
Di Istana Peringkat Sembilan, Sima Yong memanggil pengurus istana itu yang bernama Lu Xin Gongsi. Titahnya..
"Pergilah ke Istana Semidevil Peringkat pertama Master Pedang Berdarah.
Katakan kepada pengurus istana itu bahwa aku, Semidevil Peringkat sembilan ingin meminta audiensi" kata Sima Yong.
Lu Xin Gongsi lantas buru-buru pergi sesuai perintah tuannya. Tuan nya adalah seorang penghuni peringkat delapan yang baru. Jelas dia harus dapat mengambil hati tuannya pada pekerjaan pertama.
Sima Yong sebenarnya ingin bertemu Ye Keung (Master Pedang Berdarah), sehubungan mengambil cuti panjang karena rencana kepergiannya ke Dataran Tengah.
Biar bagaimanapun dia sadar, itu adalah perjalanan yang cukup lama, bukan hanya satu atau dua hari saja. Dia ingin berindak sopan dengan memberitahu kepada peringkat Satu Semidevil pemilik Neraka Dunia mengenai perjalanan panjangnya ke Dataran Tengah.
Hari menjelang senja, dari malam rencana keberangkatan Sim Yong menuju Dataran Tengah. Lu Xin Gongsi datang dan langsung melapor,
"Yang Mulia,
Semidevil Peringkat Pertama saati ini tidak berada di istana peringkat pertama.
Menurut pengurus istana itu, Semidevil Peringkat pertama 'Master Pedang Berdarah' sedang menjalankan tugas penting bersama-sama dengan Semidevil Peringkat delapan 'Seruling Iblis'
Tidak ada informasi jelas berapa lama Yang Mulia Master Pedang Berdarah akan kembali ke Neraka Dunia kami.
Sima Yong berpikir langkah yang akan dia ambil, ketika Semidevil peringkat pertama tidak berada di tempat.
"Kamu dapat kembali beristirahat" kata Sima Yong kepada Lu Xin Gongsi.
Sima Yong kini telah memutuskan dengan bulat. Batin nya,
"Perjalanan ini tak dapat ku tunda-tunda lagi.
Peperangan di Dataran Tengah akan terjadi kapan saja. Pangeran Ju Qin pasti membutuhkan bantuanku, tenaga seorang ahli Kuasi Melintas Immortal ini.
Karma dengan Ju Kai harus selesai"..
Malam itu juga, sebuah kapal roh mengangkasa di Gunung Khar Amitan, melayang dan bergerak menuju perbatasan di Kota Periferiya. Di atas kapal itu terlihat empat orang praktisi berperingkat kultivasi tinggi. Masing-masing adalah Sima Yong, Wei Park, Xong Hui Yong dan Ye Bing Qing.
******
Dari atas Kapal Roh itu, Sima Yong menatap Kota Periferiya. Masih teringat jelas dimatanya, pertempuran antara Qiu Puren, Ksatria Bermantel Jerami melawan jago-jago muda dari Lima Klan Super Kota Kuno.
Sima Yong berdiri termenung dan membayangkan masa itu, ketika Qiu Puren dengan kultivasinya yang belum memungkinkan, mencoba mengeksekusi Teknik Pedang Terbang, yang mengakibatkan dirinya di timpa kemalangan.
"Kita akan mampir sebentar di Hutan Tumandi.
Aku ingin bersembahyang di makam seseorang" kata Sima Yong.
Kapal roh itu berlabuh di udara, dan empat sosok praktisi itu melayang turun memasuki kedalaman hutan.
Lalu di tengah-tengah hutan, Sima Yong melakukan sembahyang di makam Qiu Puren. Semua temannya hanya khusuk dalam diam, ketika mendengar Sima Yong berkata,
"Senior Puren,
Aku telah memperoleh relikui utuh yang merupakan warisan Raja Pedang Terbang. Kelak dengan warisan kepandaian ini, Sima Yong tidak akan mempermalukan Sekte Raja Pedang Terbang"
Setelah memberi hormat beberapa kali, Sima Yong mengajak kawan-kawannya untuk kembali ke kapal roh.
"Kita dalam perjalanan yang terburu-buru.
__ADS_1
Jangan sampai peperangan itu telah di mulai, dan kita tertinggal kesenangan dalam pertempuran" kata Sima Yong.
Kapal Roh itu lantas membelah langit, menyusuri kawasan tundra berbahaya yang memisahkan dataran tengah dengan wilayah utara.
"Semoga perjalanan kita akan kurang lebih empat belas hari perjalanan.
Aku berharap saat itu kita akan berada di dataran tengah yang paling dekat menuju perbatasan dengan Timur.
Kalian dapat berkultivasi, menunggu hingga kita tiba di tujuan nanti" Kata Sima Yong. Dari tangannya terlempar keluar 5.000 manna biru kedalam pembakaran kapal roh.
