Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran Dua Ahli Sword Intent


__ADS_3

“Alkemis Sima Yong… ada terlalu banyak mata memandang ketika anda melenyapkan Mao Hui tadi. Sebaiknya anda berhati-hati. Yang kudengar… pemimpin tim mereka Mao Gao adalah praktisi Alam Raja Bintang tiga. Dia adalah praktisi yang telah memahami Niat Pedang. Kabarnya, Mao Gao itu adalah calon Raja Pedang dari Wilayah Barat” Ouyang Piao mencoba memberi tahu Sima Yong untuk berhati-hati.


“Saudara Ouyang Piao tidak perlu merasa khawatir. Aku telah memperhitungkan kemampuan Mao Gao itu. Meskipun seperti yang aku dengar, dia memang memahami Niat Pedang. Namun untuk momen jika dia mengajakku didalam suatu duel, maka aku juga telah mempersiapkan diri dengan kartu as ku” Sima Yong menjawab dengan santai untuk mengatasi kekhawatiran Ouyang Piao itu.


   Ouyang Piao kemudian terlihat sedikit lega. Lagipula dia memang tahu siapa adanya Sima Yong. Selain ahli sebagai Alkemis, Sima Yong juga praktisi yang memiliki kemampuan tangguh.


******


   Kesibukan orang-orang yang sedang memanen tanaman di kebun obat itu tiba-tiba dikagetkan dengan suara yang menggelegar,


“Siapa yang membunuh Mao Hui ras iblis kami?”


   Terlihat Mao Gao berdiri di tengah-tengah kebun itu dengan mata menyala menatap ke setiap sudut untuk memastikan pembunuh rekan sesama rasnya.


“Aku yang membunuhnya…” Sima Yong mengangkat wajah dan menantang tatapan mata Mao Gao.


“Kalau begitu kamu harus mati…..” Sebuah serangan telapak penuh hawa pembunuhan tersebar keluar dan dengan cepat menindas dan akan merobek tubuh Sima Yong.


“Enyah…!!” Sima Yong membuyarkan serangan keji itu dengan lambaian tangan. Ketika itu sekumpulan Teratai es menyebar untuk membungkam telapak Mao Gao.


   Mao Gao sangat terkejut. Sangat sedikit praktisi di wilayah Barat sini yang dapat membuyarkan serangan telapaknya dengan semudah itu.


“Siapa kamu??? mengapa kamu bisa merapalkan Teknik berhawa dingin seperti itu???” dengan tatapan penuh selidik, Mao Gao menilik kedalam mata Sima Yong. Tidak lama dia lang mengenali Sima Yong.


“Kamu yang Bernama Sima Yong bukan? Sepertinya kamu memiliki hutang nyawa dengan ras kami….” Tubuh Mao Gao seketika menghilang didalam gumpalan kabut yang terlihat membentuk telapak tangan yang kemudian mengambil serangan cakar. Cakar itu menerjang Sima Yong dengan brutal.


   Saking kuatnya hawa penindasan telapak tangan Mao Gao itu, sampai-sampai Ouyang  Piao yang berada didekat Sima Yong merasa kepalanya pusing, kakinya menjadi lemas. Hawa pembunuhan yang keluar dari telapak Mao Gao membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali. Aura penindasannya sangat pekat. Sima Yong menepuk punggung Ouyang Piao pelan, yang membuat tubuh nya terlempar jauh kebelakang

__ADS_1


   Sementara itu, Sima Yong menyambut serangan Cakar setan itu sambil merapalkan suatu Teknik. Lima Qi pedang berwarna-warni keluar dari tangannya. Lima Qi pedang itu melesat menerjang Cakar setan Mao Gao. Kedua hawa pukulan itu lalu saling berbenturan.


   Ledakan yang ditimbulkan menimbulkan goncangan yang mengejutkan semua praktisi di kebun obat itu. Buru-buru orang-orang berkumpul, semakin memadati area perkebunan. Tontonan dua ahli itu membuat banyak yang tertarik untuk melihatnya.


   Di dalam hati para praktisi muda Wilayah Barat itu mentertawakan Sima Yong. Siapa yang tidak mengetahui Mao Gao? Seorang ahli pedang ras iblis yang dikatakan akan mewakili Wialayah Barat dalam pertemuan Raja Pedang nanti? Bahkan Mao Gaoitu terdengar kabar telah memahami Niat Pedang atau “Sword Intent”. Hanya seseorang yang benar-benar berbakat Saint sajalah yang dapat memahami dan mempraktekkan Niat Pedang itu.


“Pria berwujud Elf itu telah mati ketika dia merasakan amukan Niat Pedang Mao Gao”.


“Sepertinya kamu memiliki sedikit ilmu, pantasan kamu begitu berani menantang ras iblis. Coba dengan ini” Ketika menyadari bahwa ranah kultivasi Sima Yong uang tidak terbaca, Mao Gao menjadi lebih waspada. Dia menyadari bahwa Sima Yong bukanlah sosok yang sederhana.


“Jadi kamu rasakah seperti apa Teknik pedang  seseorang yang disebut Raja Pedang” Mao Gao menghamburkan serangan Sword intent, sebuah pemahaman yang akan membuat seseorang diakui sebagai Raja Pedang.


“Niat Pedang Level 3…” tangis Mao Gao


   Sebuah pedang raksasa dengan aura yang sangat menindas terlihat keluar dari tangan Mao Gao Ketika dia menunjukkan pedangnya kearah Sima Yong. Bunyi mencicit suara pedang membuat yang mendengarnya merasa ngilu di hati. Hanya ada satu kata didalam hati semua penonton. Mati..!! Elf itu sudah mati. Selama ini belum pernah terdengar bahwa seorang praktisi akan selamat dari Sword Intent seorang Ahli Pedang.


