
Lin Hong amat terperanjat.
"Yang mereka sebut-sebut Junior Master Sekte itu adalah Peng Fai? Peng Fai si kecil itu?"
Sekali lagi Lin Hong mengucek-ucek matanya. Dia berusaha untuk mempercayai pendengarannya, yang dengan penuh usaha dia coba selaraskan dengan penglihatannya.
Akan tetapi semakin dia mengucek matanya, semakin di melihat sosok Junior Master Sekte Pedang Awan yang berkharisma itu adalah Peng Fai salah satu temannya sewaktu mereka sama-sama berlatih sebagai pemula di sekte ini.
"Anak itu kini terlihat lebih dewasa, dengan potongan seorang calon master sekte" bisik Lin Hong pangling.
"Itu benar-benar Peng Fai. Lengan baju yang kosong itu..." seketika Lin Hong menjadi terharu. Dia teringat masa-masa pertempuran di Padang Es Abadi sehingga dia kehilangan kawan dan juga Peng Fai ini yang kehilangan sebelah tangannya.
Sementara dirinya tengah terpesona dan di ingatkan dengan nostalgia-dengan melihat kehadiran Peng Fai, terdengar suara ribut-ribut di bagian pintu masuk alun-alun.
"Penyusup...!"
"Ada penyusup yang memasuki sekte kami" tampak Yi Ping dalam keadaan awut-awutan di pintu masuk alun-alun. Anak muda yang mereka kerjai di pintu gerbang sekte, desis Lin Hong merasa lucu.
Yi Ping itu berdiri bersama-sama dengan sembilan murid lainnya. Mereka-sepuluh orang murid Sekte Pedang Awan itu memasang wajah yang marah karena merasa telah di bokong dan di tipu oleh Lin Hong dan kawanannya. Itu adalah tindakan yang membuat mereka merasa malu.
Suara keributan itu rupa-rupanya menarik perhatian Junior Master Sekte Peng Fai. Dia memberi kode agar kepada salah satu penatua yang kemudian membisiki Yi Ping dengan kata-kata. Yi Ping terlihat bergerak mendekati Junior Master ke atas panggung arena.
Yi Ping yang telah berdiri di atas panggung, terlihat terlibat didalam percakapan singkat dengan Junior Master Sekte. Wajah dua orang itu terihat serius. Meski berusaha menampakkan wajah yang berubah ketika mendengar cerita Yi Ping, Peng Fai terlihat sedikit menjadi gugup. Lalu dia hanya menganggukkan kepala.
Setelah Yi Ping turun dari atas panggung, dalam hening suasana karena semua ingin mengetahui apa gerangan yang terjadi, Peng Fai sekali lagi berbicara dengan suara yang mengandung kekuatan Qi.
"Rupanya Sekte Pedang Awan kami telah kedatangan para ahli dari Wilayah Barat. Mengapa tuan-tuan sekalian tidak menampakkan diri dan bertemu denganku? Sekte Pedang Awan tidaklah pelit menjamu tamu-tamu kami dengan anggur"
Suara itu demikian kuat, sampai-sampai murid-murid yang pondasi kultivasinya belum stabil terlihat jatuh terduduk.
Mereka lantas buru-buru mengambil posisi lotus, duduk bersila dan mengatur pernapasan. Semua tamu-tamu undangan di dalam perhelatan itu langsung saling berbisik, mengagumi kemampuan Junior Master Sekte Pedang Awan ini.
"Sekte Pedang Awan akan menjadi salah satu yang terkuat diantara tujuh sekte besar di Kekaisaran Great Ying" seseorang memuji.
"Junior Master itu dengan usia yang sedemikian muda, namun telah memiliki Kultivasi Alam Raja bintang satu. Tidak sia-sia rasanya melihat dia akan menjadi penerus Master Sekte Pedang Awan" suara-suara pujian lainnya terdengar.
Hening di sepanjang arena kompetisi Jenius Sekte Pedang Awan. Masing-masing orang saling melirik. Mereka mengawasi, jangan-jangan orang yang berdiri disampingku ini adalah praktisi dari Barat, yang di sebutkan Junior Master.
Selain mengagumi kekuatan Junio Master Sekte, orang-orang juga amat gelisah. Trauma ketika pertempuran melawan ras iblis di beberapa tahun silam yang merenggut banyak nyawa tenaga ahli tujuh sekte besar, masih tersisa di benak semua orang.
Ketika melihat keadaan masih juga hening, Peng Fai Junior Master Sekte kembali berbicara dalam nada yang menindas,
"Jika anda tidak mau menampakkan diri, jangan salahkan kami Sekte Pedang awan, jika kami berbuat kasar terhadap anda. Keluarlah..." Kembali Peng Fai mengedarkan pandangan kearah lautan manusia di alun-alun Puncak Biru itu.
__ADS_1
Tetap tidak ada respon. Peng Fai mulai marah. Dia berpikir akan melakukan inspeksi secara langsung, akan tetapi jelas-jelas dengan jumlah penonton yang demikian banyak,
inspeksi seperti itu akan sia-sia.
Ketika Peng Fai tengah memikirkan cara yang efektif untuk menemukan penyusup dari barat itu, sekonyong-konyong tampak sesosok tubuh mencelat dari antara banyak orang itu.
"Wuusshh.."
Sosok itu mendaratkan kakinya dengan ringan diatas panggung. Dia-sosok yang baru muncul itu mengenakan pakaian yang besar berdasar warna putih tipis, lengkap dengan tudung yang menutupi wajah.
Wajah sosok itu tertutup cadar khas wanita barat, dengan banyak hiasan manik-manik yang berbunyi gemerincing. Semua penampilannya memberi kesan misterius yang kuat.
