Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ini adalah satu Realm


__ADS_3


Sima Yong memandang heran ke peri kecil yang terlihat ketakutan itu. Tanyanya..


"Hei kamu..


Kamu peri kecil ini tahu juga dengan apa yang di sebut teknik Chakra?


Setahuku, Seni Chakra ini bukanlah sesuatu teknik yang berasal dari Benua Silver kami. Seni Chakra lebih khusus di kenal sebagai teknik penguasaan oleh ahli-ahli penting - yang kebetulan aku pelajari di benua lain, yang letaknya amat jauh dari negri ini" jawab Sima Yong. Ia cukup terkejut jika ada yang mengetahui kalau itu adalah chakra. Jika ahli yang tidak melakukan banyak perjalanan antar benua, kemungkinan besar mereka akan menyebut tekniknya itu adalah sihir.


Mendengar penjelasan dari Sima Yong ini bahwa Chakra yang ia kuasai juga di peroleh dari benua lain, bukannya menjadi tenang namun peri kecil itu kini membuat gerakan buru-buru dengan merunduk dan menyembah ke anak muda itu.


"Ampuni hamba tuan...


Aku hanyalah satu jenis peri tidak populer yang tidak membawa manfaat jika tuan membunuhku.


Jangan bunuh aku.. Aku bukanlah mata-mata atau apapun itu. Daeva tadi bermaksud untuk menjualku sebagai budak di pasar gelap. Mohon anda melepaskan diri ku" peri kecil itu berlutut dan tidak berani menengadah kearah Sima Yong.


Sima Yong spontan melambaikan tangan 'wush !'


Seketika itu juga peri kecil yang tengah berlutut langsung melayang namun tetap tidak berani menengadah. Semua ia laukan dengan satu kekuatan tak terlihat. Lalu kekuatan tak terlihat itu seperti menggerakkan wajah si peri untuk terangkat dan menatap nya..


"Hei peri kecil. Lihat mataku !


Kamu tidak perlu menjadi takut dengan ku" pelan-pelan peri itu menatapnya. Kata nya kemudian...


"Apakah kamu masih takut?"


"T-tidak tuan"


"Katakan mengapa kamu tiba-tiba menjadi takut ketika mengetahui kalau aku mampu memanfaatkan beberapa element alam dan memanipulasinya menggunakan hawa murni dalam suatu teknik yang di sebut Chakra?" tanya Sima Yong penasaran.


Beberapa saat masih keadaan diam, dengan hati-hati peri muda itu menjawab.


"K-karena kemampuan menggunakan Chakra dan memanipulasi elemen itu hanya dapat di lakukan oleh Ras Bijuu..


Ras Bijuu bukanlah ras magical beast atau mistos yang berasal dari benua ini...


Anda mengatakan kalau anda belajar Chakra dari tempat lain.. Ku pikir anda adalah Hokou yang mahir membuat ilusi dan berubah menjadi manusia" jawab peri kecil itu takut-takut.


"Aku pernah melihat sosok Hokou yang marah dan menggunakan chakra air untuk membunuh lawannya, seekor macan keturunan macan putih.


Macan putih itu terpaku di Pohon Willow tua, setelah Hokou itu mengerahkan chakra air yang berubah menjadi ratusan jarum dan memaku macan putih hingga tewas.." jelas peri itu masih dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Hokou memang di kenal sangat ganas. Konon semenjak kehilangan kemampuan mereka untuk menguasai lima elemen penting, ketika bermigrasi di Hutan Mistis, kelompok Hokou tidak segan-segan membunuh bahkan merusak alam, demi memperoleh kembali kemampuannya mengendalikan lima elemen alam" wajah peri itu tampak ngeri..


"Kemampuan mereka sebagai dewa ilusi membuat siapapun perlu untuk berhati-hati dengan kelompok ini.." peri lalu diam.


Dia kemudian melirik Sima Yong dan bertanya lagi.


"T-tuan, anda benar-benar bukan ilusi dari kelompok Hokou bukan?" mata peri itu terlihat polos ketika bertanya.


"Hahaha.. kamu ini ada-ada saja.


Bukankah kamu tahu sendiri, ras manusia itu memiliki aroma tersendiri yang sangat sulit di sembunyikan? Meskipun aku separuh Elf, namun aroma khas manusia tidak akan dapat kami sembunyikan begitu saja" jawab Sima Yong yang membuat si peri menjadi lega.


Padahal kenyataannya adalah, sebagai Magus peringkat Magi Dao, bagi Sima Yong amatlah mudah membuang aroma, bau-bauan bahkan bunyi-bunyian, jauh ke tempat yang jaraknya ber mil-mil. Bagi magus sekelasnya sihir itu ibarat sebuah permainan kanak-kanak belaka.


"Siapa nama mu? - Diam -


Dapatkah kamu membantu ku?" tanya Sima Yong.


Spontan peri itu menjawab.


"Namaku adalah Mismaya tuan penolong.. A-apakah anda benar-benar memintaku untuk menolongmu?" Mismaya ini terlihat gembira. Memang sebagai ras peri yang sangat gemar membantu siapapun, dia tidak percaya jika penolong yang terlihat tampan dan sakti ini, meminta bantuannya.


Dengan tatapan penuh pemujaan Mismaya menatap mata anak muda itu. Katanya..


"Aku ingin kamu menjadi pemandu di tour Hutan Mistis ini. Kenyataannya aku sedang mencari satu kawasan yang di namakan Bukit Sihl" kata Sima Yong.


