
Readers,
Memenuhi permintaan maka autor di chapter ini menulis singkat tahapan kultivasi di novel ini. Urutannya adalah sbb :
Alam Mortal, Alam Kondensasi Roh, Alam Roh yang Tercerahkan, Alam Bayi Spirit, Alam Spirit Agung, Alam Raja, Alam Tanpa Batas, Alam Pencerahan Suci, SAINT, Alam Melintas SAGE, Ancient SAGE atau disingkat SAGE, Alam Melintas Abadi (Immortal) dan Alam Immortal
Ketika seorang ahli berusaha menerobos ke ranah kultivasi yang lebih tnggi, misalnya dari Alam Spirit agung ke Alam Raja dan dia belum berhasil sepenuhnya di Alam Raja, maka praktisi itu di sebut memiliki Kultivasi Kuasi Alam Raja atau Setengh langkah Alam Raja.
Sedangkan Kultivasi di bidang Jiwa atau mental sbb :
Master Segel 1, 2, 3, 4, 5
Master Bumi 1, 2, 3
Master Surgawi 1, 2, 3
Master SAINT 1, 2
Master DAO 1, 2
Master jiwa Immortal
Demikian penjelasan ulang, semoga membantu agar mempermudah readers mengikuti cerita dan jalannya kultivasi tokoh utama. Terima kasih
...****************...
Diatas panggung, semua mata tertuju kepada anak muda dengan warna rambut berkilauan itu. Banyak sekali orang yang masih tercengang melihat kemenangan anak muda yang mewakili pihak aliran Sesat memenangkan Kompetisi antar jenius itu.
"Apakah tidak aneh jika kedengaran seseorang Semidevil menjadi pemenang Turnament Jenius Demigods?" seseorang berbisik
"Ah... Bukankah itu sama saja? Dia di sebut Semidevil karena dia berasal dari tempat yang menurut orang beraliran sesat.
Sementara aku melihat, orang-orang yang mengaku beraliran lurus juga memiliki kekejaman yang tidak kalahnya dibanding yang mereka sebut aliran sesat itu" Orang yang lain menyanggah temannya yang berbisik.
***
Ketika itu, Jendral Cao mewakili Kekaisaran Rembulan Terang telah tampil kedepan orang banyak, untuk memberikan hadiah kepada Sima Yong berupa sebuah relikui idaman semua ahli yang terbungkus didalam kotak yang terbuat dari kayu berukir khusus. Jendral Cao berkata dengan keras-keras..
"Hari ini, mewakili Kekaisaran Rembulan Terang, Jendral ini memberikan hadiah utama kepada Jenius Muda Kota Kuno kami"
Jendral Cao mengangkat tinggi-tinggi kotak itu dan kembali berseru,
"Meskipun ini hanya berupa patahan sebuah relikui kuno, namun relikui ini adalah barang berharga peninggalan Raja Pedang Terbang, puluhan ribu tahun yang lalu.
Benda ini adalah tanda Supremasi umat manusia. Lambang dari ras manusia yang pernah berhasil menjadi praktisi Immortal, tidak kalah dari ras-ras lainnya" semua orang yang ada di alun-alun bertepuk tangan, mengelu-elukan relikui Raja Pedang Terbang.
Memang kenyataannya, semua orang tidak pernah melupakan sosok ras manusia yang pernah menjadi ahli immortal puluhan ribu tahun, yang berdiri sejajar dengan ahli-ahli lainnya dari ras lain ketika itu.
Jendral Cao melanjutkan kata-katanya..
__ADS_1
"Semidevil Sima Yong..
Majulah dan terimalah hadiah tertinggi ini !" suaraitu terdengar demikian berwibawa, dan Sima Yong tersenyum senang ketika mendengar Jendral Cao menyebut namanya.
Semua orang bersorak-sorai ketika melihat anak muda Semidevil pemenang kontes itu maju kehadapan Jendral Cao. Dia bahkan dengan santun menekuk satu kakinya dan menerima hadiah tertinggi relikui itu..
"Ah.. Dia terlihat begitu santun dan manis bukan?" gadis-gadis yang menonton pertunjukan di alun-alun berteriak sedemikian histerisnya ketika melihat tingkah santun yang di perlihatkan Semidevil itu.
"Aku kepingin tahu, dimanakah dia tinggal? Mungkin aku dapat mengunjunginya, lalu berbincang-bincang meminta petunjuk satu atau dua pukulan dari dia" kata seorang gadis lainnya dengan wajah penuh pemujaan.
"Aku menduga, anak muda itu kelak akan menjadi tokoh nomor satu di seluruh benua" jawab yang lainnya.
Sementara itu, Sima Yong sendiri bukannya tidak merasa ribuan tatapan penuh perhatian yang tertuju kepada dirinya. Dia sangat menyadari dan merasakan banyak sekali aura yang terkirim kepadanya dengan diam-diam.
Kebanyakan aura itu terasa menyelidiki kultivasi dirinya, namun sebagian lagi terasa mengirimkan hawa membunuh yang tidak mereka sembunyikan.
"Aku harus cepat-cepat bersembunyi untuk menyerap kekuatan relikui ini.." batin Sima Yong gelisah, sambil memalingkan muka kearah sebuah sebuah menara.
Mata terang Sima Yong melihat ada sekitar enam orang tua yang duduk-duduk di sana. Semua hawa membunuh dikirimkan dari menara tersebut.
"Mereka semua adalah ahli Kuasi Alam Melintas Immortal !" batin Sima Yong dengan jantung yang berdetak kencang.
Mengenai kemampuan kultivasi, meskipun itu hanya setengah langkah menuju Alam Melintas Immortal, namun ada begitu banyak perbedaan kekuatan antara seseorang di ranah SAGE level sembilan dibandingkan kekuatan Kuasi Melintas Immortal.
