Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kunjungan di Klan Ouyang


__ADS_3


Tampak di angkasa jika mata tajam seorang ahli adalah sosok Macan Putih bersayap sedang terbang membawa seseorang pria muda berpenampilan menawan. Pria itu hanya berdiri dengan tegak dipunggung Macan Putih. Bahkan ketika Macan Putih mengepakkan sayapnya, tidak ada sedikitpun dia terlihat merasa terganggu. Padahal hempasan angin sangat kencang menerpa dirinya yang berdiri tegak seakan melawan kekuatan alam itu.


   Pria yang berdiri diatas Macan Putih itu adalah Sima Yong. Setelah Sima Yong menyelesaikan kultivasi dan berhasil menerobos ke ranah Alam Raja, dia meninggalkan Puncak Terang.


Tiga Pelindung Sekte Terang secara khusus me- ngantarkannya karena mereka harus membuka portal yang berupa array yang menutupi seluruh Puncak Terang.


   Tujuan selanjutnya Alkemis kita adalah Klan Ouyang. Dari komunikasi dengan Lin Hong menggunakan Jimat Komunikasi khusus, maka Sima Yong dapat mengetahui hal-hal penting tentang Klan Ouyang.


Klan Ouyang adalah salah satu Klan Terhebat di Wilayah Barat, dimana jika di kategorikan dengan sekte ternama, mereka terhitung sebagai Sekte Kelas Empat.


   Persaingan ketat diantara Klan papan atas di Wilayah Barat sangat sering terjadi diantara Sekte dan klan atas yang dikenal slogan Satu Ras, Satu Klan dan Empat Sekte iti.


Ras dalam hal ini Ras iblis tidaklah termasuk didalam persaingan. Hal itu karena tidak ada seorangpun yang mengetahui kekuatan tempur ras iblis itu. Karenanya Ras itu dikelompokkan didalam ras rahasia, sama seperti ras Elf di belahan Utara sana.


   Nah... mereka yang disebut Satu Klan dan Empat sekte Barat ini telah lama bersaing untuk naik status untuk disebut Sekte Kelas Lima. Sementara kategori untuk layak disebut Sekte Kelas lima adalah sekte memiliki setidaknya seorang praktisi dengan Ranah Alam Raja.


Tentu saja Klan Ouyang menjadi gelisah Ketika mengetahui bahwa Sekte Terang di pegunungan Kunlun saat ini telah memiliki dua Pil Peningkatan Nirwana.


Artinya kedepannya nanti Sekte Terang akan menjadi Sekte Kelas Lima dan layak disebut sebagai Sekte Pemimpin di Wilayah Barat.


   Sima Yong sebagai Alkemis peringkat Surgawi itu, pada akhirnya akan menjadi Tiket Utama Klan Ouyang untuk disebut Sekte Kelas Lima.


Itupun jikalau Sima Yong mau dan tertarik untuk membuat Pil Penembus Nirwana bagi Penatua Agung klan yaitu Ouyang Dazhong.


   Akan tetapi sebuah catatan diberikan Lin Hong mengenai informasi Klan Ouyang ini. Terdapat seorang Penatua Klan bernama Ouyang Bihai yang menentang keras atas kompensasi berupa slot di Warisan Elf abu-abu untuk Sima Yong nanti.


Penatua itu merasa keberatan karena slot itu awalnya menjadi hak cucunya yang Bernama Ouyang Biming. Ouyang Biming ini adalah salah satu diantara tiga jenius Klan Ouyang.


   Sima Yong mendengus dingin Ketika membaca informasi yang dikrimkan Lin Hong ke Token jimat penerima informasi itu. atidak ada yang dapat menghalanginya untuk mempelajari teknik array Elf abu-abu nanti.


Sementara itu token jimat penerima informasi juga menerima informasi dari Yu Long yang mengatakan bahwa dirinya dalam perjalanan menuju Kawasan Barat ini.


Sima Yong kemudian membalas kepada mereka berdua agar stay di Kota Cahaya Barat sambil mengumpulkan informasi karena dirinya akan menuju ke perkampungan Klan Ouyang seorang diri.


