
Setelah pertempuran antara Sima Yong dengan ras iblis Mao Gua telah berakhir, keadaan di Kota Seribu Mimpi Kembali menjadi sepi. Udara membeku yang tadinya menyelimuti kota menjadi sirna.
Saat itu meski diluar bilik-bilik rumah keadaan terlihat sepi, seakan semua telah melupakan kejadian pertempuran seru antara Kultivator Alam Spirit Agung Bintang Lima melawan Alam Spirit Agung Bintang Sembilan... kenyataan yang ada tidak lah seperti yang terlihat di luar.
Di dalam sebuah penginapan yang terletak agak berjauhan dari Penginapan Gerbang Naga itu, nampak tiga sosok manusia sedang berdiskusi.
Lalu seseorang berkata,
“Rencana pertama kita sepertinya harus berubah. Tidak ku sangka bocah Elf itu memiliki kekuatan Mental yang sedemikian kuatnya. Bahkan mampu mengambil nyawa praktisi Alam Spirit Agung Bintang Sembilan”
Suara yang lainnya menyahut,
“Namun bukankah jika kita bertiga bergabung, maka bocah itu dapat kita taklukkan? Mengapa harus menjadi jeri kepadanya?”
Suara lainnya berkata,
“Aku setuju. Aku yakin jika kita bertiga bergabung untuk menyerangnya maka dia pasti akan dapat kita singkirkan".
"Mana mungkin dia bisa memenangkan pertempuran melawan kita bertiga. Ayo kawan, jangan menjadi takut….”
Suara yang pertama itu lalu berkata,
“Kalian berdua ini terlihat cerdas namun sungguh bodoh. Tidak pernahkah kalian mendengar tentang kemampuan sihir Raja Pedang seribu tahun yang lalu??...”
“Ketika kekuatan mental seorang dari ras Elf telah mencapai kekuatan setara dengan Master Simbol Mental Surgawi, mereka dapat menggunakan Teknik ilusi yang bahkan mampu mengambil nyawa seribu pasukan tanpa melakukan Gerakan secara fisik”
“Yah… meskipun tentu saja seribu orang di pasukan itu hanya praktisi dibawah Alam Roh Tercerahkan. Akan tetapi aku mendengar … Sihir para Elf mampu membentuk Teknik-teknik Ilusi yang sangat mengerikan"
"Bahkan beberapa Teknik mengerikan itu yang belum pernah kamu dengar. Pernahkan kamu mendengar tentang kemampuan ahli yang dapat merusak jiwa? Seribu tahun laku Raja Elf memiliki teknik seperti itu"
" Jangan bertindak bodoh ... anda tidak ingin menderita kerusakan jiwa bukan?”
Kata-kata orang pertama itu membungkam mulut kedua temannya.
“Bagiku, lebih baik bertempur melawan seseorang praktisi yang berkekuatan fisik dibanding praktisi sihir yang mampu merobek dan melukai jiwa ku …”
Orang itu lalu menatap keduante,an nya. Ketiga nya menjadi terdiam…. Lalu kemudian pria yang bersuara pertama kali itu berkata,
“Kita Kembali ke Plan kedua…. Untuk sementara jangan melakukan Tindakan apapun terhadap bocah yang dipanggil Master Pedang itu”
“Aku merasa… dia masih menyembunyikan hal-hal lain dari dirinya yang tidak kita ketahui. Kelihatannya orang itu memiliki rahasia di jalur Dao Pedang".
"Dan bahkan untuk mendapat penghormatan hingga disebut Master Pedang… itu bukanlah seseorang yang sederhana. Kawasan Utara itu menyimpan sejuta rahasia. Kita harus lebih berhati-hati”.
Ketiganya sepakat. Mereka setuju dengan kata-kata orang yang pertama itu. Lalu kemudian masing-masing Kembali ke tempat masing-masing. Keadaan Kembali menjadi tenang… sepi.
Setelah ketiganya Kembali ke tempat masing-masing, sosok yang tidak terlihat oleh mata biasa mendengus dingin, dan suaranya terdengar penuh penghinaan…
“Tiga kelompok orang yang mau coba-coba main gila di hadapanku?"
"Bahkan jika aku mau.. saat ini juga aku dapat merobek-robek jiwa kalian satu demi satu”
sosok bayangan itu berlalu pergi sambil menggerutu,
“Sayang nya Teknik Oracle Jiwa adalah teknik terlarang. Tidak mudah dipublikasikan. Amdai bukan sesuatu yang ilegal... akan menarik jiwa tiga orang itu kemudian mencabik-cabik. Akan kulihat apa yang mampu mereka perbuat saat itu"
Dia pergi sambil melepaskan tawa dingin yang terdengar di malam yang sepi. Sosok tidak nampak itu kemudian melayang dan pergi menuju ke Penginapan yang dikenal Bernama Gerbang Naga. Keadaan kembali sepi....
Orang berpengetahuan luas akan tahu bahwa, baru saja seseorang melakukan Teknik yang dikenal dengan nama Teknik Oracle Jiwa (Peramalan Jiwa).
