Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Aksi di Malam hari Dua Jendral Dong Xing


__ADS_3

“Malam adalah saat yang tepat untuk melakukan kegiatan-kegiatan rahasia tanpa diketahui orang banyak” Quotes by Sima Yong.


>>>>>>


   Angin malam bertiup cukup kencang. Sepertinya sebentar lagi akan terjadi hujan badai di Kotaraja Ju Yin. Kilat dan Guntur terdengar saling bersahutan mendahului badai hujan itu.


   Dua bentuk tubuh yang dapat dipastikan adalah manusia, yang terdiri dari seorang pria dan seorang Wanita berdiri diam dan kaku diatas atas atap sebuah bangunan tertinggi di Kotaraja Ju Yin. Jubah besar yang dikenakan pria itu berkibar di tiup angin.


   Sementara rambut Wanita itu turut melambai mengikuti Gerakan angin, dengan latar belakang kilat yang silih berganti dengan bunyi Guntur. Keduanya terlihat seperti iblis dibawah kilat dan Guntur malam itu


   Tepat tengah malam, kedua figure itu,  terlihat memulai aksi mereka dengan melayang di udara laksana kapas. Sedemikian ringan Gerakan mereka sehingga tidak menimbulkan bunyi sama sekali.


   Hanya sesekali saja kibaran jubah dan rambut yang memperdengarkan bunyi alamiah, akan tetapi bunyi seperti itu tidak menimbulkan kecurigaan orang yang mendengarnya.


   Ketika dua cerminan sosok pria dan Wanita itu telah dekat dengan Istana Mewah kediaman Mentri Xu Bibin, menyusul terdengar suara tawa dingin yang memecah malam… tawa yang menggiriskan hati itu disertai hawa Qi yang amat menindas pendengaran siapapun.


“Hahahaha….” Dua sosok itu masih diam di udara, seolah menantikan sesuatu.


   Dari arah bangunan istana tampak 6 figur paktisi beladiri yang berpakaian serba putih tertutup kerudung, terbang cepat menyongsong dua bayangan hitam tersebut. Sayap berwarna putih keenam praktisi itu terlihat mengerikan dibawah siraman kilat dan Guntur.


   Keenam figure berpakaian serba putih itu masing-masing adalah praktisi beladiri dengan peringkat kultivasi di Alam Pencerahan Suci awal level 1. Kemampuan kultivasi seperti itu terbilang tinggi di rata-rata untuk sekte bintang Sembilan, apalgi sekte bintang delapan.


   Akan tetapi dengan kultivasi seperti itu, untuk berhadapan dengan dua Jendral Organisasi Dong Xing, kultivasi seperti itu hanya dapat dianggap lelucon.


“Mereka adalah bagianmu..!” kata Raja Kelelawar melirik Yu Mian.


   Yu Mian si Bidadari Berwajah Kumala melempar senyum tipis, lalu tubuhnya menghilang di udara menghadang enam praktisi berpakaian serba putih itu. Dua pedang pendek di tangan Yu Mian terlihat berkilauan diterpa cahaya kilat yang langsung melakukan Gerakan menebas ganas kearah enam praktisi itu.


“Sssuuuiittt”


“Tsssingg” sebuah tebasan pedang pendek ditangan Yu Mian ditangkis pedang Panjang parktisi Mogui berbaju putih itu.


“Trang…” pedang ditangan mogui itu nyaris terlepas. Qi perempuan lawannya terasa amatlah kuat membuat dia hampir saja melepaskan pedang ditangannya. Seluruh tangannya bergetar nyeri.


   Yu Mian lalu berputar indah diudara, lalu kaki jenjangnya yang tanpa tertutup selembar benang itu melakukan Gerakan tendangan yang langsung mengenai dada salah satu mogui berbaju putih lainnya.


“Buk..!!”


“Tikam punggung perempuan iblis itu” perintah mogui yang lain, Ketika mereka dibuat terkejut dengan Wanita yang ternyata memiliki kekuatan praktisi Alam Pencerahan Suci Puncak level 9. Mereka berenam sepertinya bukanlah lawan perempuan itu.


   Bahkan sebelum Gerakan menebas punggung perempuan itu dilakukan, dengan sangat cepat sekonyong-konyong perempuan itu telah berputar kebelakang. Tangannya dengan ganas malahan balas menusuk mogui yang tadinya akan menebas punggungnya.


“Traang….”


“Arrgh…” mogui itu terpaksa melepaskan pedang ditangannya Ketika berbenturan dengan Yu Mian. Tangannya terasa panas dan membaal. Naga-naganya telapak tangannya mengalami luka dan pecah-pecah akibat benturan dengan serangan perempuan itu


“Lepaskan racun…” salah satu mogui berteriak memberi instruksi.


   Serempak mereka ber enam berkeliling mengitari Yu Mian. merapalkan mantra dan melepaskan sesuatu di udara. Aspa tebal berwarna hijau langsung mengurung Yu Mian Bidadari Berwajah Kumala.


