Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Enuma Elish


__ADS_3

Baru saja pembicaraan di mulai antara dua kelompok itu - antara Sima Yong dengan Roh heroik Rider, mendadak satu bunyi gemuruh terdengar "Duar !"


Kilat tampak membelah udara, membawa kengerian dan aura mistis. Begitu keras bunyinya ledakan itu, seperti akan membangunkan mayat saja layaknya.


Menyusul bunyi ledakan, muncul penampakan udara yang tergores oleh satu irisan tipis mengerikan, yang membelah dan membuka lebar udara seperti merobek kain.


Dua buah tangan pucat keluar dari dalam sobekan udara yang terlihat misterius, tangan pucat yang memegang senjata yang biasa di pakai para assasin "Hidden Blade".


Udara yang ketika tersobek dan terbelah itu, tidak menimbulkan bunyi sama sekali, kecuali penampakan percikan api pertanda irisan itu di kerjakan menggunakan senjata Noble Phantasm (Barang Roh Suci).


Neveratry yang sejak bersembunyi di balik bayangan bulan, tiba-tiba telah membelah udara dan langsung mengiris dengan Hidden Blade ke paha naga hitam, yang membuat luka memanjang di seluruh kaki, Shruikan, Naga Hitam kepunyaan Galbatorix si roh heroik rider.


Lolongan kesakitan terdengar membahana, memekakkan telinga, dan Shruikan langsung terluka dengan darah berceceran. Dia terbang, mengangkasa lebih tinggi lagi. Galbatroix sang rider terlihat murka.


Sontak tatkala melihat Nevertary telah memulai serangan keji nya, Sima Yong juga memulai serangan ke arah Galbatrox. Dia menggunakan serangan kekuatan jiwa menhujam keras ke benak Galbatorix, berniat merusaknya agar tim itu langsung lumpuh.


Akan tetapi satu kejutan saja yang di temui Sima Yong.


"Kesadaran Rider ini terasa aneh. Dirinya seakan ditawan dan dikurung berlapis-lapis roh yang membentengi benaknya"


Sementara itu - antara Assasin dan Naga...


Sekali lagi Nevertary menggores dari balik bayangan. Tangannya terjulur dengan pisau yang menyala, berkilauan tertimpa sinar bulan. Shruikan, naga hitam itu membuat gerakan menendang dengan cakar-cakar yang juga tajam melebihi pisau-pisau pembunuh - terlihat mengerikan bahkan lebih mengerikan di banding pisau pembunuh biasa.


Ketika cakar dan pisau hidden blade itu bertabrakan, suatu bunyi ledakan terdengar menyerupai bunyi dua meteor yang saling beradu. Bam ! Kedua nya terlempar mundur beberapa tindak


Namun dengan lincah, sekali lagi dua hidden blade Nevertary - seperti gerakan licik, selalu muncul dari celah udara terbelah, membuat gerakan berputar cepat.


Lalu salah satu hidden blade itu sekali lagi menggurat keras di dada Shruikan yang nampak terbuka ketika naga dan penunggangnya tengah sibuk menyanyikan nyanyian sihir untuk menyembuhkan luka di paha naga menggunakan mantra kuno.


Guratan hidden blade itu terlihat menimbulkan percikan api seperti kembang api dengan bunyi mengerikan ketika cakar Shruikan berusaha menangkis hidden blade itu. Tapi, menyusul setelahnya, terdengar satu bunyi seperti suara besi bergesekan tatkala hidden blade berhasil mendarat, menembusu sisik tebal setebal baja, membuat luka panjang dalam menembus sisik-sisik Shruikan.


Sima Yang yang ketika itu telah melayang - menggunakan chakra angin karena pembatasan terbang secara sihir atau kultivasi terjadi di Tanah Sulubung - dia mengayunkan Pedang Emas Suci nya, menangkis ekor sang naga yang sengaja di kibas untuk membunuh Sima Yong - yang demikian besar mengandung kekuatan ratusan juta jin dan kekuatan sihir.


Bentiran terjadi dan Sima Yong berusaha keras agar pedang di tangannya tidak terlepas.


"Tenaga Naga itu sangat kuat - juga mengandung sihir sehingga membuat lawan ingin melepaskan senjata saja !"


