
Dalam nada dingin, Sima Yong menjawab.
"Ternyata anda dapat mengenali ku meskipun malam itu rupaku hanya berupa sebuah siluet" senyum terlihat di wakah kaku itu.
"Kali kedua aku datang ini, ku harap kamu menyadari, sesuai janjiku aku tidak akan berbelas kasihan lagi dengan kalian semua !" Senyum kaku itu semakin lebar, dan menimbulkan rasa benci yang melihatnya.
"Sombong ! Kamu terlalu tinggi menilai dirimu. Tolong jangan katakan bahwa, ketika memindai auramu saja, aku menerka kamu hanya setengah langkah mendekati ranah yang di sebut SAGE !
Berani-beraninya kamu bertingkh sombong di hadapan dua ahl SAGE. Hayo berlutut memohon minta ampun, dan aku mungkin akan membunuhmu tanpa rasa sakit" SAGE perempuan itu membentak. Wajah nya sangat meremehkan Sima Yong
Ketika dia mengayunkan tongkat sambil menunjuk Sima Yong. Suara deru angin dari senjata yang mengandung energi Qi terlihat terbang dan menampar kelompok Sima Yong. SAGE itu melepaskan kekuatan 60 bagian dari kekuatannya.
Sima Yong melambaikan tangannya, dan ujung lengan bajunya menyebarkan energi dingin yang dengan mudah menyerap kekuatan ganas yang di lemparkan SAGE perempuan itu.
SAGE itu menjadi terperanjat melihat Sima Yong menepis serangan 60 bagian Qi yang dia lancarkan semudah orang merobek kertas.
Kembali dengan nada dingin, dan wajah tanpa ekspresi, Sima Yong berbicara.
"Mari kita mulai pertempuran ini. Kamu dapat membuktikan jikalau kamu berdua dapat menaklukkan seorang yang Kuasi SAGE ini"
Suara pedang mencicit terdengar ketika sebuah kilauan benda tajam kemerahan terbang dari tubuh Sima Yong dan berniat menghantam dada SAGE perempuan itu.
"Srrreeeet !"
"Trang !" bunyi benturan ketika pedang berwarna erah itu membentur tongkat yang di putar SAGE perempuan itu.
Dari arah lainnya, terdengar suara deru menindas ketika Jari Pedang iblis di sodok dengan kekuatan 70 bagian, oleh SAGE berbaju hitam ke arah kawanan kelompok Sima Yong, yaitu ahli-ahli SAINT itu.
Enam SAINT kawan Sima Yong itu tentu saja terperanjat, ketika SAGE berbaju hitam itu telah mengunci mereka didalam serangan penuh hawa membunuh.
Fei Ma mengabmil tindakan untuk meghadang, Dia mengemposkan semangat dan tangannya terlihat membentuk cengkeraman yang menyala-nyala, siap menyambut tusukan Jari Pedang iblis.
"Wush-wush-wush" Tampak Pedang Naga Air terbang dengan cepat dan tegas memotong serangan tusukan Pedang Jari iblis. Seketika itu juga SAGE berbaju hitam menarik jemarinya mundur. Dia tak ingin tangannya perpapas kuntung oleh Pedang Naga Air.
Sima Yong, pria berpakaian master sebuah sekte itu tertawa mengejek.
"Haha .. Kalian berdua, sepasang SAGE adalah lawan ku. Biarkan mereka sesama SAINT bertempur dengan SAINT diantara mereka"
__ADS_1
Dua pedang masing-masing di tangan kanan berwarna merah dan tangan kiri Sima Yong yang berwarna keperakkan menari-nari di udara dan membuat gerakan mematikan, dalam bentuk tebasan dan tusukan terlihat mengancam nyawa dua ahli SAGE dari wilayah Barat itu.
Dua SAGE itu menjadi geram seketika. Dalam hawa amarah yang tertahan si baju hitam berkata.
"Baik... Sesuai permintaanmu. Kami berdua akan berhadapan dengan kamu, jangan di kemudian hari timbul cerita bahwa dua ahli SAGE ini menindas kamu seorang diri !"
Dua SAGE itu terlihat melompat dengan cepat dan melayang diangkasa, menuju dimana Sima Yong mengambang di tiup angin.
"Wush.." sambaran angin putting beliung mengandung uap dingin menyambar, menyusul tebasan pedang merah dan perak ke arah dua SAGE yang akan terbang itu. Sima Yong memadukan Cakra Angin dan Energi Teratai Es.
"Sreeett"
Pedang itu terlihat demikian cepat, dan menggores lengan SAGE berbaju hitam, sementara SAGE perempuan itu berhasil melakukan teknik jumpalitan yang dengan indah melompat mundur beberapa tindak.
SAGE berbaju hitam itu langsung meraba lengannya yang tergores pedang naga air, dia merasa luka itu menimbulkan rasa dingin hingga ke tulang di tubuhnya.
Buru-buru dia melakukan tindakan menghentikan aliran darah di tangan kiri, mencegah energi dingin yang seperti racun itu agar tidak menyebar keseluruh tubuhnya. Tangan kirinya kini terkulai, tak bergerak sama sekali, serupa tangan yang mati.
