
Debu terlihat mengepul dipadang pasir, ketika tiga pria tampak berlari kencang mengendarai tiga hewan ajaib Kadal besar yang terlihat seperti terbang diatas tanah, sangat cepat. Siapapun akan menduga kalau ketiga orang itu sepertinya sangat terburu-buru, seolah-olah ada sesuatu yang mengejar-ngejar mereka.
Sebentar-sebentar pria yang paling muda memalingkan wajah kebelakang, dan memeriksa kalau-kalau ada yang menguntit ketiganya.
Tampak benar raut tiga praktisi itu yang terlihat sangat lelah, dengan bentuka pakaian yang penuh debu, tatapan mata terlihat seperti orang yang belum tidur selama dua hari.
Kepala ketiganya dibungkus dengan kain semacam tudung seperti umumnya para musafir yang melakukan perjalanan di padang gurun. Kain penutup itu berguna menahan diri dari ganasnya teriknya matahari di gurun.
"Saudara Yu Long, jika kita berlari terus tanpa berhenti seperti ini, aku kuatir Kadal ajaib ini akan mati kelelahan. Aku berpikir sebaiknya kita beristirahat sebentar, sekalian mengisi perut kosong yang telah dua hari tiada terisi ini" Kata seorang pria yang mengenakan pakaian serba putih.
Pria yang dipanggil Yu Long itu lantas berkata,
"Baiklah jika Pelindung Putih BaiseDe memiliki ide seperti itu. Kami akan beristirahat sebentar di balik tebing sana" Yu Long menunjuk ke arah tebing tandus yang memiliki sisi lebih teduh karena tidak terkena panggangan sinar matahari.
Rupanya tiga orang itu adalah sosok yang dicari-cari Meirenyu. Mereka adalah Yu Long, ZuseDe (Pelindung Ungu) dan BaiseDe (Pelindung putih). Dua orang terakhir itu adalah 2 orang Pelindung Sekte Terang.
Kisahnya bermula ketika mereka berhasil meloloskan diri dari Kota Cahaya Barat, ketiga nya berhasil mengelabui orang-orang Klan Xia dan praktisi ras iblis sehingga berhasil menyusup melewati pemeriksaan di pintu perbatasan Kota dengan padang pasir ini.
Tiga praktisi itu telah berlari sekian lama, kurang lebih 3 bulan namun wujud daratan utara belum juga tampak. Jangan di tanya tentang rasa bosan dan jenuh. Semua perasaan itu telah bercampur aduk memenuhi rongga-rongga yang masih kosong di jiwa tiga pelarian itu. Letih itu adalah kata yang tepat. Namun mereka tidak menyerah, dan tetap teguh berlari menuju Utara.
"Kita akan melanjutkan perjalanan di malam nanti" kata ZuseDe, pria berpakaian ungu.
Masing-masing dari mereka mengeluarkan bekal yang disimpan di cincin tata ruang, sehingga hidangan sederhana langsung tersedia di sebuah tatakan sederhana yaitu batu. Semua menyantap roti kering serta buah kering dengan lahap. Air putih sederhana menjadi teman karena minuman itu amatlah membantu guna mengurangi dehidrasi.
Diam-diam Yu Long menelan pil yang dia buat, itu adalah sebuah pil yang bermanfaat sama seperti ketika seseorang menyantap sepiring nasi lengkap dengan lauk. Rasa haus juga akan terobati ketika menyantap pil itu. Dia menawarkan masing-masing sebuah pil, dan langsung di telan oleh dua praktisi itu.
Tentu saja sebagai murid dari Masternya yang ahli dalam bidang alkimia, Yu Long juga mampu menyuling banyak pil meskipun dia tidak merasa pantas di sebut sebagai Alkemis papan atas. Dia merasa dirinya lebih ahli didalam pertempuran dan menggunakan kekuatan jiwa dalam sebuah serangan. Kemampuannya pun didalam memuat jimat dapat dikatakan cukup baik dan Yu Long mengakui bahwa dia lebih cocok di sebut master jimat atau master simbol ketimbang alkemis.
