Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Hutan Terlarang IV


__ADS_3

Dear readers, jika kamu telah membaca sampai bab ini, berarti kamu cukup menyukai kisah di novel KDPU. Maka untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


******


   Kera putih itu menuntun Sima Yong untuk menuju ke sebuah sudut dilembah yang memiliki gua-gua kecil. Didalam gua itu yang terlihat seperti bentukan lelehan kristal kristal berwarna putih. Kristal putih itu seakan belum sempat jatuh ke tanah, namun telah menjadi beku dan membentuk sudut yang runcing. Diantara kristal runcing itu, ada cairan yang menetes ke sebuah ceruk dibagian bebatuan ditanah yang memiliki berlubang besar dengan diisi penuh cairan seperti susu.


“Apakah ini adalah susu stalaktit?” Wajah Sima Yong berubah menjadi amat gembira. Dengan hati-hati dia mencelupkan jarinya dan mencicipi cairan putih kental itu.


“Benar adanya… kita benar-benar beruntung. Cairan ini adalah susu stalaktit” teriaknya kepada empat temannya yang masih terlihat mengagumi pemandangan didalam lembah itu


   Keempat praktisi lainnya menyusul ke Sima Yong yang terlihat sementara menuang susu stalaktit itu kedalam wadah kosong berbentuk kendi. Dengan penasaran Hattaudha bertanya,


“Saudara Yong, cairan apakah itu yang tengah anda tampung itu??”


   Dengan sabar Sima Yong menjelaskan kepada empat temannya yang sepertinya tidak paham dengan apa yang dia sebut susu stalaktit.


“Susu putih ini adalah hasil porses penumpukan benda alam yang terjadi ribuan bahkan mungkin puluhan ribu tahun dan membentuk kristal seperti yang kalian lihat diatas gua ini. Namun ada beberapa bagian yang tidak menjadi kristal dan kemudian menetes sehingga membentuk susu. Ini disebut sebagai susu stalaktit yang berfungsi membanti seorang praktisi untuk membersihkan darah dan membentuk tulang”.


“Bahkan jika susu ini dipergunakan dengan baik dan berkultivasi secara benar, efek Ketika mengkonsumsi susu stalaktit akan membantu praktisi di ranah kultivasi dibawah Alam Tanpa Batas dapat menembus kultivasinya saat ini. Penggunaan susu stalaktit ini hanya diijinkan sekali seumur hidup, yaitu Ketika tengah berkultivasi untuk penerobosan”


   Wajah keempat teman Sima Yong itu berubah menjadi berseri-seri. Dengan wajah penuh pengharapan mereka memandang ke susu stalaktit yang tengah dipanen oleh Sima Yong.


“Kamu berempat sabar saja. Aku bukanlah tipe orang yang tidak menghargai kawan seperjuangan. Aku akan membagi kalian masing-masing satu botol susu ini, bakan jika jumlahnya banyak, akan aku berikan lebih kepada kalian” kata Sima Yong sambil terus memanen Susu Stalaktit kedalam kendi demi penampungan.


  Keempat temannya itu juga dengan sabar dan sadar bahwa, keuntungan mereka kali ini adalah andil besar Sima Yong. Dia telah berhasil membunuh Raja Kera, sehingga kera putih yang merupakan pengikut raja kera itu, sekarang menganggap Sima Yong adalah raja mereka karena Monster Core Raja kera berada ditangan Sima Yong. Karena itu mereka dengan sabar menunggu Sima Yong membagi hasil panen susu stalaktit.

__ADS_1


   Setelah Sima Yong pada akhirnya selesai memanen susu itu, dia membagi ke masing-masing orang anggota team sebanyak 2 kendi susu stalaktit. Sima Yong sendiri menyimpan tujuh kendi susu stalaktit kedalam cincin tata ruang kepunyaannya. Dia tetap menyisakan kira-kira dua kendi di lobang penampungan itu, karena prinsip seorang alkemis adalah memanen secukupnya dan tetap menyisakan bagian yang menjadi hak milik alam itu sendiri.


