Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Organisasi Menara Langit


__ADS_3


Sementara itu, jauh dari Puncak Biru Sekte Pedang Awan yang jaraknya hingga 10 ribu kilometer, tepatnya di Ibukota Kekaisaran Great Ying yaitu Kota Azalea yang sangat ramai dan sibuk.


Di salah satu bangunan tinggi yang dibangun tinggi menyerupai pagoda yang memiliki 5 lantai tingginya, seorang pria dengan pakaian ringkas serba hitam nampak terburu-buru naik ke puncak tertinggi bangunan itu yaitu lantai 5. Sesampainya diantai 5 dia memberi hormat kepada seorang pria yang nampak sedang duduk membelakanginya, tertutupi tirai putih sehingga menyamarkan wajah dan perawakannya. Gedung itu adalah pusat Organisasi Rahasia yang bernama Organisasi Menara Langit.


“Lapor Tuan, kami telah memperoleh informasi mengenai hasil sementara turnamen jenius di Sekte Pedang Awan. Dari dua kali babak awal dan telah dapat dipastikan kemunculan seorang Bintang Baru di Sekte Pedang Awan itu” kata pria berbusana ringkas hitam itu.


“Dari dua babak masing-masing dimenangkan oleh Zhao Changyi dari Puncak Biru dan seorang remaja Bernama Wang


Yong dari Puncak Hijau”


“Wang Yong? Aku belum pernah mendengar namanya. Apakah di merupaka Kuda Hitam di Turnament Sekte Pedang Awan kali ini? Rasanya ditahun-tahun kemarin belum terdengar nama itu”


“Benar Tuan. Dia adalah seorang murid angkatan baru di Menara Hijau Sekte itu. Menurut informasi dia adalah Master Symbol segel 4. Dan dia sangat mahir memanipulasi ilusi dalam pertempuran menggunakan energi mental”


“Baiklah. Meskipun dia adalah Kuda Hitam pada kompetisi tersebut, namun aku belum akan memasukkan Namanya didalam peringkat 20 Naga Tersembunyi Kekaisaran Great Ying. Teruslah kalian memantau informasi dan kabari aku begitu ada berita terbaru dari turnament jenius itu"


"Aku akan segera menerbitkan peringkat baru Naga Tersembunyi Kekaisaran Great Ying begitu hasil final telah ada” kata sosok pria dibalik tirai tersebut"


Lalu kemudian setelah pria berbaju hitam itu pergi dari lantai 5, sosok dibalik tirai itu mengguman.


“Apakah akan terjadi keajaiban dari Sekte Pedang Awan ? Apakah Raja Pedang baru akan muncul dari sekte spesialisasi pedang itu? Tidak sabar rasanya menantikan kehadiran Raja Pedang Baru”


**********


Kembali ke keramaian di Puncak Biru Sekte Pedang Awan, Penatua Du weiheng Kembali membacakan pengumuman,


“Setelah 4 kontestan awal telah berlaga lalu diberikan kesempatan untuk beristirahat selama 1 jam, maka babak ketiga ini yang akan naik arena untuk bertanding adalah Wang Yong dari puncak Hijau melawan Hu Yat Sen dari Puncak Kuning”..


Sebelum menaiki arena, Hu Yat Sen mendekati temannya Guo Ying dan menepuk pundak Guo Ying. Dia membisikkan kata-kata yang mana mengatakan bahwa dirinya akan membalas kekalahan Guo Ying dari Wang Yong, dan berniat mempermalukan Wang Yong dengan sekali serangan nanti.


Diatas panggung, Wang Yong dengan serius memperhatikan gerak gerik Hu Yat Sen. Kabar yang dia dengar bahwa Hu Yat Sen pernah mengalahkan lawan yang berada di ranah kultivasi Alam Kondensasi Roh 3. Tentu saja Wang Yong harus menganggap serius Hu Yat Sen karena itu. Seorang di Alam kuasi Kondensasi Roh yang mampu menaklukkan lawan di Alam Kondensasi Roh 3 tidaklah sosok yang dapat dianggap sederhana. Apalagi ada pepatah yang berkata bahwa semakin rumit dan sulit sebuah senjata digunakan, semakin berbahaya si pemakai senjata tersebut.


Dua pedang kembar berwarna putih bagaikan salju itu kabarnya dimainkan dengan Teknik Blade Dancer oleh Hu Yat Sen. Sehingga Ketika pedang ditangan kanan bergerak maka lawan harus bersiap untuk serangan beruntun dari pedang di tangan kiri.


Ketika aba-aba pertanda kompetisi dimulai, kembali arena di puncak Pedang Awan di selimuti dua sosok dengan sinar pedang yang berkelebat saling menyerang.