"Kurang ajar ! Aku akan bertarung nyawa dengan kamu" dia menerkam dalam gerakan yang cepat, jari di tangan kanannya mengeluarkan cicitan yang semakin keras sampai-sampai memekakkan kuping orang yang mendengar.
"Duar !" tusukan Pedang Jari iblis itu membentur semacam penghalang yaitu tameng yang terbuat dari air.
Suara mengejek terdengar di lawannya si Kuas SAGE yang dengan enteng berkata,
"Kamu tidak tahu kan dengan teknik yang di namakan Cakra Air?. Itu baru sebagian kecil dari cakra air ini. Sepertinya kamu akan menjadi orang pertama yang mersakan teknik terlarang dari Cakra air ini"
SAGE berbaju hitam itu menjerit, ketika dia tiba-tiba merasa gejolak di dalam tubuhnya. Darahnya menggelegak,
"Apakah ini.. Dia memanfaatkan dan menyedot darahku?" bisik si baju hitam panik.
Kenyataannya adalah Sima Yong telah membuka Gerbang Nyeri dan menggunakan kekuatan 50 juta jin untuk mengeksekusi Cakra Air.
Saat ini Sima Yong menggunakan teknik terlarang dari Cakra air, yaitu memanfaatkan darah sebagai pengganti air sebagaimana mestinya. Dia masih menyimpan amarah setiap kali mengingat SAGE berbaju hitam itu membokong dia dimalam di langit Hutan Pinus tua.
Perempuan SAGE yang awalnya berjumpalitan menghindar untuk menjaga jarak, kini melompat kearah pertempuran dua SAGE itu berniat menyelamatkan kawannya. Tongkat di tangannya menderu-deru bagaikan angin puyuh yang akan meratakan apapun di depannya.
"wush-wush-wush" suara deru tongkat itu dengan berisik.
__ADS_1
Namun tanpa di sangka sama sekali, tebasan yang mengandung 90 bagian energi Qi SAGE perempuan itu tertahan dengan suatu kejutan.
"WHoaaa !" SAGE perempuan itu menjerit dalam rasa takut. Energi yang di ayunkannya didalam tongkat serasa lenyap seketika. Mata nya terbelalak ketika melihat tiga kepala mahluk aneh dengan mata yang menyala-nyala secara mendadak menghadang sambil menatap dengan bengis kearahnya.
"Gorgon !" jerit SAGE perempuan itu. Namun patut disesalkan, dia terlambat menutup matanya. Tubuhnya terlanjur menjadi kaku, membeku serupa batu.
Dalam pikiran yang kalut, SAGE perempuan itu mendengar pria Kuasi SAGE lawan mereka mendengus dingin,
"Sayang sekali aku tidak memiliki banyak waktu untuk bermain-main dengan kalian"
******
Fei Ma membentuk cengkeraman di kedua tangannya, yang dengan penuh kekuatan 100 bagian ahli Kuasi Alam Melintas SAGE menerjang dan mengunci batok kepala dua SAINT pihak lawan yang terlihat masih belum siap.
Kedua ahli itu memutar pedang secara terburu-buru, lantas dalam teknik yang penuh kekuatan 100 bagian energi Qi SAINT bumi level 3 keduanya menusuk kearah cengkeraman Fei Ma yang terasa mengandung hawa membunuh yang akan merontokkan kepala mereka.
"Kraaak - kraak !" bunyi dua pedang yang patah menjadi rongsokan, tatkala Fei Ma enggan menarik kedua cengkeramannya, dan memilih untuk saling beradu kekuatan Qi.
Dengan pandangan tak percaya, kedua SAINT Klan Barat itu mengeluh ketika lawan mereka tidak mengendorkan tenaga sedikitpun, lalu tangan kanan pria itu terlihat meliuk lantas membentuk tusukan, mengejar cepat langsung menembus dada salah satu SAINT. Lawannya langsung menghembuskan nafas detik itu juga.
Selepas membunuh salah satu SAINT, tangan kiri Fei Ma seperti ular layaknya kini memburu SAINT yang satunya, yang kini terlihat panik dan berusaha terbang untuk menjaga jarak.
"Tolong !" jerit SAINT malang itu.
Patut di sesalkan, ketika kecepatan yang dilakukan SAINT itu terlihat seperti kura-kura di mata Fei Ma, yang lantas tangan kirinya mencengkeram kaki SAINT itu dan menyentaknya sehing kaki SAINT itu copot.
Fei Ma mendengar raungan kesakitan si SAINT, namun dengan dingin tangan kanannya menebas dengan gerakan tangan menyerupai pisau yang langsung membuat kepala SAINT itu terlepas dan jatuh ke tanah.
Fei Ma memercikkan sisa darah di tangannya ketanah, lalu melompat menyerbu ke arah batang Pohon Dedalu itu.
"Duar !" array penghalang hancur berantakan terkena pukulan ahli Kuasi Alam Melintas SAGE yang di eksekusi Fei Ma.
"Aku harus menyudahi semua dengan cepat, sesuai instruksi master" pikir Fei Mai yang langsung melompat kedalam lubang gelap di batang dedalu tua itu.
Ketika Fei Ma melompat kedalam lubang hitam itu, menyusul Yu Mian mengikutinya. Sepertinya perempuan itu telah menumpas lawannya dengan cepat pula.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.