__ADS_1
Sebuah Teknik terlarang yang paling di kecam oleh banyak ahli di Benua Silver. Teknik ini telah menghilang ribuan tahun lamanya.
******
Pagi itu Sima Yong Bersama dua pengikutnya yaitu Yu Long dan Lin Hong telah berada di lokasi yang ditentukan oleh semua pemegang token Kaisar Obat.
Ketika mereka bertiga tiba di lokasi Domain Gunung Unta Putih, nampak telah berkumpul enam praktisi alam spirit agung pemegang token dengan lemgkap.
Hampir semua orang membawa pengikut. Namun jumlahnya adalah sesuai kesepakatan maksimum praktisi yaitu hanya dapat membawa dua pengikut.
Tang Fai dan Li Jierui dari wilayah Tengah yang tidak membawa pengikut memilih untuk bergabung. Mereka semua sadar bahwa membawa pengikut didalam domain warisan seperti ini sangat penting.
Selain dapat membantu untuk mengumpulkan harta yang tersedia, juga membantu praktisi didalam battle atau pertempuran memperebutkan harta sumber daya.
Sambil menunggu malam tiba, masing-masing berkultivasi untuk menjaga stamina Ketika didalam Domain warisan itu nanti.
Mengapa harus malam? Sesuai dengan pola token di masing- masing praktisi yang mana tertera symbol rasi bintang utara, maka syarat ketika ingin menggabungkan ke tujuh token... harus di lakukan waktu malam ketika bintang bercahaya. Semua token akan diarahkan ke cahaya rasi Bintang Utara.
******
Ketika malam telah tiba dan Rasi Bintang Utara semakin jelas cahayanya, ketujuh praktisi itu berdiri dan mengarahkan tujuh buah token kearah mana Rasi Bintang Utara berkerlap-kerlip. Semua menyerukan kata-kata,
“Terbukaa…..!!!”
Dalam kurun waktu tidak terlalu lama, nampak sebuah Cahaya seakan turun dari langit, lalu kemudian terpampang di hadapan orang-orang itu.
Cahaya putih itu lalu kemudian memisahkan diri menjadi tujuh buah cahaya putih sehingga terlihat seperti bentuk Heptagram (Sudut Segi Tujuh). Dari sudut heptagram itu… masing-masing cahaya tadi membentuk sebuah pintu.
Saat ini terdapat tujuh buah pintu yang bercahaya. Tanpa menunggu komando, Long Kangjian Bersama dengan dua muridnya si hitam dan si putih melompat masuk ke sebuah pintu. Setelah mereka memasuki pintu itu, otomatis satu cahaya menghilang pertanda pintu pertama telah tertutup.
Melihat hal itu, Sima Yong juga melompat sambil
menarik Yu Long dan Lin Hong masuk kedalam salah satu pintu. Kedua pemgikutnya masih terbengong melihat kejadian itu.
Saat itu tersisa dua pintu, yang mana Tang Fai dan Li Jierui masih bingung. Mereka tadinya sepakat untuk menjadi satu kelompok. Namun kemudian Tang Fai memutuskan memasuki salah satu pintu dan meninggalkan Li Jierui.
Li Jierui akhirnya memilih memasuki pintu terakhir.
Setelah semuanya memasuki pintu heptagram, keadaan di Gunung Unta Kembali menjadi sepi. Tidak terdapat suara apapun selain suara binatang malam dan desir angin di Gunung kering berbatu itu.
Setengah jam kemudian setelah ke tujuh rombongan praktisi pemegang token itu menghilang dibalik pintu portal Heptagram, sesosok bayangan muncul.
Sosok lria berusia 60 tahun itu berpakaian serba putih. Didadanya terlukis gambar sebuah unta dan sebuah gunung…..
Seandainya ke tujuh orang tadi masih berada di tempat pintu portal tadi, mereka akan menjadi sangat terperanjat. Pria berjubah putih yang keseluruhan penampilannya serba putih baik rambut maupun kumis dan jenggot itu adalah seorang praktisi dengan ranah Kultivasi Kuasi (pseudo) Alam Raja.
Ranah Kuasi (pseudo) Alam Raja adalah sebuah ranah yang sangat jarang, dimana hanya terdapat segelintir orang dengan kultibasi di ranah tersebut. Kuasi Alam Raja artinya tinggal selangkah lagi maka orang ini kan berada di Ranah Alam Raja.
Pria tua itu mengguman,
“Rasa nya energi kuat tadi berasal dari tempat ini. Mengapa sekarang tidak ada seorang pun?”
“Apakah itu adalah pintu menuju Domain Kaisar Obat? Apakah domain itu telah dibuka orang??”
Setelah termenung sejenak, sosok itu kemudian meninggalkan tempat itu.
“Kelak akan kuperintahkan seluruh praktisi Alam Spirit Agung Sekte Unta Putih untuk berjaga-jaga disini”
******
__ADS_1
Sima Yong Bersama Yu Long dan Lin Hong merasa dunia berputar. Mereka seakan melewati sebuah Lorong waktu untuk menuju dimensi lain dari dunia ini.
