Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Seorang Demigods


__ADS_3

Pria muda itu berdiri di anjungan sebuah perahu roh besar, yang mana perahu roh itu terlihat membelah angkasa dari langit di Barat Laut menuju Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa. Tepat perahu roh itu menuju ke sebuah pegunungan yang sangat di takuti orang-orang kaum mortal maupun para praktisi Sungai Telaga.


Gunung Du Hua atau Gunung Beracun, itulah nama yang di berikan orang-orang atas sebuah gunung jika dilihat dari kejauhan berwarna hijau subur itu. Perahu yang di kendarai Sima Yong melaju menuju gunung itu.


Jangan di kata tentang keindahan dan warna-warna subur yang terlihat di area gunung itu. Semua tanaman itu jelas-jelas adalah tanaman yang mengandung racun-racun kelas atas (sesuai nama gunungnya), yang dalam sekali goresan atau sekali hirup aromanya, dapat membuat seorang ahli bahkan di ranah Alam Raja akan langsung meregang nyawa.


Dengan semua cerita-cerita mengerikan dan menyeramkan seperti itu, membuat Gunung Du Hua itu menjadi angker dan tidak pernah di kunjungi oleh orang-orang awam. Kalaupun terlihat ada kegiatan manusia, itu hanyalah kelompok yang berasal dari kegiatan orang-orang di sebuah sekte bintang delapan yang di beri nama Sekte Du Hua.


******


Perahu roh kini terlihat mulai menerobos keatas Gunung Du Hua. Sebuah cahaya berpendar dari kristal-kristal es, secara brutal mematahkan array mengandung racun-yang memang sengaja di pasang oleh ahli di Sekte DU Hua untuk melindungi diri.


"Krak-krak-krak" bunyi perahu melaju menembus array, ketika kristal bunga es secara intens menelan array pelindung. Terlihat luapan kabut asap beracun yang langsung membuyar ketika seorang pria muda melambaikan tangannya, mengeluarkan bunga-bunga es.


"Duar..!" bunyi letusan keras, ketika pada akhirnya array yang melindungi seluruh pucak Gunung Du Hua meledak dan tidak menyisakan apapun.


Perahu roh itu melaju ke puncak tanpa penghalang dan dalam waktu dua bakaran hio saja, kini terlihat melayang diatas puncak, kira-kira 1.700 kaki (kira-kira 500 meter) dari atas tanah.


Pria muda berjubah kelabu, dengan rambut yang dibiarkan tergerai riap-riapan namun menonjolkan wajah yang putih bersih dan tampan, memberi kesan seram berdiri kaku di anjungan perahu roh. Tampak di bawah sebuah kota mini yang sepertinya merupakan kumpulan penghuni Sekte Du Hua.


"Suiiittt"


Empat sosok bayangan melesat ke udara dengan cepat, mereka terbang mengelilingi perahu roh itu dengan aura yang berusaha menindas.


"Lancang, berani-beraninya kamu merusak array yang telah di buat oleh sesepuh sekte Du Hua ratusan tahun yang lalu !" Seorang pria usia empat puluh tahun, paling muda diantara empat ahli itu memaki.


Tangannya yang menggenggam pedang lantas di tusuk kedepan dengan niat menghancurkan perahu roh.

__ADS_1


"Wush... " angin serangan yang mengandung hawa Qi beracun di level Kuasi SAINT, terlihat bergulungan membentuk asap dan menghantam keras kearah perahu roh itu.


"Hancur !" bentak pria yang mengirim serangan itu.


Mereka semua berharap bahwa dalam beberapa saat lagi pemandangan dihadapan mereka adalah, perahu itu akan hancur berkeping-keping tiada tersisa. Namun kenyataan tak selalu indah.


Dengan mata kepala mereka sendiri, secara aneh terlihat sebuah cahaya kristal es besar yang membuyarkan gulungan asap racun itu. Udara berubah menjadi dingin secara aneh.0


"Itu adalah Bunga Kristal es" keempat ahli itu berseru berbarengan dengan terkejut.


Pria yang tadi mengirimkan pukulan, kini terlihat gugup tatkala Bunga Kristal es besar itu kini memburu dirinya. Dia melompat menghindar.


"Tolong !" jerit pria itu. Namun kawan-kawannya yang lain hanya dapat tercengang, tatkala melihat Bunga Kristal Es yang ternyata adalah Teratai Salju menghantam dada pria tadi.


"Bumm !" air mancur darah terlihat keluar dari mulut pria itu, yang kini terlihat seperti layangan putus terjatuh ke tanah.


Keadaan menjadi hening seketika. Sepi... tidak ada suara sedikitpun. Ketika tiga kawannya kaget melihat kemampuan pria muda yang masih terlihat berdiri kaku di anjungan perahu roh.


