Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Singa Bersayap Kelabu


__ADS_3

Pria dalam balutan pakaian sastrawan itu terlihat sangat aneh. Di punggungnya nampak seorang anak muda lainnya, namun dalam keadaan seperti tertidur lelap, dan tidak peduli keadaan di sekitar.


"Apakah dia tidak merasa repot dengan membawa beban di punggungnya?"


"Bodoh kamu. Untuk seseorang dengan kemampuan setinggi itu-SAINT, beban di punggungnya itu ibarat dia hanya memikul segumpal kapas, yang tidak akan mempengaruhi semua gerakan dan kemampuan tempurnya" Begitulah diskusi diantara penonton ketika melihat Meirenyu berdiri gagah diatas panggung arena.


Meirenyu-Sastrawan itu melangkah pelan mendekati kelompok Xia Chyou. Xia Chyou dan semua kelompoknya tanpa sadar melangkah mundur ketika merasakan tekanan demi tekanan, tatkala langkah kaki sastrawan itu mendekati mereka. Wajah putus asa terpancar jelas di muka mereka.


"S-siapa anda?" tanya Xia Chyou gugup.


Dengan suara dingin, Meirenyu menjawab.


"Namaku Morenyu. Ku dengar kamu beserta gerombolan ras iblis itu mengejar-ngejar seorang penyihir muda, dan berniat membasmi semua orang yang pernah berhubungan dengan penyihir itu, lalu akan menguasai sebuah benda yang dikenal dengan nama Totem abu-abu?"


"A-apa hubungan anda dengan penyihir muda bernama Sima Yong itu?"


"Hahaha... penyihir muda yang menjadi target kamu beserta gerombolanmu itu adalah masterku" Meirenyu menatap satu demi satu orang-orang di hadapannya dengan jijik


"Kamu tidak tahu dengan siapa kamu mencoba bertentangan" lanjut Meirenyu.


"Bahkan dengan kepandaianku seperti ini, aku tidak ada artinya jika dibandingkan dengan tuanku itu" kata Meirenyu


Mendengar pembicaraan antara Sastrawan bernama Morenyu itu, keadaan menjadi gempar. Sastrawan ini saja dengan kemampuan sebagai ahli SAINT, seperti nya sudah tak terkalahkan di Wilayah Utara sini. Bagaimana dengan kemampuan Tuannya yang di sebut Sima Yong itu? Seperti apakah kepandaian Tuan Sima Yong itu? Orang-orang berdecak kagum.


Sementara itu, Peng Fai mencengkeram tangan Lin Hong dengan keras,


"Apakah yang di maksud dengan penyihir muda Sima Yong itu adalah dia?" suara Peng Fai bergetar. Akhirnya dia mendengar kabar tentang orang itu, sahabat baiknya.


Lin Hong, tanpa menoleh..dia mengangguk kepala seolah memberi persetujuan atas pertanyaan Peng Fai,


"Dia lah yang menjadi Master kami semua, Aku, Yu Long dan Sastrawan di atas panggung itu"


"Apakah kamu masih ingat dengan seorang anak muda bernama Yu Long di pertemuan antar Jenius Tujuh Sekte di Kota Azalea?"


Peng Fai menjawab singkat "Ya aku ingat. Yang manakah Yu Long yang kamu maksud itu?" dia kebingungan karena tidak melihat keberadaan Yu Long yang mereka perbicangkan.

__ADS_1


"Anak muda yang masih tertidur di punggung sastrawan itulah Yu Long. Kami berdua dilatih Master kami untuk menjadi ahli Pedang dan ahli sihir. Ah.. kapan-kapan kamu harus melihat peragaan teknik sihir kami ketika bertempur" kata Lin Hong tersenyum.


Peng Fai kembali hanya mengangguk-angguk kepala. Dia mash merasa sulit untuk mencerna pertemuan itu. Dan yang menjadi pertanyaan di hatinya adalah, dari mana orang-orang itu memperoleh kekuatan sedemikian hebat? "Ah.. aku harus meminta Lin Hong menjelaskan asal kekuatan mereka ini"


Kembali ke panggung arena...


Xia Chyou terlihat seperti telah terdesak. Jika pada awalnya dialah yang berada di atas angin, mendesak Lin Hong.. kini sebaliknya. Pihak dia lah yang di desak oleh Sastrawan dari kubu Lin Hong itu.


Melihat gelagat kurang baik itu, Qiao Qin-ahli pedang yang merupakan Independent Kultivator Wilayah Selatan itu mencoba menyelamatkan diri dengan mengambil jalan aman.


"Tuan SAINT yang terhormat. Aku adalah seorang Indipendent Kultivator. Aku tidak bergabung dengan Sekte manapun, sehingga aku di sebut dengan Indipendent Kultivator. Keberadaanku di sini hanyalah atas undangan Klan Xia mereka. Aku tidak menyangka jika ternyata, kelompok Klan Xia telah berbenturan dengan Tuan SAINT ini. Terimalah permohonan maaf diriku yang rendah ini" Qian Qin lalu melakukan gerakan memberi hormat.


Meirenyu menatap dingin kearah Qian Qin (yang membuat sekujur tubuh pria itu menegang ketakutan), lalu berkata,


"Kamu boleh pergi. Aku melihat kamu telah sedikit berbuat baik dengan membantu gadis itu dari Klan Xia".


