
Kekuatan racun yang membentuk uap gelap itu bergulung dan terlihat menyelubungi Sima Yong dengan ganas.
“Rasakan kamu… racun Kelabang Klan Kuno kami ini tidak ada penawarnya selain ahli papan atas klan. Silahkan meregang nyawa”
Sambil tertawa gembira mogui dari Ordo Veteran itu mempertebal uap racun yang menyelubungi Sima Yong. Ras mogui itu benar-benar telah berpikir bahwa dirinya akan memenangkan pertempuran ini.
“Wushh….”
“Kraakk…”
Uap tebal berwarna gelap yang dikeluarkan mogui itu tiba-tiba terlihat membeku menjadi kristal es tipis. Lalu dalam sekejab mata, kristal tipis itu berubah menjadi retakan es kecil yang jatuh berguguran ke tanah.
Mogui itu menatap tidak percaya kearah uap beracun yang kini telah memudar dan tidak tersisa sama sekali. Nampak sosok kurus tinggi berjubah kelabu berdiri tegak setelah semua uap beracun itu sirna.
“Tidak mungkin…!!” teriaknya ketika melihat semua Teknik papan atas yang dia kerahkan dimusnahkan dalam hitungan detik. Padahal itu adalah Teknik penggunaan racun yang terdahsyat dari klan dimana dia berasal.
“Itu mungkin saja….” Desis jubah kelabu sambil tersenyum dingin.
“Cukup sudah kamu berpesta… sekarang giliranku” sebuah suara terdengar lebih dingin lagi. Lalu kata-kata itu disusul dengan sebuah cahaya menyilaukan mata nampak muncul di jari sosok berjubah kelabu itu.
Dengan kecepatan tinggi pukulan yang mengandung Qi pedang dilontarkan sosok kelabu itu. Dia mengikuti serangan Qi Pedang yang mana tubuhnya yang melayang cepat kearah mogui yang masih terpaku melihat kecepatan dan keindahan Gerakan sosok kelabu.
“Whoop..!!”
Mogui Ordo Veteran itu tidak sempat memikirkan apa-apa, ketika jari telunjuk sosok berjubah kelabu itu menerobos dan menusuk tepat kearah titik diantara dua keningnya. Dia mati tanpa sempat untuk melakukan suatu Teknik pertahanan atau bahkan sekedar memikirkan Teknik apa yang harus dilakukan untuk menghalangi serangan pria berjubah kelabu itu.
“Dua telah mati… bunuh yang tersisa” bentak Sima Yong.
Dengan Gerakan yang amat cepat, tubuh Sima Yong berputar dan kemudian meluncur kearah judade di ranah kuasi Alam Tanpa Batas yang tengah bertempur melawan Ye Bing Qing. Ye Bing Qing sebagai ahli serangan jarak jauh terlihat selalu melompat untuk menghindar judade yang mencoba menjebaknya didalam pertempuran jarak dekat. Alhasil Ye Bing Qing terlihat kerepotan dalam Gerakan melompat demi selalu menjaga jarak pertempuran.
“Perempuan bodoh… setelah menangkapmu, maka aku akan mempermalukanmu dengan cara melecehkanmu…” judade itu tertawa licik sehingga menimbulkan menimbulkan perasaan mual bagi siapapun yang melihat mata yang bersinar licik itu.
“Cih… tak tahu malu” Ye Bing Qing membuang ludah ketika dia melihat tawa judade yang sangat menonjolkan giginya yang besar-besar itu. Gadis itu sekali lagi terlihat melompat untuk menjaga jarak dari judade itu.
“Kamu tidak akan sempat untuk berpesta dengan mimpi liarmu….” Teriak Sima Yong. Ketika itu jarak Sima Yong telah semakin dekat dengan judade, yang mana judade terlihat terkejut ketika suara Sima Yong seperti berbisik di telinganya.
“Karna kamu akan mati….” Telapak tangan Sima Yong telah terulur kedepan dan sekali lagi mengeluarkan Sinar Qi Pedang berjumlah lima helai.
“Arrrggggg….” Teriak judade itu sambil menangkis telapak tangan Sima Yong. Palu ditangannya berputar berusaha keras membentuk tameng raksasa untuk melindungi diri. Serangan telapak tangan Sima Yong terasa bagaikan pisau malaikat pencabut nyawa.
