Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Simbol Penghancuran II


__ADS_3


“Alkemis Sima Yong.. tolong aku…” Ouyang Piao menjerit Ketika dia merasa tubuhnya tersedot kedalam pusaran angin berenergi tinggi itu. Sima Yong tidak dapat membantu ketika dia melihat Ouyang Piao terseret kedalam pusaran angin untuk bergabung dengan orang-orang di area pertempuran tadi.


Sima Yong sendiri ketika itu tengah berusaha dengan cepat untuk pergi dari tempat itu. Dia mengerahkan kemampuan terbang menggunakan sayap. Ketika sayapnya terbentang… Sima Yong terbang dan melesat dengan cepat menuju kearah Barat. Hatinya menjadi gundah Ketika mengingat nasib Ouyang Paio yang telah lenyap ditelan pusaran angin itu.


Ketika Sima Yong sementara terbang menuju Barat dia merasa bahwa penerbangannya telah sangat jauh meninggalkan tempat pertempuran dua jenius Klan Lai dan Xia itu. Namun tiba-tiba dihadapannya muncul sosok hewan raksasa berbentuk burung yang demikian besarnya. Hewan iblis itu menukik cepat dari langit.


“Astaga… “ Sima Yong menaksir bahwa hewan iblis berbentuk burung itu memiliki kultivasi setara dengan ahli Saint untuk ukuran kultivasi di Benua Silver. Ketika Sima Yong masih terpana melihat kearah mata hewan iblis itu, tanpa diduga Hewan iblis itu mengepakkkan sayap nya yang menimbulkan energi dahsyat menerpa Sima Yong.


Sima Yong kemudian terlempar sangat jauh kearah pusaran angin yang telah menelan banyak orang itu. Dia bergabung Bersama orang-orang yang telah ditelan pusaran angin.


Tampak tubuh Sima Yong lenyap didalam arus pusaran angin berenergi besar. Setelah lima menit berlalu, keadaan kembali tenang. Arus angin raksasa itu menghilang. Hewan iblis berbentuk burung itu juga pergi, seperti menghilang dibalik bintang.


******


Sima Yong terbangun dari kondisi ketidak sadarnya. Saat itu kedua kakinya merasa kesemutan. Dia mencoba untuk bangun kemudian duduk. Akan tetapi seluruh tulang-tulang nya terasa remuk karena dia cidera berat disaat terlempar didalam pusaran angin raksasa itu. Buru-buru dia mencari pil penyembuh dari dalam cincin tata ruang nya, lalu melempar beberapa pil sekaligus kedalam mulutnya.


Sambil mengatur pernafasan dia mencoba mengalirkan semua khasiat pil untuk langsung melintasi seluruh meridian yang terlihat kacau balau karena terluka didalam arus angin raksasa. Dibutuhkan waktu berisitirahat selama seminggu setelah mengkonsumsi berbagai pil penyembuhan, sehingga Sima Yong merasa kondisinya kembali pulih. Selama masa penyembuhan, Sima Yong tetap berbaring di tanah.


Sima Yong benar-benar hanya tergeletak diatas hamparan tanah berbatuan menerima angin, hujan dan matahari tanpa bergerak sedikitpun. Dia benar-benar menghemat setiap energi yang dimiliki demi pemulihan tubuh.


Beruntung sekali dia mengenakan jubah hadiah Elf tua yang ditenun dengan sebuah nyanyian. Baju itu memberi efek membersihkan diri sehingga dia tetap terlihat seperti telah mandi dan mengenakan pakaian baru.


Setelah keadaannya pulih 100%, Sima Yong kemudian berdiri dan mencoba mencari tahu dimana dia berada. Tidak disangka sama sekali, hasil pengamatannya menunjukkan kira-kira pada jarak satu kilo ada sesuatu yang mengejutkan. Kejutan itu adalah dia menemukan banyak sekali mayat manusia bergelimpangan di tanah kering itu.

__ADS_1


Ketika Sima Yong mencoba mengidentifikasi semua mayat yang dia temui, tidak satupun mayat mayat itu orang yang dikenalinya. Sima Yong menjadi muram. Dia memikirkan nasib Ouyang Piao yang tidak diketahui keberadaannya.


Dia bergegas akan meninggalkan tempat itu dan sesuatu penampakan terlihat di arah kejauhan puluhan kilometer. Semacam energi panas raksasa memancar keluar dari tanah dan terlihat seperti arah kekuatan energi itu mengarah ke dua Matahari dilangit.


“Betul-betul kekuatan energi yang maha dahsyat seperti disedot oleh satu Matahari, lalu Matahari yang satunya Kembali mengirimkan energi ke dalam tanah. Apakah ini adalah suatu Teknik yang dilakukan secara Ajaib oleh kedua Matahari dan dunia untuk saling bertukar energi? Saling mempertahankan kehidupan antara dunia yang tua dengan dua matahari yang terlihat letih itu?”


Sima Yong dengan ketakutan mencoba menerka-nerka apakah gerangan penampakan yang terjadi dihadapannya itu. Semakin dipikir semakin ngeri rasanya. Sekali terpapar energi yang tersebut, dia menjamin kalau mahluk hidup apapun akan berubah menjadi debu.


