
Pria muda itu membuka matanya. Setelah semalaman dia berkultivasi memperbaiki semua meridian yang rusak dan terluka dalam perjalanan lintas Wilayah Benua Penyaringan Dewa ini… kini kondisinya pulih sekitar 90 %. Dihembuskannya udara kotor dari paru-paru dalam semburan yang panjang.
“Alam Raja Bintang 9…” Sima Yong tersenyum Bahagia. Dengan musibah badai ruang angkasa sebelumnya yang terjadi, bisa dikatakan kerusakan organ bagian dalam nya bisa dikatakan sebagai anugrah yang tiada tara dibalik musibah.
Bagaimana tidak seakan-akan sebuah anugrah, seluruh meridiannya tubuhnya kini seperti telah di rekonstruksi ulang. Dantiannya yang awalnya hanya seluas lautan kecil, kini telah berkembang 2 kali lipat dibanding luas dantian sebelumnya.
Dengan berkembangnya dantian menjadi dua kali ini maka daya tempur ATK nya juga pasti akan semakin besar. Itu karena dantian nya yang luas kini akan mampu menampung energi Qi jauh lebih banyak dibanding daya tampung sebelumnya.
Memang untuk pulih Kembali 100% seperti semula, Sima Yong memerlukan waktu yang khusus. Karenanya bagi dia, tempat tinggal Paman Liu ini amatlah membantu proses pemulihan tubuhnya. Dia dapat menyamar dengan melakukan rutinitas membantu Paman Liu seperti hari-hari sebelumnya.
Tentu saja Sima Yong terlebih dahulu telah memblokir aura kekuatannya sehingga orang tidak dapat membaca ranah kultivasinya. Yang terekam di pendangan semua orang adalah keberadaan Sima Yong terlihat normal seperti layaknya manusia fana biasa.
Didalam dapur Sekte Cahaya Terang…..
“Saudara Shuniu… anda belum menyelesaikan kisah tentang organisasi rahasia Sekte Suci dan Klan Sage itu…” bisik Sima Yong di sela-sela tangannya yang tetap bekerja memasukkan kayu bakar ke dalam tungku.
“Aahh.. rupanya teman kita Ayong sangat berminat dengan cerita-cerita kepahlawanan seperti itu” goda Shuniu.
“Tolong jangan kamu bercanda seperti itu. Cepat ceritakan lagi kisah menarik itu. Aku takut jika Paman Liu melihat kita berdua hanya bergunjing, maka dia akan memarahi kita”
“Okok…. Mari kita lanjutkan cerita itu…”
Shuniu lalu berbisik dambil terus berpura-pura sibuk….
“Sekte Hui Tianshi atau Sekte Malaikat Kelabu adalah sebuah sekte Suci yang pengikutnya dari ras jingling. Sekte ini lebih banyak melakukan pertempuran menggunakan cara-cara yang tidak masuk akal. Seperti misalnya mereka mampu mengeluarkan api dari mulut atau telapak seperti layaknya hewan magical beast”
“Mereka memang berlatih Teknik-teknik yang diluar kebiasaan praktisi Benua Penyaringan Dewa ini. Umumnya mereka mampu memanipulasi kekuatan alam didalam pertempuran. Teknik seperti itu dikenal sebagai sihir. Namun menurut Sekte Hui Tianshi, itu sama sekali bukan sihir. Melainkan kemampuan yang lebih kuat dari sekedar energi biasa, yang kemudian menciptakan semacam api, es dan lain-lain didalam pertempuran”
Sima Yong memperhatikan dengan seksama cerita yang dituturkan Shuniu. “Itu kemampuan kekuatan jiwa” katanya didalam hati
“Lalu… apakah fenomena yang anda maksudkan di Hutan Zainan itu dibuat oleh ahli dari Sekte Hui Tianshi?” tanya nya.
“Menurut kabar burung, Ketika Master Sekte kita ini pergi menyelidiki di lokasi bekas pertempuran tersebut… dia menyimpulkan bahwa fenomena bekas pertempuran adalah Tindakan salah satu pejabat tinggi di Sekte Hui Tianshi”.
