
"Tiga...." semakin banyak anggota klan yang berlarian dari arah dalam aula menuju alun-alun dimana Sima Yong berada. Semua mengepung dua.
"Empat...." petikan senar ditangannya mulai menperdengarkan nada kacau. Kira-kira 150 praktisi dari berbagai tingkat kultivasi yang mengelilingi nya merasa agak pening. Akan tetapi Sima Yong tidak peduli, irama kacau pelan-pelan mulai menekan merasuki jiwa semua orang itu.
"Lima..." belum tampak gejala dua orang marga Mok yang dia sebutkan tadi belum juga menampakkan bayangnya. Sementara 150 praktisi itu mulai marah mereka merasa terganggu dengan nada kacau itu.
"Formasi...!!!"
"Bunuh..." 150 praktisi itu saling mendukung dalam susunan formasi, lalu dalam raungan keras seperti hewan liar, ke 150 praktisi itu melompat dan membuat teknik cengkeraman, menindas dan seolah-olah akan menyobek-nyobek dia.
Suara tawa dingin terdengar keluar dari mulut anak muda itu. Dia lalu memetik dawai kecapi sebanyak lima kali.
"Tring-tring-tring-tring-tring"
Formasi serangan 150 ahli itu kembali menjadi kacau. Lebih dari separuh ahli di kelompok itu langsung kehilangan kesadarannya dan jatuh pingsan. Sisanya memegang kepala mereka yang terasa sakit. Semua orang meraung dengan pilu. "arrgh..." riuh terdengar.
"Enam-tujuh-delapan-sembilan- Sepuluh"
Dengan geram dia berteriak.
"Baiklah kalau itu yang kalian mau, wahai Mok Seok dan Mok Baek Hyeon" suara anak muda itu terdengar dingin. Orang-orang menggigil.
"Tring-tring-tring...." sebuah nada kacau terdengar keluar dari petikan dawai kecapi di tangan Sima Yong.
Kasihan sekali denga seratus lima puluh praktisi yang berada di dekatnya. Mereka menggeliat seperti cacing yang di beri garam. Semua berteriak dalam suara pilu membuat orang bergidik mendengarnya.
"Itu baru permulaan..." teriak Sima Yong.
Kini dia memainkan musik bernada lebih kacau lagi. Dengan memasukkan kekuatan Master Jiwa Dao didalam susunan komposisi itu, kisah pembantaian yang pernah terjadi ribuan tahun lalu yang dilakukan sekelompok ahli dari Sekte Musik Setan seperti terulang lagi.
Irama itu seperti roh monster pencabut nyawa yang berjalan berkeliling di sepanjang pulau, mencari-cari sesuatu yang bernyawa dan menyerang jiwa mereka. Serangan kekuatan fisik kadang masih dapat dikendalikan oleh lawan. Akan tetapi serangan jiwa-apalagi Master jiwa peringkat Dao-itu nama nya tindakan dewa pencabut nyawa.
"Berhentiiiiiiiiii" dua sosok keluar dari dalam aula klan, berjalan sempoyongan. Darah menetes di bibir keduanya.
Sima Yong menatap kedua nya dengan dingin...
"Kalian adalah Mok Seok dan Mok Baek Hyeon bukan??? Keluarkan Pangeran Ju Qin dan klan kamu masih akan selamat" mata Sima Yong menyala. Dia tidak memberi hati sedikitpun kepada mereka yang telah menculik pangeran dari belakang dia.
"Kamu siapa???" desis Mok Seok perempuan tua itu. Dia merasa kultivasinya begitu tinggi, akan tetapi mengapa dia tak berdaya di hadapan anak muda berkultivasi dibawahnya??? Ego dan keangkuhan wanita itu bangkit.
"Kamu tidak memiliki wewenang untuk berbicara dan negosiasi dengan ku. Keluarkan Pangeran Ju Qin atau kamu dan seluruh Klan Dongmul Jeongbogja akan lenyap dari peta pada hari ini" ancam Sima Yong. Dia tidak main-main.
Laki-laki itu menyela, suaranya terdengar tersengal-sengal. Nyata benar dia berusaha menahan diri agak tidak mengeluarkan tegukan darah dari mulutnya...
"Namaku Mok Baek Hyeon. Aku Patriak Klan Dongmul Jeongbogja. Maafkan kami yang telah mengganggu anda dengan membawa Pangeran Ju qin ke Klan kami... kami..."