Itu adalah kemampuan yang tiada tara. Hanya seorang ahli SAINT bergelar setidaknya SAINT surgawi yang dapat mencapai ranah Kuasi SAGE seperti anak muda ini. Ketiga orang itu mulai menggigil ketakutan. Pria itu bukan sesederhana penampilannya


Seorang pria yang memiliki kultivasi tertinggi, SAINT bumi level 2 terbang mendekati perahu roh. Dengan suara yang berusaha di tekan agar tidak terdengar gugup dia berbicara.


"Salam hormat Tuan Demigods, maafkan atas kekasaran bawahan ku. Perkenalkan namaku adalah Du Manchu, Master Sekte Du Hua ini. Mohon tuan memberi tahu nama dan menyatakan maksud sebab anda mengunjungi sekte kami. Sekte Du Hua kami akan melayani anda dengan " Du Manchu berbicara sangat hormat dan


Demigods adalah ungkapan yang digunakan praktisi di jaman itu untuk menyebut seseorang berkemampuan tinggi layaknya manusia setengah dewa (namun dikisah ini tidak bercerita tentang ranah kultivasi dewa atau dunia para dewa).


Seseorang praktisi yang telah mencapai peringkat SAGE atau kuasi SAGE akan di sebut demigods karena kepandaian bela dirinya yang sulit di bayangkan, apalagi untuk di lawan oleh praktisi selain ranah SAGE seperti mereka. Itu seperti pergi mengantar nyawa ke Malaikat Maut saja.

__ADS_1


Dengan dingin pria jubah kelabu yang adalah Sima Yong menjawab,


"Di dalam perjalananku ke Barat Laut, aku menemui beberapa tenaga ahli Sekte Kamu berbuat jahat dan membantu kelompok-kelompok jahat yang tidak seharusnya di bantu. Sesungguhnya aku berniat untuk melenyapkan sekte kalian ini agar tidak pernah lagi terdengar di Wilayah Tengah ini"


"Namun aku menjadi bertanya-tanya. Apakah dengan langsung menghabisi sekte kalian tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu, bukankah kelak aku akan di kenal sebagai seseorang pembunuh berdarah dingin?" Sima Yong menatap wajah Du Manchu yang kini terlihat sedikit emosional itu.


"Dapatkah kamu memberi penjelasan yang masuk akal tentang kejahatan Sekte Kamu, sebelum aku menurunkan tangan besi? Jawaban kamu yang akan menentukan apakah Sekte Du Hua akan lenyap dari muka bumi ini" Sima Yong mengakhiri ceramah nya, masih dengan sikap dingin.


Dengan wajah yang masih tetap terlihat emosional, Du Manchu bercerita,


"Tuan Demigods yang terhormat, apakah sepanjang perjalanan anda pernah melihat barang satu pun racun yang berasal dari Sekte Du Hua kami? ataukah anda pernah melihat bahwa Sekte Du Hua kami dengan sengaja meracuni satu desa atau bahkan satu kota? tidak bukan?"


"Sejak ratusan tahun yang lalu, saat semua kaum sungai telaga, baik sekte aliran lurus maupun sekte beraliran setan menghukum kami Sekte dan mengucilkan kami... Sekte Du Hua sama sekali tidak pernah lagi secara terang-terangan muncul di dunia ini"


"Namun apakah Sekte-sekte itu memikir kan bagaimana kami dapat hidup? Dari mana kami akan makan? Bukankah Tuan Demigods melihat sendiri sepanjang perjalanan ke puncak ini. Tanah di sini adalah tanah kutukan. Tidak ada satu tanaman atau hewan yang dapat bertahan hidup selain tanaman mengandung racun"


Dengan mata berkaca-kaca Du Manchu menunjuk ke bawah, tepatnya di lapangan diantara bangunan-bangunan seperti kota kecil. Terlihat kesibukan normal seperti perkampungan biasa, anak-anak dan wanita berjalan di jalan atau sekedar bermain-main di lapangan.


"Anak-anak kecil dan wanita-wanita kami yang lemah itu, dengan apa kami akan memberi mereka makan? Tidak mungkin mereka mengkonsumsi tanaman-tanaman racun yang tumbuh di sepanjang gunung ini"


"Hanya beberapa kelompok yang mau berhubungan dengan kami, dan memberi kami bahan-bahan makanan dengan melakukan barter membeli tanaman-tanaman obat mengandung racun atau tidak, yang telah sekte kami olah'


"Sebuah sekte di Barat, sebuah sekte di Utara dan seorang pangeran di Kekaisaran Rajawali Agung yang selalu mensuplai bahan pangan, setelah kami menjual produk-produk obat kepada mereka"


"Selebih dari itu, tidak pernah sedikitpun Sekte Du Hua kami melakukan tangan jahat dengan mencampuri urusan duniawi lagi"....


*Bersambung*

__ADS_1


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2