“Tindakan melakukan fenomena badai salju seperti itu hanya dapat dilakukan minimal wakil pemimpin sekte” kata Shuniu.
“Aku mengerti….” Kata Sima Yong
“Jadi… kamu harus berhati-hati”
“Mengapa? Aku hanyalah orang biasa” kata Sima Yong
“Menurut informasi, sepertinya para ahli sekte suci itu memang sengaja mengunjungi Hutan Zainan untuk memburu Raja Kelelawar, salah satu pembunuh bayaran elit dari Organisasi Dong Xing”.
“Seperti yang sudah aku ceritakan kemarin, Raja Kelelawar di curigai bersembunyi di Gunung Tiankong Zhiguang ini. Bisa-bisa kamu menjadi sasaran pembunuhan Raja Kelelawar yang kejam itu” kata Shuniu menakut-nakuti Sima Yong.
“anda terlalu banyak berkhayal.. “ kata Sima Yong. Keduanya langsung berteriak keras bersamaan dan tertawa terbahak-bahak.
“Shuniu… dasar kamu tukang bergunjing..!!” tiba-tiba sebuah tangan menggampar kepala Shuniu yang langsung terbirit-birit pergi.
>>>>>>
Tiga hari pun berlalu, keadaan Kesehatan Sima Yong telah pulih 100%. Kultivasinya kini telah Kembali ke keadaan sebelumnya yaitu di ranah Alam Tanpa Batas bintang 5. Dengan kondisi stabil seperti saat ini, Ketika dia melihat lautan energi Qi di dantiannya yang bertambah dua kali lipat, hati nya menjadi amat gembira. Kolam lautan itu terisi penuh dengan energi Qi.
“Aku harus mencoba kekuatan bar uku di ranah ini…” Sima Yong bergegas keluar dari rumah sederhana itu. Tujuannya adalah Hutan Zainan. Daerah sepi itu sangat cocok untuk mencoba kekuatan baru tanpa dilihat siapapun. Keadaan menjelang tengah malam itu membantu nya menyelinap.
“Mungkin besok atau lusa aku akan berpamitan ke Paman Liu. Perjalanan ku di Wilayah Tengah ini tidak bisa terhenti di bagian dapur Sekte Terang ini” pikir Sima Yong. Ketika dia keluar rumah, sepertinya Paman Liu juga belum balik dari dapur Sekte. Sejak pagi memang Paman Liu tidak kelihatan.
>>>>>>
“Duar…” bunyi ledakan terdengar Ketika Sima Yong melambaikan tangan kearah bukit batu dihadapannya.
“Kekuatan ATK ku kini 4.300.000 jin???” teriak Sima Yong dengan takjub
“Itu benar-benar meningkat sebanyak dua kali lipat??” masih tidak percaya dengan penglihatannya.
“Dantian yang meluas dua kali lipat ini benar-benar memberiku ku kekuatan yang jauh diatas ranah kultivasiku……” masih dalam tatapan tak percaya, dia mulai mempraktekkan beberapa Teknik pedang.
“Duar…”
“Duar…”
__ADS_1
demikian bunyi ledakan yang ditimnulkan kekuatan 4.300k jin itu …
Seperti diketahui, kekuatan ATK SIma Yong sebelum kejadian kecelakaan, di ranah yang sama adalah 2.150.000 jin. Kini setelah mengalami perombakan di seluruh meridiannya,nilai ATK yang dia miliki betul-betul meningkat menjadi 4.300k jin.
“Dengan kekuatan sebesar ini, aku bahkan dapat bertarung melawan Praktisi ALam Pencerahan Suci awal” pikir Sima Yong dengan gembira.
(ket : APS awal adalah bintang 1 sd 4. APS menengah adalah bintang 5 sd 8. APS puncak adalah APS bintang, 9 (mortal), 10 (bumi), 11 (surgawi), 12 (immortal/abadi).
Ditengah kegembiraan itu, Sima Yong ingin melihat efek penambahan kekuatan terhadap kecepatan geraknya….
