
Kentongan keempat hampir lewat, ketika itu di tepian tebing sebuah jurang didekat Ibukota Ju Ying, sosok bertopeng hitam itu berdiri dengan pakaian yang berkibar-kibar di tiup angin.
Tak terdengar suara sedikitpun yang di timbulkan oleh kibaran kain yang melenggang tertiup angin, dari jubah longgar ala pejabat negri yang dikenakan sosok itu. Sosok itu adalah Sima Yong atau yang meeka sebut Raja Kelelawar.
(ketika kentongan keempat dibunyikan, itu menunjukkan waktu dimasuki diantara 01.00 hingga 03.00 dini hari)
Fei Ma berdiri dengan sabar, sambil menutup mata, di samping masternya. Keduanya menunggu tiga ahli yang sedianya mereka akan melakukan pertemuan rahasia di tempat sepi yang tidak akan di lewati orang pada umumnya.
"Suiiiittt" bunyi siulan yang di kerahkan menggunakan kekuatan Qi tinggi memecah kesunyian pagi dini hari itu.
Satu demi satu pembunuh bayaran seperti Yu Mian, Wei Park dan Xong Hui Yung berdatangan.
Sima Yong lantas melemparkan jimat Fatamorgana, yang dengan ajaib membentuk dan membuat ruangan isolasi bagi mereka sehingga pembicaraan rahasia itu tidak akan dapat ditangkap siapapun yang mungkin memiliki niat untuk menguping.
"Aku telah mengetahui dimana letak target yang kita inginkan ditawan.
Ketika waktunya tiba, kalian hanya perlu untuk pergi ke bagian sayap kiri istana, dan menuju ke sebuah lapangan kecil di bagian belakang istana dimana tumbuh satu Pohon Dedalu tua usia ratusan tahun.
Di bawah tanah, di bawah Pohon Dedalu itu, adalah tempat dimana kawan-kawanku di tawan"
"Ketika nanti aku bertempur melawan dua orang ahli SAGE, ku harap, secara cepat kalian meringkus lima ahli SAINT yang ada disana, dan langsung menerobos ke penjara bawah tanah itu"
Dia diam sejenak, hingga kesunyian di dini hari yang dingin itu terasa semakin dingin,
"Fei Ma, karena kultivasi anda yang paling tinggi, aku harapkan anda akan menangani dua ahli SAINT sekaligus. Kurasa dengan peringkat mereka rata-rata SAINT bumi level tiga, anda tidak akan kesulitan"
Fei Ma mengangguk kepala, diikuti tatapan puas dari manusia bertopeng yang dikenal dengan julukan raja kelelawar itu.
Sima Yong kemudian menggambarkan peta secara ringkas, menggunakan ilusi, sehingga kesemua ahli itu memahaminya.
"Kita akan bertemu di pada waktu Sie-sie akan berakhir. (Hampir memasuki jam 11 pagi)
Di saat itu ketika semua sedang sibuk dengan pesta penobatan Putra Mahkota, maka kita akan membobol penjara bawah tanah di Pohon Dedalu itu".
__ADS_1
Keempat orang itu mengangguk pertanda mengerti, karena besok adalah akhir dari penyamaran mereka.
"Untuk melengkapi pertempuran kali ini, aku akan memberikan secara cuma-cuma, alat bantu perang yang akan meningkatkan performa kalian"
Sima Yong membagikan masing-masing 3 jimat penyembuh (healing), 2 jimat peledak halilintar dan 1 jimat petrify. Sima Yong kemudian mengajarkan kepada mereka mantra yang harus di rapalkan serta cara menggunakannya.
"Akan tetapi perlu anda ingat, jimat petrify ini hanya perlu kamu gunakan disaat genting saja. Jimat ini adalah kartu truf kalian ketika dalam keadaan genting nanti, lawan akan mengalami freeze atau membatu selama 10 tarikan nafas.
Anda dapat lari menyelamatkan diri setelah Petrify ini di lancarkan" demikian penjelasan Sima Yong, diikuti pandangan takjub ketiga ahli itu.
"Baru sekali ini aku memegang sebuah jimat berharga seperti ini. Ku taksir jimat ini bahkan akan sulit di temukan di Sekte Super sakalipun" kata Yu Mian dengan girang.
Wei Park dan Xong Hui Yung tak kalah girang nya ketika memegang dan mengelus jimat pembeku itu. Dari mulut keduanya tak habis-habisnya mereka memuji-muji Raja Kelelawar, yang selalu memiliki kejutan di luar perkiraan semua orang,
"Benda ini, Jimat Petrify adalah barang yang amat mahal. Dan kita berkesempatan memilikinya secara cuma-cuma, ketika bekerja bersama Bianfu Wang".