Shruikan saat itu telah menjadi kalap karena mengalami dua luka, mematikan. Dia menyemburkan api sihir yang berwarna kebiruan - siap-siap membungkus Assasin dan masternya !


Paasta eroon tulesta !


Sima Yong mengucapkan kutukan dan melempar magecraft ke arah api biru yang terlihat membesar seperti akan menelan dia dan Nevertary.

__ADS_1


Seketika api biru itu terhenti dari tindakan agresifnya, terhenti oleh kekuatan mantar kuno. Api biru terlihat hanya berputar-putar tiada arah, tidak pernah dapat mencapai posisi Sima Yong dan Nevertary yang telah muncul dari balik bayangan, berdiri di samping Sima Yong dengan gugup.


Api biru itu dalam lima tarikan nafas selanjutnya terlihat buyar setelah magecraft bekerja. Nevertary akhirnya terlihat lega. Kenyataannya assasin itu juga sebenarnya dalam terdesak hebat oleh tekanan sihir kuat Master, Rider dan naganya ...


Nafas Nevertary terlihat memburu selama pertempuran awal-awal, dia telah menghabiskan banyak sekali energi ketika membelah udara dan mengeluarkan tangan memegang hidden blade.


Energi nya juga terkuras habis ketika dia membuat luka memanjang di sepanjang paha Shruikan. Mengiris mahluk sihir seperti naga, yang memiliki sisik tebal-tebal dan sekeras baja, bukanlah pekerjaan mudah. Selain memerlukan senjata sihir, energi yang amat besar sangat diperlukan.


Nevertary memaki dalam hati. Jika saja saat ini dia bukan satu mahluk roh seperti sekarang, jika saja dia masih mahluk hidup seperti dahulu - pasti energinya akan selalu terisi melalui berbagai teknik dan manipulasi setelah dia membuangnya dalam pertempuran.


Akan tetapi kini dia hanya satu mahluk roh heroik. Dia sangat memilik ketergantungan energi yang harus di suplai dari masternya.


Dua tangan Nevertary gemetar memegang hidde blade. Dia betul-betul bersyukur, master yang memanggilnya ini adalah seorang magus dan ahli sihir yang hebat. Meskipun sebagai assasin yang memiliki kemampuan rentan terhadap sihir dan serangan sihir, akan tetapi jika di panggang oleh api biru yang mengandung sihir kuat naga, Nevertary harus mengakui kalau dia akan binasa.


"Apakah kamu membutuhkan energi? Aku akan memberikanmu energi tambaha. Tak usah kuatir, aku memiliki teknik tersendiri untuk selalu memperbarui tenaga dan energi ku"


Nevertary mendengar suara di benaknya. Dia tahu itu adalah suara masternya. Menyusul setelah masternya berbicara, dia merasakan kehangatan memenuhi benaknya, ketika itu pria yang menjadi masternya telah menyalurkan energi ke tubuhnya melalui benak. Wajah pucat assasin itu kini terlihat segar kembali - siap untuk bertempur.


******


Shruikan terlihat terbang lebih tinggi lagi berusaha menghindar. Selama pertempuran itu Galbatorix belum mengambil tindakan pertempuran sama sekali. Dia sejak awal-awal telah direpotkan dengan menyembuhkan luka-luka dengan nyanyian sihir bagi sang naga.


Selama pertempuran tadi, dia hanya selalu memeluk leher Shruikan, bernyanyi dalam bahasa kuno - menenangkan Shruikan dan berusaha menjahit luka memanjang di paha Shruikan secara sihir.


Galbatroix kini mulai memaki-maki dan mengutuk Assasin - roh lawannya itu. Hidden blade assasin terkutuk itu terasa menggores dada Shruikan, membuat dadanya ikut merasa perih - yang jelas hal itu akan membuatnya membutuhkan tambahan energi ekstra.


Selena Hui gadis Dark Elf itu memucat ketika sejumlah besar energi nya terserap oleh Galbatrix. Selama pertempuran terjadi, selama pertempuran tadi, dia selalu melempar magecraft kearah assasin yang menjulurkan tangannnya dari belahan udara.