Masih dengan mennggunakan Teknik seribu Hujaman Pedang dan kelenturan tubuh dari Teknik Serangan Elang Peregrine, Wang Yong terlihat sibuk menghindari serangan sepasang pedang yang keluar bagaikan air mengalir. Bahkan dia belum diberikan kesempatan untuk mengeksekusi teknik pedang defense dan serangan Jendral Perang Menghujam Seribu Pedang.

__ADS_1


Serangan beruntun tiada henti-hentinya. Mengalir dan mengalir sehingga Wang Yong sama sekali belum memiliki kesempatan mengeksekusi Teknik Serangannya.


Hu Yat Sen dari jarak jauh terlihat bagaikan seorang penari lincah yang dikelilingi salju putih. Kilau dari sepasang pedang putihnya membuat efek seakan-akan dia tengah menari diikelilingi salju. Teknik Blade Dancer itu benar-benar merupakan teknik serangan tingkat tinggi.


Wajah tampan itu demikian lincah dan selalu mengarahkan sepasang pedang putih mencari sasaran yaitu bagian dada, perut dan batang leher Wang Yong. Kadang tubuh Hu Yat Sen berjumpalitan sambil memutar vertical pedang kanan dan dalam se persekian detik pedang ditangan kiri menyusul berputar vertical kearah tubuh Wang Yong.


Wang Yong mulai keteteran menghadapi serangan beruntun itu. Sementara disudut bagian kursi penonton, wajah Fengyin sudah merah padam karena kesal dan khawatir melihat keadaan Wang Yong. Dalam hatinya dia menggerutu, seandainya kakak Wang Yong menggunakan Teknik Pedang Elf berperingkat bumi itu, bahkan Wang Yong akan mampu membunuh Hu Yat Sen Si pesolek itu. Fengyin benar-benar merasa gemes dan ingin menusuk Hu Yat Sen hingga mati seketika.


Hingga pada suatu Ketika Hu Yat Sen berteriak dengan keras,


“Retak….!!!”


Pedang ditangan kanannya berhasil mendaratkan tebasan di bagian lengan kiri Wang Yong, sementara pedang tangan kirinya telah berputar vertikal, bersiap untuk melanjutkan serangan tebasan lanjutan. Beruntung Wang Yong memanfaatkan Teknik Elang Peregrine sehingga tubuhnya terlontar kebelakang, melesat untuk menghindar.


Wang Yong meraba lengan kanannya yang terlihat segaris irisan pedang merobek baju dan kulit lengannya. Darah menetes ketika dia mencoba meraba lengannya itu. Sambil menahan perih, Dia mengerahkan kekuatan mental... tubuhnya melayang kedepan dan melesat cepat. Kali ini dia tidak akan memberi kesempatan kepada Hu Yat Sen untuk memainkan Teknik blade dancer lagi.


Dalam keadaan melayang kearah Hu Yat Sen, bibir Wang Yong terlihat bergerak komat-kamit. Lalu kemudian dengan suara yang sangat keras mengandung Energy Mental Pseudo Perfect, (suara yang sangat keras hingga menggoncang benak dan membuat jantung semua penonton bergetar) dia berteriak.


“Hiise Mori….!!”


Sebuah kata-kata kuno yang aneh dan tidak dipahami semua orang terluncur menggunakan energy mental. Bulu kuduk Hu Yat Sen seketika itu langsung meremang. Bahkan efek aneh dan membuat bulu kuduk meremang itu berlaku kepada semua murid sekte maupun tetua sekte yang sementara menonton.


Semua praktisi bela diri dengan tingkat kultivasi di bawah Ranah Alam Roh Yang Tercerahkan merasakan langit seakan akan berubah menjadi remang-remang tertutup sebuah awan yang tebal.


Terkejut... semua terkejut....


Adapun Hiise Mori yang berarti Kabut Hitam adalah kalimat dalam Bahasa Elf Kuno yang dibaca Wang Yong ketika meminjam Buku Tentang telaah dunia Elf dari perpustakaan sekte. Wang Yong teringat bahwa pengajaran didalam buku itu menyebutkan bahwa Teknik Pengolahan Energy mental akan lebih besar efeknya ketika diucapkan dalam Bahasa Elf. Sayangnya hanya terdapat sangat sedikit kata-kata dalam Bahasa Elf didalam buku itu. Dari semua kata yang dihafal, Wang Yong membuat mantra baru menggunakan energy mentalnya.


Sementara itu di area kursi Vip, para Master Puncak dan Sekte Master mengerahkan Qi ke dalam hati dan benak mereka untuk menepis efek mantra yang diucapkan Wang Yong.