Bagi Sima Yong yang pernah melewati lorong Domain Elf, hal itu terasa biasa saja. Namun Lin Hong dan Yu Long sangatlah terkejut. Mereka berteriak sepanjang lorong domain itu.
Setelah sepuluh menit, ketiganya terhempas ke sebuah taman yang penuh dengan rumput hijau yang tebal dan empuk.
Pemandangan di hadapan mereka saat ini adalah hal yang sanbat bertolak belakang dengan kondisi di Kota Seribu mimpi. Kota itu adalah sebuah kota yang kering dan tandus.
Sementara penampakan di hadapan mereka saat ini adalah terbentang suatu hamparan hijau yang terdiri dari berbagai macam tanaman herbal. Harum aroma obat-obatan dan bunga-bungaan memenuhi paru-paru mereka.
“Taman Obat Surgawi…..”… Sima Yong menatap penuh kekaguman.
“Ini adalah taman impian semua Kultivator di dunia ini….”seringai Yu Long.
“Aku merasa bahwa ini adalah mimpi yang indah…” ucap Lin Hong dengan mata berbinar-binar.
Lalu tanpa di komando, ketiga nya saling bertatapan dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
Disusul kemudian mereka berlarian di taman yang penuh dengan tumbuham herbal maupun obat-obatan itu. Menindak lanjuti kegembiraan ketiga nya kemudian menari-nari dengan gembira.
“Lihatlah… ini adalah Rumput Patah Hati berusia seratus tahun…” Lin Hong menunjuk seberkas rumput yang menjulang tinggi berwarna kemerahan.
“Dan bukankah itu adalah Pohon Langit Suram Ungu? Tanaman sanbat langka yang diperlukan alkemis tingkat Surgawi untuk membuat Pil kultivasi”
Yu Long terbelalak matanya sambil memandang sebuah pohon berwarna kehitaman bercampur ungu.
Sima Yong segera mengeluarkan buku Herbology yang pernah dia dapat dari perpustakaan di Sekte Pedang Awan. Maka mereka bertiga pun sibuk melakukan identifikasi atas tanaman-tanaman yang mereka temui.
“Panen saja tanaman yang telah teridentifikasi lalu kemudian simpan di dalam cincin spasial”
Sima Yong memerintahkan kedua nya untuk menyimpan semua hasil panen itu ke dalam cincin spasial yang dia sodorkan.
“Dan jangan lupa untuk selalu menyisakan satu atau dua tanaman sebagai sisa yang mana akan kembali berkembang membentuk tanaman yang baru lagi”
Sima Yong tetap mengingat teori didalam sebuah filsafat yaitu agar didalam memanen sesuatu, untuk tetap memberi sisa beberapa bagian agar siklus kehidupan tanaman itu tidak akan punah.
Dengan demilian tanaman tersebut akan kembali tumbuh di masa-masa akan datang. Yang tentu nya akan di panen lagi oleh generasi berikutnya. Sumber daya harus disisakan untuk next generasi.
Saking gembiranya mereka melakukan kegiatan panen atas sekian banyak tanaman herbal dan obat-obatan, terkadang mereka menjadi agak kecewa karena kurangnya pengetahuan alkimia.
Tentu saja buku Herbology yang dapat mereka jadikan Kompas petunjuk itu tidaklah sekomplit yang dikira. Ada banyak jenis dan variatif tanaman yang terpampang di depan mata namun tidak tercatat didalam buku herbology.
Sima Yong takut kalau-kalau saking kalapnya, mereka bahkan telah memanen tanaman beracun.
Karena itu dia menginstruksikan mereka untuk memanen apa yangsepanjang yang mereka tahu saja. Jika tidak terdapat informasi didalam buku herbology dan mereka juga meragukan identifikasi nya, sebaiknya tidak di panen.
“ Lihat… itu adalah sebuah tanaman Silver Sun Flower …. Sebuah bunga herbal roh yang sangat langka”
Mata Lin Hong terbelalak melihat sebuah tanaman menjulang ke angkasa berbentuk bunga matahari. Namun anehnya warna bunga matahari itu bukanlah kuning seperti umumnya bunga matahari. Melainkan berwarna perak menyala tertimpa cahaya.
Dengan sekali mengayunkan tubuh, Lin Hong melayang kearah Silver Sun Flower ….. sementara itu dari tempatnya berdiri Sima Yong berteriak…
“Tahan….” namun terlambat
Ketika Lin Hong semakin dekat kearah Silver Sun Flower dan tangannya telah terulur untuk memetik bunga itu, sekonyong- konyong sebuah desisan membahana.
Di susul penampakan terjangan seekor Ular Piton Raksasa kearah Lin Hong. Piton raksasa keluar dari semak belukar yang mengelilingi Silver Sun Flower.
“Piton iblis 600 tahun setara kultivasi King 9…..” Yu Long berseru dengan wajah pucat.
__ADS_1
Sima Yong tidak sempat lagi untuk menghalangi Piton iblis itu. Jaraknya terlalu jauh dari tempat Lin Hong......
*Bersambung*