Setelah seluruh tubuhnya dirasa bugar, dia memberikan masing-masing satu pil juga kepada tiga hewan ajaib Kadal raksasa yang menjadi alat transportasi mereka. Kebugaran tiga mahluk transportasi tu perlu dijaga karena perjalanan ke Utara masih setengah perjalanan lagi.
Waktu berlalu dengan cepat, ketika matahari mulai surut ke barat, dimana langit telah berwarna jingga dan mulai gelap. Tidak lama lagi malam akan menjelang dan mereka akan melanjutkan perjalanan.
"Mari kita kembali melintasi gurun terkutuk ini. Aku betul-betul merindukan pemandangan yang serba hijau" Kata ZuseDe si Pelindung ungu.
Ketiganya kembali berpacu di kegelapan malam, semakin menjauh dari bagian tengah gurun. Udara di gurun adalah udara yang amat ekstrem.
Ketika siang hari, udara akan sangat panas bagaikan di sebuah perapian, namun ketika malam menjelang, udara akan brubah menjadi sangat dingin.Saking dinginnya tiupan angin malam, terasa seperti akan merontokkan tulang-tulang ketiga orang itu.
__ADS_1
Sekonyong-konyong kadal tiga praktisi itu terhenti tanpa diminta. Ketiganya seketika terdiam dengan tercekam. Sebuah suara siulan terdengar membahana di gurun yang terlihat tiada batas itu.
"Suuiiiiitttt..."
Demikian keras dan durasi yang lama siulan itu terdengar, sampai-sampai terasa seperti membuat bulu roma siapapun yang mendengarnya, akan berdiri karena merasa ngeri.
Tampak di hadapan tiga praktisi itu, barisan pasukan yang berdiri tegap diatas dua unta raksasa.
Tinggi dua ekor unta ajaib itu tidak kurang dari 25 meter. Tinggi dan menakutkan. Sementara di punggung dua unta itu berdiri sebuah lapangan kecil, komplit berisi bangunan besar yang dapat menampung maksimum 100 orang.
Terlihat dua pasukan masing-masing terdiri dari 100 praktisi di lapangan kecil diatas unta. Bendera bertuliskan "Klan Xia" dan yang satunya bendera hitam berlogo "Api dan tengkorak" nampak berkibar garang diatas punggung unta.
Tiga praktisi pelarian itu menatap unta raksasa beserta pasukan yang banyak itu dengan perasaan terguncang.
"Mungkin kali ini kita akan celaka kali ini" bisik Yu Long dengan ngeri. Baru sekali ini dia merasa pengejaran yang dilakukan dua klan itu dilakukan dengan pasukan dalam jumlah yang besar seperti itu. Itu belum termasuk ahli-ahli diranah kultivasi tinggi yang tentunya tengah duduk manis diatas punggung unta.
"Sebegitu berhargakah diriku? sampai-sampai dua Klan Bintang 5 dan Bintang 6 Wilayah Barat mau mengeluarkan biaya sebanyak ini demi seorang Yu Long" Yu Long berbicara dengan sedih.
Dari sekian lama dia melarikan diri, selalu lolosa berkat kecerdikan dan kegigihan tidak kenal bahaya. Akan tetapi, seperti nya kali ini dia merasa dirinya akan meregang nyawa di padang gurun terkutuk ini.
"Pelindung sekte Ungu dan Putih, mungkin kita akan berpisah di tempat ini. Terima kasih kalian berdua sudah demikian setia menemani Yu Long sejak pertempuran awal melawan Klan Xia dan ras iblis itu".
"Kali ini, Yu Long meminta dengan tulus agar dua Pelindung Sekte Terang mengundurkan diri, dan pergi menghindar, sebelum pasukan dua klan itu turun dari mahluk raksasa disana" Yu Long lalu membungkuk memberi penghormatan kepada dua Pelindung Sekte Terang yang selalu setia mendampinginya.
