
Readers,
jika memungkinkan maka author akan mencoba membuat chapter baru malam nanti. mohon bersabar karena author masih disibukkan dengan keadaan di real life. semoga malam nanti new chapter benar-benar dapat terbit.
Mohon dukungan untuk Favorit, like dan komen positif untuk menyemangati author. terima kasih
>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sima Yong merasakan terdapat suatu kekuatan didalam tubuhnya serasa akan meledak. Perubahan kultivasi yang amat drastis itu telah membuat perasaan dan tubuhnya menjadi tidak seimbang. Dia merasa seakan-akan terdapat hawa panas di bagian dantian yang akan meledak kapan saja. Hawa panas itu bergulung di dantian dan menimbulkan rasa mual kepadanya.
Merasa bahwa terjadi ketidak seimbangan didalam tubuhnya itu sangat mengganggu, Sima Yong melompat keudara dan dia melakukan sebuah Gerakan atraktif Teknik pedang yang amat hebat. Pedang Penakluk iblis ditangannya menari-nari diudara. Dan setiap putaran pedang ditangannya menimbulkan bunyi menderu bagaikan angin taufan.
“Menghancurkan…!!”
Pada akhir putaran Teknik pedang itu, Sima Yong melepaskan seluruh kekuatan yang ada didalam tubuhnya.
“Duaar….”
Bunyi ledakan keras terdengar ketika pukulan pedang ditangannya menghancurkan sebuah gunung buatan didalam domain pagoda….
“Itu adalah kekuatan 1.700.000 jin. Bocah ini memiliki kekuatan setara dengan ahli Alam Tanpa Batas bintang Tujuh” Fei Ma memandang dengan kagum ke arah Sima Yong.
Tidak puas sampai disitu…. Kembali pedang ditangannya terayun dan dalam sebuah Teknik yang di kenal dengan nama “Teknik Kontrol Pedang” dan Sima Yong membuat Pedang Penakluk iblis ditangannya seperti melakukan manuver di udara. Lalu dengan sekali lambaian tangan, pedang itu melesat terbang kearah Timur domain.
“Duaar….”
Kembali ledakan terdengar Ketika pedang berkekuatan 1.700.000 jin itu menabrak gundukan gunung buatan. Dalam seketika gunung buatan itu menjadi rata dengan tanah.
Setelah Sima Yong melakukan dua kali serangan yang mengandung kekuatan full seperti itu, perasaan tidak enak yang tadinya melanda dirinya berangsur menghilang. Hawa panas membara yang tadinya berputar di dantiannya berangsur lenyap seiring pelepasan kekuatan dan tubuhnya melakukan penyesuaian dengan kekuatan barunya.
Namun tidak berhenti sampai disitu. Dia melakukan atraksi memainkan Teknik pedang yang terlihat indah namun ganas dan berbahaya. Bahkan beberapa Teknik pedang miliknya yang hanya berada di peringkat Teknik bumi, kini ketika di peragakan oleh ahli di ranah Alam Tanpa Batas seperti Sima Yong, Teknik itu berubah menjadi sebuah Teknik Pedang yang ganas yang tidak kalah berbahaya dengan Teknik peringkat Surgawi atau Saint.
Pedang Penakluk iblis sebagai sebuah pedang peringkat Saint melengkapi penampilan Sima Yong sehingga dirinya terlihat bagaikan “Raja Pedang”.
“Kapan-kapan aku akan berkunjung ke daerah Selatan Benua Silver dan meminta seseorang refiner untuk menyuling pedang roh yang cocok untuk aku. Pedang ini mengandung hawa kegelapan yang tidak terlalu cocok dengan diriku” pikir Sima Yong.
__ADS_1
“Kamu adalah seorang monster …..” kata Fei Ma dengan tatapan kagum kearah Sima Yong.
