Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Totem Suci Elf


__ADS_3


Ketika Sima Yong memasuki istana yang dari mana suara teriakan pertanda telah menemukan Totem Suci Kaum Elf berasal, sebuah pemandangan mempesona terpampang di depan matanya. Didalam aula istana itu, berdiri dengan megah sebuah patung raksasa kuno yang terbuat dari tembaga.


Sepertinya patung itu mengenakan semacam topeng. Aura yang terpancar terasa sangat purba dan menindas perasaan semua praktisi didalam aula Istana.


Bentuk rincian patung adalah berbentuk sosok Elf pria berwajah tampan. Namun sayang ketampanan itu tertutupi oleh sebuah topeng tembaga. Dengan gagah patung itu terlihat berdiri dengan posisi mengacungkan pedang dengan tatapan yang sangat serius menghadap ke langit. Terdapat bendera kuno terbuat dari tembaga berjumlah tiga belas bendera. Semuanya mengelilingi patung raksasa itu


“ini adalah??...” Sima Yong masih terkesima melihat dan meresapi aura kuno yang dipancarkan oleh patung itu. Dengan kekuatan jiwa, dia langsung mengetahui bahwa Totem  Elf yang dimaksud itu adalah Topeng Tembaga yang terpasang diwajah patung Elf itu.


Tampak juga sebuah patung burung purba kecil yang bertengger di bahu Elf. Akan tetapi penampilan sederhana burung purba itu tidak membuat siapapun untuk tertarik. Focus utama adalah topeng seperti kabar berita bahwa Totem itu berbentuk topeng.


Sementara itu, Ketika aula istana Elf abu-abu semakin banyak dipenuhi oleh berbagai praktisi. Tiba-tiba seseorang dari Klan Wu Bernama Wu Baojia melesat kearah Patung raksasa. Tampaknya dia berniat untuk merenggut Totem Topeng di wajah Elf itu.


Meskipun melihat terdapat 13 bendera array aktif mengelilingi Patung, namun sebagai jenius Klan Wu yang sangat memahami Teknik array, Wu Baojia ini tidak merasa kuatir dengan array yang mengelilingi Patung Elf. Pemahamannya tentang array termasuk kategori yang di akui di Klan.


Ketika tubuhnya telah berada didalam area aktif array, dengan lincah wu Baojian melemparkan beberapa mantra untuk melemahkan array tersebut. Ketika ke tiga belas bendera array terlihat seperti telah di non aktifkan dengan padamnya cahaya bendera…. Wu Baojia tanpa sungkan-sungkan melesat ke atas patung dan akan niat merenggut Totem Topeng dengan sekali jalan.


Beberapa praktisi dari Sekte Bintang Lima lainnya merasa menyesal didalam hati. Awalnya mereka terlalu takut dengan bahaya array yang terlihat garang mengelilingi patung. Beberapa orang menyesali karena mengapa tidak mengambil tindakan terlebih dahulu untuk menyambar Totem Topeng. Akan keadaan kemudian berubah. Rasa sesal semua orang tiba-tiba berubah menjadi rasa syukur, ketika melihat kenyataan di depan mata.


Array yang disangka oleh Wu Baojia telah tidak aktif itu sekonyong-konyong memancarkan sinar berwarna merah, saling menyilang satu sama lain dan menembak dengan tepat kearah Wu Baojia melayang di udara.


Wu Baojia bahkan tidak sempat untuk berteriak karena rasa sakit terkena sinar array. Ketika itu sinar array langsung membuat tubuhnya menjadi abu dalam hitungan detik. Semua praktisi yang menyaksikan aksi Wu Baojia serta kutukan yang dia terima, hanya terdiam dan menggigil ketakutan.


Sungguh beruntung mereka masih menahan diri untuk tidak melakukan Tindakan serakah dengan menerjang membabi buta masuk area array. Perebutan Totem Suci itu untuk sementara terhenti. Yang tersisa adalah waspada dan takut.