Akan tetapi patut disayangkan. Semua usaha dan teknik pertahanan judade itu seperti tidak berarti sama sekali dengan serangan telapak tangan Sima Yong.
Gerakan tameng pertahanan yang dibuat judade itu hancur berantakan ketika membentur dengan telapak tangan Sima Yong.
__ADS_1
Bahkan lebih mengenaskan lagi, terlihat lima helai Qi Pedang menerobos dengan cepat dan langsung mengoyak dada judade tersebut.
Judade itu mati dengan tatapan tidak percaya bahwa seseorang mampu merusak tameng pertahanannya dan bahkan itu dengan Teknik tangan kosong yang kengandung Qi Pedang yang tidak kalah berbahaya dibandingkan Pedang hasil sulingan seorang refiner ternama.
Bersamaan dengan matinya judade ditangan Sima Yong, Hattaudha terlihat mengakhiri perangnya dengan menebas leher airen yang menjadi lawannya.
Tang Yuwen juga telah selesai ketika sebuah anak panah yang dilepaskannya terlihat membelah anak panah lawan yang ditembak ke dirinya. Selanjutnya anak panah milik Tang Yuwen itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus dada airen lawannya.
******
“Lima ahli clear dengan waktu tidak lebih dari lima menit…” kata Sima Yong puas.
Hattaudha berlari cepat dan membantu Niryadi untuk merusak array yang masih memiliki pengaruh kekuatan sihir itu. Gadis judade itu terdengar mengutuk dua airen yang telah mengurungnya didalam array panah sehingga dia tidak mengambil bagian dalam pertempuran.
“ayo kita lanjutkan perjalanan ini” kata Sima Yong.
Mereka berlima kemudian berjalan hati-hati menyusuri jalan setapak diatas danau, yang jarak pandangnya dipenuhi kabut tipis. Kelima orang itu berjalan dengan mencoba untuk mengurangi bunyi yang keluar seminim mungkin. Tentu saja, musuh bisa saja muncul kapan saja. Tindakan berhati-hati amat diperlukan dalam hal ini
Di keheningan jalan setapak yang dipenuhi kabut tipis itu, tiba-tiba mereka mendengar suara pukulan dan denting pedang. Suara benturan itu disusul suara geraman mahluk magical beast (hewan ajaib) yang meraung dengan ganas.
“trang…!!”
“Duarr…!!”
Sima Yong dan kawan-kawannya saling berpandang. Lalu dalam bisikan melalu transmisi suara mereka berdiskusi.
“Seseorang atau sekelompok orang sepertinya sedang bertempur melawan magical beast atau demonic beast (hewan iblis)” bisik SIma Yong.
“Mari kita melihat, dari kelompok mana praktisi itu berasal. Apakah dari kelompok 4 ordo atau kah Ordo Veteran??” kata Ye Bing Qing dengan penasaran.
Maka kelima praktisi Ordo Sayap Suci itupun mengendap-endap berjalan menuju dari mana suara itu berasal.
Nampak dihadapan mereka lima praktisi mengenakan jubah khas Ordo Veteran tengah menyerang seekor naga air air terlihat tidak kalah ganasnya menyerang lima praktisi itu.
“Ayo kerahkan kekuatan kalian dan gempur mahluk ini. Dia tidak akan mampu melukai kita ketika gabungan kekuatan kita lebih besar dari kekuatannya…” teriak seorang ras mogui yang menggunakan senjata pedang. Kultivasi iblis itu terlihat berada di ranah Alam Tanpa Batas bintang satu.
“Lakukan dengan cepat lalu ambil semua sumber daya yang akan dikeluarkan monster ini setelah dia mati” Kembali mogui itu berkata
Kemudian empat praktisi lainnya terlihat berusaha semakin gencar menggempur naga air itu. Mereka berusaha untuk melumpuhkan naga air dalam waktu yang cepat.
Kultivasi keempat praktisi lainnya adalah; satu mogui ranah Alam Tanpa Batas pertama, dua judade diranah kuasi lam Tanpa Batas dan satu judade di ranah Alam Raja akhir 9. Terlihat mereka berlima adalah ahli serangan jarak pendek menggunakan senjata pedang Panjang, pedang pendek dan palu atau kapak.