"Saranku, sebaiknya kamu jangan pernah lagi terlihat di Utara sini, jika kamu tidak ingin mati"


Dingin suara satrawan itu berbicara, hal itu terasa seperti guyuran air dingin ke kepala Qian Qin.


Xia Chyou memaki-maki didalam hati. Sejak muda dulu dia memang tidak percaya dengan Qian Qin itu. Keduanya selalu berbentrokan karena dia merasa Qian Qin adalah seseorang yang licik, sementara dia sendiri adalah wanita yang kejam.


Hari ini Xia Chyou menyadari, kelicikan dan kemunafikan Qian Qin itu yang telah menyelamatkannya dari tangan berdarah sastrawan Morenyu di depan mereka.


Xia Chyou yang merasa terdesak dan tidak memiliki kesempatan hidup itu memikirkan sesuatu. Dia ingin berjudi, duel melawan sastrawan itu dengan menggunakan kekuatan jiwa atau sihir.


Sihir adalah kemampuan bawaan yang dimiliki rata-rata orang di Klan Xia. Sebagai Klan yang mengaku keturunan Elf, mereka memiliki kemampuan sihir yang diatas rata-rata orang banyak.


Sementara jika hanya mengandalkan kekuatan fisik, jelas-jelas kemampuannya di ranah Alam Pencerahan Suci bintang satu itu hanyalah ibarat kutu di hadapan satrawan SAINT ini. Sihir adalah kemampuan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang. Xia Chyou mantap memilih bertempur menggunakan sihir.


Lalu dengan mencoba bersikap kuat, Xia Chyou bersuara dengan lantang,


"Tuan SAINT yang terhormat. Xia Chyou dan beberapa anggota Klan Xia kami mungkin akan mati ditangan anda. Akan tetapi amatlah tidak adil jika kami tidak di ijinkan melawan mempertahankan diri"


"Jika aku Xia Chyou mencoba mempertahakan diri menggunakan kekuatan fisik melawan anda, jelas bahwa kemampau seorang ahli Alam Pencerahan Suci Bintang satu ini ibarat semut jika mencoba menantang anda yang ahli SAINT itu. Ijinkan aku Xia Chyou untuk mempertahankan diri menggunakan kekuatan jiwa. Sihir, aku menantang anda secara sihir" Xia Chyou, perempuan itu mencoba menyembunyikan senyuman liciknya. Jika bertempur secara sihir, dia yakin dia akan memiliki kesempatan hidup.

__ADS_1


Mendengar tantangan Xia Chyou untuk bertanding secara sihir, langsung membuat gempar arena Puncak Biru. Pertarungan antar ahli dengan menggunakan kekuatan Sihir adalah hal yang belum pernah mereka saksikan. Tentu saja semua orang menjadi antusias.


Lin Hong sendiri merasa terkejut mendengar tantangan Xia Chyou untuk bertarung secara sihir. Namun dalam hatinya Lin Hong tertawa senang,


"Perempuan iblis ini benar-benar manusia yang sangat licik. Mencoba selamat dengan menantang bertarung sihir. Akan tetapi, kali ini dia akan kena batunya..."


Meirenyu tanpa menjawab, hanya mengangguk kepala lalu berkata.


"Kamu bisa memulai serangan sihir kamu" secara mendadak di tangan kanan Meirenyu telah muncul alat musik tiup dari kulit kerang "terompet sangkakala kerang"


Xia Chyou tertawa senang, tangannya membentuk segel dan dia mula merapal mantra. Syair-syair kuno di lantunkan dan ketika dua tapak tangannya terbuka, sosok mahluk raksasa bersayap kelabu terbentuk dan mengaum melompat dengan ganas kearah Meirenyu.


"Singa Bersayap Kelabu !" pekik orang-orang yang menonton pertarungan itu.


Bagaimana mereka tidak akan menjerit ngeri, Singa bersayap Kelabu itu berukuran kira-kira sepuluh meter tingginya, dan dengan kakinya penuh cakar mengerikan, menebas cakarnya dengan ganas kearah Sastrawan itu. "wush-wush-wush"


"Tet-tet-tet" suara terompet kerang di tangan sastrawan itu mengeluarkan bunyi tatkala mulai di tiup.


Suara tiupan terompet itu berulang kali di tiup dengan nada yang sangat kacau dan memekak kan telinga semua yang mendengar.


Dan dalam tiupan sangkakala ke lima, dengan mata kepala sendiri semua menyaksikan Singa Bersayap Kelabu itu secara tiba-tiba di kurung api yang muncul dengan ajaib dari terompet kerang di tangan sastrawan itu.


"Wush" api menyala membakar Singa Sayap Kelabu.


Xia Chyou ternganga dalam tatapan tak percaya. "Mustahil.. kekuatan jiwaku ini-Kekuatan sihir Klan Xia, adalah yang terbaik di wilayah barat. Bagaimana mungkin muncul ahli sihir dengan kekuatan jiwa seperti sastrawan ini? siapa dia?" Xia Chyou mulai ketakutan ketika melihat ilusi singa itu memudar ditelan api dari alat tiup sastrawan.


Xia Chyou memekik dengan ngeri ketika pada akhirnya ilusi SInga Bersayap Kelabu itu lenyap menjdi uap-terbakar api sihir dari sastrawan didepannya.


"Hoeks..." Xia Chyou memuntahkan darah berulang kali. Wajahnya menjadi seputih kapas. Pucat seperti tidak memiliki darah lagi.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2