
Para ahli dari Tujuh Sekte Besar menyerbu keluar dimana musuh mereka praktisi aliansi Kekaisaran Xue Chang itu berada.
Pihak aliansi Xue Chang juga tidak mau kalah. Bunyi derap kaki ribuan serigala salju terdengar membahana... ketika serigala salju yang membawa ribuan praktisi itu berlari menyongsong serbuan serangan praktisi Tujuh Sekte Kekaisaran Great Ying.
“Pasukan pemanah Cross bow … semua ambil posisi”
Di pihak Tujuh Sekte, kembali ratusan pasukan pemanah Crossbow Tujuh Sekte bersiap dan mengambil posisi menembak.
Sementara pasukan crossbow mempersiapkan pasukannya…. Ribuan praktisi Tujuh Sekte yang tengah berlari maupun terbang terlihat menuju pasukan Aliansi Xue Chang. Suara ribut riuh terdengar Ketika rapalan teknik pedang dan pembentukan segel-segel dibacakan oleh para praktisi ini.
Lalu pemimpin pasukan crossbow meneriakkan aba-aba…
“Tembaak…..”
Ratusan anak panah crossbow itu melayang dan menghujani pasukan Aliansi Kekaisaran Xue Chang
Bunyi benturan senjata beradu senjata nyaring terdengar ketika pasukan Aliansi Xue Chang mencoba menghalau hujan anak panah.
Namun demikian, tidak sedikit juga terdengar bunyi suara gedebuk ketika sosok-sosok manusia yang jatuh terkena hujan anak panah tersebut.
“Bunuuh…”
Teriakan suara pasukan praktisi Tujuh Sekte yang telah dekat dengan pasukan Aliansi Xue Chang saling memberi semangat. Pertempuran face to face antara ribuan praktisi Tujuh Sekte melawan Aliansi Xue Chang telah dimulai.
Ribut bunyi benturan senjata tajam memenuhi seluruh area di tanah bersalju Akademi Ling Jian itu. Aura pembunuhan sangat kental terasa. Membunuh atau terbunuh, hanya itu prinsip mereka.
Pada saat pertempuran antara kedua kubu itu terjadi, waktu menunjukkan hari mulai menuju sore. Ketika suasana pertempuran yang membuat semua orang dilanda hawa nafsu saling membunuh, tiba-tiba cahaya matahari mulai berubah menjadi cahaya berwarna keemasan.
Cahaya keemasan ini menyeliputi seluruh area pertempuran hingga ke benteng Akademi Ling Jian. Kira- kira cakupannya hingga mencapai 10 km jauhnya..... Cahaya keemasan yang membuat silau mata dan membawa pesona surgawi bagi yang terkena cahaya itu.
Secara tidak sadar semua praktisi yang tengah bertempur itu terhenti sejenak, lalu kemudian beramai ramai mengarahkan pandangan kearah matahari. Apakah gerangan yang membuat sehingga sinar matahari berubah menjadi warna ke-emasan (dalam hati mereka bertanya-tanya)...
Ketika semua praktisi yang tengah bertempur itu menatap kearah langit, terlihat di angkasa sesosok bayangan manusia yang tengah terbang dengan anggun, menutupi cahaya matahari. Sosok itu kemudian turun ke tempat pertempuran dimana praktisi kedua kubu tengah bertarung.
Akan tetapi yang membuat semua orang terkejut dan menjadi terkesiap adalah, terlihat jelas sebuah aura sayap elang raksasa berwarna emas nampak menaungi sosok praktisi berbaju hijau itu.
Sepertinya aura sayap emas itulah yang menutupi langit sehingga cahaya matahari sehingga memantulkan cahaya matahri yang berwarna ke emasan.
Sima Yong mendarat di hamparan es itu disusul dengan kedatangan Yu Long. Penampakan Sima Yong yang unik dengan mengenakan tunik hijau pupus, wajah yang tertutupi Topeng Giok ungu itu sangat menarik perhatian kedua pihak yang berseteru.
Rambutnya yang berwarna indah bagaikan cahaya bintang itu menambah rasa kekaguman di hati semua orang.