******


   Macan Putih yang Bernama Bai Laohu itu menurunkan Sima Yong di suatu hutan kecil yang berjarak kurang lebih lima puluh kilometer dari perkampungan Klan Ouyang. Kemudian Sima Yonh memasukkan Bai Laohu kedalam Domain Pagoda.


Sima Yong bergegas menggunakan light skill menuju perkampungan Klan Ouyang di sebuah lahan perkebunan yang sangat luas. Dengan kulivasinya saat ini di Alam Raja, jarak jauh hanyalah dalam sekejab mata ditempuhnya. Sima Yong saat ini berada di gerbang Klan Ouyang.


“Berhenti…!! Ini adalah daerah terlarang milik Klan Ouyang”


Dua orang penjaga Gerbang dengan kultivasi Alam Roh tercerahkan Puncak itu menghentikan Sima Yong.


   Hanya dengan menunjukkan sebuah token yang pernah diberikan oleh Ouyang Dazhong, perubahan sikap dari dua orang penjaga pintu itu berubah seketika.


Tanpa banyak bicara, salah seorang dari mereka mengantarkan Sima Yong menuju sebuah bangunan mewah yang terpisah dari bangunan-bangunan lain. Penampakan Perkampungan Klan Ouyang secara keseluruhan lebih mirip dengan sebuah Kota Kecil.


   Selain terdiri dari berbagai perkebunan dan pertambangan, tidak sedikit bangunan tempat tinggal bahkan bentuk bangunan semacam pasar dan toko-toko tempat orang berdagang memenuhi perkampungan itu.


Tempat tinggal Ouyang Dazhong sendiri terbilang mewah jika dibandingkan dengan bangunan lainnya. Tentu saja karena pria itu adalah Penatua Agung dari Klan Ouyang.


“Tolong antarkan tuan ini menemui Penatua Agung. Tuan ini adalah tamu terhormat yang telah lama ditunggu Penatua Agung…”


Pria penjaga gerbang itu memberi tahu seorang pelayan di Gedung Ouyang Dazhong yang kemudian terlihat terburu-buru mengantarkan Sima Yong ke sebuah Aula di bangunan itu.


   Ketika Sima Yong menunggu kurang lebih sepuluh menit, sebuah suara memecahkan keheningan,

__ADS_1


“Hahaha… Tuan Alkemis Sima akhirnya anda berkunjung di rumah tempat tinggal aku yang tua ini. Suatu kehormatan besar Bagi diriku untuk dapat menerima tamu Alkemis Surgawi seperti anda”


   Ouyang Dazhong terlihat begitu gagah dengan penampilannya yang dibalut busana mahal hasil buatan tangan para ahli. Meski sudah berusia tua yaitu hampir 150 tahun, pria ini masih terlihat mempesona dengan penampilan layaknya pria usia empat puluh lima tahun.


   Kultivasi menuju keabadian memang menghapus penampilan tua para praktisi. Oleh sebab itu pengejaran ranah kultivasi lebih tinggi selalu menjadi impian praktisi beladiri.


   Basa basi sejenak diantara mereka berdua terjadi dan pembicaraan Kembali mengarah ke diskusi tentang penyaringan dan pemalsuan pil Pencapaian Nirwana oleh Sima Yong.


Mereka sepakat untuk penyaringan pil dilakukan dalam dua atau tiga hari kedepan, dengan persetujuan bahwa Ouyang Dazhong harus menjaga Ketika pil disaring nanti.


   Sima Yong kemudian beristirahat di Kamar khusus yang disediakan Ouyang Dazhong. Sementara dilain pihak, pria tua itu menyiapkan ruangan khusus bagi Sima Yong untuk melakukan proses penyaringan pil nanti.


Sore menjelang malam, Ketika Sima Yong sedang berkultivasi didalam kamarnya, dia mendengar suara ribut-ribut di halaman rumah Ouyang Dazhong.


   Nampak banyak kelompok orang yang datang berkerumun di halaman Ouyang Dazhong dan mereka terlibat percakapan yang terlihat sangat seru. Saking serunya maka Sima Yong menjadi tertarik dan keluar dari kamarnya dan ikut mendengar.


