
Dear readers, jika kamu telah membaca sampai bab ini, berarti kamu cukup menyukai kisah di novel KDPU. Maka untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
******
Raja kera iblis itu memukul kearah Sima Yong dengan kekuatan maximum yang dimiliki praktisi diranah Alam Tanpa Batas Bintang 3. Kekuatan itu sebesar 1.100.000 jin. Umumnya daya serang sekuat itu bahkan mampu merontokkan gunung dan tebing-tebing keras di pegunungan Kunlun Wilayah Barat Benua Silver. Sementara dilain pihak, maksimum kekuatan tempur Sima Yong terbatas hanya sampai nilai 950.000 jin.
“Wuussshh…”
Hantaman kepalan tangan Raja kera yang besar itu dengan menimbulkan suara seperti gemuruh Guntur yang seperti menghantui jejak Sima Yong. Kepalan tangan itu sepertinya telah bersiap untuk merobek dan meng-hancurkan tulang belulang Sima Yong.
Sima Yong sendiri terlihat seperti tidak mengacuhkan Gerakan serangan raja kera itu, meskipun dia tahu bahwa pukulan yang mengandung kekuatan 1.100.000 jin akan menghancurkan tubuhnya. Mata terbuka dan menatap kearah langit, dan Pedang Hati Rembulan diacungkan lurus keatas.
“Niat Pedang Hati Suci…” Sima Yong mengguman.
Seketika ruangan disekitar area itu mengalami semacam fenomena aneh. Energi dari sekitar terserap kearah pedang ditangan Sima Yong. Semua kekuatan dari bumi dan langit langsung dimanfaatkan oleh pedang ditangan Sima Yong Ketika Niat Pedang Pedang Hati Suci diucapkan. Sejumlah energi Qi sebesar 500.000 jin menambah kekuatan pedang Sima Yong yang awalnya telah sebesar 950.000 jin itu.
“istirahat….”
Ilusi pedang raksasa terlihat berlari dengan ganas menyambut kedatangan pukulan raja kera itu. Dengan mata yang terbelalak seakan tidak percaya, semua menyaksikan Ketika ilusi pedang raksasa niat pedang itu membelah dengan mudah kearah tinju raja kera.
“Slashhh…”
Raja kera berubah menjadi potongan tubuh yang tidak berbentuk Ketika dua kekuatan itu berbenturan. Raja kera itu bahkan tidak sempat untuk menjerit.
Pertarungan diantara lima praktisi melawan pasukan kera iblis seketika terhenti. Semua mahluk iblis itu terdiam dan menatap seakan tidak percaya dengan penglihatan didepan mata mereka. Tatapan tidak percaya itu berubah menjadi ketakutan. Lalu dengan suara yang terdengar seperti anak kecil menangis, satu demi satu kera berbulu hitam dan kera berbulu merah berlari meninggalkan arena pertempuran.
__ADS_1
Sima Yong menatap Pedang Hati Rembulan ditangannya yang terlihat menjadi rompal di beberapa bagian pedang,
“Pedang kelas Surgawi ini sepertinya tidak cocok untuk dipakai bertempur melawan ahli di ranah Alam Tanpa Batas atau diatasnya….”
“Sepertinya aku harus menemukan sebuah pedang yang cocok. Sekurang-kurangnya pedang roh dengan peringkat Saint” bisik Sima Yong sambil memandang Pedang pemberian Kaum Elf di Domain Utara Benua Silver itu.
******
Semua praktisi termasuk Sima Yong kemudian duduk dengan keadaan bersimbah darah. Pertempuran melawan pasukan kera itu telah tejadi lebih dari 12 jam lamanya. Seluruh otot dan sendi-sendi serasa rontok. Buru-buru mereka duduk posisi lotus untuk berkultivasi memulihkan tenaga yang telah terkuras habis selama pertarungan.
Satu jam kemudian, Sima Yong yang terlebih dahulu selesai bermeditasi, bangkit berdiri. Dia pergi menuju kearah mayat raja kera, dan mencari-cari sesuatu didalam kepala kera raksasa itu.
“ini dia yang aku cari…”
Sima Yong menggenggam sebuah monster core (inti binatang iblis) yang berkilauan kebiru-biruan itu. Monster core peringkat ini adalah barang yang amat langka. Monster core jenis ini dapat digunakan untuk bahan campuran obat-obatan Ketika dia meracik obat kelas atas. Atau bahkan dapat digunakan untuk array atau symbol peringkat tinggi. Dia memasukkan monster core itu kedalam cincin tata ruang.
Dilain pihak, melihat tumpukan mayat yang menimbulkan bau amat tidak sedap itu, Sima Yong mengeluarkan berlembar jimat perusak yang kemudian dia tebarkan disekeliling area pertarungan itu. Api menyala dengan warna kebiruan. Kumpulan mayat hilang menjadi uap ketika jimat perusak bekerja dan menghapus keberadaan mayat-mayat itu. Keadaan Kembali menjadi seperti sedia kala. Tidak ada yang pernah tahu bahwa ditempat itu terdapat tumpukan mayat mahluk iblis yang dibasmi praktisi-praktisi kelas atas.