“Kalau begitu, mari kita berjalan-jalan mencoba kemampuan kekuatan besar ini” kata Sima Yong dengan gembira.
Sayap Nirwana kuning yang besar itu segera terbentang, dan sekali dia mengepakkan sayap…
”Wushh” tubuhnya melesat dengan kecepatan yang belum pernah dia rasakan. Saat itu juga tubuh itu lenyap dari Hutan Zainan dan hanya menyisakan bayangan kuning efek Sayap Nirwana.
Sima Yong terlihat begitu gembira, dia mengepak kan sayap kuning lebih kencang lagi itu dan tubuhnya membelah langit, meluncur menembus kegelapan.
“Wusshh…”
>>>>>>
Sebuah bayangan kuning itu melesat membelah angkasa dan menembus awan tampak berputar-puttar. Itu adalah Sima Yong yang tengah berputar-putar sambil mencoba kekuatan baru nya dengan memukul secara acak di angkasa. Pedang Naga Air berwarna emas menambah angker penampilannya. Sekilas dia terlihat seperti Malaikat Maut dengan pedang menyala ditangan.
Tanpa terasa waktu malam semakin larut. Sima Yong merasa uji coba kekuatan telah cukup. Dia memutuskan untuk Kembali tempat tinggalnya dan akan berdiskusi dengan Paman Liu mengenai rencananya menjelajahi Wilayah Tengah ini.
“Mungkin sekarang Paman Liu telah Kembali dan tengah bingung mencari keberadaan ku” dia tidak ingin membuat bingung Paman Liu yang selama ini telah demikian baik kepadanya. Kebaikan yang telah menolongnya dari Hutan Zainan Ketika terkapar sendirian akibat bencana badai ruang angkasa.
Bayangan kuning itu kemudian kbali membelah malam, dan terlihat melintasi Gunung Tiankong Zhiguang. Tujuannya terkunci ke bagian dapur Sekte Cahaya Terang.
“Bip…!!”
“Pertempuran… itu adalah sebuah pertempuran” bisik Sima Yong dari angkasa. Saat itu dia melihat cahaya berpendar di bagian lain Puncak Gunung Tiankong Zhiguang.
“Sepertinya pertempuran itu adalah pertempuran diantara dua praktisi setidaknya Alam SAINT”.
“Aku harus pergi melihat peristiwa langka itu” Rasa [enasaran mengalahkan rasa takut untuk menonton pertempuran itu.
>>>>>>
Pertempuran diantara kedua praktisi Ahli SAINT itu dilakukan dari jarak jauh, dimana mereka berdiri kira-kira 100 meter jaraknya. Terlihat Ketika semua serangan yang dilakukan adalah melalui Gerakan tangan yang kemudian memberi fenomena dan efek sangat dahsyat.
“Astaga…. Kekuatan yang dikeluarkan dua ahli itu paling kurang berada di kisaran 7.600.000 jin atau lebih” bisik Sima Yong penuh kekaguman.
Perasaan bangga yang tadinya melanda dirinya Ketika mencoba kekuatan baru, seketika menjadi sirna. Dia sendiri jika berdiri di hadapan dua ahli SAINT seperti itu, dengan kekuatan 4.300.000 jin miliknya. Itu hanya terasa seperti lelucon dihadapan Ahli SAINT.
“Memang benar kata pepatah, selalu saja ada langit yang lebih tinggi. Dua praktisi SAINT ini benar-benar membuka mataku hari ini” Sima Yong berdebar-debar menyaksikan pertarungan ahli tingkat tinggi itu.
“Tiga Jalan Cakra Bianfu”
Pria yang seluruh tubuhnya diselubungi pakaian hitam yang hanya menampakkan biji mata itu mengeluarkan sebuah Teknik aneh yang dia sebut Tiga Jalan Cakra Bianfu.
Tubuh pria berbusana hitam itu tiba-tiba berubah menjadi gulungan badai angin taufan yang menderu-deru dengan amat dahsyat. Angin Taufan itu dengan ganas mengunci kearah lawan nya yaitu pria dalam balutan pakaian putih yang mengenakan kerudung putih.
