
"Harga Sarung Tangan Roh Ungu ini dibuka 25.000 batu energi..." Tuan Morenyu diam sebentar, lantas melanjutkan penjelasannya,
"Well... dan menurutku untuk perangkat tempur roh yang di suling oleh seorang refiner peringkat DAO, maka barang yang kami lelang ini terhitung amatlah murah.
Bagaimana tidak? Seorang Refiner Peringkat DAO? Aku bertanya-tanya, apakah kamu semua pernah melihat seorang master setingkat itu di Utara sini?" Morenyu menyunggingkan senyuman lebar, ketika dia melihat semua terhipnotis dan mengeleng kepala.
"Refiner Peringkat DAO di Utara sini? Anda membuat lelocun jika mencari master sekelas itu di Utara sini".
"Bahkan jikalau mejelajahi seluruh Benua Silver pun, belum tentu anda akan menjumpai ahli sekelas itu dengan mudah" orang-orang saling berbisik, sehingga ruangan kembali menjadi berisik.
Tuang Morenyu mengangkat tangan, meminta hadirin untuk menjadi tenang. Setelah suasan tenang, dia pun melanjutkan pelelangan,
"Namun Balai Harta kami dalam hal ini menganggap bahwa baranng yang di lelang hari ini, semuanya adalah harga promosi!" dia mengedarkan pandangan dan mengamati tatapan antusias semua hadirin.
"Penawaran di buka, dengan tiap kelipatan penawaran tidak kurang dari 2.000 Batu Energi... Di persilahkan untuk menawar !"
Begitu Morenyu itu memberi tanda bahwa lelang di mulai, suara tawar menawar terjadi, riuh rendah keributan saat itu.
"30.000 batu energi" Li Fang Hua dari Sekte Bunga Matahari mulai menawar.
"Hoho.. Tidak bisa. Sekte Mentari Ufuk Barat kami menawar 33.000 batu energi" Pria yang awalnya meminta kesediaan semua orang memberi muka kepadanya, kini berdiri dan menawar.
Li Fang Hua, memalingkan wajahnya dan menatap tajam kearah Ketua Sekte Mentari Ufuk Barat Niu Li-liang. Dia seakan-akan berniat menelan pria Ketua Sekte Mentari Ufuk Barat itu mentah-mentah. Jelas-jelas anak kemarin sore itu berniat menghalangi dia memenangkan lelang.
"37.000 batu energi !" suara dari salah satu balkon VIP melakukan penawaran. Tawaran itu tentu saja mengalihkan saling tatap yang sebentar lagi akan berlanjut hingga ke pertempuran fisik.
"40.000 batu energi. Mohon memberi muka kepadaku, dan tidak ada yang menawar harga tertinggi ini !" Li Fang Hua menjura kearah orang banyak.
Perempuan berangasan itu berharap semua yang hadir akan memberi muka kepada Sekte Bunga Matahari miliknya. Dia membuka aura dan menyebarkannya keseluruh ruang.
"Wush.." aura perempuan itu menjalar memenuhi aula yang luas itu.
"Alam Raja Bintang lima !" orang-orang saling berbisik. Kini setelah perempuan itu dengan sengaja menebarkan aura penindasan, banyak sekte kecil dan Kultivator independent yang batal mengajukan penawaran atas sarung tangan roh itu.
Perlu kalian ketahui, karena kurangnya sumber daya di Utara Benua silver, sehingga membuat kultivasi rata-rata ahli, amatlah jauh di bandingkan wilayah lain di benua itu.
Praktisi dengan tingkat Alam Raja Bintang Lima adalah kultvasi yang sangat tinggi, yang umumnya hanya di miliki sekte-sekte besar saja.
Tentu saja permintaan Li Fang Hua itu tidak di gubris sama sekali oleh sekte-sekte besar lainnya. Niu Li-liang misalnya. Master Sekte Mentari Ufuk Barat itu amatlah memiliki niat yang kuat untuk memiliki Sarung Tangan Ungu itu.
Dia dia mengabaikan Li Fang Hua, dan menawar harga yang lebih tinggi.
"45.000 batu energi !" dia mencibir sambil melirik Li Fang Hua, sama sekali tidak takut dengan perempuan itu.
Seketika dada Li Fang Hua nyaris meledak dalam amarah. Dia telah meraba gagang pedang beronce Bunga Matahari dengan tangan yang gemetar. Di lain pihak, Niu Li-liang sendiri terlihat berpura-pura acuh tak acuh.
__ADS_1
Makin besarlah api berkobar di dada perempuan berangasan Sekte Bunga Matahari itu. Tanpa disangka-sangka, tubuhnya melesat laju secepat bayangan dengan pedang yang mengarah ke dada Li Fang Hua.
"Hujan Bunga Matahari" raung Li Fang Hua sambil melayang.
Tentu saja Niu Li-liang tidak mau menjadi sasaran empuk. Buru-buru Master Sekte itupun mencabut pedang nya, lalu membuat gerakan setengah lingkaran di udara,
"Energi Ufuk Barat !"
Ketika Niu Li-liang mengeksekusi Energi Ufuk Baratnya, tubuhnya memancarkan cahaya dalam warna lembayung seperti warna senja. Dia ikut berkelebat diudara menyambut serangan Li Fang Hua.
"Duar !" dua orang itu terseret mundur beberapa tombak. Kekuatan keduanya sama kuat.
