Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Tiga Pelindung Kuil Teratai Putih yang malang


__ADS_3

   Sima Yong menyelesaikan pembayaran Salinan Teknik Chakeula Mul atau Cakra Api di bagian adminsitrasi Asosiasi Bao Xing. Dia terlihat menyerahkan sebuah cincin tata ruang yang berisi 250.000 blue manna kepada gadis petugas di bagian administrasi.


   Setelah memastikan isi bule manna didalam cincin telah sesuai, Gadis itu lantas menyerahkan “Pecahan Salinan Teknik Cakra Api, RYUSU” kemudian Sima Yong memeriksa Salinan itu dengan teliti. Dia tidak terburu-buru untuk memasukkannya kedalam cincin tata ruang miliknya.


   Tampak beberapa orang praktisi yang kebetulan akan melakukan transaksi pembayaran atas barang yang mereka beli di Asosiasi Bao Xing menatap Salinan Teknik yang diambil Sima Yong tadi. Beberapa dari mereka tidak dapat menyembunyikan tatapan serakah ingin memiliki Salinan Teknik itu.


   Dunia kaum Sungai Telaga memang dipenuhi orang-orang serakah yang amat berminat dengan benda-benda langka nan berharga seperti yang berada di tangan Sima Yong. Orang-orang seperti ini tidak pernah segan-segan untuk menurunkan tangan jahat dan merebut barang milik orang lain, sepanjang itu akan membuat mereka menjadi lebih kuat lagi.


   Sementara itu, melihat tatapan keserakahan dari beberapa praktisi di sekitar mereka yang di tujukan kepada Sima Yong, Fei Ma sambil memamerkan wajah malas langsung mengeluarkan auranya SAINT Surgawi level 5 untuk menakut-nakuti semua praktisi yang tidak mau melepas tatapan mata nya dari Salinan Teknik di tangan Sima Yong.


“Wushh….” Aura ahli SAINT Surgawi Level 5 menyebar…..


   Aura yang di keluarkan Fei Ma itu seketika menindas dan membuat orang-orang itu merasa sesak nafas.


“SAINT Surgawi Level 5..!!” terdengar desisan beberapa orang.


   Secara buru-buru beberapa praktisi yang tadi memandang serakah serta berniat jahat untuk membegal Sima Yong, seketika menunduk kan wajah nya dan berjalan pergi ke bagian lain di area pameran Asosiasi Bao Xing.


   Melihat hal itu Fei Ma mencibir jijik…


“Sekelompok ikan kecil yang mencoba menggerogoti ikan paus”


>>>>>>


   Sima Yong sementara berjalan dengan Fei Ma menuju hotel tempat mereka menginap. Di sebuah jalan yang agak sepi, lalu terdengar suara bentakan dan suara pedang dari orang yang tengah bertempur. Keduanya saling berpandangan, lalu seolah-olah saling memahami… Sima Yong dan Fei Ma menghilang menjadi bayangan dan telah langsung berada diatas bubungan pemukiman penduduk. Mereka mengambil posisi yang bagus untuk melihat tontonan menarik itu.


“Tssiinggg’’ sebuah pedang berkilauan mengancam leher seorang pria yang terlihat tenang melayani dua orang ahli Peringkat SAINT yang menggunakan pedang. Dengan santai dia menghadapi semua terjangan dan serangan ganas pedang dua pengeroyoknya. Pedang ditangan dua ahli itu menari-nari dalam Teknik pedang tingkat tinggi.


“Duar…!!” telapak tangan pria yang menggunakan tangan kosong itu terlihat menampar pedang salah satu ahli yang terlihat seakan mengunci dan akan mengiris lehernya. Sebuah kilat keluar dari telapak tangan yang menampar pedang dan ledakan terjadi begitu keras.


   Pedang di tangan dua penyerang itu terlempar kebelakang. Dua penyerang yang menggunakan pedang itu terlihat melakukan Gerakan melaburi sesuatu ke tangan mereka yang sepertinya melepuh.


   Bukannya menjadi keder atau takut, kedua pengeroyok itu Kembali mencabut pedang lainnya dan semakin ganas menyerang pria bertangan kosong.


“SSuuiiittt” suara siulan dua  pedang yang kini terlihat menari-nari mengunci priatangan kosong itu lebih ganas lagi.


   Keributan yang di timbulkan akibat pertempuran 3 ahli di ranah SAINT itu mulai menarik perhatian penonton yang seketika datang berkumpul melihat tontonan spektakuler itu.


“Ini adalah pertunjukan spektakuler antara ahli di ranah SAINT”


   Di sudut lain dari jalan itu terlihat pertempuran antara tiga anak muda usia sekitar 25 tahun hingga 29 tahun. Anak muda 29 tahun itu terlihat menggunakan Teknik telapak tangan terlihat memiliki kultivasi di Alam Pencerahan Suci lev 5. Sedangkan pengeroyoknya dua anak muda usia 25 tahun itu berkultivasi Apalam Pencerahan Suci Level 2.


