadi agen ganda dari negri tersebut. Kini Xu Bibin telah 100% dikuasai Kekaisaran Matahari Timur, dimana dia banyak menyusupkan Wanita-wanita cantik dari negri itu ke ibukota. Umumnya semua wanita-wanita ini adalah mata-mata yaitu merangkap ninja dari klan-klan ternama negri tersebut”.
“Kondisi istana kediaman Mentri Xu Bibin, dipenuhi penjaga dari Sekte Ras Mogui yaitu Kuil Teratai Putih yang diketahui selalu memusuhi Kekaisaran Rajawali Agung”.
“Salah satu praktisi terkuat yang melindungi Mentri Xu Bibin bernama Mo Huo yang berkultivasi di Alam Pencerahan Suci Puncak lev 9. Sebagai ahli papan atas Kuil Teratai Putih, Mo Huo ini mampu mempraktekkan Teknik semacam ilusi mengeluarkan api dari mulutnya. Teknik nya itu dikenal dengan nama “Hi No Chakura” atau Cakra Api”.
“Itu adalah Teknik Cakra yang dikembangkan dari Teknik Ninja di Negri Matahari Timur. Nampaknya Sekte Kuil Teratai Perak telah menjalin hubungan dengan Ahli-ahli negri Matahari Timur untuk menggulingkan Kekaisaran Rajawali Agung di wilayah Tengah ini” Kata Bidadari Wajah Kumala mengakhiri laporannya.
Sinar mata Raja Kelelawar terlihat menyala…. Nafsu membunuh terpancar dari matanya…
“Bagus…. Aku puas dengan pekerjaan anda Bidadari Wajah Kumala. Penjelasan anda amat terperinci”.
Jeda sebentar…….
“Besok malam adalah malam pembasmian Istana Mentri Xu Bibin. Ijinkan aku menawari anda suatu pekerjaan”.
“Apakah anda mau ikut berpesta denganku?”
Wajah perempuan itu menampakkan raut terkejut. Tidak biasanya Raja Kelelawar yang angkuh itu mau berbagi pekerjaan dengan siapapun. Patutlah Raja Kelelawar itu bersikap angkuh. Dia memiliki kultivasi yang amat tinggi dengan teknbik-teknik aneh yang membuat semua orang takut dengannya.
Dengan halus perempuan cantik itu menjawab….
“Tentu saja aku bersedia Bianfu Wang… akan tetapi, maafkan aku untuk bertanya. Apakah dalam hal ini aku akan memperoleh kompensasi?”
“Bukankah ini adalah proposal anda semata??” wajah perempuan itu terlihat seakan gadis lugu yang tersipu malu. Akan tetapi itu adalah pertanyaan yang wajar.
Raja Kelelawar mendengus dingin lalu berkata,
“Organisasi telah mengatur. Jika anda membantu aku membereskan permasalahan ini maka 50.000 Blue Manna akan menjadi bagian anda”.
“Namun jika anda berhasil membawa kepala Ninja perempuan bernama Bishojo, maka 100.000 blue manna adalah bagian anda”
Raut muka Bidadari Wajah Kumala itu semakin cerah
“Terima kasih kemurahan anda Bianfu Wang. Maka aku akan bergabung besok malam untuk berpesta dengan Bersama Bianfu Wang…”
“Tengah malam besok aku menunggu anda di tempat ini” kata Raja Kelelawar dan bersiap untuk berlalu.
“Tahan Bianfu Wang… “ kata Bidadari Wajah Kumala.
Tanpa berbicara, Raja Kelelawar memberi kode untuk perempuan itu berbicara…
“Er… mengenai kehidupan nyataku… bisakah anda tidak membocorkan keberadaan kehidupan nyataku kepada Jendral yang lain?? Aku hanya agak kuatir kuatir dengan suamiku”.
“Dia bukanlah seseorang yang mengerti dengan dunia Kultivator semacam ini” suara perempuan itu terdengar melemah…
Raja Kelelawar tertawa kecil. Lalu dia menjawab pertanyaan Bidadari Wajah Kumala,
“Anda tidak perlu kuatir. Selain aku dan Master Qian, tidak ada seorangpun yang mengetahui kehidupan nyata kalian empat Jendral lainnya”
“Dan lagi… peraturan ketat organisasi yang melarang saling mengenal satu sama lain, dan terlebih sifat pribadiku yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, dalam hal ini dapat membuat anda lega menjalani kehidupan normal anda” Kata Raja Kelelawar…. Bidadari Wajah Kumala menarik nafas lega.
Lalu segumpal asap menelan Raja Kelelawar sehingga membuatnya menghilang dari pandangan Bidadari Wajah Kumala.
Tidak lama kemudian dalam lompatan yang amat cepat, perempuan itu ikut menghilang di kegelapan malam… menyisakan aroma lembut Jasmine (melati) yang keharumannya bertahan hingga dua jam lamanya ditempat itu.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.