“Di usia anda yang baru memasuki 22 tahun, ranah kultivasi anda telah berada di Alam Tanpa Batas bintang satu. Bahkan kekuatan serangan anda setara ahli Alam Tanpa Batas bintang tujuh. Hal semacam ini biasanya hanya dapat dicapai seorang jenius utama di sekte suci atau klan sage di usia paling cepat 30 tahun. Namun lihatlah diri anda….” Nada kagum dan cemburu jelas-jelas terdengar dibalik pujian Fei Ma kepada Sima Yong. Sebagai mahluk keturunan mahluk mitos Pegasus, Fei Ma mencapai kekuatan dan kultivasi seperti Sima Yong Ketika usianya telah mencapai seribu tahun.
Sima Yong seakan mengerti nada cemburu Fei Ma. Dia memberikan jawaban netral yang terdengar merendah.
“Itu semua karena keberuntungan yang selalu menyertai aku. Aku bukanlah seseorang dari sekte suci atau klan sage yang selalu diberikan sumber daya tiada henti. Semua aku dapati dengan usaha dan keberuntungan”.
“Terlebih itu juga karena bantuan kalian berdua yang bersedia menanda tangani kontrak darah dengan ku sehingga kultivasi ku cepat meningkat” kata Sima Yong kepada Fei Ma. Fei Ma terlihat puas setelah SIma Yong memuji kpeningkatan kultivasinya karena campur tangan Fei Ma juga.
Setelah itu, Sima Yong terlihat mengeluarkan tiga benda dari dalam cincin tata ruang.
“Sekarang aku akan mengubah tiga kepala gorgon ini menjadi sebuah senjata sihir” jelasnya.
Pegasus itu terlihat mundur beberapa Langkah setelah Sima Yong mengeluarkan kepala gorgon.
“Apa yang akan anda lakukan dengan menjadikan tiga kepala mahlu mengerikan itu sebagai senjata?” kata Fei Ma dengan ngeri.
“Lihat saja…” kata Sima Yong dengan senyuman.
Ketiga kepala gorgon itu melayang di udara Ketika dia melemparkannya. Lalu dengan melepaskan mantra-mantra sihir kearah kepala itu, Sima Yong menyanyikan syair-syair sihir kuno yang dulu dia pelajari dari Kaum Elf di Utara.
Pada akhirnya akan terhenti
Ketika dunia tidak lagi berputar
Kaum sihir akan Kembali ke pangkuan arda
Menunggu kelahiran Kembali yang baru
Biarkan tubuh fisik itu menjadi senjata
Biarkanlah senjata itu akan membantu
Kaum sihir lain mengembalikan kejayaan kaum penyihir…
__ADS_1
Mantra kuno yang terangkai didalam sajak-sajak kuno itu dinyanyikan berulang kali oleh Sima Yong. Syair kuno atau rune kuno seperti itu memang biasanya dilakukan oleh kaum Elf penyihir Ketika mereka akan membuat senjata. Nada nyanyian pun terdengar amat aneh dan menimbulkan perasaan asing namun kerinduan yang aneh di telinga pendengar….
Sima Yong lalu melempar beberapa kertas jimat kearah kepala gorgon yang saat ini terlihat telah mengalami perubahan menjadi semacam logam mulia halus yang sulit dibedakan. Apakah itu emas atau platina. “Tidak, itu adalah Platina” pikir Fei Ma dalam hati
Yang jelas Ketika Sima Yong melakukan prosesi untuk membuat kepala gorgon itu berubah menjadi semacam logam, Fei Ma terlihat amat gelisah. Mahluk Pegasus itu meskipun memiliki kultivasi yang tinggi, namun dirinya amat rentan terhadap sihir jenis apapun.
Pegasus itu melompat terbang dan menjauh dari Sima Yong. Meirenyu hanya tertawa melihat tingkah kuda bersayap yang selalu ketakutan dengan sihir itu. Sebaliknya berbeda dengan Fei Ma. Meirenyu sendiri Ketika mendengar Sima Yong menyanyikan rune-rune kuno (Sajak) itu, tubuhnya langsung seperti memasuki keadaan trance. Dia ikut menari-nari dan meliuk seolah mendengar suatu nyanyian sukacita.