“Mari kita pergi jauh-jauh dari tempat ini…”


Sima Yong kemudian berlari kearah Barat. Menurut perhitungannya dirinya terseret arus angin raksasa sejauh ribuan kilometer dari tempat sebelumnya. Setelah berlari sekitar 5 jam tanpa henti, Sima Yong dikejutkan dengan kemunculan sesosok hewan iblis yang rupanya telah ribuan tahun menyerap energi dunia kacau  ini sehingga telah bermutasi menjadi sosok mayat hidup.


Hal itu dapat diidentifikasi dari penampakan wajah mahluk itu, yang setengah masih berbentuk kera dan setengahnya adalah bentuk wajah mayat hidup. Mayat hidup itu tanpa diduga-duga menjeritkan kata-kata sambil menyerangnya,


“Darahh…!!”


“Kekuatan mahluk mutant ini seperti kekuatan seorang praktisi Alam Raja Bintang Delapan. Aku bukan lawan mahluk ini”


Sima Yong berpikir untuk menggunakan gabungan kekuatan jiwa dengan Niat Pedang dan menghancurkan mutant ini dalam sekali serangan. Dia merasa telah dirugikan waktumya pada saat dirinya terbawa arus angin raksasa. Jangan-jangan jenius-jenius lainnya telah berada di Istana Pegunungan Biru dan memanen sumber daya penting.


Ketika tangan Sima Yong melambai melempar rangkaian kekuatan jiwa berisi Niat Jiwa Seratus Kesengsaraan Samsara, Pedang Hati Rembulan telah terhunus dan dalam kecepatan tinggi mengunci di arah dada mahluk mutant itu.


“InterpretasiNiat Pedang”


Mahluk mutant itu terdiam sejenak didalam perangkap jiwa Seratus Samsara, dirinya terpesona membayangkan masa kecilnya, masa Ketika dia menghirup semua kekuatan aneh dunia kacau ini…. Mahluk itu tidak menyadari Ketika tebasan Pedang Hati Rembulan yang mengandung Interpretasi Niat Pedang telah dekat. Tepat pada saatnya, tubuh mahluk mutasi itu terbelah menjadi delapan dengan potongan yang terlempar ke berbagai arah.

__ADS_1


Sima Yong  memandang dingin kearah mutant yang terpotong menjadi delapan bagian. Ketika matanya memandang dengan teliti kearah potongan bagian tubuh mahluk mutant itu, sepotong benda tampak menarik perhatiannya. Benda itu keluar begitu saja dari dalam tubuh mahluk mutant itu.


“ini adalah…?” Sima Yong mengambil melempar-lempar benda berbentuk segel rumit yang diatasnya terpasang berbagai array kuno dengan symbol-simbol array.


Ketika Sima Yong sementara mengutak-atik segel rumit tersebut, tanpa diduga segel itu tiba-tiba memancarkan cahaya dan symbol-simbol array terlihat jelas disekeliling segel. Dengan terkejut dia berteriak….


“Bahaya… sepertinya aku telah mengaktifkan array di segel ini…”


Sima Yong bersiap-siap dengan kondisi terburuk yang akan ditimbulkan segel rumit itu. Pengalaman dirinya selama dua minggu didalam dunia yang letih ini, membuatnya lebih waspada lagi dengan kejadian-kejadian aneh tak terduga.


Array di segel yang dipegang Sima Yong itu semakin berpendar dalam rumus rumit, dan kemudian setelah benda berputar mengeluarkan semua symbol array, segel itu menghilang dan masuk kedalam tangan kanan Sima Yong.


Sima Yong menjadi sangat terperanjat. Dia berteriak lalu mencoba melakukan segala cara agar segel itu keluar dari tangannya. Dia membakar segel itu menggunakan Api Jiwa Hitam usaha itu sia-sia. Akhirnyanya dia mencoba pasrah.


Beberapa saat setelah segel itu menghilang kedalam tangan Sima Yong, dia merasa tangannya mulai agak panas. Satu menit kemudian dari rasa panas biasa, tangan kanan Sima Yong berubah menjadi nyeri. Lalu kemudian perasaan panas seperti terbakar melanda seluruh tubuhnya. Rasa panas itu adalah jauh lebih panas dibanding Ketika dia memperoleh warisan Api Hitam Pembakar Jiwa.


Dengan spontan Sima Yong merendam tangan kanannya kedalam gumpalan pasir ditanah. Bukannya mereda rasa panas itu, melainkan Sima Yong merasa bagaikan tubuhnya dibakar didalam api yang menurut perkiraannya bagaikan api neraka.


Sima Yong jatuh pingsan. Ketika dia terbangun… rasa panas membakar itu bukannya berkurang melainkan bertambah panas membakar. Pria itu Kembali jatuh pingsan. Sekali ini dia benar-benar pingsan dalam waktu yang lama. Sima Yong jatuh pingsan hingga dua hari lamanya.


Tanpa terasa dua hari telah berlalu, ketika Sima Yong siuman dari pingsannya dan dia merasa dirinya baik-baik saja.


“Aku berpikir semuanya terasa baik-baik saja…” buru-buru Sima Yong memeriksa tangan kanannya. Alangkah terkejutnya pria itu Ketika dia melihat di telapak tangan kanannya. Dua gambar Matahari kuno terukir di telapak tangannya dan sebuah huruf Elf kuno ikut terukir di tapak itu.


“Simbol Penghancuran Elf Suci…..”

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2