Xia Rong dari Klan Xia mendekati Wu Zhen dari Klan Wu untuk berdiskusi. Klan Xia dan Klan Wu adalah memiliki garis keturunan Elf abu-abu, namun Klan Wu adalah ahli dalam bidang Teknik Array.


“Saudara Zhen… menurut mu dari sudut pandang seorang ahli array, apakah array kuno ini dapat di pecahkan?”


“Aku masih berpikir keras untuk memecahkan array yang melindungi Totem Suci itu. Meskipun kami adalah Klan yang berspesialisasi dalam bidang array, namun Teknik penanaman array itu adalah sesuatu Teknik yang sangat kuno yang belum pernah aku pelajari sama sekali”.


“Mohon beri aku waktu untuk memikirkan jalan keluarnya” Wu Zhen sebagai jenius nomor satu Klan Wu memang diakui sebagai salah satu ahli array pada generasi ini. Bahkan persepsi Jiwa Wu Zhen ini telah berada di ranah Kekuatan Jiwa Bumi 4. Sesuatu yang amat jarang ditemui diantara kaum muda.


Ketika semua orang tengah menanti nanti sesorang yang akan mampu untuk membuka array, sambil merancangkan saat nanti menjadi kesempatan mereka untuk merebut Totem Suci. Mao Gao dari ras iblis terlihat mencibir dan dengan penuh percaya diri mengambil posisi untuk mencoba peruntungan dengan array kuno itu.


“Minggir kalian, biarkan kami dari ras iblis yang akan mengambil alih Totem Suci itu”


Tiga ras iblis lainnya terlihat membentuk semacam tangga dari tubuh mereka yang kemudian digunakan Mao Gao sebagai dudukan yang tinggi. Mao Gao mengambil posisi lotus diatas gundukan tiga temannya. Sebuah seruling keluar dari cincin tata ruang, disusul alunan lagu dimainkan oleh Mao Gao.

__ADS_1


Beberapa praktisi yang tidak mengetahui Teknik permainan music yang dinamakan Irama Kematian itu terlihat mencibir.


“Sepertinya Mao Gao ini telah menjadi sedikit gila karena ambisinya untuk menjadi pemenang Totem Suci. Dia berpikir dengan memainkan seruling seperti itu akan dapat membuka array kuno secara otomatis”.


“Ras iblis semakin hari semakin menjadi lelucon didalam domain Elf ini, setelah salah satu ras mereka yang katanya maha sakti itu, dibantai dalam satu gebrakan oleh pria Elf bernam Sima Yong. Lihat…. sekarang mereka dalam keputus asaan terlihat akan mempersiapkan konser untuk memainkan sebuah simfoni yang barangkali akan membuat array kuno akan terbuka karena senang”.


Tatapan sinis penuh hinaan, suara cibiran yang dengan sengaja dilemparkan ke Mao Gao dan kawan-kawannya. Akan tetapi ras iblis itu tidak sedikitpun merasa terganggu atau bahkan menjadi marah Ketika mendengar hinaan praktisi lainnya. Mao Gao malahan tampak meniup seruling didalam nada-nada kacau. Pelan-pelan nada kacau itu membuat orang-orang di aula merasa tertekan.


Pada saat melihat banyak praktisi yang seperti merasa tertekan dengan Teknik irama kematian… bahkan beberapa terpaksa mengambil sikap meditasi untuk menghilangkan tekanan Nyanyian Irama Kematian, Mao Jing salah satu ras iblis melemparkan tawa dingin penuh penghinaan ke kelompok yang sebelumnya telah mentertawakan Mao Gao.


“Sekelompok anak kecil yang tidak tahu tingginya gunung Taishan didepan mata. Teknik irama kematian ini meskipun tidak sekuat Teknik kaum Elf, akan tetapi jika hanya untuk memerintahkan Totem Suci itu berpindah tempat, itu hanyalah hal sepele”


Mao Gao mengerahkan seluruh persepsi jiwa nya kedalam irama kematian, dengan maksud memberi semacam  jiwa kehidupan kepada Totem Suci itu untuk beranjak pergi dari wajah patung Elf dan berpindah kemana Mao Gao berada.