Tanpa disadari pula .... pertikaian antara kedua kubu itu terhenti sejenak. Semua perhatian saat ini teralih ke Sima Yong. Penampilan awal yang dengan efek aura sayap emas raksasa tadi telah membuat hati semua praktisi menjadi gentar.
Semua berpikir bahwa orang yang baru saja tiba ini adalah seseorang dengan kemampuan sangat tinggi.
Bisik-bisik terjadi,
“seseorang dengan ranah kultivasi Alam Spirit Agung…”
__ADS_1
“Yu Long… siapa orang itu? Mengapa dia bisa datang Bersama anda?”
Bahkan Yu Long yang baru datang menjadi sasaran pertanyaan para praktisi. Semua penasaran dengan sosok yang terlihat sangat sakti itu.
*******
Sima Yong kemudian bebicara dengan suara yang mengandung Qi kearah pertempuran antara Master Wen Yu yang tengah bertempur melawan Grim reaper. Suara merdu bagaikan tiupan seruling itu semakin mempesona para praktisi di antara kedua kubu.
Sima Yong melihat dengan benar bahwa Master Wen Yu telah terdesak oleh Grim reaper yang berulang kali mengirimkan serangan jiwa kearah Master Wen Yu. Dia tahu Master Wen Yu memiliki batas tertentu untuk bertarung kekuatan mental.
“Master Ketua Sekte Pedang awan, jika anda tidak keberatan .... ijinkan aku yang muda ini untuk bertarung melawan monster sihir itu”
Master Wen Yu kemudian menarik diri dari pertempuran dan melempar tatapan berterima kasih. Tatapan itu dia tujukan kearah Sima Yong.
Jika tahu pasti jika di teruskan pertempuran kekuatan jiwa sepertiitu, jiwa nya pasti akam mengalami luka berat. Lebih baik dia menerima tawaran pria muda berbaju hijay itu. Grim reaper selama pertempurannya berulang kali mengayunkan Styche yang mulai merusak kesehatan mental.
Sambil duduk bersila, dia berkultivasi. Lima ratus praktisi penyokong Formasi Bintang Utara itu juga menarik nafas lega.
Saat itu Sima Yong melompat dan terbang mengangkasa. Dengan suara lantang dia berkata,
"Mao Jianheeng lawan anda adalah aku. Mari kita berdua bertempur"
“Aku akan mewakili Tujuh Sekte Kekaisaran Great Ying dan anda berdua mewakili Aliansi Kekaisaran Xue Chang"
"Jika anda berdua kalah, silahkan anda beserta Aliansi Xue Chang meninggalkan Kekaisaran Great Ying kami ini”
Mao Jianheeng tertawa lebar,
Sima Yong menghela nafas sejenak dan berkata.
“Anda dan pasukan Aliansi Xue Chang dapat langsung menyerang dan menaklukkan semua praktisi Tujuh Sekte ini”
“Akan tetapi jangan khawatir, aku tak akan kalah. Jangan kira hanya anda saja yang dapat memainkan teknik Irama Kematian itu. Apakah anda berpikir hanya ras iblis saja yang paham dan mampu memainkan teknik itu?”
Sambil tersenyum tiba-tiba di tangan Sima Yong telah memegang sebuah alat musi harpa. Dan dengan Gerakan halus dia kemudian mengambil posisi bersila di udara dan jarinya mulai memetik satu dawai harpa itu,
“Triinggggg…….”
Sebentuk energi pedang raksasa timbul dan melesat bagaikan gulungan ombak besar kearah Grim reaper.
Energi pedang ini menghantam Grim reaper yang kemudian terlempar beberapa tombak kebelakang.
… keadaan menjadi hening……..
“Anda adalah ras Elf?......”
Tanya Mao Jianheeng.
“Di belahan Benua Silver ini… hanya ras iblis dan ras Elf yang masih menguasai pengetahuan tentang Teknik Irama Kematian ini”
Mao Jianheeng bersuara dengan nada sangat sangat dingin
__ADS_1
Semua cultivator di arena pertempuran padang es Akademi Ling Jian itu menjadi terperanjat. Kemunculan ras iblis pada beberapa tahun silam sudah membuat mereka ketar-ketir.
Lalu sekarang kemunculan ras Elf? Pertanda apakah ini? Semua sibuk bertanya-tanya didalam hati.