   Meskipun di keroyok anak muda bertangan kosong itu tidak menjadi keteteran. Malahan dia selalu membalas menyerang dengan ganas dengan percikan-percikan kilat di tangannya. Sama seperti pertempuran sebelumnya, pemuda bertangan kosong itu terlihat diatas angin dibanding dua lawannya.


Fei Ma berbisik kepada Sima Yong,


“Master… bukankah pria yang bertempur menggunakan tangan kosong itu adalah Fu Shizi ketua Sekte Telapak Guntur??? Ternyata kemampuan Teknik telapak tangannya begitu hebat…. Sepertinya dia mampu membentuk kilat dan Guntur menggunakan telapak tangan”

__ADS_1


Mata Sima Yong tetap melekat kearah pertempuran itu lalu berkata,


“Tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk Fu Shizi dari Sekte Telapak Guntur untuk membunuh dua penyerangnya itu”


“Pertikaian akibat hasil pelelangan yang diadakan oleh Asosiasi Bao Xing tadi mulai menunjukkan dampak nya…. Kamu juga harus waspada. Kita juga membawa pulang salah satu hasil pelelangan. Bukankah sejak di Aula Bao Xing tadi begitu banyak tatapan serakah dan ingin membegal kita??”


Fei Ma tertawa mencemooh…


“Mereka hanyalah praktisi kelas menengah dan mau mencoba-coba membegal kita??? Aku menjadi bertanya-tanya, apakah orang-orang seperti itu telah sangat ingin berjumpa raja neraka dengan cepat??, haha”


“Ssttt… lihat. Seperti dugaanku. Kedua ahli ranah SAINT yang mengeroyok Fu Sizhi itu telah meregang nyawa…”


   Tampak di arah medan pertempuran, Master Fu Sizhi meniup telapak tangannya yang masih mengeluarkan asap. Sedangkan dua ahli yang mengeroyoknya terlihat tertelengkup menghadap tanah. Badan mereka hangus dengan mengeluarkan aroma daging gosong.


   Tatkala melihat dua pria berpedang yang mengeroyok Fi Sizhi telah meregang nyawa, dua anak muda yang menggunakan pedang yang mengeroyok murid Sekte Telapak Guntur itu melejit kearah udara dan menghilang dibalik atap bubungan perumahan Kotaraja.


   Keadaan penonton yang melihat tayangan pertempuran diantara para ahli itu langsung menjadi gaduh. Telapak Guntur yang di paparkan Fu Sizhi guna melumpuhkan dua ahli SAINT itu menjadi buah bibir penonton..


“Dia adalah Master dari Sekte Telapak Guntur”


“Teknik kultivasinya amat tinggi… sepertinya dunia Jianghu akan di hebohkan dengan bergabungnya Sekte bintang 9 yang baru….”


“Huh terlalu jauh pikiran anda… sekte bintang 9 harus dipimpin minimal ahli dari Kuasi Alam Melintas SAGE. Fu Sizhi itu meskipun amat lihai, namun kemampuannya masih jauh jika di bandingkan seseorang Master di ranah kuasi Alam Melintas SAGE”


   Sementara itu…


“Fu Sizhi dan murid mohon pamit” setelah mengucapkan kata-kata pamit, Fu Sizhi dan muridnya langsung terbang dan menghilang di balik awan.


    Orang-orang masih menjadi gaduh mendiskusikan pertempuran yang terjadi barusan. Lalu tidak berapa lama beredar rumor yang mengatakan bahwa, Asosiasi Bao Xing telah melelang benda-benda langka yang kemudian pemenang lelang di buru oleh ahli lainnya yang menginginkan benda-benda bernilai tinggi itu. Benda-benda pelelangan hari itu adalah benda bermutu tinggi yang akan meningkatkan kultivasi menjadi ranah SAINT. Kotaraja menjadi geger….


>>>>>>


   Sejak Kembali dari acara pelelangan di Asosiasi Bao Xing, Sima Yong dan Fei Ma tidak lagi bertemu dengan kejadian pertempuran memperebutkan barang hasil lelang siang tadi. Dengan demikian, kini Kotaraja Kembali sepi karena hari telah menjelang tengah malam, dimana semua orang telah pulas tertidur.


   Tiga potongan tubuh orang tampak melayang dengan ringan diatas genteng sebuah Hotel di Kotaraja. Mereka bertiga kelihatan melakukan Gerakan yang amat berhati-hati dan tidak menimbulkan suara. Terlihat salah satu dari tiga figure itu secara hati-hati membuka genteng hotel dan mencari lihat apa yang terjadi di dalam ruangan di bawah.


    Belum lama Ketika tiga sosok itu membuka genteng, sekonyong-konyong terdengar suara lembut seseorang yang membacakan kata-kata bijak,


"Mengenal orang lain adalah kecerdasan; mengetahui diri sendiri adalah kebijaksanaan sejati. Menguasai orang lain adalah kekuatan; menguasai diri sendiri adalah kekuatan sejati."


(ini adalah kutipan kata-kata bijak dari aliran Tao)


   Suara itu terdengar begitu dekat, seperti berbisik di telinga 3 sosok tersebut. Ketika mereka memalingkan wajah dan melihat sumber suara… bulu tengkuk mereka serasa meremang. Tampak seorang Taois berdiri tidak jauh dari mereka, sambil menutup mata pria itu terus berulang kali mengguman kata-kata bijak ajaran Tao.


