Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Jin Yao Qilin Emas


__ADS_3

Sima Yong telah berada di kemah miliknya, yang memang di sediakan khusus oleh Keluarga Orhideya. Sebagai golongan bangsawan, tentu saja keluarga gadis itu memiliki beberapa kemah siap pakai yang di khusus kan untuk tamu-tamu keluarga.


Sima Yong lalu mengeluarkan sepasang artefak mungil "Qilin" dan meletakkannya di atas meja kecil di dalam tenda.


Dia bermain-main dengan dua artefak itu, karena didalam pandangannya, sepesang Qilin itu terlihat begitu lucu dan sangat harmonis.


"Entah apa yang membuat kalian berdua sampai memilihku sebagai tuan yang baru?" anak muda itu mengajak dua artefak itu berbicara seolah-olah mereka berdua adalah teman mengobrol.


Akan tetapi, sebagaimana artefak pada umumnya-benda roh, tidak serta merta benda-benda cantik peninggalan masa lalu akan langsung menanggapi sapaan seperti mahluk hidup umumnya dan bercakap-cakap.


"Aku akan berkultivasi, sebaiknya kamu berdua anak kecil ini akur dan betah dan selalu berada di sampingku" Kata Sima Yong kepada dua Qilin kecil itu.


Jagoan kita itu lalu mulai berkultivasi. Dia memikirkan kembali semua teks-teks kuno yang dia hapal di dalam perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung, lalu mengolahnya di benaknya untuk menciptakan teknik-teknik baru.


Hingga tengah malam, tatkala udara semakin dingin dan Sima Yong tetap fokus berkultivasi untuk memperdalam pengetahuan dan teknik tempur yang dia miliki.


Sementara itu, secara aneh tampak dua titik cahaya berwarna keemasan yang keluar dari pasangan Qilin itu.


"Bumm..!" kedua cahaya emas saling menyatu dan membentuk ilusi Qilin sebesar rusa jantan dalam warna keemasan yang langsung menabrak untuk menerobos dinding kemah, qilin emas itu berlari terbang membelah angkasa malam hari.


"Tidak semudah itu untuk melarikan diri... " suara Sima Yong terdengar membentak. Seketika itu juga oracle jiwa Sima Yong memisahkan diri dari tubuh fisiknya, dan terbang mengikuti arah Qilin.


Pengalaman sebelumnya, yang mana pertemuannya dengan roh Feniks immortal yang hanya dapat berkomunikasi dengan oracle jiwanya membuat anak muda itu dengan sigap meloloskan oracle jiwanya dari tubuh.


"Wush-wush..." cahaya keemasan Qilin itu berlari, terbang membelah malam dan diikuti oleh Oracle Jiwa. Qilin emas itu seakan-akan tidak mengalami rasa lelah sedikitpun. Dia berlarian sepanjang malam membelah langit menuju barat dan kembali lagi ke padang rumput Suku Wu Yi berada.


Sedangkan oracle jiwa Sima Yong, tidak mau mengalah. Oracle jiwa itu terbang dengan santai diatas deru angin pu.ting beliung mengikuti kemana Qilin pergi.

__ADS_1


Bahkan oracle jiwa Sima Yong itu membuka Gerbang Keajaiban yang terletak di kedua tulang kaki, khusus agar tidak tertinggal pergi dari Qilin emas itu.


"Sekali saja mahluk sisa penggalan jiwa ahli immortal dari masa lalu itu pergi, impianku untuk memperoleh kekuatan akan buyar" desis Oracle Jiwa itu memberi semangat.


Ketika Fajar akan menjelang, secara tiba-tiba Qilin emas itu berhenti dan membalikkan badan sambil menatap oracle jiwa Sima Yong.


Oracle jiwa Sima Yong berdiri, melayang di udara dan menunggu reaksi dari Qilin emas itu. Lalu sebuah suara kuno terdengar dari arah ilusi Qilin emas,


"Tak kusangka sama sekali. Puluhan ribu tahun berlalu, dan di dunia bawah ini masih terdapat seseorang yang mampu melakukan teknik Oracle Jiwa seperti kamu anak muda.."