Bagi kaum ahli kekuatan jiwa seperti Meirenyu (ahli sihir), Ketika seorang master jiwa berkekuatan tinggi tengah merapalkan mantra dan rune kuno seperti Sima Yong, mereka dapat memetik sedikit manfaat dengan mengikuti aliran kekuatan jiwa yang disenandungkan master jiwa itu. Tentu saja Meirenyu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan seperti itu.
******
Beberapa saat telah berlalu. Tiga benda logam mulia itu kini tidak lagi menjadi berbahaya, meskipun mata mereka kini terlihat dalam keadaan terbuka. Sima Yong selaku pemilik senjata gorgon itu rupanya telah memeteraikan senjata agar dapat bertindak mengeluarkan sihir sekehendak apapun yang ada didalam pikiran Sima Yong.
Di lain pihak, jika orang biasa melihat tiga senjata gorgon itu, mereka hanya akan melihat tiga buah logam mulia platina berbentuk topeng kepala Wanita dengan helai-helai kecil yang menyerupai ular sebagai rambutnya. Tidak akan ada yang pernah bisa menyangka bahwa topeng tanpa ekspresi itu adalah sebuah senjata sihir yang betul-betul terbuat dari kepala gorgon. Lebih jauh jika digunakan oleh pemiliknya, senjata itu mampu mengubah orang menjadi batu dalam seketika.
Sima Yong tersenyum puas. Namun dia berjanji, kedepannya tidak akan menggunakan senjata itu dengan leluasa. Keberadaan senjata itu akan menimbulkan kegemparan, bahkan kemungkinan menimbulkan mala petaka bagi dirinya sendiri Ketika ahli-ahli diseluruh dunia ingin merebut senjata itu. Tiga topeng gorgon itu bahkan berharga seperti senjata kelas “Dao”
“Aku akan menamakan senjata ini dengan nama ‘Tiga Topeng Maut’” kata Sima Yong.
“Dan anda sekarang adalah seorang ahli yang amat berbahaya. Tidak nanti seseorang di ranah Alam Tanpa Batas bahkan bintang Sembilan atau setengah Langkah Alam Pencerahan Suci akan bertindak gegabah terhadap anda” kata Fei Ma. Sekali lagi kuda itu menyanjung.
Meirenyu sang siren bahkan menambahkan,
“Bukan hanya itu. Saat ini Tuan telah berada di Pencapaian Jiwa sebagai Master Jiwa Saint Level dua. Dengan kekuatan seperti itu maka kemampuan alkemis Tuan Sima Yong saat ini telah berada di ranah peringkat tujuh sebagai alkemis”
Sima Yong menganggukan kepala pertanda setuju. Memang benar, dengan kekuatan jiwa Master Jiwa Saint lev dua, kemampuannya sebagai seorang alkemis telah meningkat menjadi Alkemis peringkat tujuh. Itu adalah sebuah peringkat Master Alkemis yang sangat jarang sekali di temui dibelahan manapun Benua Silver maupun Benua Penyaringan Dewa ini.
“Sudah saat nya aku keluar dari domain ini. Diluar telah menanti tantangan baru diluar sana” Kata Sima Yong. Dia mengingat akan istana yang terlihat Ketika tabir sihir dan kutukan terbuka di permukaan puncak gunung itu. Hewan kontrak untuk empat temannya menanti didalam istana itu.
Sima Yong lalu melangkah keluar dari Domain Pagoda, diikuti oleh dua bayangan berkilauan dari benda berbentuk Siren dan Pegasus kecil. Kedua mahluk berkilauan itu meskipun hanya berupa ilusi, namun keberadaan keduanya menimbulkan perasaan menindas bagi siapapun yang melihatnya…..
*Bersambung*
Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.