Ketika keempat teman Sima Yong selesai dengan kultivasi mengembalikan kekuatan tubuh mereka, Niryadi dengan Gerakan penuh amarah telah mencabut dua bilah pedang pendeknya dan bersiap memenggal kepala kera itu.
“Hentikan….” Teriak Sima Yong.
“sepertinya ada pesan khusus yang ingin disampaikan kera ini”
NIryadi menahan Gerakan ganasnya dan menatap bengis ke arah kera putih itu, yang sekarang kelihatan bertambah ketakutan. Akan tetapi rasa ketakutan kera itu tidak mengubah sikapnya untuk terus menyembah kearah Sima Yong sambil bersuara dan menunjuk kearah kedalaman Hutan Terlarang.
“Mari kita ikuti kemauan kera putih ini. Mungkin ada sesuatu yang penting yang akan berguna bagi kita” Kata Sima Yong sambil bergegas berdiri.
__ADS_1
Dengan bengis dan tatapan menyala Niryadi berkata ke kera itu,
“awas saja, jika kamu melakukan Tindakan kecurangan seperti menjebak kami misalnya… maka aku tidak akan segan-segan untuk menyiksamu dengan memotong lidah dan semua kaki tanganmu dan melempar kamu kedalam hutan. Biar saja tubuh busukmu akan menjadi santapan hewan buas lainnya secara hidup hidup”.
Kera putih itu terlihat amat ketakutan. Namun meskipun dia dilanda ketakutan tidak nanti membuat keinginannya menjadi surut untuk mengajak Sima Yong mengikuti dirinya kedalam Hutan Terlarang.
Sima Yong bersama keempat kawannya berlari dengan light skill mengikuti kera putih yang terlihat amat lincah melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Mereka ternyata bergerak ke bagian dalam hutan yang makin lama semakin gelap dan lembab. Kegelapan yang dimaksud sini adalah hutan yang amat rimbun sehingga pohon-pohon besar menghalangi sinar matahari untuk menyentuh tanah dibagian hutan.
Ketika pada akhirnya mereka tiba di sebuah daerah yang berbukit-bukit curam, kera putih itu berhenti. Dia kemudian memasuki sebuah gua yang dari luar terlihat amat alami dengan kondisi lembab dan bau aroma hutan yang secara alami mereka cium. Gua itu amatlah tersamar keberadaannya. Mungkin jika tidak diberi petujuk oleh Kera Putih itu, Sima Yong tidak akan pernah tahu keberadaan gua seperti itu.
Kera putih itu menyusuri isi dalam goa yang berbentuk serupa Lorong agak gelap, yang hanya cukup dilalui dua tubuh ukuran manusia biasa. Niryadi dan Hattaudha terpaksa merangkak didalam Lorong itu sambil mengomel-ngomel. Setelah berjalan kira-kira satu jam lamanya didalam gua yang gelap dan berbau apek itu, nampak cahaya kecil berpendar diujung Lorong gua.
Kera putih semakin mempercepat Langkah kakinya diikuti oleh lima praktisi itu. Seperti biasa dua judade itu mengomel karena Gerakan mereka amatlah terbatas didalam Lorong gua yang kecil untuk ukuran judade.
“Ini adalahhh…” Sima Yong menatap takjub Ketika pada akhirnya mereka tiba diujung Lorong.
Sebuah pemandangan spektakuler terpampang didepan mata dan memanjakan mata mereka yang selama beberapa hari ini hanya melihat potongan ribuan mayat kera dan juga lautan darah…
Dibalik Lorong didalam gua itu ternyata terdapat sebuah lembah kecil yang seperti memiliki dunia tersendiri. Lembah itu dikelilingi oleh gunung yang begitu tinggi, namun tetap menyediakan ruangan terbuka sehingga dua matahari di Benua Penyaringan Dewa itu dapat mereka lihat secara langsung dan sinarnyapun memasuki bagian tengah lembah.
Keadaan didalam lembah itu dipenuhi pepohonan rindang yang membuat keadaan terasa sejuk, dimana banyak diantara pohon-pohon itu adalah jenis tanaman yang menghasilkan buah-buahan yang dapat dikonsumsi. Namun tanaman-tanaman itu sepertinya tanaman yang jarang sekali dilihat di dunia luar. Pemandangan lembah itu mirip dengan sebuah taman yang dikerjakan secara hati-hati oleh ahli perkebunan atau ahli taman.
*Bersambung*
Readers, Jika ada hal penting untuk author kamu bisa
menulis pesan di IG : jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini
__ADS_1
juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow.
NB. Hari ini autor kasih bonus dua chapter. selamat menikmati Terima kasih.