Melihat gaya penampilan sosok yang baru muncul itu, memang seperti itulah gaya khas orang-orang dari Barat.
Di wilayah yang panas dan dekat dengan matahari itu, semua orang selalu mengenakan pakaian tipis berwarna putih, untuk memantulkan sinar matahari dan mengurangi rasa panas.
Peng Fai menatap serius kearah sosok yang muncul itu. Dia tidak dapat membaca tingkat kultivasi orang ini. Keadaan ini semakin menambah kewaspadaannya terhadap orang ini.
"Aku Peng Fai. Junior Master Sekte Pedang Awan menyambut tuan dari wilayah barat. Ada apakah gerangan sehingga tuan berkunjung ke Sekte Pedang Awan di Utara Benua ini?" Peng Fai membuka pembicaraan itu dengan sopan.
Sosok itu tertawa pelan. Lalu dia berkata sambil memberi salam,
"Salam Junior Master Sekte Pedang Awan. Kami datang dari Barat tidak memiliki maksud buruk sama sekali. Kedatangan kami ke Sekte Pedang awan ini adalah dalam rangka bertemu dengan seorang kawan lama"
"Dia seorang wanita..!"
Peng Fai sendiri amatlah terkejut. Ternyata sosok tamu dari barat itu adalah wanita.
"mengapa aku serasa pernah mendengar suara orang ini?"
Peng Fai mencoba untuk mengorek memorinya dan mengenali suara mahluk bertudung dihadapannya. Akan tetapi semua gelap. Dia tidak berhasil mengingat siapa kenalannya yang memiliki suara seperti itu.
Ketika Peng Fai tengah dilanda kegalauan untuk mengidentifikasi siapa sosok di depannya, orang itu lalu berbicara dengan suara yang merdu.
"Master Peng Fai, jika anda tidak keberatan, dapatkah kita saling bertukar pedang? Telah lama diriku mengagumi teknik pedang dari Sekte Pedang Awan di Utara"
Kontan saja tantangan yang dikeluarkan sosok serba putih itu menimbulkan kehebohan.
"Mencoba kemampuan Junior Master di ranah Alam Raja bintang satu? Apakah orang itu tidak takut mati?"
Teknik pedang Sekte Pedang Awan tiada duanya di seantero Kekaisaran Great Ying ini, tentu saja membuat orang-orang merasa sosok ahli berpakaian putih yang berasal dari barat ini sedikit kurang waras. "Apakah dia mau mencari kematian?"
"Lancang..!"
__ADS_1
"Kurang ajar ..!!"
Beberapa sosok praktisi yang merupakan penatua dan petinggi di Sekte Pedang Awan melompat ke panggung. Semua menjadi marah atas tindakan ceroboh ahli dari barat yang terang-terangan menantang Junior Master mereka.
Peng Fai mengangkat tangannya dan menenangkan semua orang. Praktisi Sekte Pedang Awan itu, rata-rata telah menghunus pedang mereka. Penghinaan terhadap master sekte adalah tak terampuni.
Peng Fai berdiri seolah-olah batu karang yang tak tergoyahkan dengan hempasan ombak. Dengan dingin dia menjawab
"Jika Nona menginginkan pertukaran pedang, maka itu akan terjadi. Silahkan nona menghunus pedang, aku akan melayani" kata Peng Fai gagah.
Sinar mata di sosok depan Pen Fai itu terlihat berkilat-kilat mendengar kata-kata Peng Fai.
Peng Fai sendiri semakin merasa bahwa dirinya tidak asing dengan sosok ini.
"Jikalau Master Sekte tidak keberatan, maka aku akan mulai menyerang" kata sosok itu memecah konsentrasi Peng Fai.
Baru saja sosok bertudung putih itu selsai berbicara, ..
sekonyong-konyong semua orang merasakan suasana alam berubah menjadi lebih dingin lagi. Salju terlihat berguguran dan samar-samar tedengar suara seperti badai es turun dari langit
Sosok berpakaian putih itu lantas menghilang didalam sebuah gerakan yang amat cepat. Pedang ditangannya terdengar menderu-deru seperti suara badai salju.
Hawa dingin es terlihat terkonsentrasi di ujung pedangnya, yang memancarkan uap uap beku. Dia menikam dengan ganas kearah Peng Fai.
"Wushh.."
Peng Fai terkejut meihat serangan ganas berhawa dingin itu. Dia tidak sempat berpikir tentang teknik apa yang dikerahkan orang itu, akan tetapi buru-buru dia mengeksekusi gerakan Pedang Melukis Nirwana.
Semua orang berdecak kagum ketika melihat cahaya lima warna berbeda yang keluar dari pedang Peng Fai. Lima helai qi pedang itu tampak membentuk jalinan yang terlihat akan melilit pedang yang di luncurkan praktis berjubah putih itu.
"Suiitttt" suara mencicit pedang, tatkala lima Qi pedang itu penuh warna seperti di tepiskan oleh serangan ribuan kuntum bunga-bunga es yang dengan indah melompat keluar dari ujung pedang praktisi berjubah putih.
"Wush..." sebuah telapak tangan berwarna putih penuh hawa es dari ahli berjubah putih itu secara aneh melesat, menyambar dan mencoba menembus pertahanan Peng Fai.
"Duar..!" bunyi ledakan terdengar ketika Peng Fai menggunakan lengan bajunya yang kosong itu, menangkis telapak tangan ahli jubah putih.
Peng Fai terdorong mundur beberapa tombak. Mata nya membelalak dan dengan cepat dia menganalisa.
"Perempuan ini memiliki kultivasi di Alam Raja Bintang lima? Siapa dia? Celaka lah wilayah utara jika dia berasal dari ras iblis dan kembali mencoba merongrong kami"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.