
Sima Yong melambaikan tangannya. Gulungan angin dingin terbentuk yang dengan cepat berubah menjadi tiga kutum bunga teratai es. Ketiga benda itu berkilauan indah namun terlihat mengancam dengan gerigi-gerigi di tipa kelopak bunga.
"Wush-wush-wush" tiga bunga teratai itu melesat cepat lalu dengan mudah menerobos menembusi dada tiga praktisi Sekte Du Hua. Tiga bunga itu ternyata hanya ilusi saja, namun efeknya amatlah mengerikan.
"Hoeks" ketiga nya langsung memuntahkan seteguk darah.
Wajah Du Manchu berubah pucat. Dia tak mengira bahwa hidupnya akan berakhir pada hari ini. Dia menatap mata Sima Yong dengan pasrah.
"Tuan Demigods... Du Manchu memang adalah praktisi jalur racun. Apabila tuan demigods merasa bahwa jalur beladiri kami berbahaya, silahkan anda membunuh Du Machu seorang. Akan tetapi, anak-anak serta kau perempuan di bawah sana bukanlah praktisi bela diri. Mohon anda berbelas kasihan kepada mereka yang tidak tahu apa-apa itu"
"Patriak.." desis dua orang pria yang berada di samping Du Manchu. Mereka sendiri dalam keadaan terluka akibat serangan tadi, namun berusaha untuk peduli dengan patriak mereka.
"Tuan... biarlah kami saja yang akan menemani anda hingga ajal, sepanjang anak-anak dan perempuan kami diberi kesempatan hidup" kata salah satu pria itu, mengikuti cara patriak mereka.
Sima Yong sekarang berbalik menatap Du Hua Kepala Sekte Racun itu. Biar bagaimanapun dia merasa kagum dengan keberanian master sekte yang tidak takut mati, dan bersedia menyerahkan nyawanya dan melindungi anak-anak serta kaum wanita.
"Kalian bertiga tidak perlu repot-repot meminta aku menghabisi nyawa kalian. Pukulan Telapak Es Teratai Salju tadi telah membekukan semua organ bagian dalam tubuh kalian. Dalam tiga hari kedepan, satu demi satu organ kalian akan membeku menjadi kristal es"
"Kemudian di susul dengan batuk-batuk darah, pertanda organ pernafasan kamu mulai membeku. Pada hari kelima, paru-paru kalian ankan berubah menjadi kristal es dan di saat itulah nyawa kalian akan pergi dari dunia fana ini, tentu saja dengan tersiksa terlebih dahulu, seperti orang yang di cekik" Sima Yong mengakhiri ceramah teknik telapak teratai es, diikuti dengan wajah yang berubah menjadi pucat pasi dari ketiga orang ahli di hadapannya.
Mendengar penjelasan demigods itu, buru-buru Du Manchu mencoba untuk mengalirkan energi Qi keseluruh meridian nya.
Wajahnya bertambah pucat dia merasakan kebekuan di beberapa aliran darahnya. Bahkan tubuhnya kini terasa menggigil tatkala kekuatan Qi-nya berusaha menerobos kebekuan di beberapa meridian itu.
"Aku telah keracunan Telapak Es Teratai Salju.." Wajah Du Manchu bertambah pucat.
Demikian juga halnya dengan dua penatua Sekte Du Hua yang tengah melayang itu. Mereka mencoba hal yang sama dan mulai merasakan kebekuan di beberapa aliran merdian. Wajah keduanya juga berubah menjadi putih.
Sima Yong berkata dengan dingin,
"Aku bukanlah sebangsa kaum pembunuh berdarah dingin yang akan membunuh orang tanpa sebab. Aku akan memberi kamu kesempatan memperbaiki semua, karena ku dapati memang Sekte kalian tidak pernah muncul terang-terangan dantidak terbukti meracuni masyarakat umum"
Sima Yong membuka tangannya dan tampak tiga butir pil. Dari kejauhan saja telah tercium aroma yang harum. Mata ketiga ahli itu terbelalak penuh harapan. Dengan cepat Du Manchu berkata,
"Tolong katakan syarat nya Tuan Demigods" suara Du Manchu kini terdengar dalam nada penuh harapan hidup.
