
Sima Yong dengan gembira meninggalkan Istana Semidevil Nomor Satu Ye Keung. Di kantongnya kini telah terdapat dekrit yang mana menunjukkan kalau dirinya adalah Wakil dari Neraka Dunia di ajang jenius berbakat Demigods Kota Kuno pada musim dingin nanti.
Hatinya penuh kegembiraan, sehingga setibanya di Istana Semidevil miliknya, dia menginstruksikan Meigui gadis pelayan itu untuk mengawasi Wei Park dan Xong Hui Yong. Pesannya,
"Aku akan pergi berjalan-jalan berkeliling di pusat perdagangan Neraka Dunia ini.
Tolong sampaikan kepada dua orang itu, Wei Park dan Xong Hui Yong untuk menemui aku di Asosiasi Perdagangan Mestika Naga" Sima Yong langsung lenyap tatkaa Meigui baru saja akan mengiyakan perintahnya.
"Tuan Semidevil kami ini, semakin mengerikan kemampuannya" pikir Meigui meleletkan lidah.
******
Sima Yong sementara berjalan-jalan di Pusat Perdagangan Neraka Dunia, sementara diam-diam sepasang mata menatap dia dengan posisi mengunci dari kejauhan. Mata itu meskipun menggunakan alat bernama teropong, namun terasa memiliki kekuatan yang menindas.
Sima Yong bukannya tidak merasakan bahwa dirinya sedang diintai seorang ahli, dan dirinya telah terkunci ketat dalam pandangan mengintai itu.
Tentu saja warisan Raja Pedang Elf yaitu kemampuan mata seterang bintang itu sejak awal terlah memberitahukan dia, bahwa ada satu sosok yang menatap serta menyelidiki dirinya dari suatu tempat tersembunyi. Tempat tersembunyi itu tepatnya adalah Istana Semi Devil Peringkat Sembilan.
Benar sekali, itulah Wei Xuanya si Paglima Pintu Neraka, Sang Semidevil Peringkat Sembilan.
Sejak kematian adiknya Pelajar Tangan iblis, Wei Xuanya tidak pernah padam keinginannya untuk membalas dendam kepada Sima Yong Peringkat sepuluh Semidevil itu.
Pada beberapa waktu yang lalu, dia telah menjalin kerja sama dengan Demigods Wilayah Barat yang memburu anak muda itu. Akan tetapi rupa-rupanya Refiner Jubah Kelabu ini berhasil menyingkirkan dua orang itu.
"Manusia-manusia kelas sampah ! Kemampuan kultivasi adalah SAGE namun masih saja keok di bawah anak kecil yang hanya setengah langkah menuju SAGE" maki Wei Xuanya didalam hati.
Selama ini, Wei Xuanya mengira ketidak hadiran Refiner itu yang menghilang dalam waktu hampir setahun, pertanda diri anak muda itu telah tewas di tangan dua SAGE wilayah Barat yaitu si Kebutan Kilat Taois Yu dan Pedang Perak Lai Yelu.
Dan Wei Xuanya ini diam-diam merayakan kemenangannya, dengan mengadakan semacam pesta kecil di istananya, yang hanya di hadiri kerabat terdekat dalam pesta pribadi.
Siapa menyangka dia kemudian mendengar berita bahwa sang Refiner telah kembali ke Neraka Dunia.
Dirinya lebih terguncang lagi ketika dia mengamat-amati refiner itu dan menemui kenyataan bahwa sang Refiner telah mengalami penerobosan kultivasi menjadi SAGE level Lima.
"Hidupnya sungguh penuh dengan keberuntungan" batin Wei Xuanya culas.
"Akan ku cari kesempatan untuk membokong manusia laknat itu" dengan geram Wei Xuanyu memaki sambil menatap menggunakan alat jarak jauh (semacam teropong).
Ditengah-tengah keasikannya bermain-main dengan alat teropong yang dia peroleh dari Negri di Barat sana,
Tiba-tiba di dalam teropong itu Wei Xuanya melihat citra sang Refiner, anak muda itu memalingkan wajah dan menatap balik dengan tajam kearahnya. Hati Wei Xuanya seketika menciut...
__ADS_1
"Apakah aku ketahuan memata-matai dia?" pikirnya bimbang.
Wei Xuanya kemudian bahkan melihat dengan jelas, dua bola mata sang refiner bersinar-sinar yang seperti bintang memantulkan cahaya, lalu wajah itu tersenyum dan bibirnya bergerak dalam kata-kata "Aku tahu kamu mengawasi ku"
Wei Xuanya kaget seketika. Teropong ajaib itu lantas di lepaskan, terjatuh menggelinding di lantai istananya..
"Apakah anak itu turunan iblis?
Bagaimana caranya dia bisa tahu kalau aku tengah mengawasi dia?"
Setelah beberapa saat, diaman Wei Xuanya telah hilang dari rasa terkejutnya, dia kembali mengambil teropong itu dan mencari-cari keberadaan sang refiner.
"Sayang sekali anak itu telah menghilang.
