
Pagi itu Kota Selatan Benua Penyaringan amatlah cerah. Banyak sekali terlihat masyakarat berlalu Lalang dijalanan. Segala jenis ras tumpah ruah di jalanan. Hari itu adalah hari perdagangan, dimana pedagang dari berbagai daerah terpencil Selatan Benua ini memenuhi satu-satunya kota terbesar yang dinamai Kota Selatan Benua Penyaringan Dewa.
Di salah satu sudut kota yang terbilang agak terpencil, tepatnya di toko array milik salah satu ras jingling Bernama Penatua Ren Fu tampak berkumpul lima praktisi yang terdiri dari berbagai ras. Kumpulan praktisi itu adalah Sima Yong dengan empat kawannnya.
“Aku tidak setuju jika kita berlima Bersama-sama menuju ke Kota Sentral Benua Penyaringan ini” kata Sima Yong.
“Mengapa saudara Yong?... tolong berikan kami penjelasan yang masuk akal dan kami akan lega ketika memang berpisah dengan anda”
“Itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan nyaman atau tidaknya kebersamaan kita. Aku memilih untuk berpisah agar masing-masing dari kita dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat dan minat yang di ingini” kata Sima Yong.
“Aku menyadari kebersamaan kita, paling tidak telah membuat beban di hati kalian. Kalian senantiasa berusaha untuk meningkat dan meningkat lagi kultivasinya hanya karena ingin sama seperti aku. Dan tolok ukur kalian selalu adalah aku”.
“Keahlian diriku yang merupakan gabungan antara ahli Pedang dengan ahli serangan jiwa, membuat obsesi kalian juga untuk mencoba menguasai Teknik sihir yang sebenarnya bukan bidang kalian”.
“Jika kita berpisah sejenak… dan kalian berkelana untuk bertemu ahli-ahli bela diri baru yang jauh lebih hebat… itu akan membuka wawasan kalian serta lebih menetapkan diri kalian untuk lebih meningkatkan ranah kultivasi sesuai minat dan bakat kalian sendiri”
“kalian seharusnya tahu, ada banyak sekali ahli-ahli beladiri diluar sana yang belum pernah kalian temui. Pemikiran kalian akan berubah jika bertemu dengan orang-orang baru yang akan memberikan pengalaman baru” lanjut Sima Yong.
Empat kawannya itu terdiam dan seolah membenarkan kata-kata Sima Yong. Melihat empat kawannya menjadi bimbang, Sima Yong melanjutkan dengan membakar semangat empat kawannya itu,
“Ini bukanlah perpisahan seperti yang kalian pikirkan. Mari kita berpisah dimana aku akan menuju Kota Tengah, sementara kalian berempat dapat memiliki wilayah Utara, Selatan, Barat dan Timur. Bukankah ini terdengar menarik bukan???”
“Lalu…. Dua tahun kemudian kita akan bertemu lagi di tempat ini, di toko array Penatua Ren Fu” kata Sima Yong memberi semangat.
Maka dengan pandangan jenaka Tang Yuwen berkata,
“Jika demikian adanya… siapakah yang akan tetap diam dibagian selatan benua ini” Kata-katanya itu segera memicu keributan kecil diantara empat kawanan itu.
Semua ingin berkelana meninggalkan wilayah Selatan ini. Tidak ada yang mau untuk menunggu dua tahun, yang mana Ketika empat kawanan itu Kembali dari petualangan dengan kisah-kisah mencengangkan, sementara si penunggu Selatan hanya menceritkan kisah di selatan yang semua telah tahu kesehariannya.
“Aku tidak mau yang ditinggal disini” kata Niryadi
“Oh tidak bisa… akupun tidak bersedia” kata Hattaudha.
Mereka bertengkar dan saling tidak mau mengalah.
Sima Yong menatap kocak kearah empat kawannya dan berkata
__ADS_1
“Tentu saja jika tidak ada seorang pun yang bersedia untuk diam di selatan ini, dipersilahkan kalian berempat untuk mengambil undian. Yang kalah adalah penunggu wilayah Selatan. Itu adalah jalan keluar yang adil”.
“Maka marilah kita mengambil undian…” kata Hattaudha.
Beberapa menit kemudian diiringi jeritan sedih seseorang, keputusan telah diambil. Niryadi tetap diam di Wilayah Selatan. Dalam hal ini Sima Yong menatap iba kepada gadis judade yang seketika tampak amat murung itu.
