
"Level enam.
Kecepatan serangan pedang akan berlipat sebesar enam kali lipat dari serangan biasa.
Level enam ini sangat membantu seorang ahi pedang untuk meningkatkan kemampuan kecepatan pedangnya menjadi enam kali lipat dari kecepatan biasa"
Sima Yong tanpa ragu-ragu lantas melompat kedalam Makam Pedang level enam. Suara pedang melolong terdengar menyambutnya, tatkala ratusan pedang yang berbaris rapih, menikam, menebas silih berganti.
Suara denting benturan peda g terdengar, terkadang di selingi keluh pelan anak muda itu, tatkala pedang dari makam pedang menggores kulitnya.
Lama kelamaan, tidak sedikit luka goresan tampak menghiasi tubuh Sima Yong. Ketika dia semakin terdesak, buru-buru anak muda itu berbalik ke area aman untuk beristirahat.
"Huff...kecepatannya semakin tidak masuk akal.
Akan tetapi jika aku ingin memiliki kecepatan cahaya seperti ahli pedang kuno, mau tidak mau aku harus dapat menerobos kecepatan cahaya di level tiga, kecepatan sebesar 30 kali kecepatan biasa"
Sima Yong lantas melompat lagi kedalam makam pedang. Tidak berapa lama, anak muda itu larut lagi didalam pertempuran melawan pedang-pedang otomatis yang bergerak cepat, secepat enam kali kecepatan biasa.
Waktu pun berlalu. Musim dingin kini berganti musim bunga atau musim semi. Meski mereka berada didasar jurang, akan tetapi bunga-bunga liar tetap merekah, seolah memberi tahu bahwa sekrang telah waktu musim bunga.
Sima Yong baru saja memasuki level empat belas pada makam pedang.
"Waktu yang telah aku habiskan disini haruslah seoptimal mungkin.
Ketika nanti musim dingin telah menjelang nanti, maka itu pertanda Turnamen antar Demigods Kota Kuno akan di mulai.
Disaat itulah aku akan membuat sebuah kejutan untuk Klan Xu yang terhomat itu" senyum menghiasi bibirnya. Anak muda itu berpikir akan membuat kejutan buat semua orang Kota Kuno.
Tidak lama lagi Sima Yong akan menembus level dua didalam Teknik Kecepatan Cahaya, ketika dia menembus level 15 di makam pedang. Akan tetapi anak muda itu tidak lah mau berpuas diri.
"Aku tidak akan keluar dari tempat ini, jika tidak menembus level tiga puluh.
Hanya pada level itulah aku dapat membunuh Patriak Xu, jikalau kecepatan pedangku dapat bergerak tiga puluh kali lebih cepat dari kecepatan pedang biasa"
__ADS_1
Sambil menggigit bibir, Sima Yong mengayunkan pedang di tangannya, melompat ke lantai 15 makam pedang. Seketika dia di sambut dengan tebasan ratus pedang yang antri untuk di kalahkan..
>>>>>>
Satu tahun telah berlalu semenjak malam pertempuran di Padang Gurun Terkutuk. Tampak tiga anak muda berada didalam sebuah kapal roh dari daerah Barat di Kota Gerbang Seribu Mimpi, yang terbang menuju Wilayah Tengah Benua Silver.
Tiga anak muda itu masing-masing adalah Yu Long, Lin Hong dan Peng Fai. Ketiga nya memiliki tugas untuk memata-matai Kota Utama Wilayah Tengah yang bernama Kota Agung Yongheng.
Ketiganya diberi tugas khusus oleh Morenyu untuk menyelidiki, seberapa kuat kultivasi para ahli wilayah Tengah itu, serta siapa ahli pedang tertinggi yang di gadang-gadangkan akan menjadi Raja Pedang Wilayah Tengah.
Tentu saja ketiga anak muda itu tidak akan pergi secara sia-sia, setelah pertarungan yang hampir merenggut nyawa mereka di Padang Terkutuk melawan ahli Pedang Peri Pedang Liu Peng-peng.
Kedatangan Senior Fei Ma dan Jiang Fai seperti angin segar saja layaknya bagi Balai Harta Baru Kota Azalea. Selain membawa banyak bahan-bahan senjata roh yang telah di suling Master Yong, Jiang Fai selaku Alkemis Peringkat delapan sangatlah membantu menyediakan pil-pil langka yang lantas menjadi rebutan di semua cabang Balai Harta Baru.
Sementara itu, senior Fei Ma memberikan kepada mereka masing-masing sebuah pil hasil Maha Karya Alkemis Master Yong bernama, Pil Kekuatan Ekstrim Energi Ungu.