Mata Sima Yong semakin menyala,
__ADS_1
"Bawa keluar Pangeran Ju Qin kataku. Aku tidak main-main. Aku tahu.... banyak keberadaan anak kecil dan wanita lemah didalam aula sana. Aku dapat memainkan musik kematian ini dan mereka semua akan kehilangan ingatan dengan jiwa yang cacat, tidak lebih seperti patung bernyawa. Hidup tapi mati, mati tapi hidup. Kehidupan yang menyedihkan bagi ahli waris Klan Suci Penjinak Binatang" Suaranya semakin dingin. Dia mengkhawatirkan Pangeran Ju Qin.
"Iblis... kamu melakukan teknik gelap untuk mempengaruhi kami" maki Mok Seok.
"Tring..." Mok seok terjungkal memuntahkan darah.
"Ibu... " Mok Baek Hyeon berlari sempoyongan dan memapah Mok Seok.
"Baik... tolong hentikan serangan anda..." Mok Baek Hyeon memohon. Putriku akan membawa pangeran kesini.
Mok Baek Hyeon lantas meniup sebuah peluit yang dikeluarkannya dari cincin tata ruang. Itu sebuah kode.
"Suittt"
Seorang gadis remaja dalam balutan busana asing tampak keluar dari aula. Dia berjalan bersama-sama Pangeran Ju Qin. Pangeran sendiri terlihat baik-baik saja.
"Ayaah..... Neneek..." gadis itu jatuh didalam tangis dan meraung kearah dua orang bermarga Mok itu.
"Tuan Yong???"
"Bagaimana anda tahu kalau aku berada di sini??" wajah pangeran terlihat cerah. Sepertinya dia baik-baik saja.
"Pangeran... apakah anda baik-baik saja?? apakah mereka memperlakukan anda dengan buruk??" nada Sima Yong terdengar kuatir.
Pangeran Ju Qin terlihat seperti orang yang terheran-heran. Dengan pandangan ganjil dia bertanya...
Pangeran diam. Matanya jelalatan...
"Saudara Yong... ada apakah dengan orang-orang ini?? Mengapa semua terlihat kacau???"
Jantung Sima Yong berdetak... sepertinya dia terlalu terburu-buru mengambil tindakan terhadap orang-orang klan ini
"Maksud anda apa??? Tolong anda jelaskan sekali lagi Pangeran" Sima Yong semakin gugup
******
Betapa malu rasanya Sima Yong ketika Pangeran Ju Qin dan Patriak Mok Baek Hyeon menceritakan awal kisah. Klan Dongmul Jeongbogja memang sengaja mengundang Pangeran Ju Qin untuk mampir ke klan mereka untuk meminta bantuan mendamaikan klan mereka dengan pihak Kaisar Negri Embun Timur.
Akar permasalahan adalah terdapat sebuah benda roh bernama Relikui Feniks Gemala. Benda roh peninggal dari masa lalu itu adalah Artefak yang dapat membantu memulihkan jiwa Hewan roh yang telah usia ratusan tahun.
Sebagai pemuja Hewan Roh Kura-kura Hitam, Klan itu memiliki satu Kura-kura hitam raksasa usia 500 tahun lebih. Saking tua dan sering melewati peperangan masa lalu, mahluk roh itu mengalami banyak luka-luka di jiwanya. Relikui Feniks Gemala ini rutin setiap pagi harus di letakkan di dekat mahluk itu, biar dia menghirup kekuatan Relikui itu dan memulihkan luka jiwanya.
Di lain pihak, Istana Kaisar Embun Pagi juga memiliki hewan mitos yang di puja mereka yaitu keturunan Naga air. Sama seperti kura-kura hitam. karena usia terlalu tua dan melewati perang dari masa ke masa, naga air istana juga mengalami luka-luka jiwa.
Ketika mendengar pihak Klan Dongmul Jeongbogja memiliki Relikui mestika itu, pihak istana mendesak untuk meminjam benda mestika itu.
Sementara klan penjinak binatang juga membutuhkan relikui untuk menyembuhkan luka jiwa kura-kura hitam. Lalu saling bentrok terjdi diantara dua kubu itu. Dimulai dengan boikot semua alat transportasi milik Klan Dongmul Jeongboogja tidak diijinkan beroperasi dari dan ke semua wilayah Negri Embun Timur.
