
...ARC 3. KISAH DUNIA PERMAINAN...
“Jika dibandingkan dengan Tuan Muda yang meskipun adalah manusia, namun baptisan Naga Es Ti Lung di Pesta Perayaan Aran Megil telah membuat darah Tuan Muda menjadi darah murni Elf bangsawan. Keturunan seperti ini sangatlah langka keberadaannya. Kami tidak dapat memanggil anda dengan sebutan lain selain sebutan Tuan Muda”
Ren Fu mempertegas dirinya tidak akan mengubah panggilan kepada Sima Yong, dan diikuti cucunya Ren Fengguang memanggil Sima Yong dengan sebutan tuan muda. Sima Yong sendiri meski merasa risih namun pada akhirnya menyerah dengan kedua kakek dan cucu itu.
Maka sejak hari itu, mulailah Sima Yong melakukan pemulihan diri di rumah seorang keturunan Elf di benua Kota Penyaringan Dewa. Perasaan hormat dari kedua kakek dan cucu itu semakin dalam setelah Sima Yong menjelaskan Namanya adalah Sima Yong, yang dia pakai sebagai amanat dari Masternya Suma Chen yang adalah bangsawan murni kaum Elf di Benua Silver.
Seringkali pada malam ketika Ren Fu telah selesai bekerja dia sering duduk dan berdiskusi dengan Sima Yong (Ren Fu memiliki toko kecil yang menjual array dan perlengkapannya di Kota Selatan).
Suatu hari ketika malam tiba, dibawah sinar dua bulan yang menyinari Benua Kota Penyaringan Dewa, mereka bertiga menikmati santap malam berupa sayur-sayuran, biskuit dan air dingin. Ren Fu mulai bercerita dan menjelaskan semua pertanyaan Sima Yong yang beberapa hari ini belum sempat dia ceritakan. Sima Yong memang menutup diri demi penyembuhan dan tidak mau diganggu.
“Benua Kota Penyaringan Dewa ini adalah benua transit ketika kaum Elf dimasa lalu mencoba untuk menuju ke Alam Para Dewa. Pada waktu itu semua Elf yang akan menyeberang ke Valinor mengira bahwa mereka akan langsung memasuki dunia para dewa setelah melewati array di Pegunungan Biru. Dan perkiraan itu ternyata salah besar”.
“Setelah melewati array di Pegunungan Biru, semua Elf pada kenyataannya di tempatkan di Benua Kota Penyaringan Dewa ini terlebih dahulu. Lalu kemudian untuk memasuki ranah dimana Para Dewa dan kaum abadi tinggal, semua Elf wajib mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan di Kota Tengah (merujuk pada Wilayah Tengah Benua ini)”.
“Di Kota Tengah itu diberlakukan uji coba kemampuan, baik kemampuan sihir (jiwa) dan kultivasi. Hanya kaum terpilih yang telah mencapai keabadian atau memiliki bakat untuk menjadi abadilah yang akan mendapat rekomendasi Perwakilan Klan ras di tanah suci Kota Tengah, dan selanjutnya berpindah ke Alam Para Dewa”.
__ADS_1
“Menurut perwakilan ras Elf di dunia transit ini, tidak ada tempat untuk kaum lemah di Alam Para Dewa sana. Perwakilan Klan tidak mengharapkan kaum lemah akan memenuhi Dunia Para Dewa, dan merepotkan klan. Adapun demikian, di Alam Dewa sana… ada berbagai macam klan ras Elf mulai terlemah hingga yang terkuat. Sehingga ujian saringan seperti itu diberlakukan atas permintaan klan-klan di Alam Dewa sana”
“Dapat dibayangkan… dari ribuan Elf yang begitu antusias untuk berpindah ke Alam Para Dewa itu, hanya terdapat setengahnya yang lulus ujian untuk berpindah. Kaum Elf yang tidak lulus ujian, harus hidup di Benua Penyaringan Dewa ini, untuk bersaing dengan berbagai macam ras dan meningkatkan kultivasi atau kemampuan sihir”
“Di Benua ini juga terdapat beberapa ras yang mereka panggil sebagai berikut; ras Judade (Raksasa), airen (kurcaci), Nanren (manusia), Jingling (Elf) dan mogui (iblis). Masing-masing ras ini hidup bersaing di Benua Kota Penyaringan untuk menjadi yang terkuat kultivasinya. Setelah menjadi terkuat dari ras masing-masing, maka mereka akan di kirim ke tanah suci untuk melewati uji coba di klan sesuai ras masing-masing”
“Ketika gagal melewati ujian di perwakilan Klan Tanah Suci, maka setiap orang diberi kesempatan mengulang dua kali. Jika gagal untuk ketiga kali, maka selamanya tidak akan memiliki kesempatan untuk mengikuti tes menuju Alam Dewa lagi. Artinya, Benua Kota Penyaringan ini adalah tempat terakhir kaum gagal ini hidup hingga pada akhirnya mati”
“Kesempatan untuk menjadi abadi atau hidup hingga 5000 tahun akan hilang seketika. Meskipun demikian, masing masing orang seharusnya cukup bersyukur karena dunia dengan kondisi dua matahari dan dua rembulan ini, memberi efek energi yang baik sehingga rata-rata penghuni benua ini dapat hidup hingga 700 tahun. Itu masih
lebih lama dibanding Benua Silver Bukan?”