Li Fang Hua setelah merasakan kekuatan tempur miliknya, sama kuatnya dengan Ni Li-liang. Buru-buru dia membuat wajah datar dan acuh tak acuh. Perempuan itu memasukkan pedang nya dengan cepat, lantas berbalik jalan menuju tempat duduk nya.
"Aku tidak tertarik lagi untuk bertempur denganmu. Tadi itu aku hanya ingin mengetahui, seberapa kuat kekuatanmu. Hm, ternyata kemampuanmu tergolong biasa-biasa saja"
Perempuan itu kini mengabaikan Niu Li-liang yang terdiam, seakan-akan tidak terjadi sesuatu. Niu Li-lian hanyut dalam wajah kemerahan menahan malu, terabaikan perempuan angkuh tadi. Pedangnya masih terhunus dan terlihat seperti mengancam.
"Kini aku ditinggal sendirian diatas panggung, dengan pedang terhunus seakan menantang tuan rumah" Niu Li-liang menjadi benci dengan perempuan tadi.
Sambil menjura, Niu Li-liang membungkuk dan memohon maaf telah membuat keributan di acara itu. Dia pun kembali ke tempat duduknya, sambil mencaci Li Fang Hua didalam hati.
Sebenarnya Li Fang Hua sendiri tengah berpikir keras. "Jika saja awal lelang telah di dahului dengan penjualan Sarung Tangan Roh peringkat surgawi itu, pastilah Balai Harta ini masih memiliki banyak kejutan di akhir lelang". Li Fang Hua menahan diri sejenak.
Sementara itu Tuan Morenyu kembali melanjutkan acara. Dia terus memandu, agar acara tawar menawar sesama pengunjung terus berlangsung,
"55.000 batu energi" tawar Niu Li-liang.
"60.000 batu energi !"
Niu Li-liang terlihat ragu-ragu. 60.000 batu energi akan di habiskan di awal pelelangan? Bukankah dia akan gigit jari jika kehabisan uang lantas barang-barang jauh lebih berharga akan muncul di akhir pelelangan?
Ragu-ragu Niu Li-liang untuk menawar. Namun pada akhirnya dia mengeraskan hati dan berteriak,
"65.000 batu energi"
"Semoga tidak ada yang menawar lebih tinggi" batin Niu Li-liang.
Ketika itu, semua yang hadir di aula itu terdiam. Bahkan tamu vip dibalok yang tadi nya gencar melempar harga itu terdiam.
"Apakah tidak ada lagi yang akan menawar Sarung Tangan Ungu kami?" Tuan Morenyu berbicara.
Sekonyong-konyong seorang bersuara,
"75.000 batu energi !"
__ADS_1
Semua orang berpaling kearah suara itu.
"Rupa-rupanya itu adalah Tuan muda Yang dan Klan Yang Utara"
"Dengar-dengar Klan Yang itu memiliki kekayaan yang paling tinggi di seluruh Kekaisaran Xue Chang"
Kembali diskusi terjadi diantara semua dalam ruangan, ketika melihat Klan Yang Utara kini mulai unjuk gigi mengambil bagian pelelangan.
Tuan Morenyu tersenyum dari ketinggian diatas permadani terbang, menunggu penawaran lain...
"Apakah tidak ada lagi yang akan memberikan harga diatas 75.000 batu energi?"
Seisi ruang terdiam. 75.000 batu energi bukan jumlah yang sedikit. Masing-masing peserta lelang berusaha menahan diri.
Melihat situasi itu, Tuan Morenyu lantas menutup lelang Sarung Tangan Surgawi senilai 75.000 batu energi.
"Pemenang lelang Sarung Tangan roh ini adalah Klan Yang Utara dengan nilai transaksi sebesar 75.000 batu energi !"
Semua orang gegap gempita bertepuk tangan ketika perwakilan Klan Yang Utara menerima Sarung Tangan Roh yang berwarna ungu. Terselip tatapan-tatapan penuh keserakahan dilemparkan ke arah benda di tangan Tuan Muda Klan Yang.
Tuan Muda Klan Yang Utara buru-buru menyimpan benda roh itu kedalam cincin tata ruangnya.
"Terlalu banyak aura dengan niat jahat di sini" desisnya
Tuan Morenyu lantas melanjutkan acara dengan berbicara secara lantang.
"Benda yang akan kami lelang berikut ini, pernah menjadi barang yang paling di cari di Balai Harta beberapa tahun silam.
Patut di sesalkan, belakangan benda ini menjadi langka karena ketidak tersedianya ahli yang mampu mengerjakan benda sempurna ini. (diam sejenak agar terkesan misterius..)
Dengan penuh kebanggaan, Balai Harta kini menampilkan kembali, Jimat Peledak Halilintar, berkualitas Kuasi Sempurna yang dikerjakan dengan teliti oleh Master Simbol peringkat DAO"
Lima benda berbentuk slip yang diatasnya tertulis simbol-simbol aneh nan rumit, itulah jimat DAO yang kini melayang-layang berputar di atas telapak tangan Tuan Morenyu. Demikian indah dan membuat orang berdebar tatkala menatap benda itu.
Kembali ke ruangan itu, semua menjadi geger. Jimat Peledak Halilintar yang dahulu pernah kenjadi primadona Balai Harta, kini di lelang ulang bahkan dengan kualitas kuasi perfect buatan Simbol Master Peringkat DAO !
"Aku harus memiliki benda itu"
"Biarkan sekteku yang akan membelinya"
"Enak saja, aku rela bertemur demi memperoleh lima benda itu"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.