
Di Sebuah tempat di Dataran Tengah Benua Silver...
"Maafkan aku nona,
akan tetapi tadinya aku mengira, anda adalah sahabat kami di utara sana. Bola mata anda amat mirip dengan gadis itu" jawab Lin Hong merunduk memohon maaf. Ketika itu, sebelumnya gadis yang mengenakan cadar itu menepis kata-kata nya dengan halus dan menyebutkan nama dia adalah Fan Beauty.
"Tidak mengapa tuan.. Aku mengerti" Fan BEauty menghela nafas sebentar.. Lanjutnya
"Baru saja tadi kawan anda juga salah menyebutkan nama ku dengan nama Fenying, mirip yang juga anda sebutkan" jawab Fan Beauty merunduk dan menjawab sopan.
Wajah Zhang Sagung di sudut sana lain terlihat dalam mimik yang kurang sedap. Entah kenapa, Pangeran Negri Haiyang itu selalu merasa cemburu ketika dia melihat pujaan hatinya, Fan Beauty berbicara ramah dengan orang-orang utara itu. Dia merasa ada perasaan kurang enak di hatinya ketika orang-orang utara itu memanggail Fan Beauty dengan sebutan "Fenying"
Oleh karena itu buru-buru dia memotong perbincangan akrab itu,
"Maafkan aku tuan-tuan dan nona,
seperti yang telah ku ungkapkan sebelumnya. Nona Fan Beauty ini adalah seorang bangsawan dari Negri Haiyang kami. Dia juga merupakan calon penerus satu Sekte Super terkenal, Klan Vermillion Timur" Zhao Sagung melirik Fan Baauty yang mencoba menyembunyikan rasa jengah ketika di panggil calon Matriak Klan.
"Barangkali teman yang kalian sebutkan tadi, hanyalah kemiripan semata. Bukankah di dunia ini banyak sekali ditemui orang-orang berwajah mirip bukan?"
Zhang Sagung lantas buru-buru merapatkan gadis Fan Beauty itu untuk merapat lebih dekat dengan dirinya. Lin Hong dan Yu Long seketika menjadi salah tingkah melihat tindakan penuh perlindungan itu.
Sementara Peng Fai hanya tertawa didalam hatinya melihat Lin Hong dan Yu Long kecela dengan perlakuan pangeran itu..
"Maafkan aku lupa memberi tahu kalian tentang kemiripan itu. Lagipula.. Mungkin kalian hanya perlu berkenalan dengan keangkuhan Pangeran Negri Haiyang itu"
Sementara itu, Yang Xiansheng terlihat telah membuka matanya. Sepertinya orang itu memperoleh banyak manfaat setelah mendengarkan Musik Berirama Terapi jiwa itu. Lin Hong lantas membuyarkan kekakuan suasana dengan menegur Yang Xiansheng,
"Yang Xiansheng... Anda telah sadar.."
Yang Xiansheng menjawab ketika dia merasa perbuahan besar dalam jiwanya. Katanya...
"Sungguh permainan musik dan penyajian terapi kalian itu baru sekali ini aku temui.
Beberapa bagian di jiwaku yang cidera kini rasanya membaik sehingga jiwaku kembali didalam pencerahan untuk melakukan upaya penerobosan kultivasi lagi".
Buru-buru tiga anak muda utara itu memberi ucapan selamat kepada Yang Xiansheng, dalam puji-pujian. Yang Xiansheng itu lantas menanyakan tentang perawatan ulang kepada mereka,
"Tuan-tuan semua,
terima kasih atas perawatan dan jasa yang telah diberikan oleh balai pengobatan kalian.
Kedepannya, aku Yang Kang akan datang secara rutin menemui tuan sekalian, untuk pengobatan terapi jiwa ini.
__ADS_1
Rasa-rasanya teknik kuno seperti ini memang sudah tidak dapat di temui di Dataran Tengah kami lagi. Mungkin kami dapat berbagi pengetahuan....".
Peng Fai buru-buru membalas kata-kata Yang Xiansheng, karena dia merasa orang itu mulai lebih dalam berusaha menyelidiki asal-usul teknik Terapi jiwa itu..
"Yang Xiansheng, terlalu banyak memuji kami.
Teknik semecam ini sebenarnya hanyalah teknik biasa yang dicampur dengan pemainan musik..
Berhubung semua acara terapi telah selesai, mungkin Yang Xiansheng bersama dua tamu ini ingin melanjutkan acara lainnya dengan minum-minum misalnya... Maka izinkan kami bertiga undur diri.
Kami masih harus bebenah semua peralatan ini, agar siap di gunakan kembali pada pertunjukan terapi esok hari"
Merasa bahwa orang telah memberi kode agar mereka meninggalkan Balai Pengobatan Terapi Jiwa itu, Yang Xiansheng mengajak Pangeran Zhao dan Nona Fan untuk meninggalkan aula balai pengobatan.
Sementara itu, Fan Beauty sendiri meskipun air mukanya terlihat dingin tak berekspresi seperti biasanya..
Namun jauh di lubuk hatinya dia merasa gelisah. Hari ini, telah dua kali orang dari negri di Utara sana menyebut dia dengan nama "Fenying".
"Apakah benar aku memiliki hubungan dengan gadis bernama Fenying itu?
Apakah benar-benar di utara sana, pernah ada sosok seorang gadis bernama Fenying? Aku harus mencari tahu kebenaran ini" Dia bahkan memikirkan sikap Zhao Sagung tadi.