Kekuatan Ahli Kuasi Melintas Imortal seperti itu, bukanlah hal yang dapat di hadapi dengan mudah oleh dirinya seorang SAGE level lima. Dahulu sekali ketika dia berhadapan dengan Patriak Xu, dengan mudah dia dapat membunuh Patriak Xu karena orang itu menyepelekan Teknik Pedang Kecepatan Cahaya Level 30.
Dan kini secara terang-terangan enam orang di menara itu mengirim aura pembunuhan, maka Sima Yong berubah menjadi sangat waspada. Beruntung sekali Sima Yong tidak mendengar pembicaraan di menara itu.
"Adalah sosok Semidevil yang memenangkan gelar Jenius Kota Kuno kami? Aku tidak bisa menerima ini"
"Dan hadiah relikui Raja Pedang Terbang, tanda supremasi tertinggi ahli beladiri rasa manusia, akan di manfaatkan oleh seorang Semidevil yang bahkan bukan dari ras murni manusia?
Dia bahkan berdarah campuran, setengah Elf. Aku tidak rela jika relikui itu akan dimanfaatkan oleh ahli yang bukan ras manusia" jawab seorang tua lainnya.
"Lantas apa yang akan kita lakukan?
Jelas-jelas dia memenangkan turnamen itu. Dan sekarang di hadapan ribuan orang Kota Kuno ini, pihak Kekaisaran telah memberikan hadiah utama kepadanya sebagai pemenang turnamen,
Apakah kita harus menghadangnya secara terang-terangan?
Apa kamu tidak takut dengan pendapat masyarakat terhadap kita? Lalu menjatuhkan reputasi lima Klan Super kami?" jawab orang tua yang pertama berbicara dengan ketus.
Tiba-tiba seorang tua lainnya yang sejak tadi diam, kini berbicara.
"Aku telah punya ide untuk melenyapkan anak muda itu.
Ku harap kalian mengirimkan enam ahli Kuasi Melintas Immortal ke serta beberapa ahli SAGE dan kuasi SAGE ke Klan Zhao kami.
Bersama-sama para ahli kita akan melakukan pembunuhan secara diam-diam malam hari terhadap anak muda Semidevil itu" jawab orang tua Klan Zhao itu.
__ADS_1
Ternyata enam orang itu adalah ahli-ahli Senior atau Elder-elder dari Lima Klan Super ditambah perwakilan Klan Zhao dari pihak Kekaisaran.
"Apakah tindakan ini tidak terlalu berlebihan?
Apakah tidak akan menimbulkan kecurigaan ketika nanti banyak ahli dari lima klan super berkumpul bersamaan di Klan Zhao anda?" tanya Elder berbaju Hijau yang berasal dari Klan Gao.
Meskipun kelima Klan Super itu saling tidak akur karena kepingin klan merekalah yang menjadi nomor satu di Kota Kuno, namun melihat ketika orang lain yang bukan berasal dari salah satu Klan Super memenangkan turnament jenius itu, timbullah perasaan tidak puas di hati tua-tua klan itu.
"Katakan saja terjadi perbincangan penting yang menyangkut kemajuan Lima Klan Super Kota Kuno kami. Kurasa tidak akan ada yang bakal menaruh curiga....
Lagipula, apakah kamu rela jikalau lima Klan Super kami dipermalukan seperti ini? Seseorang dari kelompok sesat bergelar Semidevil yang menjadi Jenius Demigods Kota Kuno?
Apakah kamu rela? Ketika seseorang yang bukan berdarah murni dari ras manusia, yang akan menyerap kekuatan dari relikui peninggalan Raja Pedang Terbang kami?" elder Klan Zhao itu berbicara demikian berapi-api.
Sampai-sampai pada akhirnya kelima Elder klan super itu tidak memiliki kata-kata bantahan selain menyetujui ide yang dia kemukakan.
"Malam ini setelah kentongan pertama dibunyikan, orang-orang kalian sudah harus berada di Klan Zhao aku.
Kami akan bersama-sama melenyapkan Semidevil setengah Elf itu, lalu mengambil hadiah utama relikui yang nantinya akan"
Ketika mendengar hadiah utama Relikui, seketika semua orang tua itu bersuara dengan hawa protes tinggi, keras-keras,
"Mengenai hadiah utama yang nanti akan kita rebut, Klan siapakah yang nantinya akan berhak untuk benda keramat peninggalan Raja Pedang Terbang nanti?"
Elder Klan Zhao itu tersenyum lalu berkata,
"Tentu saja hal itu telah ku pikirkan matang-matang.
Kita akan mengadakan pertandingan kecil-kecilan diantara lima klan, lalu memberikan hadiah utama kepada jenius yang berasal dari Lima Klan Super kami.
Bukankah tindakan ini sudah benar?" katanya membujuk.
Semua tua-tua, elder lima klan itu mengangguk-angguk kepala dengan puas.
"Kalau demikian, Klan Gao kami akan siap dan berkumpul sesuai instruksi Elder Zhao"
"Klan Zhou kami juga setuju !"
"Klan Xu ikut serta !"
"Klan Wux kami tidak punya pilhan lain selain mengikuti rencana Elder Zhao"
"Klan Zhao pihak kekaisaran, akan mengikuti Klan Zhao kami"
Elder Klan Zhao itu tersenyum lebar. Semua menyetujui rencana yang dia rancangkan. Diam-diam dia berniat mengangkangi relikui itu untuk Klan Zhao dia saja.
"Orang-orang bodoh ini tidak menyadari kalau mereka hanya menjadi batu loncatan Klan Zhao belaka"
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...