Totem Suci Topeng Tembaga itu memperdengarkan suara yang amat berisik seperti bunyi mesin yang telah aus… ketika dia terlihat bergerak dan melayang menjauh kira-kira satu meter dari wajah patung itu. Semua praktisi yang berada didalam aula Istana tercengang melihat kemampuan teknik irama kematian kaum iblis itu.


Beberapa orang bahkan tanpa malu-malu memasang wajah yang terlihat amat cemburu terhadap Mao Gao. Pada hal sebelumnya merekalah yang menghina Teknik iblis itu.


Semua berprasangka “ras iblis ini akan menjadi seperti harimau yang diberi sayap, ketika nanti memiliki Totem Suci yang mengandung banyak Teknik Ajaib jaman Elf kuno”.


Ketika Mao Gao dan temannya ras iblis memasang senyum kemenangan di wajah mereka, secara tiba-tiba ketiga belas bendera array perunggu itu seperti mengaktifkan diri dan memancarkan sinar. Bahkan untuk kali ini terasa benar kekuatan yang terpancar adalah sinar yang jauh diatas pancaran sinar sebelumnya.


Mao Gao terlempar sampai puluhan meter kebelakang. Dia memuntahkan darah segar dimana wajahnya terlihat sangat pucat bagaikan mayat. Semua orang menyangka ras iblis itu tak lama lagi akan mati.


Tidak hanya sampai disitu, sinar merah lainnya menyerang tiga ras iblis teman Mao Gao. Salam beberapa detik saja telah membuat sosok salah satu iblis berubah menjadi abu. Dua kawan lainnya memiliki nasib beruntung sehingga lolos dari maut. Mao Gao yang terlihat sekarat itu, dengan tertatih-tatih mencoba untuk mengeluarkan sesuatu dari cincin tata ruangnya.


Mao Gao langsung menelan 5 pil sekaligus. Sepertinya kelima pila yang ditelan Mao Gao adalah sejenis pil dewa. Setelah Mao Gao mengkonsumsi pil dewa itu, perlahan wajah Mao Gao menjadi bersemu kemerahan. Nyawa iblis itu selamat. Buru-buru dia mengambil posisi lotus untuk memperbaiki seluruh kerusakan didalam tubuhnya.


******


Waktupun berlalu hingga malam menjelang. Mao Gao terlihat telah membaik karena manfaat pil dewa yang ditelannya. Sementara itu praktisi lainnya terlihat mulai bosan. Mereka bahkan terlihat menyisir tiap sudut di halaman istana untuk memanen apapun yang menurut mereka dapat menjadi sumber daya untuk meningkatkan kultivasi.


Sima Yong saat itu juga memiliki rencana sendiri. Dengan menggunakan persepsi jiwanya yang sangat kuat, dia mencoba membaca Totem Topeng itu. Sima Yong menggabungkan persepsi jiwa dengan tanda segel di tangannya dan menyentuh totem topeng dari kejauhan.


“Itu benar sekali”.


Segel Simbol Penghancuran Elf Suci ditangannya itu seakan menunjukkan kebenaran kepadanya. Kebenaran yang di tunjukkan Simbol Penghancuran sangat terasa ketika Sima Yong membuat persepsi jiwanya menyentuh benda yang menurutnya adalah Totem.


Seperti kita ketahui, Sima Yong sendiri ketika mempelajari Teknik array di Perpustakaan Klan Wu, berulang kali memasuki area terlarang dan membaca buku-buku kuno yang jarang disentuh orang lain. Salah satu Salinan teks  kuno itu pernah membicarakan tentang tata cara perlindungan array kuno yang menjadi rahasia Elf kala itu.

__ADS_1


Salinan teks kuno itu sangat jarang sekali dibaca orang-orang Klan Wu, disebabkan semua pembahasan didalamnya menggunakan huruf dan Bahasa Elf kuno. Sima Yong adalah salah satu yang beruntung hingga menguasai Bahasa dan huruf kuno itu.