Ketika nama Bukit Sihl di sebutkan, Sima Yong tidak memerhatikan perubahan terjadi di raut wajah Mismaya. Lanjutnya..


"Konon bukit itu dahulu nya adalah tempat kediaman Patriak Guan, yang menjadi patriak atas semua ras di Hutan mistis ini.


Sebenarnya aku memiliki peta tentang keberadaan bukit itu. Akan tetapi sayang sekali di peta itu hanya menuliskan narasi demi narasi, tanpa memerinci arah mana aku harus pergi untuk bertemu Bukit Sihl itu"


Mismaya menyela,


"Apakah anda benar-benar kepingin untuk pergi ke tempat bernama Bukit Sihl itu?" tanya Mismaya serius.


"Tentu saja. Ada hal penting yang harus aku selesaikan di sana.


Sangkaku kalau Hutan Mistis ini hanyalah hamparan kecil yang terletak di tempat tersembunyi dataran Selatan ini. Namun fakta dan kenataan berbicara serta telah membuka mataku bahwa, Hutan mistis ini betul-betul suatu kawasan yang amat luas" kata Sima Yong.


Mismaya tertawa sambil menutup mulutnya dan berkata,


"Tentu saja anda pasti menjadi sangat terkejut tuan muda !. Hutan Mistis ini hanyalah sebuah kamuflase dari dewa-dewi magical beast di masa lampau.

__ADS_1


Selama ini di luar sana tidak ada yang pernah tahu bahwa Hutan Mistis adalah kreasi dan ciptaan dewa magical beast di masa lampau. Sehingga Hutan Mistis ini kenyataannya adalah suatu Realm tersendiri, yang di buat khusus dan dalamnya hanya di tinggali oleh semua mahluk magical beast dan mahluk ajaib lainnya.


Aku yakin, semua isi hutan ini adalah mahluk yang tidak akan pernah dapat anda temui di dunia luar sana tuan muda" Mismaya menghela napas karena berbicara tiada henti. Dia melanjutkan..


"Realm ciptaan ini sebenanrnya jauh lebih besar dari Benua Silver di luar sana. Mungkin dua kali luas dari benua itu" Mismaya terkikik sambil menutup mulut. Dia merasa lucu ketika dia melihat Sima Yong melongo dengan mulut terbuka. Di dalam pandangan nya tuan muda ini sangat imut ketika terkejut dengan ekspresi tadi.


"Realm khusus untuk Magical Beast?" teriak Sima Yong tak percaya.


Mismaya mengangguk-angguk riang. Dia senang karena tuan muda yang tampan ini terheran-heran dengan kebenaran akan Dunia Realm Magical Beast di Hutan. Katanya dengan riang,


"Setelah aku berbincang-bincang dengan anda, baiklah... Mismaya bersedia mengantar Tuan Muda untuk menjelajahi Realm Magical Beast ini.


Akan tetapi... pertama-tama mari kita memperbaiki sayap kecilku yang terbakar tadi" kata Mismaya. Dia meraba-raba punggungnya dengan sedih.


"Mismaya akan mengeluarkan uang lagi untuk sayap yang keberapa kalinya. Semoga Alkemis itu akan memberiku potongan harga, mengingat ini adalah sayap yang ke tiga aku perbaiki dalam setahun ini" gumam Mismaya.


Sementara itu Sima Yong masih terpaku dengan kata-kata Mismaya tadi.


"Apakah sayap kamu bisa diperbaiki?" tanya Sima Yong, kembali kaget.


"Tentu saja. Ini adalah Realm Magical Beast. Dunia ajaib kaum mahluk mitos. Tentu saja ada petugas Alkimia yang akan membuat ulang sayap baru yang fungsinya bahkan bisa lebih baik ketimbang sayap asli.


Akan tetapi tentunya dengan biaya tertentu. Marilah kita bergegas ke Kota Klan Peri kami" Mismaya melangkah dengan kaki pendeknya dan mengajak Sima Yong mengikuti dia .


Melihat itu Sima Yong buru-buru melambai kan tangan, seketika itu juga Mismaya melayang terbawa angin, dan berdiri di pundaknya.


"Kamu tinggal memberi petunjuk, dan kita akan lebih cepat mencapai Klan Peri kamu. Aku kuatir jika kita melangkah dengan langkah kecilmu itu, jangan-jangan rambutku keburu membotak baru kita tiba di klan kami" kata Sima Yong tertawa.


Anak muda itu lantas melayang satu jingkal dari tanah, tubuhnya berpindah cepat, namun tidak secepat ketika seseorang melakukan pertempuran. Sementara itu Mismaya segera bertepuk tangan girang melihat keahlian anak muda itu. Kini kekagumannya makin bertambah melihat Sima Yong menguasai Chakra yang lain, itulah Chakra Angin (Chakra Bianfu).


Mismaya mencoba memuji Sima Yong.


"Melihat penguasaan anda atas beberapa teknik chakra ini, aku tidak ragu ketika tuan muda bertempur nanti melawan kawanan Hokou.


Dengan dua chakra yang anda kuasai ini makin besar dugaanku kalau anda bakalan mampu membuat keok kelompok Hkou sombong itu.


Well.. Mereka memang hanya menguasai satu jenis chakra saja" kata Mismaya.


Sima Yong hanya tersenyum. Dia pun mengajukan pertanyaan lagi,


"Menurutmu, apakah perbedaan antara Alkemis di dunia kami dengan alkemis di Realm ini?".


Bersambung

__ADS_1


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3


__ADS_2