Pria berkerudung putih itu tidak tinggal diam ketika merasa dirinya telah dikunci dengan Teknik Ajaib bernama Tiga Jalan Cakra Bianfu. Dia terlihat sibuk merapalkan mantra.
Sebuah tameng raksasa berwarna merah menyala, yang sepertinya benda roh tiba-tiba muncul dihadapannya. Perlahan tameng itu membesar lalu berputar mengelilingi pria itu dengan amat cepat.
“Duaar… ledakan dahsyat terdengar Ketika benturan Taufan Dahsyat bertemu dengan tameng roh itu.
Sebuah cakar raksasa menyerupai cakar kelelawar malam mencuat dari sisa angin taufan dahsyat dan menyelinap menghantam dada pria berkerudung putih itu.
“Dukk..!!”
Pria berkerudung putih itu terlempar kebelakang sambil memuntahkan seteguk darah.
“Hahahahaha….. semudah itu menghabisi wakil pemimpin Kuil Teratai Putih….” Pria berbaju serba hitam itu tertawa terbahak-bahak memecah kesunyian malam. Tubuh dalam balutan jubah hitam itu terasa semakin mengerikan. Ada aura ganas yang terpancar dari tubuhnya.
“Blupp…” tawa pria berbusana hitam itu terhenti ketika tanpa terduga sebuah pedang roh menancap didadanya. Dia masih beruntung bahwa pedang itu tidak tepat mengenai jantungnya.
Pria berjubah hitam besar itu jatuh terduduk. Sinar matanya terlihat seakan akan tidak percaya ada sebuah pedang menembus dadanya.
__ADS_1
“Hahaha…..” kini berbalik pria berkerudung putih itu yang tertawa terbahak-bahak.
“Raja Kelelawar sang pembunuh nomor satu di benua ini akhirnya akan meregang nyawa ditanganku” pria berkerudung putih itu kini berdiri dengan tegak sambil menatap kearah Raja Kelelawar. Raja Kelelawar masih terduduk sambil memegang dadanya. Darah mulai mengalir….
Akan tetapi pria berkerudung putih itu tiba-tiba dibuat kaget. Raja Kelelawar secara tiba-tiba berdiri seakan tidak terjadi sesuatu yang kritis dengan dirinya…
“Cih… segala macam Teknik pedang rendah Kuil Teratai Putih kalian itu, tidak akan pernah dapat mengambil nyawaku”
Mata Raja Kelelawar terlihat lebih mencorong dibalik topengnya. Dia bersikap seolah-olah akan mengambil Tindakan menyerang ….
“Tahan……”
“Apakah kamu takut? Iblis Kuil Teratai Putih??”
Sambil mendengus dingin, pria berkerudung putih itu menjawab…
“Tidak perlu sekarang kita saling membunuh. Aku perpikir Perayaan Hari Suci Kuil Teratai Putih nanti adalah saat yang tepat. Kita berdua dapat melakukan duel disaksikan seluruh praktisi ternama dunia ini”
“Terlalu sia-sia jika kita menghabiskan tenaga tanpa ada yang menyaksikan peristiwa agung duel hidup mati diantara kita. Tidakkah anda membutuhkan saksi ahli yang nanti dapat membuat kisah-kisah dongeng tentang siapa yang terkuat diantara kita berdua?? Raja Kelelawar ataukah Imam Kuil Teratai Putih???” Pria kerudung putih itu Kembali tertawa keras…..
“dengarkan baik-baik…. Di Hari Raya Suci Kuil Teratai Putih nanti, aku Wakil Ketua Sekte Kuil Teratai Putih yang agung…. menantang mu untuk duel hidup dan mati dihadapan seluruh praktisi dunia ini. Perayaan suci itu tepat 3 bulan dari sekarang. Janji pertemuan adalah di Sungai Berlumpuri.” kata kerudung Putih
“Apakah kamu Raja Kelelawar berani menerima tantanganku??”
“Hahahaha…..”