Ketika dilatih bertahun-tahun lamanya di domain Elf, Baron Wei mengajarinya Bahasa Elf kuno dan penulisan. Pergaulan dengan Blacksmith Elf juga membawanya untuk memahami banyak hal tentang Bahasa Elf kuno.


Kenyataan lain yang menggembirakan bagi Sima Yong adalah teknik array yang melindungi Totem Suci itu, terlihat mirip dengan salah satu pembahasan di dalam teks kuno itu. Sima Yong tertawa senang. Dia memastikan bahwa dirinya dapat membuka array itu. Namun strategi terbaik harus disusun agar Totem Suci akan menjadi miliknya.


Tengah malam itu, Ketika semua orang merasa letih dan berkurang kewaspadaannya… Sima Yong duduk dalam posisi lotus disudut yang tidak menarik perhatian. Dengan Teknik oracle jiwa dia kemudian melangkah diantara ratusan praktisi yang mulai dilanda kantuk.


“Bendera 1… di non aktifkan”


“Bendera dua di non aktifkan….”


“Bendera tiga… empat… lima.. enam… tujuh… delapan…Sembilan… sepuluh…. “


Tidak ada satupun praktisi di aula itu yang merasa curiga ketika satu demi satu bendera array itu berhenti untuk berkedip. Adapun sosok oracle jiwa tidak tedeteksi kehadirannya, karena persepsi jiwa semua praktisi yang ada didalam aula itu masih dibawah persepsi jiwa Sima Yong.


“Bendera sebelas non aktiff… bendera dua belas di non aktifkan….”…


Dan Ketika bendera array nomor tiga belas di non aktifkan oleh Sima Yong, sekonyong-konyong suara menyerupai sirine berbunyi dengan sangat keras didalam aula. Buru-buru oracle jiwa itu menyatu dengan tubuh Sima Yong.


Suara Sirine yang demikian nyaring terdengar dimana orangorang terbangun dan bertanya-tanya. Apakah gerangan yang terjadi? Sebuah teriakan membahana untuk memprovokasi orang banyak….


“Array Totem Suci telah di non aktifkan…. Jaga Totem Suci Elf dari jarahan…..”


Tanpa diminta, terlihat puluhan bayangan praktisi papan atas itu melesat ke pucak patung Elf dan berniat untuk merenggut Topeng Totem itu. Akan tetapi semua tangan yang telah terulur untuk merenggut topeng itu, kalah cepat dibandingkan tangan Mao Gao ras iblis itu.


Saking cepat dan terburu-buru, Mao Gao bahkan melemparkan serangan ke arah patung yang mengakibatkan patung berdengung dengan kencang.


Mao Gao berlari dengan kecepatan tinggi,  untuk keluar dari istana Elf di Puncak Biru. Sambil berteriak membuka jalan dia menggeram dengan nada seram,


“Siapapun yang menghalangiku… akan mati….!!!” Disusul dengan gulungan asap hitam menyelimuti tubuhnya yang dengan cepat menghilang dikegelapan malam menuju Pegunungan Berkabut tempat dimana terdapat pintu keluar dari domain itu. Kedua temannya dari ras iblis bertindak melindungi dan menghalangi praktisi yang mencoba mengejarnya.


Tindakan dua ras iblis itu sia sia belaka karena ratusan praktisi papan atas dengan gabungan kekuatan melumpuhkan mereka dan kemudian merajam dua ras iblis itu hingga tewas. Sungguh mengerikan kekejaman manusia jika telah dirasuki keserakahan.


Semua praktisi saat ini berburu Mao Gao yang telah melarikan diri Bersama Topeng Totem. Caci maki terdengar mengutuk Mao Gao.


Suara Mao Gao dengan jelas terdengar Ketika dia mentertawakan semua praktisi itu dan berkata,


“Sudah menjadi hak kami ras iblis atas Totem ini. Aku ingin bertanya jikalau kalian yang memperoleh Totem ini, apakah kalian akan mampu melawan Sesepuh Agung kami? saat ini sesepuh agung telah menanti di pintu portal untuk merebut Totem dari siapapun selain ras iblis?”.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2