Ketika sedang khusuk dengan usaha melumpuhkan naga air…..
__ADS_1
Keseriusan lima praktisi itu tiba-tiba terganggu dengan sebuah suara yang terdengar mengejek. Itu adalah suara Sima Yong….
“Well well well…. Lima praktisi Ordo Veteran tengah berburu sumber daya dari mahluk magical beast. Dan mereka bukannya menjaga jalan setapak dari serangan praktisi ordo lawan…” kata Sima Yong memecah konsentrasi lima praktisi itu.
Dengan wajah terkejut mereka memandang kearah lima praktisi Ordo Sayap Suci yang sudah berdiri dalam jarak 25 meter dari mereka.
Belum hilang rasa terkejut lima praktisi itu, tiba-tiba sebuah angin serangan terdengar menderu dari arah pria berjubah kelabu Ordo Sayap Suci dan dengan telak mengenai dada salah satu mogui yang memiliki kultivasi Alam Tanpa Batas bintang satu.
“Aarrrrkkhhh….” Mogui itu terseret di jalan setapak licin, lalu tubuhnya dengan malang tercebur kedalam air danau. Air danau dengan cepat langsung menyerap kekuatan mogui itu dan mulai melukai kulit nya.
“Kekuatan array yang ganas…” desis Tang Yuwen sambil menggidik ngeri.
“F****k” maki mogui malang itu. Buru-buru dia mencoba meninggalkan genangan air danau dan menepi di jalan setapak.
Malang baginya, selain menyerap kekuatannya, air danau itu bersifat memperlambat gerakannya sehingga mogui itu terlihat bersusah payah menerobos genangan air menuju tempat yang kering.
“Mahluk malang itu milikmu…” kata Sima Yong kepada Hattaudha yang menatap gembira kearah mogui yang tertatih-tatih mencoba membebaskan diri dari keganasan array air danau itu.
“ Kawan-kawan yang lain silahkan pilih lawan kalian. Sedangkan mogui Alam Tanpa Batas pemimpin kelompok itu milikku” bisik Sima Yong. Disusul tubuhnya berkelebat cepat menerkam mogui pemimpin team lawan.
“Bunga Es Hati murni Teratai Salju…!!” Sima Yong mengulurkan telapak tangannya yang kemudian jutaan bunga es berbentuk Teratai itu terlihat menghias Kawasan dijalan setapak itu.
“Duarr…..”
Suara benturan keras terdengar Ketika telapak tangan yang terlihat telah membentuk Teratai es bertemu dengan pedang ditangan pemimpin mogui itu. Mogui itu terkejut Ketika sebuah kekuatan besar keluar dari arah pria berjubah kelabu itu.
“Aah….” Teriak pemimpin mogui itu Ketika pedangnya bertemu Teratai es raksasa ditangan Sima Yong. Mogui itu seketika melepaskan pedang ditangannya yang kemudian jatuh bergulingan. Tangan mogui itu terasa kaku ketika serangan Teratai es langsung membekukan tangannya.
Belum selesai dengan kejutan Teratai es raksasa yang membuat tangannya membeku, sebuah tamparan ringan Kembali keluar dari sosok berjubah kelabu yang sekali lagi mengeluarkan sinar Qi pedang berhawa dingin… yang dengan santai Qi Pedang berhawa dingin itu menusuk dada mogui malang itu.
Mogui itu mati tanpa mengeluarkan darah karena tubuhnya telah membeku bahkan darah di tubuhnya tidak sempat mengeluarkan cairan barang setetespun.
Pria berjubah kelabu itu kemudian mencabut pedang dari cincin tata ruangnya, lalu dengan sebuah rapalan Teknik pedang dia melompat dan menikam secara ganas ke naga air yang masih terlihat berkeliaran di air danau itu.
' Pedang Cahaya Emas', yaitu sebuah pedang sihir cocok digunakan untuk membunuh mahluk sihir (magical beast) naga air seperti itu.
“Niat Pedang Level tiga…!!!” sebuah sinar keemasan dengan brutal keluar dari pedang sihir ditangan si jubah kelabu dan memotong tubuh naga es menjadi dua bagian semudah seseorang merobek selembar kertas……
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1