   Apakah Taois ini adalah perwujudan dari iblis??? Mengapa kehadirannya tidak dapat diketahui oleh mereka bertiga yang nota bene memiliki Kultivasi SAINT Mortal level 3?? Ketiganya menjadi sangat terkejut.


   Dalam sekilas pandang diantara mereka seakan saling memberi kode, mereka membuat gerakan yang tidak terlihat ketiga figure berjubah putih itu menebas pedang kearah Taois yang tetap menutup mata dan  khusuk mengucapkan kata-kata bijak…

__ADS_1


“Seorang petarung tidak pernah marah….”


“Tsingg… tsinggg…  tsinggg” tiga tusukan yang di tembakkan tiga ahli itu mengunci ketat kearah leher, dada dan organ vital Taois tersebut.


   Dengan Gerakan yang ringan, Taois tersebut memutar tubuhnya lalu telapak tangan kanannya menjepit pedang yang menusuk lehernya, tangan kiri menampar pedang yang menusuk dadanya dan lengan jubahnya melilit pedang lainnya.


“Suiit… krak….” Tangan kirinya dengan cepat mencengkeram leher sosok lawan yang mencoba menusuk leher tadi. Taois itu mengerahkan kekuatan yang kemudian terlihat semcam cahaya yaitu aliran Qi memenuhi tangannya itu. Seketika batang lehernya lawannya patah dengan menunjukkan leher yang terkulai.


   Tidak berhenti sampai disitu. Tangan kanannya seolah-olah memiliki mata yang kemudian terlihat seperti dialiri energi Qi bercahaya putih. Tangan kanan Taois itu mengejar ketat kearah lawan berjubah putih yang sebelum nya mengunci Taois itu dengan pedang di bagian dada.


“Aarrgggghhh” suara lolongan sosok berjubah putih itu Ketika cengkeraman Taois itu menembus dada dan merobek semua isi dadanya.


   Selesai dengan dua pukulan tadi…. Taois itu menatap dingin kearah sosok berjubah putih yang tersisa. Seakan putus asa melihat dua kawannya telah mati dalam dua pukulan, sosok berjubah putih tersisa mengambil Tindakan bunuh diri. Dia mengambil Tindakan bunuh diri dengan meledakkan diri menggunakan semua energi di dantiannya dan menerjang cepat kearah Taois itu.


“Kita mati Bersama…!!!” sosok jubah putih itu menyeringai dengan ganas, berharap dia akan meledak dan mati Bersama Taois itu.


   Belum lagi tubuhnya mendekat, Taois itu melambaikan tangan dan sebuah energi terlempar kedepan dan terlihat seperti seutas tali yang mencekik leher sosok berjubah putih…


“Aarhh….” Sosok berjubah putih terjatuh dalam lompatannnya sambil memegang lehernya seakan orang yang kehabisan nafas. Dia akhirnya mengehmbuskan nafas terakhir  dengan wajah yang membiru seperti orang tercekik.


   Suara tepukan tangan pelan terdengar, lalu Taois itu mengarahkan pandangan ke pria yang bertepuk tangan tadi….


“Master… anda terlalu memuji… Fei Ma masih sangat jauh kemampuannya dibandingkan anda…”


“Aku merasa kemampuan Tiga iblis pelindung Kuil Teratai Putih ini terlalu sederhana” kata Fei Ma sambil menyengir…..


>>>>>>


Siang itu pada keesokan hari….


   Pangeran ke tiga tampak gelisah di istana pribadinya. Dia berjalan mondar mandir dengan gelisah seperti menunggu sesuatu.


“Guru…. Hingga siang seperti begini, ketiga Pelindung Kuil Teratai Putih belum juga Kembali. Apakah mereka belum menemukan waktu yang tepat untuk membegal tamu pangeran ke tujuh itu??? bagaimana pendapat anda???” Pangeran ketiga bertanya dengan gelisah kepada Kasim Xia Feng.


“Pangeran… sesuai pengalaman aku. Di dalam kehidupan Jianghu ini, jika seseorang telah terlambat sangat lama, jauh dari jadwal yang seharusnya dia telah Kembali… hanya ada satu jawaban. Orang tersebut telah gagal didalam misinya…” Kata Kasim Xia Feng.


   Pangeran ke tiga menatap nanar kearah Kasim Xia Feng. Tiga praktisi yang di utusnya untuk memusnahkan tamu pangeran ke tiga adalah Ahli SAINT dari Kuil Teratai Putih. Mustahil untuk membinasakan ketiganya sekaligus….


“Itu berarti bahwa tamu Pangeran ke tujuh adalah seseorang berkultivasi amat tinggi???” tanya Ju Kai dengan penasaran.


“Benar sekali pangeran. Kedepannya anda sebainya melupakan untuk mengganggu tamu pangeran ke tujuh. Terlalu berbahaya jika seorang ahli seperti itu mendendam dan berbalik menyerang anda”


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2