“Namun jangan dikira semua orang dapat masuk ke area pelatihan yang mengandung energi tinggi itu dengan bebas. Diperlukan point pertempuran untuk bisa berpartisipasi didalam fasilitas-fasilitas peningkatan kultivasi seperti itu”.
“Point pertempuran adalah point yang diperoleh Ketika seseorang bertanding di arena Kota melawan masing-masing peringkat arena, dan menang. Semakin memenangkan pertempuran dan berada di posisi tinggi, semakin besar reward dan point yang tuan muda terima. Jika kalah maka point kamu akan berkurang”.
“Selain arena seperti itu, kami juga harus menjalankan misi pertempuran melawan Demon Beast berbahaya di ujung-ujung dunia, juga dapat memberikan point bagi seseorang untuk kemudian di pakai di sarana-sarana pelatihan peninggalan Alam Dewa. Menjalani pekerjaan sebagai tentara bayaran untuk berperang juga dapat memberi point kepada seseorang”.
__ADS_1
“Adapun untuk pembelian pil penambah budidaya, dijual dengan harga yang teramat tinggi di benua ini. Profesi seorang alkemis sangatlah membantu untuk memperoleh Batu Manna Biru. Sayang sekali, ketrampilan array seperti yang aku keturunan Jinling (Elf) kuasai, tidak terlalu dihargai di Benua ini”.
“Pekerjaan Alkemis yang menguntungkan itu kebanyakan datang dari kaum nanren (manusia) dan sedikit dari kaum jinling (Elf)” Ren Fu menampakkan wajah murung mengingat dia adalah Master Array yang hebat.
Lalu dia melanjutkan…
“Oleh karena profesi Array Master tidak terlalu dihargai, kami kaum Jinling hanya dapat menjadi golongan minoritas di Benua yang di dominasi oleh Kaum Judade (raksasa) dan Kaum Mogul (iblis). Kedua kaum itu sepertinya memang terlahir dengan fisik dan kemampuan berkultivasi dengan cepat dibanding kami Jinling dan kaum Nanren”
“Karena itu, aku meski adalah seorang Master Array akan tetapi di benua ini aku hidup serba berkekurangan. Aku hanya membuka sebuah toko kecil di Kota Selatan dengan pelanggan dari Klan Judade dewa”
Sima Yong berusaha menyerap semua informasi yang diberikan Ren Fu itu. Kepalanya menjadi sedikit pusing karena kisah yang rumit itu. Ternyata untuk memasuki Alam Dewa diperlukan melewati ujian khusus lagi. Dia kemudian mencoba Menyusun rencana.
Bukankah dunia ini cocok untuk dia melatih diri sebagai praktisi dan meningkatkan budidayanya? Dia memiliki rahasia Totem Elf yang harus dia pelajari, dia akan berlatih Teknik array kaum Elf langsung dari Master Array Ren Fu ini, ….
Ah…. banyak hal yang menimbulkan manfaat kemajuan kultivasinya, ketika dia memikirkan dunia Benua Kota Penyaringan Dewa ini. Dan nanti ketika nanti aku balik ke Benua Silver lima tahun kedepan, pada saat itu setidaknya aku sudah harus berada di ranah Alam Pencerahan Suci,
“iblis tua Mao Po Sin,… tunggu saja Ketika aku telah berada di ranah Alam Pencerahan Suci nanti….” Sima Yong tersenyum didalam hati.
__ADS_1
*Bersambung*