“Jadi sosok berbaju hijau itu dari Ras Elf… tak kukira pada akhirnya aku bisa menjumpai seorang dari ras Elf. Bukan saja dari Ras iblis”
“Sepertinya tanda-tanda pertempuran antara Raja Pedang tidak lama lagi akan terjadi. Kini telah muncul dua ras yang menghilang ratusan tahun lalu”
“Yu Long,… apakah benar dia adalah ras Elf?” seseorang bertanya kepada Yu Long.
“Aku tidak tahu, yang jelas dia sangatlah tinggi kemampuannya. Rasanya dibelahan Bumi Utara ini tidak ada yang dapat mengalahkannya”
*******
“Lalu kalau begitu mari kita bertaruh”
Mao Jianheeng berseru sambil melompat ke udara. Seruling ditangan nya langsung mengeluarkan nada dengan permainan nada-nada kacau yang sangat mempengaruhi Kesehatan mental orang yang diserangnya.
Grimm reaper yang tadinya diam saja karena tidak digerakkan oleh kekuatan mental Mao Jianheeng, seketika itu juga bergerak.
Styche nya Kembali melayang-layang memancarkan sinar kemilau. Sepertinya Grim reaper itu berniat untuk merusak jiwa Sima Yong dengan sekali tebas.
Disisi lain Sima Yong juga memainkan sebuah komposisi lagu tentang Pemujaan terhadap Naga Es penguasa Bumi.
Sosok naga yang terbuat dari es kristal langsung terbentuk dari irama kematian itu lalu kemudian dengan mulut yang ternganga… mengaum dan menyongsong kedatangan Grim reaper.
Naga Es dan Grim reaper itu kemudian terlibat didalam pertarungan dahsyat. Serangan jiwa yang di lancarkan Grim reaper melalui Styche nya selalu dapat di elakkan oleh naga Es dengan mengirimkan libasan ekor naga ke arah styche.
Semua praktisi yang tadinya asik bertempur, saat ini benar-benar telah melupakan peperangan diantara mereka. Yang ada sekarang adalah tatapan mereka terarah ke angkasa untuk melihat dua mahluk mitos raksasa itu bertempur diudara.
Suara music terdengar mengalun dari kedua praktisi yang bertarung di udara itu. Irama music yang kacau Bernama Nyanyian iblis menjemput di tandingi oleh dentingan lembut harpa yang memainkan lagu nyanyian Pemujaan Naga Es.
Dua kekuatan mental (sihir) itu benar-benar melakukan pertempuran dahsyat dan memukau pandangan mata di udara.
Terkadang suara membius dari suara seruling iblis, membuat beberapa praktisi yang lemah kekuatan mental nya… menjadi jatuh pingsan.
Beberapa praktisi yang mampu bertahan benar-benar harus mengerahkan kemampuannya mentalnya untuk menutup benaknya sebelum tergoda dan jiwanya terkikis oleh musik iblis itu.
Namun pada saat mereka telah mulai memasuki trance dan akan tumbang, suara dentingan harpa yang halus terdengar itu kembali seakan menyadarkan mereka. Lalu kemudian mereka buru-buru mengambil sikap bersila untuk kultivasi meningkatkan kemampuan benak agar tidak terganggu music iblis itu.
Mao Jianheeng benar-benar marah. Kemampuan musisi kematian yang dianggapnya sebagai teknik yang hanya dikuasai segelintir orang itu, ternyata bukan apa apa dihadapan pria Elf ini.
Semakin dahsyat dia mengerahkan kemampuan Qi di jiwanya dengam harapan agar dapat mempersingkat pertempuran jiwa itu, lalu kemudian memenangkan pertempuran jiwa ini.
Asap telah keluar dari kepalanya… sementara wajahnya yang mengerikan itu telah menjadi kemerahan.
“Nyanyian iblis nada ke Sembilan…..”
Mao Jianheeng kembali melakukan push dengam kemampuan 100 % atas serangan jiwa itu. Sosok grim reaper terlihat berubah manjadi gulungan kabut raksasa berbentuk kepala tengkorak besar. Kepala itu terlihat menerjang Naga Es dan bersiap untuk menelan Naga Es………
*Bersambung”
__ADS_1