"Sesungguhnya pil ini tidak akan menyembuhkan kalian dalam seketika. Pukulan Telapak Es Teratai Salju adalah pukulan unik yang mengandung sihir. Namun kamu beruntung masih terkena serangan telapak".
__ADS_1
"Jika saja aku menggunakan pedang, hm.. meskipun kamu di obati menggunakan pil ini, aku kawatir semua pengorbananmu dalam berkultivasi ratusan tahun itu akan berubah menjadi mimpi buruk. Serangan Pedang Teratai Salju umumnya akan memberi dua efek khas, mati atau cacat menjadi kaum mortal, dan kamu dapat pensiun sebagai kultivator"
Ketiga ahli Sekte Du Hua saling berpandangan, keringat dingin menetes di dahi. Sekejam-kejam nya serangan racun mereka, paling-paling lawan akan langsung mati.
Namun serangan Pukulan Teratai Salju ini menghukum praktisi untuk menjadi kaum mortal biasa. "Oh tidak" pikir Du Manchu, bagi seorang Kultivator, tatkala kehilangan semua kemampuan untuk menempuh jalur Keabadian, lebih baik mereka mati dari pada hidup terhina menjadi kaum mortal lagi.
"Du Manchu dan dua penatua Sekte Du Hua menanti persyaratan yang di ajukan Demigods" sekali lagi Du Manchu berbicara dengan sopan.
Merasa puas dengan tekanan yang dia berikan, Sima Yong menjelaskan persyaratannya.
"Aku meminta kalian menghentikan dukungan terhadap Pangeran Ju Kai di Kerajaan Rajawali Agung".
"Sehubungan dengan itu, pengobatan untuk sembuh 100 persen dari Pukulan Teratai Salju ku, adalah selalu menkonsumsi pil yang aku buat ini. Namun teknik terapi nya adalah dilakukan 5x mengkonsumsi pil dengan jarak tiap 6 bulan sekali satu pil"
"Sisa pil ini, masing-masing 4 kali perawatan akan aku titipkan ke Pangeran Ju Qin, calon Putra Mahkota Kekaisaran. Karena mulai sekarang kalian harus mendukung Pengeran Ju Qi, dan lupakan Ju Kai"
"Mengenai semua kebutuhan hidup Sekte Du Hua kalian, mulai sekarang akan di kelola oleh orang-orang Pangeran Ju Qin. Pangeran Ju Qin yang akan mendistribusikan kebutuhan kalian, tentu saja dengan kalian melakukan transaksi penjualan bahan-bahan pengobatan"
"Jangan pernah mencoba-coba untuk menyeleweng. Muridku Jiang Fai, seorang Ahli Alkimia yang akan meneliti semua transaksi perdagangan dengan kalian" Sima Yong menujuk kearah Jiang Fai yang berdiri di anjungan perahu.
"Du Manchu tidak berani untuk melakukan tindakan yang diluar ketentuan. Tuan Demigods telah begitu baik mengampuni jiwa kami bertiga"
"Baiklah jika kamu menyetujui syarat yang aku katakan tadi" tangannya di lambaikan dan tiga melesat dengan cepat menuju tiga praktisi sekte Du Hua.
Buru-buru mereka bertiga langsung menelan pil yang di berikan Sima Yong. Beberapa saat setelah mereka mencoba mengalirkan energi ke seluruh dantian, hal itu terasa berubah. tidak ada lagi hambatan di seluruh pembuluh darah akibat kebekuan organ tertentu. Wajah ketiganya menjadi berseri-seri lagi.
"Perlu aku peringatkan, setelah terkena pukulan Teratai Salju yang mengandung sihir itu, kalian akan menggigil di malam hari diantara kentongan pertama ketika hingga matahari terbit nanti".
"Cara terbaik untuk menghindari rasa dingin seperti itu adalah menghindari keluar dimalam hari dan terkena langsung sinar rembulan malam".
"Bulan yang bersifat dingin itu akan memicu rasa dingin akibat racun Teratai Salju yang belum bersih di seluruh organ tubuh. Jika kamu memaksa untuk berjalan di bawah sinar rembulan, jangan salahkan aku jika kamu akan mati membeku karena jantung kamu berubah menjadi es"
Kata-kata terakhir dari Tuan Demigods itu seperti guyuran air es yang membuat ketiga nya terdiam kaku. Kini mereka benar-benar takluk dan harus mengikuti apa yang di katakan demigods itu.