“Hihihi…. Apakah kalian tidak tahu  siapa Tuan Puteri ini??....”  terdengar suara tawa genit dari dalam asap hijau itu.

__ADS_1


   Sosok Yu Mian melompat keluar dari gulungan kabut tebal berwarna hijau itu. dalam suatu jumpalitan yang indah, dari telapak tangannya dia melepaskan bubuk halus beraroma harum Bunga Melati yang langsung menyebar di sekeliling medan pertempuran itu.


“Uhuk-uhuk…” tiga diantara enam mogui itu terbatuk-batuk Ketika mencium aroma bubuk Bunga Melati yang di lempar Yu Mian.


“Toloong… aku tidak dapat bernafas….” Teriak salah satu mogui yang kini terlihat tersedak seolah sesak nafas.


   Dalam Hal susah bernafas itu diikuti oleh dua mogui yang tadinya sempat menghirup bubuk bunga Melati tersebut.


   Tiga mogui yang lain melompat menjauh menghindari aroma  Melati beracun itu. Salah satu diantara mereka membentak kearah Yu Mian.


“Siapa kamu perempuan ******!! Kamu berani-beraninya memberi racun kepada praktisi Sekte Kuil Teratai Putih? Ayo berikan obat penawar atau Seluruh Sekte Kuil Teratai Putih akan memburumu seumur hidup!!!”


   Yu Mian tidak segera menjawab pertanyaan mogui itu. dia hanya tertawa meringkik seperti kuntilanak. Rasa jeri di hati tiga mogui yang masih hidup semakin bertambah terhadap perempuan beracun itu.


   Setelah menyelesaikan tawa kuntilanaknya, Yu Mian lalu menjawab berkata dengan santai …


“Karena kalian bertiga akan kuantar bertemu raja neraka, maka ijinkan Tuan Putri ini memperkenal diri”. “


“Tuan Putri dikenal di dunia Kultivator dengan sebutan Bidadari Berwajah Kumala…. Dan berani-beraninya kalian bermain racun melawanku. Tidak tahukah racun adalah permainan sehari-hari Bidadari Berwajah Kumala???” ketiga mogui itu terkesiap. Bidadari Berwajah Kumala adalah Pembunuh Bayaran berbahaya dari Organisasi Dong Xing.


   Yu Mian lalu memutar dua bilah pedang pendek ditangannya dan melempar kedua pedang itu kearah tiga praktisi mogui itu. Dua pedang pendek terbang dalam kecepatan tinggi.


“Tsing-tsing…..!!!” dua pedang pendek yang berlari dengan cepat kini mengunci leher tiga mogui tersebut. Bunyi seperti air mancur terdengar ……


   Tiga praktisi Kuil Teratai Putih itu langsung meregang nyawa ketika sabetan pedang pendek memotong tenggorokan mereka bertiga.


>>>>>>


   Kenikmatan tidur keduanya sekonyong-konyong terganggu ketika terdengar ringkikan suara tawa yang menggunakan Qi tebal. Tidak lama kemudian disusul bunyi bentakan dan dentingan benturan benda tajam.


Xu Bibin mendadak terbangun dan langsung memeluk Bishojo…


“Selirku… seperti nya terjadi penyerangan di istana ini. Mari kita bersembunyi” Kata Xu Bibin.


Dengan enggan Bishojo berkata,


“Aku sendiri yang akan pergi memeriksa lokasi. Siapa gerangan yang berani-beraninya menyerbu ke istana Tuan Mentri” Bishojo langsung mengenakan pakaian tidur tipis untuk membalut tubuhnya yang tanpa sehelai benang itu.


   Bishojo sebenarnya merasakan bahwa terjadi hal yang urgent dalam penyerangan itu. Tawa mahluk yang menyerang istana itu gelagatnya memiliki kekuatan Qi yang amat tinggi. Situasi itu tercermin dari suara tawa yang bahkan dapat nyatanya mampu membuat sakit kuping mereka berdua yang berada dalam kamar kedap suara itu.


   Dia juga mengambil sebuah pedang Panjang (Samurai) yang selalu di letakkan disamping tempat tidurnya… Bishojo berpesan kepada Xu Bibin…


“Jangan lupa memanggil Imam Mo Huo untuk melindungi anda” selepas berpesan, sosok Bishojo menghilang dari pandangan Mentri Xu Bibin yang terlihat agak gemetar. Bishojo tidak pernah tahu bahwa itu adalah hal terakhir dia berpesan kepada Xu Bibin.


   Belum lagi Xu Bibin memencet token giok untuk memanggil Imam MoHuo dari Kuil Teratai Putih… seolah-olah telah membaca situasi sehingga tanpa diminta sosok Imam MoHuo telah muncul didalam kamar Xu Bibin. Imam MoHuo menawarkan agar keduanya bersembunyi.