   Suara benturan Ketika Sima Yong melambaikan pedangnya yang juga mengandung kekuatan Niat Pedang Level Tiga. Benturan diantara dua buah pedang yang mengandung Niat Pedang itu membuat sekelompok penonton yang berdiri terlalu dekat dengan area pertempuran, terlempar dengan kondisi pakaian compang-camping. Masih untung hanya pakaian menjadi koyak dari pada tubuh yang akan berantakan terkena sambaran angin dua Niat Pedang itu.


“Apa…???” semua mata terbelalak. Elf yang menjadi lawan Mao Gao itu tidak mati atau minimal terluka parah? Bahkan beberapa praktisi yang cukup ahli segera berbisik dan menyebar berita mengejutkan “Elf itu membalas serangan Niat Pedang Mao Gao, bahkan dengan serangan balasan yang juga mengandung Niat Pedang”.


   Dengan kening yang dikerutkan, Mao Gao bertanya dingin,


“Jadi anda juga memahami Niat Pedang?? Rupanya anda juga adalah seorang putra yang diberkati surgawi untuk menjadi Raja Pedang nanti???”


   Sima Yong menjawab, tetap dengan nada datar…..


“Pemahaman tentang Niat Pedang adalah pemahaman akan Teknik bela diri Pedang yang dimiliki Praktisi dengan hati seni bela diri yang tertinggi. Meskipun tidak menjamin bahwa seorang dengan kemampuan seni pedang tertinggi dapat memahami Niat Pedang. Dan dengan menyesal aku umumkan pada anda. Aku adalah salah satu praktisi yang diberkati surgawi untuk memahami Niat Pedang”

__ADS_1


   Meski telah menerka, Mao Gao tetap mengalami perubahan di wajahnya Ketika mendengar jawaban Sima Yong.


“Lalu, sampai seberapa dalam anda telah memahami Niat Pedang itu? Menurutku dengan pemahaman hingga level ke tiga Niat Pedang, ini masih belum membuatku untuk menerobos ke level lebih tinggi dari Niat Pedang…”


   Mao Gao mengajukan pertanyaan kepada Sima Yong untuk menguji. Dirinya telah sekian lama stagnan di pemahaman level ketiga Niat Pedang dan belum berhasil menerobos ke level selanjutnya.


   Kembali dengan wajah datar Sima Yong menjawab,


“Dengan menyesal harus kukatakan bahwa, anda bukan lawanku. Pemahamanku Niat Pedangku adalah lebih tinggi dari Niat Pedang level tiga anda. Saat ini, belum saat nya kita untuk menentukan siapa yang hidup atau mati. Saatnya akan tiba ketika perebutan gelar dewa Pedang Benua Silver nanti” Sima Yong menjawab dengan santai atas pertanyaan Mao Gao.


   Mao Gao terlihat memasang raut wajah yang semakin berubah jelek. Dia jelas-jelas merasa terkejut Ketika mengetahui bahwa Sima Yong telah memahami level lebih tinggi akan Niat Pedang. Seketika dia merasa bahwa masih terlalu banyak hal yang harus dia pelajari. Jelas dia tertinggal dibanding Elf didepannya ini.


“Terima kasih sudah berbelas kasihan… aku menanti anda di perebutan gelar Dewa Pedang, pada masanya tiba”


   Meskipun Mao Gao adalah ras iblis yang cenderung kasar dan sombong, akan tetapi dia paham dengan siapa dia berhadapan. Seseorang yang telah memahami Niat Pedang atau Sword Intent diatas level tiga, adalah merupakan sosok Raja Pedang yang sanggup membunuh lawan. Bahkan jika mencapai level tinggi, dengan sekali pandangan maka lawan bisa langsung mati karena aura pedang.


   Mao Gao pun berlalu dari kebun obat itu dan mencoba membuat kesibukan untuk mencari bahan-bahan ramuan untuk kemajuan kultivasinya. Dia tidak memikirkan lagi tentang membalas dendam kematian Mao Hui atau ras iblis lainnya. Yang dia pahami adalah pemenang adalah raja dan siapapun yang berani untuk menghalangi praktisi berkemampuan Niat Pedang, kematian tidak dapat dihindari lagi.


   Sementara itu ratusan penonton yang terdiri dari praktisi di kebun obat itu saling berbisik. Ternyata pemuda Elf ini adalah seorang praktisi yang memahami Niat Pedang. kemungkinan dia juga akan menjadi Raja Pedang. Gelar itu terasa sungguh menindas perasaan. Sehingga semua orang membawa bersikap lebih hati-hati dan menghormati Sima Yong.


   Ouyang Piao sebagai praktisi Alam Spirit Agung Bintang 8 bahkan merasakan imbas dari reputasi Sima Yong. Orang-orang yang tadinya bersikap merendahkannya karena kultivasinya yang dibawah rata-rata jenius itu, tiba-tiba semua menjadi ramah dengan dirinya. Tidak ada lagi sikap merendahkan atau tatapan menghina yang ditujukan ke dirinya. Karena Ouyang Piao adalah teman Sima Yong seserorang yang akan menjadi Raja Pedang.


“Totem Suci Kaum Elf disini… “


   Seseorang berteriak dengan keras sehingga terdengar oleh semua praktisi yang berada di Lembah Pegunungan Biru itu. Berbagai bayangan terlihat melesat menuju kearah mana suara itu berasal….


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2