“Penatua Agung Ouyang Dazhong, bukannya aku yang tua ini berniat untuk memberontak dan menantang anda. Akan tetapi sebagai salah satu Penatua di Klan Ouyang ini, aku menuntut keadilan bagi cucuku”


   Seorang pria yang Bernama Ouyang Bihai terlihat meraung dihalaman Penatua Agung untuk menuntut keadilan. Berdiri disampingnya seorang pria muda berusia 27 tahun di Sima Yong duga Bernama Ouyang Biming.


Seseorang mencoba menenangkan,


“Penatua Ouyang Bihai… aku harap agar anda mau berbesar hati dengan memberikan slot ini kepada Alkemis Surgawi”.


“Jika kedepannya Klan Ouyang mengalami peningkatan menjadi Sekte Bintang Lima, bukankah keharuman Klan Ouyang akan menjadi kebanggaan kita semua”


Pria itu sepertinya adalah Patriak Klan Ouyang yang Bernama Ouyang Tianlu Le. Dia terlihat kikuk ketika mencoba me- nenangkan penatua itu.


   Sementara itu, wajah Ouyang Dazhong telah terlihat merah padam. Dirinya amatlah marah karena kelancangan pria tua Bernama Ouyang Bihai itu. Ingin rasanya dia menampar pria tua di hadapannya, akan tetapi sebagai penatua agung, dia masih menahan hawa amarahnya.


“Bihai… anda benar-benar tidak pernah berubah. Sifat anda yang meledak-ledak tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi, sepertinya tidak pernah berubah".


   Ouyang Dazhong menyela kata-kata penuh emosi dari Ouyang Bihai. Ouyang Bihai sendiri mulai was was ketika melihat bahwa wajah Penatua Agung itu menalami perubahan warna.


Dia menjadi agak takut jikalau Penatua Agung menjadi murka dan melampiaskan kemarahan kepada dirinya dan cucunya. Akan tetapi Ouyang Bihai saat itu benar-benar telah tertutup oleh hawa dengki. Dia tidak tahan dengan rasa ketidak puasan ketika cucu nya menangis sepanjang malam gara-gara slot yang di limpahkan ke orang lain.


   Sekonyong-konyong Ketika suasana agak hening karena Penatua Agung yang biasanya ramah mulai terlihat marah itu, menjadi terpecah dengan suara yang nyaring terdengar….


“Aku akan menantang duel Alkemis muda itu…”


   Apa?? Semua mata beralih ke seorang laki-laki muda 27 tahun yang dikenal Bernama Ouyang Biming.


“Ouyang Biming akan menantang Alkemis muda yang merupakan tamu terhormat Penatua Agung???”


   Semua orang tidak percaya kata-kata itu terucap dari mulut Ouyang Biming yang bahkan telah mengambil tindakan dengan meloloskan senjatanya. Senjata itu adalah sebilah Pedang Roh peringkat Surgawi….


   Semua orang merasa sangat ngeri. Mereka sangatlah takut kalau-kalau Penatua Agung menjadi hilang akal dan membunuh Ouyang Biming saat itu juga.


Bukankah Alkemis Muda itu diundang secara khusus oleh Penatua Agung untuk menerobos dan semua demi kejayaan Klan Ouyang???


   Ketika orang-rang Klan Ouyang tengah terdiam karena tidak tahu apa yang akan dilakukan dalam hal ini, tiba-tiba tanpa pernah disadari oleh siapapun di tempat itu… Sima Yong telah berdiri diantara orang banyak itu.


“Karena kamu telah menantangku dan berniat menguji kemampuanku, maka mengapa tidak segera melepaskan serangan pedang kepadaku??”


Sima Yong yang mucul secara aneh itu, membuat semua orang menjadi bergidik.


“Dewa…” sosok seperti apakah orang yang disebut Alkemis Peringkat Surgawi ini. Mengapa dia bisa secara tiba-tiba berada di tengah orang banyak tanpa mereka sadari kehadirannya?


“Apakah ranah kultivasi Alkemis Surgawi ini? Setengah Langkah Alam Rajakah???”

__ADS_1


Semua orang kemudian menjadi terkejut melihat kemampuan Sima Yong


“Kamu…!!!”


seseorang menjerit tertahan Ketika melihat kehadiran Sima Yong secara tiba-tiba itu.