Namun lihat saja nanti. Tak akan ku biarkan kamu untuk bersenang-senang sebagai Semidevil peringkat sepuluh, menggantikan adikku" batin Wei Xuanya.
******
Sima Yong tertawa didalam hati, ketika dia berhasil menakut-nakuti Wei Xuanya. Dia lantas memasuki aula Asosiasi Perdagangan Mestika Naga. Toko milik orang tua Liu Yanshan itu benar-benar ramai sekarang ini..
"Ah... Yang Mulia Semidevil Refiner Kelabu..." terlihat tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Sima Yong. Sementara orang-orang yang terngah berbelanja semuanya buru-buru membungkuk dan memberi hormat kepada Sima Yong.
"Apakah ada yang Shaoye ingin sampaikan kepada orang tua ini?" tanya Liu Yanshan. Karena sejak awal dia selalu memanggil Sima Yong dengan sebutan Tuan muda, maka dia tetap menyebut Sima Yong dengan panggilan Shaoye.
"Paman... Bilakah anda membantu aku?
Aku tidak memiliki mata-mata khusus di Neraka Dunia ini. Namun organisasi anda si orang tua, tentunya memiliki banyak jaringan sampai ke dunia atas.
Aku memohon anda untuk mencari tahu kabar seorang kawan di Negri Rajawali Agung Dataran Tengah sana. Namanya adalah Pangeran Ju Qin"
Lu Yanshan lantas mencatat nama Pangeran Ju Qin dari Negri Rajawali Agung Dataran Tengah, jawabnya..
"Baik Shaoye. Hamba akan meminta mata-mata hamba untuk menghubungi agen-agen mereka hingga dataran tengah dan mencari kabar Pangeran Ju Qin itu".
Sima Yong lantas meletakkan sebuah botol kecil, yang memancarkan harum obat-obatan.
"Ini adalah sebutir Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva yang sangat bermanfaat untuk menaikan level kultivasi seseorang ahli SAINT.
Jika dia beruntung dan memanfaatkan semua kekuatan pil, maka kenaikan level hingga dua tingkat sekaligus, bukanlah mimpi belaka.
Pil ini adalah hasil penyulingan seorang Alkemis Peringkat Dao dengan mutu Kuasi Sempurna. Harga di luaran untuk pil sekelas ini, bahkan bernilai dan mampu membeli satu Sekte Bintang Delapan.
__ADS_1
Ku kira biaya penanganan informasi Pangeran Ju Qin itu, telah mencukupi bukan?" tanya Sima Yong menatap serius ke arah Liu Yanshan.
Buru-buru Liu Yanshan menyimpan botol pil itu, dan berkata malu-malu...
"Ampun Shaoye...
Hamba sebenarnya tidak kepingin memungut biaya atas pelayanan ini... Akan tetapi ketika hamba melihat Pil Pembentuk Tubuh Bodhisatva bermutu tinggi itu, biar bagaimanapun hamba harus menerima pil itu tanpa malu-malu. Nilainya terlalu berharga untuk di sia-sia kan...." Liu Yanshan seketika terlihat kikuk.
Sima Yong hanya tertawa terbahak-bahak. Katanya,
"Orang tua, kamu tidak perlu terlalu terbawa perasaan dengan pemberianku itu.
Bagiku, nilai pil itu telah sepadan dengan informasi yang aku inginkan. Dan lagi.. Pil semacam itu masih dapat aku suling sendiri. Jadi kamu tak perlu sungkan-sungkan"...
Liu Yanshan seketika kepingin menangis,
"Shaoye... Anda sendiri yang menyuling Pil itu?" tanyanya tidak percaya.
"Ya benar. Aku sendiri yang menyulingnya. Sebenarnya aku juga seorang Alkemis Peringkat Sepuluh, dengan hasil penyulingan kualitas Kuasi Sempurna" jawab Sima Yong ringan.
Liu Yanshan terdiam beberapa saat. Dia tak dapat lagi berkata-kata..
"Shaoye... Anda adalah sosok harta berjalan.
Tangan ajaib anda mampu menghasilkan senjata roh peringkat tinggi, dan juga penghasil pil peringkat kuasi sempurna.. Diseluruh wilayah utara sini, mungkin anda satu-satunya yang menguasai dua teknik itu dengan baik.
Sima Yong terdiam. Dia betul-betul lupa memberi tahukan bahwa dia adalah Alkemis dan juga Refiner.
"Seandainya Liu Yanshan tahu kalau aku juga Master Jimat dan Array,,, apakah dia tidak akan pingsan?
Ah sebaiknya aku menyimpan sendiri rahasia ini. Cukup dua hal tadi yang aku ungkapkan" batin Sima Yong.
Sementara itu seorang gadis tiba-tiba masuk dan memberi informasi bahwa, Wei Park dan Xong Hui Yong telah datang dan ingin bertemu Sima Yong.
"Tolong antar kedua orang itu untuk menemuiku" kata Sima Yong.
"Aku kepingin mengajak dua orang itu untuk menemaniku di Kota Kuno selama Kompetisi Demigods di musim dingin nanti...."
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1