Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pedang Ular Keramat


__ADS_3

Sima Yong tiba di gedung Asosiasi Perdagangan Mestika Naga, yang langsung di sambut oleh Orang tua Liu Yanshan. Pria tua itu setengah berlari, menyambut Sima Yong hingga nafasnya tersengal-sengal.


"Celaka Tuan muda...!"


"Tuan muda.. Seluruh kawasan di Neraka Dunia telah mendengar berita tantangan itu duel itu.


Apakah anda baik-baik saja? Apakah anda akan datang melayani tantangan duel nanti?" suara Liu Yanshan terdengar panik. Masih dalam nada cemas dia melanjutkan..


"Jika anda merasa berat dan tidak ingin duel melawan Pelajar Tangan iblis itu, maka anda tidak perlu datang ke arena duel di perbatasan malam nanti.


Tidak juga akan terjadi apa-apa dengan diri anda, meskipun tidak hadir memenuhi undangan malam nanti" Suara Liu Yanshan terdengar masih khawatir.


Sambil menenangkan Liu Yanshan agar tidak menjadi panik dan heboh seperti itu, Sima Yong berkata,


"Anda tidak perlu memikirkan keselamatan diriku ketika duel nanti. Aku telah memiliki trik khusus untuk menghadapi Semidevil peringkat sepuluh itu.


Nanti malam aku akan datang melayani tantangan mahluk itu" Sima Yong tersenyum santai, sementara Liu Yanshan tampak tidak juga berkurang rasa cemasnya. Bagi dia, peringkat sepuluh Semidevil Neraka Dunia adalah sosok yang begitu dia takuti dan tidak terkalahkan.


******


Menjelang malam, jauh-jauh hari sebelum waktu memasuki kentongan pertama, Sima Yong telah datang ke daerah perbatasan Neraka Kesembilan dengan Neraka Kelima. Area yang disebut arena itu, tidak lebih dari hamparan tanah kering, berbatu-batu terjal yang diselimuti kristal-kristal es. Dia lalu duduk dalam posisi lotus, memejamkan mata dan bermeditasi.


Meskipun waktu Sut-sie atau kentongan pertama belum lagi di bunyikan, namun Sima Yong melihat orang-orang telah berkumpul memadati arena duel di Neraka Dunia itu.


Kendati penghuni Neraka Dunia tidak secara terang-terangan berdiri dan berkumpul di pingir arena, namun Sima Yong menaksir, tidak kurang dari sekitar lima ribu pasang mata yang menatap dia dengan sejuta rasa penasaran. Semua orang penghuni perut bumi ini ingin menonton pertunjukan spektakuler nanti.


"Mereka lebih memilih untuk menonton diam-diam dari tebing-tebing kelam, atau dari gua-gua gelap diatas susunan tebing karang, ketimbang berdiri mengelilingi arena duel ini" Sima Yong membatin.


"mungkin juga mereka takut, kalau-kalau terkena sambaran pedang para ahli yang tengah berduel di arena ini" pikir dia.


Ketika tersisa sepebakaran hio untuk memasuki waktu Sut-sie, tahu-tahu orang-orang dikejutkan dengan suara keras permainan musik tetabuhan dan suara menggumam serupa orang membacakan doa-doa.


Dari kejauhan Sima Yong melihat sebuah tandu terbang, diiringi delapan gadis muda dari berbagai ras, masing-masing dua gadis ras manusia dan dua gadis ras jingling terbang beriringan di depan tandu. Sementara itu dua perempuan muda ras judade dan dua ras airen terbang beriringan di bagian belakang tanda.

__ADS_1


Masing-masing perempuan muda itu memegang alat musik tetabuhan serta yang lain memetik Guzheng / harpa / kecapi. Penampilan dramatis itu, makin menambah kesan misterius manakala orang dapat melihat, kalau tandu terbang itu melayang sendiri, tanpa di pikul satu orang ahli manapun. Aura menindas dan membunuh begitu kental terasa, ketika rombongan itu mendekati arena duel.


Ketika rombongan itu memasuki arena pertempuran, lalu beramai-ramai mereka melayang turun dengan tanpa suara dalam gerakan yang indah. Seketika itu juga, seperti tanpa di komando.. Orang-orang, penghuni Neraka Dunia yang hadir untuk keramaian, tampak berlutut seolah menyembah, dan mengujarkan pujian beramai-ramai,


"Salam penghormatan untuk kesepuluh Mahasuci Semidevil Neraka Dunia" selepas mengucapkan kata-kata penyanjungan.. Suasana langsung menjadi sangat sepi, demikian sepinya sampai-sampai Sima Yong dapat mendengar tarikan nafas orang-orang yang menonton diam-diam dari arah tebing-tebing itu.


Sima Yong hampir saja tertawa keras-keras, saking merasa lucu lagak lagu peringkat sepuluh dari Sepuluh Maha Suci Semidevil itu. Batinnya...