>>>>>>
Saat itu, di ruang rahasia bangunan yang di sebut Istana Bianfu Wang, tampak Meirenyu tengah bercakap-cakap dengan BaiseDhe dan Zusedhe, setelah misi Baisedhe melenyapkan Kong Ping, Kepala Perwakilan Menara Suar berjalan dengan sukses.
"Karena anda telah sukses dengan misi menghabisi Kepala Perwakilan Menara Suar itu, Singa Bertanduk ini akan menjadi kompensasi anda.
Aku harapkan anda memaksimalkan penyerapan energi dan penyatuan hewan kontrak ini, sehingga dapat menerobos dua tingkat sekaligus"
BaiseDhe berteriak gembira. Dia langsung mengambil Singa Bertanduk mungil itu sambil berjanji bahwa dirinya akan berusaha menerobos dua tingkat sekaligus ketika menyerap kekuatan hewan kontrak itu.
ZusheDhe yang sejak awal hanya diam, karena dia juga sebenarnya sangat menginginkan hewan kontrak, tampak memasang wajah permohonan.
Melihat wajah Zusedhe yang terlipat serupa kain kusut itu, dia menghibur pelindung itu.
"Kenyataannya Master Yong telah menyediakan kompensasi untuk anda, namun tugas anda cukuplah ringan" kata Morenyu.
Sedikit cahay tampak di mata pelindung itu,
__ADS_1
"Tolong katakan hal yang menjadi misi tugasku Tuan Morenyu" kata ZuseDhe.
Meirenyu lalu menjabarkan apa yang menjadi misi pertama Zusedhe.
"Tugas anda kali ini hanya ringan saja.
Bawalah surat undangan ini kepada beberapa Sekte terbesar di Kekaisaran Xue Chang.
Memang terkesan ringan tugas anda, akan tetapi sesungguhnya kemampuan anda di uji dimana Sembilan Sekte Besar di Kekaisaran Xue Chang sana, telah harus menerima undangan tepat ini waktu dan memastikan mereka akan datang tepat waktu untuk menghadiri pembukaan Balai Harta Baru kami".
Dengan was-was ZusDhe lantas bertanya,
"Tolong tuan perjelas, sekte apa saja yang harus aku kunjungi untuk menyebar undangan ini. Kiranya aku dapat tiba dan memberitahukan mereka tepat waktu dan mereka tidak terlambat tatkala Balai Harta Baru kami di resmikan nanti"
Dengan senyum di wajah, Morenyu berkata,
"Mereka itu adalah Sekte Angsa Emas, Sekte Lima Aroma, Sekte Mentari Ufuk Barat, Sekte Pedang Abadi, Akademi Jin Shi, Sekte Sembilan Langkah Maut, Istana Bintang Abadi, Paviliun Cahaya Surgawi dan Klan Yang Utara"
Buru-buru ZuseDhe memeriksa peta wilayah Utara, dia lantas mengerutkan dahinya ketika mengetahui bahwa sembilan sekte itu memiliki jarak yang saling berjauhan.
Di perlukan kemampuan yang tinggi untuk dapat terbang melintasi satu wilayah ke wilayah lainnya di Kekaisaran Xue Chang itu, agar undangan tiba tepat waktu dan mereka dapat menghadiri acara pembukaan Balai Harta Baru nanti.
"Aku akan pergi mulai dari sekarang, agar target undangan ini tidak terlambat tiba di sembilan sekte itu" Zusedhe menghilang ketika dia meraup sembilan undangan beserta lembaran peta yang menjelaskan bagian-bagian Wilayah Utara secara lengkap itu.
Sementara kepada Yu Long Morenyu menugaskan dia untuk mnyebar undangan ke Tujuh Sekte terbesar Kekaisaran Great Ying (Sekte Bulan Merah, Sekte Pedang Awan, Sekte Awan Hitam, Akademi Ling Jian, Sekte Membalik Gunung dan Sekte kuil Keabadian).
Lin Hong bertugas menyebar undangan ke beberapa kerajaan kecil di sekitar, yang mana terdapat beberapa sekte dan klan potensial yang dapat di jadikan pelanggan Balai Harta Baru nanti.
Morenyu lebih sering berjaga-jaga di gedung Balai Harta Baru, mengingat sebelum-sebelumnya Gedung mereka itu pernah dua kali di coba untuk di hancurkan lawan.
"Tak sabar rasanya melihat pembukaan Balai Harta Baru, dan melihat apa tindakan selanjutnya dari Menara Suar nanti
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.