Akan tetapi kesepakatan awal telah disetujui bahwa mengambil undian adalah penentu jawaban masalah ini. Niryadi tidak dapat menolak keputusan yang di ambil berdasarkan undian itu.
Hasilnya adalah; Ye Bing Qing akan pergi ke Kota kuno dan terpencil di Utara. Tang Yuwen akan pergi ke wilayah Timur yang lebih hangat dan Hattaudha akan pergi ke daerah liar dan ganas di barat benua ini. Ketiga kawannya itu amat berseri-seri. Pengalaman baru dan pertemuan-pertemuan baru dengan ahli-ahli berkemampuan tinggi yang lebih menantang telah memenuhi semua imajinasi liar mereka. Wajah mereka menjadi amat cerah dan Bahagia.
Sima Yong memecah khayalan mereka dengan berkata,
“Karena kalian telah aku anggap sebagai keluarga sendiri, aku tidak segan-segan berbagi beberapa hadiah kepada anda semua”
Mendengar hal itu, semua tiba-tiba menggeserkan tubuhnya mendekati Sima Yong. Siapapun tahu bahwa Sima Yong adalah sebuah kumpulan harta berjalan. Didalam cincinnya tersimpan banyak sekali harta sumber daya yang amat langka. Tentu saja hadiah yang dia berikan adalah hal yang mereka nanti nantikan.
“Kepada Niryadi gadis judade yang memiliki Teknik pertempuran membutuhkan kecepatan tinggi, aku hadiahkan sepatu orange (peringkat Dao) untuk menambah kekuatan Evasion dan kelincahannya”
Dengan wajah berseri-seri Niryadi menerima sepatu berwarna orange dan langsung mengenakannya. Ketika gadis itu langsung mempraktekkan Teknik pertempuran ala assassin, dan tubuhnya menghilang didalam bayangan yang sulit terdeteksi.
“Terima kasih saudara Yong. Niryadi akan berkultivasi ebih rajin di Puri Merak Emas nanti agar tidak kalah dibanding tiga orang sana” dengan mata berkaca-kaca Niryadi memonyongkan mulutnya kearah tiga temannya. Semua tertawa melihat ulahnya.
>>>>>>
“Tentu saja untuk memainkan Teknik ini dibutuhkan alat music yang cocok. Maka sebuah seruling buatan seorang penyihir Elf tua di Benua Silver akan melengkapi Teknik yang kuberikan kepada anda” Sima Yong mengulurkan sebuah seruling berwarna hijau melon terbuat dari giok dan sebuah slip giok yang didalamnya terdapat Salinan Teknik ilusi Badai Es Penggetar Sukma (jika kalian ingat, Teknik ini juga dipelajari oleh dua orang murid Sima Yong yaitu Lin Hong dan Yu Long).
Ye Bing Qing menerima hadiah dari Sima Yong dengan bibir bergetar. Telah lama sekali dia berkeinginan mempelajari Teknik Teknik sihir dari benua Silver, karena semua kemampuan sihir Elf dari sana telah pudar di benua ini. Semua Elf (jingling) di benua ini lebih mahir didalam Teknik array.
Apalagi dalam hal ini Sima Yong juga memberikan dirinya sebuah seruling buatan Elf dari Benua Silver. Itu adalah sebuah alat music yang dikerjakan secara sihir dengan melantunkan musik-musik magis yang tentu saja dalam proses pembuatan seruling ini. Maka jelas-jelas benda ini mempunyai nilai mistis yang amat tinggi bagi seseorang praktisi dibidang kekuatan jiwa.
“Terima kasih saudara Yong” bisik Ye Bing Qing. Suaranya nyaris tidak terdengar karena diliputi haru.
Tinggal Hattaudha dan Tang Yuwen. Kedua nya kini menjadi cemas. Apakah hadiah kami akan sebagus mereka berdua?
“Kepada Tang Yuwen manusia ras nanren. Aku memberikan sebuah item roh yaitu Legging Peringkat Dao berwarna orange. Sebagai seseorang yang berkonsentrasi didalam Teknik serangan jarak jauh, maka Legging ini akan membantu anda dalam meningkatkan Evasion dan kelincahan anda. Sehingga menghindari musuh dengan cepat, kini bukan lagi masalah buat anda”
Tang Yuwen terlihat terperanjat. Dia memang belum memiliki satupun item roh yang membantu dirinya didalam kelincahan dan evasion. Tentu saja hadiah Sima Yong kali ini betul-betul sesuai dengan apa yang dirinya idam-idamkan. Hatinya amat cemas dalam kebahagiaan. Di pegangnya erat-erat benda roh legging itu.