Pil Ekstrim Ungu ini memberi dampak kultivasi instan yang setara dengan 50 tahun kultivasi, dengan tanpa efek apa-apa. Namun patut di sayang, Pil itu hanya akan berdampak ketika di gunakan ahli dibawah Alam Melintas SAGE.
Alhasil ketika Yu Long, Lin Hong dan Peng Fai mengkonsumsi Pil Ekstrim Ungu, lalu berkultivasi menutup diri untuk menyerap kekuatannya, dan setelah hampir satu tahun dalam masa tertutup itu, ranah kultivasi mereka berubah sebagai berikut.
"Dengan kultivasi setinggi ini, aku pikir kalian tidak akan terlihat terlalu rendah ketika berbaur di wilayah tengah nanti" kata Morenyu tatkala melepas tiga anak muda itu dalam tugas mata-mata.
Tuan Morenyu sendiri setelah mengkonsumsi Pil Ekstrem Ungu itu, kultivasinya meningkat menjadi Alam Melintas SAGE level satu, sedangkan senior Fei Ma masih berkutat didalam kultivasinya, berusaha menerobos dengan menyerap semua energi dari pil ajaib itu.
"Ini adalah kesempatan terakhirku untuk mengkonsumsi pil ini. Aku akan berusaha untuk menembus keranah Alam Melintas SAGE level Lima" demikian kata-kata Senior Fei Ma setahun yang lalu, sebelum akhirnya dia mengurung diri di kamar tertutup Istana Raja Kelelawar"..
BaisheDe dan ZuseDhe adalah anggota lainnya yang juga memperoleh jatah Pil Ekstrem Ungu, sehingga tingkat kultivasi dua orang itu meningkat drastis menjadi ahli Alam Pencerahan Suci Level tujuh.....
"Tidak lama lagi Kapal ini akan berlabuh di pelabuhan roh terdekat yaitu Kota Langit Senja.
Apakah kami akan memulai tindakan mata-mata di kota ini, ataukah melanjutkan perjalanan menuju Kota Utama Kota Agung Yongheng?" tanya Yu Long.
"Kita sebaiknya melanjutkan penyelidikan hingga Kota Agung Yongheng.
__ADS_1
Tidak banyak informasi penting yang dapat kita peroleh di kota kecil ini" kata Lin Hong.
Oleh sebab itu, tiga anak muda itu lantas menaiki kapal roh lainnya yang membawa mereka menuju Kota Utama di Wilayah Tengah, Kota Agung Yongheng.
Kapal roh yang digunakan kali ini adalah kapal roh yang memiliki kekuatan besar, sehingga perjalanan mereka amatlah singkat, hanya sehari semalam saja dan telah tiba di Kota utama itu.
Pertama kali menginjakkan kaki mereka di Kota Agung Yongheng itu, tiga anak muda itu amatlah kagum. Semua yang tampak di Ibukota Wilayah Tengah itu sangatlah luar biasa. Bangunan-bangunan yang sangat modern, serta kemewahan yang di tampilkan amatlah mempesona mata..
"Apakah orang-orang di tempat ini adalah golongan orang kaya semata?
Aku tidak melihat sesuatu penampakan berupa kaum miskin disini" kata Peng Fai dengan penuh kekaguman.
Berbeda halnya dengan Lin Hong dan Yu Long yang telah melanglang buana hingga ke ujung dunia di Barat sana. Kekayaan-kekayaan seperti ini adalah hal yang biasa mereka temui, sehingga keduanya merasa geli dengan Peng Fai yang menjadi seperti orang udik itu.
"Mari kita pergi mencari informasi di lembaga yang menjual informasi di kota ini" ajak Yu Long setelah mereka selesai bersantap siang.
Dengan bertanya-tanya sebelumnya kepada pelayan di restoran tempat mereka makan, pada akhirnya mereka memperoleh informasi bahwa "Menara Suar" bukanlah merupakan lembaga jual beli terbesar di Wilayah Tengah ini.
Ada terdapat banyak sekali lembaga yang melakukan perdagangan seperti itu, namun yang masuk dalam tiga besar adalah "Asosiasi Merak Merah, Lembaga Sumber Harta dan Organisasi Langkah Kanan"
"Mari kita mulai dengan mencari informasi di Asosiasi Merak Merah" ajak Yu Long.
Tiga anak muda itu lantas menuju ke Asosiasi Merak Emas, setelah sebelumnya bertanya-tanya tentang letak Asosiasi itu.
Satu hal yang menjadi pertanyaan mereka bertiga.
"Mengapa orang-orang selalu memandang dengan penasaran kearah kami?"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.