******
Mari kita lihat sejenak, Fan Beauty yang tengah menyelidiki asal-usul dirinya di Kawasan Utara Benua Silver.
Sejak kakinya menginjak kaki Gunung Lima Warna, entah mengapa hati Fan Beauty selalu berdebar dengan keras. Semua pemandangan ini seperti membuat dia teringat sesuatu.
"Mengapa aku merasa seolah-olah pernah berada di tempat ini?" batin Fan Beauty dengan dada berdentam keras.
Guo Ding-ding, gadis Sekte Pedang Awan itu lantas membawa Nona Fan Beauty yang dia daftar di petugas sekte sebagai pengunjung yang akan melihat-lihat ke Puncak Biru Sekte Pedang Awan.
Ketika Fan Beauty tengah dipenuhi perasaan yang linglung, karena merasa dirinya dipenuhi perasaan seperti de javu.. Tiba-tiba seseorang menyapanya...
"Nona Fan Beauty? Tak menyangka kalau anda mengunjungi sekte ku di Utara sini"
Fan Beauty memalingkan wajah dan dia langsung mengenal sosok Peng Fai, pria berlengan satu yang pernah di jumpainya di Dataran Tengah Benua Silver.
"Tuan Peng Fai? Apa yang anda lakukan disini?" tanya Fan Beauty setengah gembira. Dia merasa kaget bahwa ada seseorang yang mengenalnya di utara sini.
"Ah... Aku adalah Junior Master Sekte Pedang Awan ini. Apakah aku boleh mengetaui maksud kunjungan Nona Fan Beauty ke sekte kami yang kecil ini?" tanya Peng Fai ramah.
Dengan ragu-ragu Fan Beauty menjelaskan bahwa dia memang sengaja berkunjung ke utara sini untuk melihat-lihat, karena penasaran dengan kata-kata Peng Fai dan Lin Hong pada beberapa waktu yang lalu, ketika memanggilnya dengan sebutan Fenying.
Ketika menyebutkan dan menanyakan keberadaan gadis bernama Fenying itu, Fan Beauty melihat perubahan mimik wajah Junior Master Sekte Peng Fai berubah jadi tidak enak.
"A-apakah ada yang salah dengan pertanyaanku?" tanya Fan Beauty ragu.
Peng Fai juga ragu-ragu untuk menjelaskan. Namun pada akhirnya dia menjelaskan duduk perkara gadis bernama Fenying itu.
"Hm.. Zuo Fenying itu adalah teman sesama murid di Sekte Pedang Awan ini, puluhan tahun yang lalu..
Bersama seorang sahabat senior bernama Sima Yong, dan gadis penari jiwa bernama Lin Hong, kami berempat adalah sahabat baik, meskipun kami berempat berasal dari tiga puncak yang berbeda.
Sering kali dalam menyelsaikan misi-misi sekte, kami melakukannya bersama-sama" jawab Peng Fai. Wajah nya seperti menerawang jauh kedepan.
Fan Beauty semakin terlihat bersemangat ketika Peng Fai menyebutkan tiga puncak yang berbeda tadi. Dengan cepat dia balik bertanya,
"Ah.. Jadi Fenying itu bermarga Zuo?
Dan selanjutnya gadis bernama Fenying itu berasal dari puncak manakah? Maafkan aku tidak sopan. Namun entah mengapa aku amat bersemangat mendengar kisah anda" tanya Fan Beauty penasaran.
Peng Fai cukup terkejut melihat sikap antusias gadis bernama Fan Beauty itu. Jawabnya..
"Tenang Nona Fan Beauty. Aku akan menjelaskan satu-satu"
Wajah Fan Beauty memerah karena malu. Dia sadar dirinya mungkin terlalu berlebihan, sampai-sampai membuat PEmg Fai itu menjadi agak curiga..
"Maafkan aku. Aku hanya penasaran saja dengan gadis yang kalian bilang mirip dengan ku.
__ADS_1
Mungkin saja gadis itu benar adalah diriku bukan? Meskipun... Well mustahil rasanya seseorang di jarak demikian jauh di utara sini, akan memiliki keterkaitan dengan diriku di sebuah pulau nun jauh d timur sana" lalu Fan Beauty tertawa pelan.
Peng Fai ikut-ikutan tersenyum, katanya..
"Aku akan melanjutkan kisah gadis bernama Zuo Fenying itu..
Aku sendiri berasal dari puncak biru. Guruku adalah Master Sekte Pedang Awan Dugu Taoran ketika itu.
Lin Hong adalah murid puncak merah dan Masternya dalah seorang ahli pedang bernama Master Niu Juan.