BaiseDe si Pelindung Putih seketika menjadi marah,
"Apa-apaan yang anda katakan saudara Yu Long? Agama Terang kami bukanlah agama biasa-biasa yang tidak kenal budi dan gampang melupakan kebaikan seseorang. Semua anggota Sekte Terang telah disumpah untuk tetap setia melayani permintaan Ketua Agama tanpa mengeluh dan membantahnya" Pelindung Putih itu terlihat mencabut dua pedang yang kini berkilauan di tangannya.
(Para ahli menyebutnya dengan Sekte Terang, akan tetap mereka menganggap sekte mereka adalah sebuah agama. Agama Terang)
Masing-masing pedang itu memiliki untaian seperti bendera yang sebelah kiri bertuliskan "Setia sampai mati, hanya kepada Agama Terang dan Kepala Agama Terang". Bendera kiri bertuliskan "Hidup Penuh penghargaan, Budi Baik dikenang dan dibawa mati".
Bendera itu melambai-lambai di terpa angin gurun, membuat Yu Long terharu ketika membaca tulisan itu.
Sementara itu, pelindung ungu juga mengeluarkan dua bilah pendang yang memiliki bendera bertuliskan kata-kata yang sama dengan tulisan di bendera Pelindung Putih..
"Mari kita bertempur sampai mati. Lebih baik mati karena bertempur mempertahankan kesetiaan, dari pada lari dan hidup menjadi tertawaan orang. Dua Pelindung Sekte Terang siap bertempur" desis Pelindung Ungu ZuseDe.
__ADS_1
Yu Long sedemikian terharu, lalu dengan gemetar dia mengeluarkan alat musik kecapi (GuZheng).
"Kalau begitu mari kita bertiga bertarung melawan mereka sampai mati"
Yu Long lalu memetik kecapi dengan pengerahan Qi yang amat kuat melekat di nada yang dipetik.
"Tring-tring-tring"
Sebuah gelombang energi terdengar menyakitkan kuping, melanda dua mahluk unta raksasa itu. Dua unta raksasa itu langsung terguncang. Petikan kecapi yang mengandung Qi itu membuat pendegaranmereka terasa sakit, kepala dua mahluk itu terasa pusing. Dua unta raksasa itu langsung terjatuh dengan bunyi keras dan menggetarkan padang gurun.
"Bumm"
Debu mengepul ketika dua mahluk raksasa itu jatuh, menyusul terlihat ratusan bayangan memegang pedang berkilauan melompat dari punggung unta raksasa itu.
"Wush-wush-wush"
Dengan teriakan yang keras Yu Long seperti layaknya orang bersenandung Yu Long berteriak,
"Yu Long murid Penyihir Sima Yong bersama Pelindung Ungu dan Pelindung Putih Sekte Terang siap berperang melawan dua sekte gelap"
Cahaya kilat pedang berkelebat ketika dua pelindung Sekte Terang itu menari-nari dalam tarian maut. Bendera sumpah kesetiaan Sekte Terang, meliuk-liuk mengikuti irama pedang yang menebas kian kemari dengan ganas.
"trang-trang-trang" bunyi pedang berbenturan, diselingi bunyi teriakan menyayat hati tatkala pedang menyambar punggung beberapa ahli yang tidak dapat menghindar sabetan pedang dua ahli Alam Tanpa Batas Bintang 9 itu.
Yu Long tidak kalah ganasnya sambil melayang di udara, dan tangannya memetik, dawai yang menghamburkan energi-energi pedang dan melukai lawan.
Malam belum lagi melewati kentongan pertama, ketika gurun itu telah di penuhi pekikan maut serta aura pembunuhan.
Di waktu aura pembunuhan melanda padang gurun malam itu, tidak seorangpun menduga, dari arah barat nampak sebuah kapal roh raksasa terbang dengan cepat.
Tampak dua orang praktisi berdiri di anjungan kapal dengan mata mengamati cermat kearah dataran gurun. Pakaian mereka melambai di terpa angin gurun yang dingin, namun tidak mengurangi minat mereka tetap mengamati cermat kearah daratan. Sepertinya ada hal penting yang dicari oleh dua orang praktisi diatas kapal roh itu.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1