“Bahaya Tuan Mentri… dua orang berkepandaian tinggi menyerang istana ini. Aku berpikir untuk bersembunyi di Kuil Teratai Putih adalah hal yang terbaik. Kita akan lakukan hal itu sampai  sampai keadaan dirasa aman” Kata Imam Mo Huo, diiringi anggukan kepala Xu Bibin.


>>>>>>


   Yu Mian baru saja membunuh sepasukan pengawal istana Xu Bibin yang kini terlihat kocar kacir. Keadaan di halaman istana Mentri Xu Bibin menjadi amat kacau.

__ADS_1


   Tatkala itu secara tiba-tiba sebuah suara melengking terdengar memaki Yu Mian…


“Pelacur jalang… berani-beraninya kamu dengan komplotanmu membuat onar di istana Mentri Xu Bibin” tampak Bishojo berdiri dengan marah sambil memegang pedang Panjang ala Negri Matahari Timur itu.


   Pakaian tipisnya itu seolah-olah mempertontonkan keindahan dibalik pakaian yang menerawang itu.


   Yu Mian Bidadari Berwajah Kumala melirik sambil memasang wajah genit.


“Hihihi… baiklah jika kamu memanggilku ******. Aku akui kalau aku memang perempuan ja ang Dunia Persilatan ini. Akan tetapi… lupakah kamu??” tawa Yu Mian makin terdengar genit dan mencemooh.


“Ijinkan Tuan Putri ini bertanya sesuatu kepadamu... Bukankah kamu itu di pungut Mentri Bodoh itu dari rumah pelacuran??? Hihihi… sekarang katakan padaku sekali lagi. Siapa yang paling ****** diantara kita berdua???” sambil membuang ludah, Yu Mian sekali lagi tertawa penuh nada menghina kepada Bishojo.


   Merasa marah dengan sindiran Yu Mian, Bishojo langsung melompat dalam Gerakan mematikan dan bersiap memenggal kepala Yu Mian…


   Dua Wanita seniman beladiri yang memiliki kultivasi di ranah Alam Pencerahan Suci Puncak lev 9 langsung menyatu didalam gulungan hawa mematikan medan pertempuran itu. Semua Gerakan pedang mereka sama sekali tidak dapat ditangkap mata, saking cepatnya Gerakan penuh hawa membunuh itu. Aliran Qi yang sedikit salah Gerakan saja akan berakibat fatal bagi lawan…


>>>>>>


“Suuuiiiitttt…!!!”


   Imam MoHuo baru saja bersiul dengan menggunakan kekuatan Qi dari atas atap istana Mentri Xu Bibin. Dia berniat memanggil hewan iblis tunggangan yaitu Roc raksasa milik Kuil Teratai Putih.


   Berdiri disampingnya Mentri Xu Bibin yang terlihat sangat gemetar. Pria itu amat ketakutan setelah Imam MoHuo mengatakan bahwa penyerangan ini dilakukan oleh dua Jendral dari Organisasi Dong Xing. Dia tahu pasti… segala sesuatua yang berurusan dengan Gerombolan Dong Xing akan tamat riwayatnya… tidak bersisa sama sekali.


   Kakinya seketika menjadi lemas Ketika mendengar nama “Bidadari Berwajah Kumala dan Raja Kelelawar” lah yang special berkunjung untuk berpesta ke istana nya kali ini.


“Tamat sudah riwayatku” bisik Xu Bibin dengan gemetar.


   Dia juga terlebih gentar Ketika tidak melihat satupun Gerakan dari Istana Kekaisaran untuk datang membantu Ketika mendengar keributan terjadi di istana kediamannya…


“Pihak Kekaisaran pasti terlibat dalam penyerangan ini.. dalam hal ini pasti merekalah yang menyewa dua pembunuh itu” bisik Xu Bibin dengan geram.  Dia merasa beruntung membawa banyak sekali harta nya didalam cincin spasial peringkat Dao yang mampu menyimpan semua harta nya dari Gudang harta.


“Sssuuuuuiiiiiittt”


   Tiba-tiba sebuah suara menciicit terdengar dari arah belakang, membuat jantung Xu Bibin serasa akan copot saja.


   Dari arah percikan kilat di angkasa, seolah-olah muncul asap tebak yang didepannya membentuk telapak cengeraman kelelawar.


Mentri Xu Bibin menjerit keras karena dilanda rasa ngeri melihat penampakan cakar kelelawar yang mendekati dirinya.


“Woaahh….” Tiba-tiba sebuah lidah api raksasa menyambar ganas ke gulungan asap cakar kelelawar yang kemudian membuat kedua figure itu berbenturan dengan keras… Xu Bibin melirik dan dia melihat lidah api raksasa itu keluar dari mulut Iman MoHuo.


“Duaar….”


   Xu Bibin terlempar hingga ke ujung atap istana kediamannya. Pria itu mengeluh dalam hati, dari mana kah datangnya mahluk-mahluk mengerikan yang kemampuannya layaknya iblis itu???


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2