__ADS_1
Lalu ketika mendengar Pangeran Ju Qin dari Rajawali Agung akan berkunjung ke Negri Embun Timur, patriak mengambil inisiatif untuk mengundang pangeran berkunjung ke klan mereka dan meminta mediasi untuk memulihkan hubungan dengan Istana Negri Embun Timur.
Sangat disesalkan Mok Seok selaku utusan, mengambil tindakan menyerupai menculik dan menyerang.
Nenek itu telah pikun dan karena orang-orang klan yang dasarnya sering berhubungan dengan hewan, memang selalu terlihat kasar dan menganggap tindakan menculik itu adalah hal biasa.
"Selanjutnya Tuan Yong dapat mengetahui apa yang terjadi" Mok Baek Hyeon terlihat sedih. Ratusan anak muda harapan klan telah terkapar, entah hidup atau mati.
Sima Yong menjadi terpukul...
"Patriak... sebenarnya aku belum merusak jiwa orang-orang itu. Aku pun seseorang yang masih memiliki rasa peri kemanusiaan. Mereka hanya akan tertidur hingga 6 jam ke depan"
Buru-buru dia mengeluarkan sebotol penuh pil penyembuh luka jiwa.
"Karena serangan itu bersifat sementara, mereka akan baik-baik saja setelah mengkonsumsi pil ini. Anda dan ibu anda juga dapat mengonsumsi pil ini" sesegera mungkin dia menyerahkan botol pil itu kepada Patriak Mok Baek Hyeon.
Patriak Mok menjadi girang. sambil mengucapkan terima kasih dia membantu orang-orang pingsan itu mengkonsumsi pil. Gadis itu terlihat turut membantu. Sementara Sima Yong masih galau memikirkan tindakan buru-burunya
"Patriak... jika anda bersedia... aku dapat membantu memulihkan luka jiwa kura-kura 500 tahun itu. Bahkan luka jiwa ibu anda dapat aku obati dengan terapi musik jiwa" sambil malu-malu Sima Yong menawarkan diri.
"Tuan Yong adalah orang muda dengan kemampuan tinggi. Kami telah mendengar keahlian anda ketika sendirian menghadapi ribuan monster terbang di lautan Embun Timur itu. Nama anda telah menggetarkan dunia sungai telaga wilayah tengah dan timur" Patriak Mok tulus memuji.
*******
Keesokan harinya Sima Yong dan Pageran Ju Qin berpamitan akan menuju Kota Saebyeog. Sima Yong telah memainkan musik pemulih jiwa sehingga kura-kura hitam tua itu pulih dari luka jiwa. Mahluk itu tidak lagi linglung. Adapun Mok Seok, juga mengalami pemulihan setelah mendengar terapi musik jiwa yang di mainkan Sima Yong menggunakan alat musik kecapi.
Ketika berpamitan, Patriak Mok memberikan Relikui Feniks Gemala kepada Sima Yong.
"Kura-kura hitam adalah mahluk sembahan klan kami. Ketika dia pulih setelah terluka jiwa puluhan tahun, kami tidak lagi membutuhkan relikui ini".
"Seorang ahli kekuatan jiwa seperti anda lebih cocok memiliki benda artefak ini. Konon selain meningkatkan kekuatan jiwa, benda ini membantu meningkatkan kultivasi ahli berkekuatan jiwa tinggi. Di tangan kami yang tidak paham kekuatan jiwa, benda ini menjadi tidak berharga. Terimalah ucapan terima kasih kami"
Sima Yong mengucapkan terima kasih. Dia bersyukur orang-orang itu tidak menjadi dendam, setelah dia membantu memulihkan luka jiwa mahluk sesembahan klan itu.
Sebuah angin raksasa menjemput Sima Yong, dia memegang Pangeran Ju Qin lalu keduanya menghilang setelah angin mengerikan itu membawa dia pergi.
"Satu lagi ahli muda yang akan menggetarkan dunia. Tidak lama lagi anak itu akan menjadi ahli yang di sebut SAGE"
Di negri2 benua silver dan penyaringan dewa, dipercaya 4 mahluk mitos yaitu kura-kura hitam, naga, harimau putih, phoenix sebagai penjaga 4 mata angin.
Relikui ada benda pusaka peninggalan jaman kuno yang memiliki kesaktian.
*Bersambung*
* Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.*
* Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.*
__ADS_1