"Sudah nama mereka sedemikian angker, mereka juga membuat semacam ritual wajib bagi orang-orang ketika melihat mereka muncul".


Ketika itu saat dia hendak berkata-kata, tiba-tiba sesuatu bergema di kepalanya. Dia mendengar suara cempreng kekanak-kanakan memenuhi benaknya..


"Aura Relikui Raja Pedang !


Aku merasakan aura relikui Raja Pedang dari arah tandu didepan kamu. Kamu harus merebut relikui itu untuk memperkuat jiwa ku" Hei Jian membisikkan kata-kata melalui benak anak muda itu.


"aku mengerti" balas Sima Yong menggunakan benaknya, lalu Hei Jian diam dan tidak melanjutkan percakapan.


Sima Yong lalu menatap dalam-dalam kearah tandu, yang kemudian menampilkan sesosok pria muda tampan, pesolek, namun menyiarkan aura berbahaya ketika tirai tandu itu dibuka oleh dua perempuan muda.


"Rupanya dia seorang pesolek dan hidung belang" batin Sima Yong ketika melihat lawannya. Dia semakin berhati-hati.


Penampilan menipu seperti Pelajar Tangan Iblis itu sering membuat orang menjadi kurang waspada, karena menduga bahwa lawan hanyalah seorang yang lemah.


"Perumpamaan dunia Sungai Telaga yang berkata, berhati-hatilah terhadap orang lemah seperti kaum sastrawan dan pelajar seperti ini. Kaum itu biasanya jauh lebih berbahaya dari pada yang di sangka kebanyakan orang" Sima Yong lantas meraba gagang Pedang Merah Bianfu.


Pria muda yang disebut dengan nama Pelajar Tangan Iblis itu memecah kebisuan di arena pertempuran. Katanya,


"Apakah kita sudah dapat memulai?" senyum palsu tersungging di bibirnya.


Sima Yong menjawab tanpa senyum sedikitpun,


"Bukankah anda yang membuat undangan duel ini? Kita bahkan belum memasuki kentongan pertama. Untuk apa buru-buru?"

__ADS_1


"Hahaha... Baiklah. Rupa-rupanya Tuan Refiner kami ini adalah sosok yang selalu tepat waktu dalam melakukan sesuatu" Pelajar Tangan iblis itu melangkah mundur beberapa tindak, lalu dia bercakap-cakap dengan empat gadis tandu yang berdiri di paling depan.


***


"Teng - teng - teng, waktu memasuki sutsie" suara petugas malam terdengar lapat-lapat hingga ke arena duel.


Semua orang menahan nafas ketika aura membunuh memuncak, memenuhi arena duel di perbatasan itu. Semua merasakan dada mereka sesak dengan penindasan dua aura kejam itu. Suasana berubah menjadi khidmat, ketika suara pedang terdengar seperti dikeluarkan dari sarungnya, menimbulkan suara yang menggiriskan hati.


"Tsing - tsing"


Saat itu semua orang telah melihat Pelajar Tangan Iblis membelai cincin tata ruangnya, menarik keluar sebuah pedang panjang tidak kurang dari tiga kaki panjangnya. Punggung pedang itu tidak lurus seperti pedang pada umumnya, alih-alih memliki putaran sehingga pedang itu terlihat seperti ular merah yang melayang.


"Pedang Ular Keramat" desis suara penonton ketakutan.


Sementara dari sudut Sima Yong, juga terlihat melayang keluar sebilah pedang lurus, memancarkan warna kemerahan langka, dibuat secara khusus di masa Raja Kelelawar ribuan tahun yang lalu.


Orang-orang lantas menjadi ribut,


"Meskipun tak dapat dibandingkan dengan Pedang Ular Keramat, pedang kemerahan ditangan refiner itu juga merupakan harta langka dari peringkat immortal" desis para penonton.


Pria pesolek bersuara ,..


"Mati di bawah serangan Pedang Ular Keramat ini, anda sudah seharusnya merasa puas !" Pelajar Tangan Iblis mulai bergerak, walaupun tidak seorangpun dapat melihat gerakan apa yang di lakukannya.


Yang terlihat hanyalah cahaya pedang yang bergerak dengan cepat seperti hantu. Tidak terasa hawa murni Qi didalam serangan itu, tidak pula terlihat kemilau cemerlang layaknya pedang berkekuatan hawa murni tinggi, ketika Pedang Ular Keramat bergerak dalam serangan sederhana, gerkan dasar pedang, namun secepat hantu itu.


Para penonton menjerit tertahan, karena semua tahu. Itu adalah teknik tingkat immortal didalam rangkaian teknik pedang ranking immortal,


"Sesuatu yang luar biasa akan terlihat biasa-biasa. Dan sesuatu yang biasa-biasa, akan di kemas supaya terlihat luar biasa" Sima Yong menutup mata sambil merapalkan mantra pedang.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2