"Hahaha..." suara Sima Yong tertawa dengan keras ketika melihat wajah-wajah pucat dari tiga praktisi itu. Senang rasanya dapat membuat orang-orang yang ahli didalam racun, menjadi ketakutan ketika di takut-takuti dengan racun.
"Tidak perlu kamu setakut itu. Hal itu, menggigil kedinginan di malam hari hanya akan terjadi ketika bulan purnama saja. Karena saat itu bulan seutuhnya bundar dan hawa dingin yang di pancarkan menjadi ratusan kali lebih kuat dibanding biasanya"
__ADS_1
Ketiga praktisi itu kini terlihat lega. Du Manchu lantas menanyakan nama Demigods itu,
"Tuan Demigods, bolehkah kami mengetahui nama anda? agar kami dapat menyebut nama anda dengan lengkap"
"Namaku Sima Yong. Apakah anda pernah mendengar nama itu sebelumnya?" tanya Sima Yong.
Ketiga praktisi itu saling berpandangan. Nyata benar jikalau mereka sangat terkejut lalu saling mengangguk kepala.
"Terimalah hormat kami Tuan Sima Yong. Nama anda telah menggetarkan Dunia sungai telaga di Wilayah Tengah hingga ke Timur itu? Siapa menyangka bahwa demigods yang menjambangi Sekte Du Hua ini adalah Tuan Sima Yong yang terkenal itu"
******
Sima Yong mengikuti ketiga orang itu, memenuhi undangan Du Manchu untuk mendengar kisah tentang Sekte Rahasia di Barat dan Sekte Super "Gerbang Suci" di Utara yang meminta mereka menawan Gadis pembawa artefak kuno dari Utara.
Kedua Sekte rahasia itu ternyata memiliki misi untuk saling membantu.
Sekte Rahasia di Barat sana, saat ini sedang melatih seorang jenius mereka untuk menjadi sosok tak tertandingi berkemampuan menjadi Semidevil agar sekte itu di akui sebagai Sekte Super di Barat sana. (SemiDevil adalah sebutan yang sama untuk DemiGods, perbedaannya kultivasi yang dilakukan ahli berjulukan Semidevil adalah teknik-eknik jalur sesat).
Apabila Sekte Rahasia di Barat membantu Sekte Gerbang Suci merebut artefak secara samar dan tidak terlacak, maka ahli herbologi Sekte Gerbang Suci akan memberi tanaman roh yang sekte barat itu butuhkan, guna menyempurnakan kultivasi ahli Semidevil mereka.
Sebaliknya Sekte Gerbang Suci di Utara, ketika memperoleh artefak itu, berniat akan mengangkat satu jenius muda sekte mereka, menerobos menjadi praktisi ranah SAGE.
Dengan demikian, Demigods di Sekte Gerbang Suci itu akan bertambah menjadi tiga ahli, dan rencana untuk di sebut Sekte Kuno, terbentang di depan mata (Sekte Kuno memiliki 5 praktisi SAGE dan 1 praktisi Alam Melintas Abadi).
"Aku mencuri dengar hal itu, tatkala dua utusan sekte itu berdiskusi. Sepertinya mereka-Sekte itu enggan turun tangan sendiri, dan membiarkan kami seolah-olah yang melepas racun ke Sekte Pedang racun, karena Sekte Du Hua memang terkenal sebagai ahli racun.
Sima Yong termenung sebentar. "Jadi ini semua adalah perbuatan Sekte-sekte Super demi membuat jenius mereka menjadi ahli kelas tinggi seperti demigods atau semidevil?"
Sima Yong menjadi tertarik. Apalagi ketika dia mendengar bahwa sekte di Barat sana adalah sebuah Sekte Rahasia yang merupakan pewaris teknik-teknik kuno dari Klan Pedang iblis ras kuno...
"Apakah mereka adalah pemilik salah satu relikui itu?" Sima Yong menjadi lebih lega setelah mendengar kisah Du Manchu. Setidaknya jejak keberadaan relikui lainnya ada titik terang.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1