__ADS_1
“Hataudha..”
Judade itu langsung melonjak. Dia begitu cemas apakah masih tersisa hadiah yang dapat diberikan kepadanya? Maka Ketika mendengar Namanya disebut… buru-buru judade itu berdiri dengan tatapan cemas…
“apakah masih ada hadiah tersisa untuk ku saudara Yong??” katanya gugup.
“Hahaha… tidak perlu anda secemas itu saudara Hataudha. Aku masih memiliki satu item yang sangat cocok dengan anda. Meskipun item ini agak sedikit dibawah akan tetapi aku yakin, kalau anda amat membutuhkan benda ini”.
“Kepada Hattudha seorang judade pendekar perang sejati, aku memberikan satu Armor roh berwarna ungu. Meskipun ini adalah peringkat surgawi, akan tetapi aku yakin armor ini akan sangat membantu anda didalam pertempuran sebagai seorang pendekar tipe penyerang” kata Sima Yong.
“Kelak Ketika kita bertemu lagi dan aku memperoleh benda roh dengan peringkat yang lebih baik maka akan ku ganti armor ungu itu” kata Sima Yong.
Hattaudha menerima armor ungu itu dengan suka cita. Siapapun tahu, meskipun itu peringkat surgawi akan tetapi fungsi armor sebagai alat pertahanan amatlah penting bagi seseorang praktisi yang bertugas sebagai penyerang seperti Hattaudha ini.
Semua orang puas denga hadiah yang mereka terima. Mereka berlima berjanji bertemu besok pagi di pusat kota di tempat array teleportasi antar kota yang dapat disewa itu.
>>>>>>
Malam itu Sima Yong makan malam Bersama dengan Penatua Ren Fu dengan cucunya. Selama ini mereka dalam penjagaan Bai Laohu yang memiliki kultivasi Alam Tanpa Batas itu, membuat mereka aman. Tidak lagi terjadi gangguan karena kultivasi Bai Laohu telah cukup menakut-nakuti semua praktisi dari Klan Sughanda.
Penatua Ren Fu kemudian meminta Sima Yong jika nanti akan Kembali ke Benua Silver… agar membawa dirinya beserta cucunya. Dia ingin menghabiskan sisa hidup di Domain Kaum Elf wilayah Utara Benua Silver.
Sima Yong menyanggupi hal itu. Dia bahkan meninggalkan beberapa slip giok Teknik sihir agar dipelahjari cucu Penatua Ren Fu agar kedepannya anak itu dapat meneruskan keahlian Teknik sihir kaum Elf.
Malam pun berjalan perlahan dan dua matahari mulai menampakkan dirinya di bagian Timur. Sima Yong membuka mata dari meditasinya sepanjang malam. Sinar mata itu betul-betul mencorong mengeluarkan cahaya yang amat dalam seperti membuat orang tenggelam didalamnya. Siapapun yang memandang mata akan dapat mempercayai, sorot mata itu terlihat seperti sorot Manusia Suci Agung (Saint).
>>>>>>
Lima praktisi berdiri di pusat array teleportasi Kota Selatan tepatnya di Kantor Pusat Pejabat Kota. Satu demi satu mereka memasuki ruangan yang didalamnya terdapat beberapa kapal roh raksasa yang akan membawa semua penumpang ke tujuannya yaitu empat arah mata angin benua.
Ketika praktisi terakhir mamasuki kapal roh yang akan menuju ke wilayah barat benua, pintu ditutup.
Kini…. Tersisa satu praktisi yaitu judade perempuan yang tetap berdiri diam di pusat array teleportasi. Dia tetap berdiri disana hingga senja menjelang. Ketika dirinya pada akhirnya berbalik meninggalkan pusat array teleportasi itu, dia berbisik didalam hati.
“Kembalilah kalian dengan selamat. Aku menunggu dua tahun kedepan. Jika tidak aku akan menyusul mencari tahu kabar dimanapun kalian berada….”
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.