“Lihat… dia ini yang membuatku menderita luka Ketika berada di Kota Bintang Berkabut di Utara”…


“Patriak... tolong tangkap orang ini”


Orang yang terdengar berteriak untuk menangkap Sima Yong adalah Ouyang Junren yang mengalami luka-luka Ketika bertempur melawan Sima Yong di Kota Bintang Berkabut dalam rangka memperebutkan kursi VIP Airship.


“Diaam…!!!”


sebuah tamparan dari Penatua Agung mengenai pipi Ouyang Junren. Pemuda itu balik menjadi sangat terkejut.


“Dia ini adalah Alkemis Surgawi yang akan menyaring pil untuk ku”


Dengan mata melotot dan sangat geram Penatua Agung menatap Ouyang Junren.


Sebaliknya Ouyang Junren menjadi malu karena terkena pukulan dipipi. Itupun menjadi tontonan orang banyak. Beberapa suara cekikikan tertahan terdengar diantara para penonton. Ouyang Junren rasanya ingin menangis saja.


   Belum hilang kehebohan karena Ouyang Biming menantang Alkemis Tamu itu, dan disusul kehebohan di timbulkan akibat Ouyang Junren dengan memekik untuk memaksa Patriak Ouyang Tianle Lu untuk menahan Alkemis itu, tiba-tiba terdengar sebuah seruan,


“Tahan Serangan ku….”


   Dengan suara penuh cicitan yang keluar dari aura pedang penuh kekuatan Qi itu, Ouyang Biming yang berada di ranah Alam Spirit Agung Enam itu menerjang Sima  Yong menggunakan Teknik pedang pamungkas.


Harapannya agar Si Alkemis akan langsung takluk olehnya didalam sekali serangan. Dia berharap dengan Teknik pamungkasnya dia akan memberi kesan ke semua orang yang menjadi percaya akan kemampuannya. Slot menuju Domain Elf abu-abu terbayang dapat Kembali ke pangkuannya.


   Akan tetap Kembali seperti pepatah berkata, harapan dan impian kadang kala terlalu jauh melambung melebihi kenyataan. Dan terkadang kenyataan itu amatlah pahit.


   Belum lagi pedang nya mendekati Sima Yong, tiba-tiba Ouyang Biming merasa tubuhnya menjadi kaku. Sekujur tubuhnya terasa membaal.


Pedang ditangannya terlepas tanpa perlawanan. Dan dengan sebuah lambaian tangan lembut oleh Sima Yong, membuat Ouyang Biming terlempar mundur hingga puluhan meter.


Mulut Ouyang Biming memuntahkan darah. Padahal Sima Yong tidak melakukan Gerakan yang ekstreem sama sekali. Bahkan Alkemis itu tidak mencabut pedangnya.


   Semua orang menjadi melongo melihat kemampuan itu. Bahkan Penatua Agung sangatlah terkejut.


“Apakah fenomena Sembilan petir kesengsaraan itu….”


Belum kelar Penatua Agung berpikir, tiba-tiba sesosok tubuh berkelebat dengan kekuatan full Ahli Alam Spirit Agung Delapan Puncak.


“Iblis… kamu menggunakan kekuatan sihir….”


Ouyang Bihai karena merasa sakit hati melihat cucu kesayangan nya tergeletak dam tidak bergerak. Seketika dia menjadi marah dan mengambil serangan menggunakan Teknik terkejam yaitu membunuh dengan sebuah serangan.


Pedangnya bersiul kencang Ketika Pedang itu terarah ke tenggorokan Sima Yong.


   Namun sekali lagi semua orang menjadi terkejut. Sima Yong tanpa melakukan Gerakan yang ekstreem.. tahu-tahu membuat pria tua itu terhenti seakan mengalami freeze. Disusul sebuah kekuatan tidak terlihat menghajar tubuh Ouyang Bihai dan membuat pria tua itu terlempar puluhan meter.


Kakek dan cucu itu jatuh dalam kondisi tidak sadarkan diri hingga beberapa hari. Kedepan nya mereka bahkan harus dirawat selama dua bulan penuh ditempat tidur untuk memulihkan kondisinya ke keadaan semula.


“Praktisi Alam Raja…!!”


Ouyang Dazhong dan Patriak Ouyang Tianlu Le secara bersamaan mendesis. Semua orang seketika menjadi gempar…..


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2