Namun energi nya terasa begitu cepat merosot ketika Galbatorix menyedot banyak sekali energinya untuk memulihkan luka di paha Shruikan.


Dark Elf itu kembali menelan pil-pil yang di lihatnya kini telah menipis dari kantong persediaan - berusaha memulihkan diri cepat-cepat dan menyerap pil-pil yang di buat seorang Alkemis Dark Elf.


Wajah Selena Hui kembali memucat ketika dia merasa sebagian energi nya tersedot lagi oleh Galbatorix.


"Apa yang kamu lakukan tolol?" caci Selena panik.


"Shruikan terluka di dada. Jika aku tidak menyembuhkan luka di dadanya, dia akan kehabisan darah lalu kita akan kalah dalam kesempatan pertama" tegas suara Galbatorix.


Dia menjawab acuh tak acuh pertanyaan Selena di sela-sela nyanyian sihir penyembuhnya. Roh heroik itu lebih peduli dengan Naga nya ketimbang masternya.


"Kalau begitu perintahkan nagamu membawa kita terbang lebih tinggi, menghindar adalah hal utama yang kita perlukan ! Cari tempat aman lalu memulihkan naga bodoh mu itu ! Aku tak mau mati percuma disini" jerit Selena Hui histeris.


"Dia belum dapat memaksimalkan kemampuan terbangnya. Darah menetes terlalu banyak.

__ADS_1


Aku harus menyembuhkan luka di dada nya terlebih dahulu" bantah Galbatorix kukuh.


"Turuti perintahku ! Atau aku akan menghancurkan benak mu !" jerit Selena Hui bertambah panik. Dia mengucapkan mantra dan mengerahkan Mantra Perintah di tangannya - [emberian relikui..


Sketika Galbatroix merasa benaknya panas - seperti mendidih dan akan hancur. Masternya Dark elf itu mengutuk dia mantra perintah (command spell) yang diberikan relikui naga untuk dark Elf itu mengendalikan servant nya.


"Baik - baik !"


"Hentikan mantra perintah mu !" teriak Galbatroix. Kesadarannya mulai menghilang".


Hentikan sekarang atau aku memerintahkan naga ini meluncur ke tanah dan menghancurkan kita bersama-sama" maki Galbatorix ke Selena Hui.


Galbatorix merasakan energi panas yang akan membakar benaknya ditarik, menghilang dan kesadarannya pulih, ketika Selena Hui menghentikan kutukannya kepada Roh heroik Rider itu.


"Begitu lebih baik !"


Lalu dia - Galbatorix berbisik menggunakan bahasa kuno. Shruikan terbang mengangkasa lebih tinggi lagi, menghilang di awan-awan dan bersembunyi di langit yang tidak ada tepinya.


******


"Kejar mereka master ! Jangan biarkan lolos,"


Mereka telah kehabisan banyak sekali energi. Jika di biarkan semalaman, energi mereka akan pulih dan mencari cara untuk membalas kita !" teriak Nevertary.


Dengan sigap Sima Yong membuat Chakra Angin.


"Berdiri di samping ku. Pusaran angin ini akan membawa kita mengejar penyihir dan Rider naga itu !"


Nevertary melompat keatas pusaran angin - Sima Yong memanggil angin menggunakan Chakra - yang kemudian membuat dua orang itu terlihat seperti dewa, terbang ke arah angkasa, mencoba mengejar Selena Hui dan Galbatroix.


Baru saja Sima Yong dan Nevertary terbang beberapa kaki tingginya, sekonyong-konyong satu suara keras bergema terdengar...


Enuma Elish !


"Sesuatu yang buruk ! Aku tahu mantra sihir Enuma Elish itu. Hanya dua sosok yang menggunakan kata-kata itu di sepanjang sejarah Mesopotamia kami"


"Itu pasti Gilgamesh atau Enkidu. Salah satu diantara keduanya !" suara Nevertary bergetar gugup di benak Sima Yong.


Catatan :


Enuma Elish adalah mitology penciptaan Babilonia, tertulis dalam bahasa Babilonia kuno. Gilgamesh sang raja yang sakti ahli panah serta kawannya Enkidu ahli tombak selalu mengucapkan mantra itu ketika memulai pertempuran mereka.


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2