Sedangkan Zuo Fenying dan saudara Yong itu berasal dari Puncak Hijau. Keduanya dibimbing langsung oleh Master Zuo Zhuting yang ahli dalam kekuatan Jiwa. Master Zuo Zhuting adalah kakek dari Zuo Fenying. Beliau adalah seorang Master Simbol terbaik di Sekte ini".
Wajah Fan Beauty berubah memucat ketika mendengar nama Zuo Zhuting di sebutkan. Jawab nya dengan nafas memburu,
"Lalu dimanakah Master Zuo Zhuting itu berada? Aku kepingin bertemu dengan beliau" tanya Fan Beauty berharap. Entah mengapa jantungnya berdebar semakin kencang ketika mendengar nama Zuo Zhuting.
Peng Fai terlihat ragu-ragu menjawab. Namun Fan Beauty mendesaknya untuk memberi penjelasan,
"Maafkan aku Nona Fan Beauty. Master Zuo Zhuting telah tewas ketika terjadi peperangan besar antara Tujuh Sekte Kekaisaran Great Ying ini melawan ahli-ahli negri tetangga yang di pimpin ras iblis dari Wilayah Barat.
Kejadiannya puluhan tahun yang lalu, ketika pertempuran terjadi di sebuah Padang Es Abadi di dekat Kota Azalea.
Master Zuo Zhuting dan guruku tewas di tangan seorang praktisi ras iblis yang ahli menggunakan Musik Kematian perusak jiwa"
Wajah Fan Beauty berubah memucat. Lalu tanpa dia sadari dari matanya mengalir air mata. Dengan bibir bergetar dan air mata membasahi cadarnya dia berkata,
"M-master Zuo tewas ketika itu? D-dia tewas di Padang Es Abadi?
Bagaimana nasib Zuo Fenying?" tanya Fan Beauty.
Dengan wajah berduka, Peng Fai menjawab..
"Fenying hilang di pertempuran itu. Pada walnya kami mengira dia masih hidup, sama seperti saudara Yong dan Lin Hong yang terpental melewati ruang teleportasi ketika itu.
Namun pada akhirnya kami harus berbesar hati dengan merelakan kalau Fenying juga telah tewas..."
Fan Beauty menutup matanya dengan dua tapak tangannya. Dia mulai menangis tanpa henti. Samar-samar pikirannya mulai tercerahkan, mengingat satu demi satu kejadian pertempuran di Padang Es Abadi. Fan Beauty mulai menyadari. Dia sebenarnya adalah Zuo Fenying, gadis yang mereka sangka hilang itu.
Fan Beauty lantas meminta Peng Fai membawanya ke Puncak Hijau untuk berziarah di Makam Master Zuo Zhuting. Gadis itu sampai jatuh pingsan ketika pertama kali berlutut di makam Master Zuo Zhuting.
Junior Master Sekte Pedang Awan Peng Fai menjadi kebingungan ketika Fan Beauty jatuh pingsan. Setelah sadar dari pingsan nya, kesadaran Fan Beauty semakin tercerahkan dengan semua kejadian-kejadian di masa lalu. Gadis itu lantas membuat pengakuan kalau dia adalah Zuo Fenying, teman PEng Fai semasa kecil dulu.
Tentu saja Peng Fai juga turut gembira ketika Fan Beauty mengatakan bahwa dirinya adalah Fenying. Peng Fai lantas menceritakan keberadaan Sima Yong dan keberadaaan Aliansi mereka di Balai Harta Kota Azalea.
Fan Beauty kemudian mengganti namanya kembali menjadi Zuo Fenying dan tidak ingin meninggalkan Sekte Pedang Awan untuk kembali ke Timur.
"Aku adalah murid Sekte Pedang Awan.
Biar aku tinggal di pondok kakekku Master Zuo Zhuting di puncak hijau ini. Sejak saat ini aku memilih menjadi penatua di Sekte ini ketimbng kembali ke Timur sana"
Waktupun berlalu, seorang ahli SAGE telah muncul di Utara dengan nama SAGE Topeng Kayu. Hal itu karena SAGE itu selalu mengenakan topeng kayu melengkapi penampilannya, dan mengenakan pakaian sederhana ciri khas Sekte Pedang Awan. Hal yang menarik adalah SAGE itu seorang perempuan.
Konon menurut cerita dari mulut ke mulut didalam pertempuran di Gurun Terkutuk, SAGE itu selalu menggunakan teknik pedang, asli miliki Sekte Pedang Awan. Dia tidak pernah menggunakan teknik lain selain Teknik Pedang ciri khas Sekte Pedang Awan, sehingga menegaskan diri bahwa dia memang seorang penatua di Sekte Pedang Awan.
Orang-orang pun lantas semakin jeri dengan keberadaan Sekte Pedang Awan, karena di Sekte itu kini muncul seorang Penatua dengan kultivasi di ranah SAGE.
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...