"Rasanya aku menjadi curiga dengan Zhao Sagung itu. Mengapa firasatku mengatakan kalau dia seolah-olah selalu menghalang-halangi ku untuk bercakap-cakap santai dengan orang-orang utara itu?
Terlalu aneh bukan? Jika seseorang yang bahkan belum menjadi suami ister namun memiliki rasa cemburu yang terlalu berlebihan.."
"Mengapa perasaanku merasa nyaman ketika bercakap-cakap dengan dua orang itu?
Ah... Besok diam-diam aku akan pergi menemui mereka lalu mengorek informasi lebih banyak lagi"
Pada akhirnya gadis bernama Fan Beauty itu terlelap, ketika kentongan kelima baru saja di bunyikan (waktu pukul 03.00 sampai 05.00).
******
Fan Beauty terbangun ketika matahari telah tinggi. Buru-buru gadis itu berdandan seperti hal nya seorang gadis melakukan ritual bersolek di awal hari.
"Hari ini Zhao Sagung akan mengikuti pertemuan dengan beberapa pejabat kekaisaran, sementara aku dapat pergi mengunjungi Balai Pengobatan Terapi Jiwa itu" batin Fan Beauty gembira.
Fan Beauty lantas buru-buru meninggalkan penginapan tempat dia menginap. Tujuannya adalah Balai Pengobatan Terapi Jiwa yang semalam mereka kunjungi. Dan Fan Beauty itu ingin meminta kejelasan dari tiga praktisi pengelola Balai Pengobatan itu, tentang siapa gadis bernama Fenying yang mereka sebut-sebutkan sejak malam tadi.
Akan tetapi alangkah terkejutnya Fan Beauty ketika tiba di tujuannya. Bangunan Balai Pengobatan itu terlihat lengang, tidak terdapat sesuatu gerakan aktivitas yang menandakan tempat itu di huni orang.
Ketika gadis itu menanyakan hal keberadaan Balai Pengobatan itu kepada seorang pria berumur, Pemiliki usaha toko di samping Balai Pengobatan Terapi Jiwa, dan jawaban yang dia peroleh adalah,
__ADS_1
"Tiga orang pemiliki Balai Pengobatan itu meninggalkan tempat itu ketika masih pagi-pagi benar. Aku sendiri baru saja melakukan kegiatan membersihkan tokoku ini.
Dari pembicaraan tiga orang yaitu dua pria dan satu wanita pengelola tempat itu..
Aku mencur-curi dengar ketika mereka bertiga bercakap-cakap tentang sesuatu tempat di utara yang aku baru sekali ini mendengarnya.
Apakah mereka pergi ke suatu negri di utara atau hanya sekedar obrolan semata, aku kurang paham tentang hal itu Nona"
Fan Beauty terdiam seketika.
"Mereka adalah orang utara. Akan tetapi utara bagian manakah? Utara di negri manakah? Bukankah utara itu amat luas?"
Hati gadis itu menjadi berubah dalam suasana buruk. Dia telah merencanakan pertemuan dengan tiga orang itu sejak semalam. Namun kenyataannya mereka ternyata telah meninggalkan Kota Agung Yongheng..
Diam-diam gadis itu, Fan Beauty menghibur diri. Batinnya,
"Kelak aku akan menjelajah ke utara sana. Jika memang benar jodoh adanya, maka aku yakin suatu ketika aku akan dipertemukan dengan ketiga orang itu dan rahasia siapa Fenying itu akan terungkap"
Fan Beauty lalu meninggalkan bangunan bekas Balai Pengobatan itu. Besar sekali harapan di hatinya, kelak dia akan bertemu lagi dengan tiga praktisi yang mengelola Balai Pengobatan Terapi Jiwa itu.
******
Diatas sebuah Kapal Roh yang membelah langit Dataran Tengah menuju Kota Gerbang Seribu Mimpi,
"Ternyata prasangka kita semua terlalu dini menilai kemampuan ahli-ahli di Dataran Tengah dan Timur sana.
Dalam pertemuan singkat saja, mata kita telah di buka dengan penampilan dua SAGE dan satu ahli Kuasi SAGE..
Kita bahkan belum bertemu dengan praktisi dari Wilayah Selatan, yang kemungkinan juga menyembunyikan kekuatan yang tidak terduga" kata Yu Long kepada dua kawannya didalam sebuah ruang kecil diatas Kapal Roh itu.
Peng Fai dan Lin Hong mengangguk kepala pertanda persetujuan.
"Sekembalinya di Kota Azalea, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendiskusikan ini dengan Tuan Morenyu dan meminta saran Senior Fei Ma.
Rasa-rasanya keadaan kita di utara masih tertinggal jauh di banding praktisi-praktisi Dataran Tengah dan wilayah Timur" jawab Peng Fai.
"Dan ingat, itu baru dua wilayah yaitu Dataran Tengah dan Kawasan Timur.
Apa kabarnya Kawasan Selatan dan Barat? Selama ini kita menduga-duga kalau ahli-ahli di Barat sana masih dalam jangkauan kita. Namun kita tidak tahu keadaan sebenarnya bukan? Kalau-kalau terdapat sekte atau Klan Super yang diam-diam memiliki kekuatan besar dan tidak menonjolkan diri selama ini?" sambung Lin Hong.
Yu Long dan Peng Fai mengangguk setuju..
"Lalu kita akan diam dalam kultivasi, bersiap-siap ketika pada saatnya pecah pertarungan antar lima kawasan benua ini, untuk satu gelar keagungan..."
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...