Setelah mereka mengerahkan Qi kedalam hati dan benak mereka, keadaan kembali menjadi jernih. Yang terlihat di depan mata yaitu di arena adalah kehampaan dalam sunyi, tanpa kabut maupun efek remang-remang seperti sebelummya. Di arena terlihat Wang Yong berdiri dalam diam sementara Hu Yat Sen berdiri dengan wajah yang terlihat sangat shock. itu semua dalam diam. Bahkan penonton pun terdiam dalam cekam.


Master Zuo Zhuting tidak merasakan efek apapun karena sebagai symbol master peringkat Bumi 4 beliau dengan mudah menyingkirkan ilusi yang tadi mencoba menyerang benaknya. Wajahnya teelihat tersenyum ringan. Dalam hati dia membatin,


“Anak nakal itu mulai berulah, bahkan da menggunakan Bahasa Elf yang kuno. Aku sungguh merasa iba melihat bocah Hu Yat Sen itu. Serangan mental ini adalah serangan berkekuatan Pseudo Perfect (Kuasi Sempurna). Jika bocah mermarga Hu itu tidak mengaku kalah, aku khawatir dia akan menjadi gila”


Master Zuo benar-benar prihatin melihat serangan mental yang diberikan Wang Yong.


“Maafkan aku Saudara Zuo, apakah dampak serangan mental muridmu itu tidak akan berdampak apapun terhadap murid Puncak Kuning ku?” Dengan hati-hati karena takut membuat tersinggung seorang Symbol Master Bumi, Master Wen Yu Puncak Kuning mengemukakan pertanyaan.

__ADS_1


Dengan mendengus kecil Master Zuo menjawab pertanyaan Master Wen Yu,


“Hmm… sebaiknya muridmu itu mengaku kalah, jika dia berkeras melawan serangan mental seorang Segel Master 4 yang memiliki kekuatan mental Pseudo Perfect, aku tidak menjamin yakin akan mampu membantu menyembuhkan mentalnya nanti. Kemungkinan dia bisa gila”


Keempat Master Puncak lainnya terkejut dan menarik nafas dalam-dalam. Semoga Hu Yat Sen menyadari bahwa dirinya telah kalah dan mau mengaku kalah.


Peraturan dalam turnament bela-diri seperti ini, adalah sangat dilarang untuk membantu kontestan ketika mereka tengah melakukan duel. Jikalau berkeras membantu, maka orang itu akan menjadi bahan tertawaan seluruh dunia kultivator, dikucilkan dan dinilai sebagai seorang yang memiliki cacat cela karena bermental rendah.


Disisi lain yaitu para penonton yang menyaksikan pertunjukkan itu, kendati suasana terasa mencekam dalam diam, dalam suasa remanng-remang, para penggunjing melakukan bisik-bisik antar mereka.


“Jadi sepertiini serangan menggunakan energy mental’


“Sepertinya anak itu menggunakan sihir. Dia megerikan”


“Semua Symbol Master memanglah mengerikan”


“Apakah yang terjadi didalam kabut hitam didepan kita?”


“Apakah Hu Yat Sen masih hidup didalam kabut itu?”


'Aku merasa semua symbol master adalah sekelompok orang aneh"


Fenying yang duduk disamping dua murid sekte yang bergunjing, dimana mereka saling berbisik dan mengatakan bahwa serangan Wang Yong itu adalah ilmu sihir. Dia membentak mereka,


“Kalian ini sungguh tolol. Itu Namanya serangan menggunakan energy mental dan memanipulasi pikiran lawan. Akupun dapat membuat kamu merasa terkurung didalam kabut gelap seperti itu. Well… meskipun tidak sekuat Serangan Mental Kakak Wang Yong”


Dengan wajah pucat kedua murid itu terdiam sambil melirik Fenying secara diam-diam. "Satu penyihir juga rupanya duduk disamping kami"........


**********


Di arena pertempuran….


Terdengar teriakan panik dari dalam kabut.


“Aku menyerah kalah… aku menyerah kalah… Wang Yong hentikan ini….”


Lalu kemudian suara Wang Yong lantang menggunakan energi mental terdengar, terasa menembus benak semua orang di area arena itu,


“Istirahat…..!”

__ADS_1


Lalu semua penonton merasa seolah-olah awan hitam disingkirkan dari udara sehingga matahari Kembali terang menyinari arena. Kabut hitam gelap di arena itu memudar. Hu Yat Sen terlihat duduk gemetar dengan wajah sepucat kertas. Wang Yong berdiri dengan pedang dipegang erat mengarah kelangit. Hanya mereka berdua yang tahu kejadian apa yang dirasakan oleh Hu Yat Sen.


*Bersambung*


__ADS_2