“Jika kamu membutuhkan saksi untuk memvalidasi siapa yang terkuat diantara kita… aku setuju. Lalu temui aku di Sungai Berlumpur nanti. Jangan lupa mengundang sebanyak mungkin ahli dunia beladiri ini agar dapat menjadi saksi siapa yang terhebat diantara kita….” Raja Kelelawar mengibaskan jubah hitamnya dan tubuhnya lenyap Bersama asap hitam.
Setelah tubuhnya lenyap, yang tersisa dari Raja Kelelawar hanyalah suara tawa yang semakin lama-semakin samar. Pria berkerudung putih itu masih berdiri tegak sambil memasang senyum kemenangan.
“Hoekks….” Sepuluh menit kemudian dia terduduk sambil berulang kali memuntahkan darah segar. Sepertinya dia dalam keadaan sekarat.
“Iblis kelelawar itu betul-betul bajingan yang amat kuat”.
“Teknik Cakra Bianfu miliknya barulah jalan pertama yang dia pakai. Jika saja dia mengeluarkan cakra ke dua dan ketiga, mungkin aku sudah mati” pria berkerudung itu berbicara sendiri.
Sesudahnya dia bersiul dengan keras, lalu seekor Rajawali raksasa muncul dari langit. Rajawali itu dengan hati-hati merunduk dan membiarkan pria berkerudung itu tertatih-tatih naik kepunggungnya. Setelah mengepak kan sayap nya, kedua mahluk itu menghilang di balik kegelapan angkasa malam.
Sima Yong keluar dari persembunyiannya…
“Berbahaya sekali. Sungguh amat berbahaya kekuatan ahli-ahli Alam SAINT. Dihadapan praktisi sehebat itu, aku bukanlah apa apa” Sima Yong kemudian melompat ke udara, membentangkan Sayap Nirwana dan terbang ke Sekte Cahaya Terang.
Akhirnya pagi kini menjelang, Sima Yong sementara mempersiapkan diri untuk pekerjaan di dapur. Diketuknya pintu kamar Paman Liu.
“Paman Liu… bangun. Sudah waktunya pergi kedapur sekte. Anda belakangan ini sering terlambat bangun?” Sima Yong yang sejak kemarin memang belum melihat keberadaan Paman Liu mengoceh sendirian menunggu Paman Liu keluar dari kamarnya.
Lima belas menit berlalu, dia berulang kali mengetuk pintu kamar itu. Namun tidak terdengar reaksi jawaban dari dalam. Sima Yong semakin curiga dengan keadaan orang tua itu. Samar-samar dia mendengar suara rintihan dari dalam kamar.
“Braakk…!!!” Sima Yong menendang pintu kamar Paman Liu dan menghambur masuk kedalam kamar itu.
“Paman… maafkan ak…………” kata-katanya terhenti melihat pemandangan di depan mata0
Pria muda itu terdiam dan tertegun. Sosok yang tengah duduk bersila bersimbah darah diatas tempat tidur Paman Liu adalah sosok berpenampilan “Raja Kelelawar” yang semalam dia lihat. Dalam ketidak percayaannya, dia memegang jubah itam berlumuran darah. Topeng raja kelelawar tergeletak di lantai…
Kembali Sima Yong mengusap usap matanya. Benarkah itu adalah Paman Liu??? Benrakah Paman Liu adalah sosok Raja Kelelawar… salah satu pembunuh yang paling ditakuti di benua ini?
Sambil merintih pelan, Paman Liu berbisik pelan nyaris tak terdengar….
“Yong Jie…. Ini aku”
Sima Yong tidak dapat berkata-kata lagi. Pakaian itu, luka dan pedang yang tertancap di dada itu… itu adalah luka Raja Kelelawar yang bertempur semalam.
Dengan berhati-hati dan lembut dia bertanya…
“Paman…. Apakah anda adalah sosok Raja Kelelawar ysng legendaris itu??” bisik Sima Yong yang langsung memapah pria yang kini terlihat semakin layu dan tua karena kehabisan darah itu…….
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1