Oracle jiwa itu lalu membungkuk memberi hormat,


"Salam hormat Penatua Qilin. Terimalah penghormatanku yang muda ini"


Sambil memicingkan mata, Qilin emas berkata,


"Apakah kamu mengetahui, mahluk seperti apa Qilin di hadapanmu ini?"


"Tentu saja aku tahu. Sejak awal kedatanganku ke Wilayah Barat Laut ini adalah untuk menjumpai anda Penatua Qilin"


Dengan menampakkan wajah sedikit terkejut, Qilin emas itu bertanya,


"Apakah kamu pernah menemui mahluk yang keberadaannya kurang lebih sama denganku?" Qilin emas mengajukan pertanyaan bersifat menguji.


Sima Yong lantas menceritakan pertemuan tidak sengaja dengan Feniks yang berasal dari Relikui Gemala di Negri Embun Timur.


Setelah mendengar semua riwayat Sima Yong tentang pertemuannya dengan Feniks di relikui gemala itu, Qilin emas itu lantas bersuara..

__ADS_1


"Jadi rupa-rupanya Feniks tua itu menceritakan keberadaan diriku sebagai salah seorang ahli yang juga berhasil dan berjaya untuk menjadi seorang Immortal? Aku cukup terkejut setelah puluhan ribu tahun ini mendengar bahwa dia si Feniks tua itu mengakui keberadaanku"


Suara Qilin emas itu terdengar bergetar. Meski saat ini yang tersisa dari dirinya hanyalah penggalan jiwa, akan tetapi dia puas.


"Klan Qilin kami ternyata tidak di pandang sebelah mata oleh mereka delapan ahli immortal itu"


"Jika kamu telah mengalami pertemuan bahkan menyerap kekuatan Feniks tua itu, aku tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai langkah yang harus kamu tempuh untuk menjadi immortal di masa depan"


"Pesanku hanya satu, selagi kamu masih berada di Dunia Bawah ini (belum pergi ke Negri Ajaib Wonderland), mohon kamu memperhatikan Suku Wu Yi keturunan Qilin aku ini. Apakah kamu bersedia anak muda?"


Sima Yong berpikir, dia pada dasarnya tidak memiliki dendam permusuhan dengan orang-orang Suku Wu Yi ini, bahkan kini mereka seolah-olah telah menjalin hubungan persahabatan, maka selagi dia masih di Benua Penyaringan Dewa, tidaklah sulit jika ingin membantu Suku Wu Yi ini jika mereka di timpa kemalangan. Toh orang-orang ini adalah orang yang baik dan bersikap bersahabat dengan dia.


"Tentu saja aku bersedia. Patriak mereka Patriak Xie kini telah menjadi sahabat dengan ku. Aku pikir tidak masalah jika aku membantu mereka di kala Suku Wu Yi ini ditimpa kemalangan" pungkas Sima Yong.


Qilin emas itu memperlihatkan wajah yang lega setelah mendengar janji Sima Yong dia lalu berkata-kata terakhir kalinya sebelum menyatukan kekuatan penggalan jiwanya dengan oracle jiwa Sima Yong.


"Aku merasa lega karena telah memilih kamu sebagai ahli warisku. Kamu adalah orang muda yang memiliki budi pekerti"


"Kamu hanya perlu mengumpulkan beberapa relikui lainnya dan memiliki kesempatan untukmenjadi seorang ahli immortal. Aku berharap kamu akan sukses mengumpulkan delapan relikui, sehingga pondasi kamu akan kuat ketika menjadi immortal dan pergi ke Negri Ajaib Wonderland. Carilah aku 'Jin Yao' jika kelak kamu telah memasuki Wonderland itu"


Tanpa terduga oleh oracle Sima Yong, Qilin itu melesat dengan cepat dan menabrak jiwa oracle itu. Pemandangan sekitar seketika memudar. Oracle jiwa itu terhempas tanpa sadar, jatuh kembali kedalam kemah dan menyatu dengan tubuh fisik Sima Yong.


Anak muda itu, Sima Yong tertidur tidak sadarkan diri hingga beberapa hari kedepan.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2