“Paling tinggi aku hanya dapat mengkonsumsi dua kendi susu ini dan sisanya akan kuberikan kepada Yu Long dan Lin Hong nanti”


   Setelah semua orang merasa puas dengan pembagian susu stalaktit itu, Sima Yong berkata…


“Mari kita melakukan eksplorasi lebih dilembah kecil ini. Aku yakin lembah ini adalah bagian penting yang merupakan rahasia Hutan Terlarang. Barangkali masih ada hal lain yang dapat kita panen” Sima Yong mengucapkan hal itu dan disambut dengan senyum antusias keempat kawannya.


   Kera putih itu Kembali datang lalu kemudian membungkuk dan menyembah Sima Yong. Hewan itu kemudian menarik tangan Sima Yong untuk berpindah ke suatu tempat di lembah yang Sima Yong beri nama “Lembah Kera Putih”.


   Mereka berjalan kira-kira lima belas menit hingga pada akhirnya tiba di sebuah bangunan berbentuk kurang lebih seperti lumbung raksasa. Sepertinya lumbung itu dibuat oleh pasukan Kera iblis, karena bentuknya jauh dari bentuk estetik sebuah bangunan yang dikerjakan oleh manusia atau Elf. Kera Putih itu mempersilahkan Sima Yong membuka lumbung yang luasnya dapat menampung hingga 5000 manusia didalamnya.


   Ketika Sima Yong membuka lumbung itu, aroma harum tanaman herbal dan tanaman obat-obatan mencuat sangat kuat dari dalam lumbung. Sima Yong menjadi amat bersemangat dan benar saja. Ketika dia masuk didalam lumbung itu, dia menemukan berbagai tumpukan bahan-bahan herbal dan obat-obatan yang merupakan hasil pengeringan tanaman roh.


   Bahkan banyak sekali daun-daunan kering yang Ketika digunakan didunia nyata, adalah merupakan teh langka yang harganya amatlah mahal. The seperti itu umumnya hanya dikonsumsi kaisar-kaisar kerajaan yang amat besar. Rata-rata bahan-bahan didalam lumbung itu adalah hasil perkebunan tanaman roh yang usianya telah melebihi ribuan tahun.


“Diharapkan agar kita memanen sumber daya ini secukupnya. Ingat bahwa sesuatu yang terlalu berlebihan adalah tidak baik adanya. Dan selalu untuk menyisakan bagian yang menjadi hak milik alam itu sendiri” semua temannya memahami apa yang dimaksud oleh Sima Yong. Memang rata-rata praktisi umumnya selalu menyisakan beberapa hal untuk Kembali menjadi milik alam itu sendiri.


“Sesungguhnya Kera Raksasa itu adalah sosok hewan iblis yang amat kaya raya. Dia memiliki begitu banyak tanaman roh dan herbal usia ribuan tahun yang amat mahal serta dibutuhkan di dunia luar sana” Sima Yong terlihat sedang memasukkan ratusan batang mawar usia dua ribu tahun dan juga ribuan daun Tanaman Naga Air kering yang berusia 7 ribu tahun kedalam cincin tata ruang.


   Kemudian setelah itu Sima Yong berkata kepada Hattaudha,


“Saudara Hattaudha… bukankah anda menginginkan agar senjata anda dipasangi Simbol Prasasti Petrify??”


   Hattaudha dengan tatapan terkejut dan penuh kerinduan menatap Sima Yong dari kejauhan sambil berkata,


“Itu benar sudara Yong. Anda tahu benar kalau akua mat memimpikan untuk memiliki. Namun anda tahu bukan? 5 helai Rambut Medussa dan sisik Naga kuno adalah hal yang amat langka dan mustahil aku miliki”

__ADS_1


“Hahaha…. Tahukan anda??? Benda-benda ditanganku ini dapat menggantikan fungsi rambut medussa dan


sisik naga kuno itu??? Yah meskipun tidak sekuat mantra jika menggunakan bahan asli. namun ini sudah amat memadai” Sima Yong mengejek Hattaudha sambil tertawa mengejek. Dia menunjukkan batang tanaman mawar biru usia seribu tahun dan daun naga air berusia 5 ribu tahun. Didalam cincinnya terdapat bahan serupa yang bahkan usia lebih tua dari benda ditangannya.


“Benarkah???”


   Judade itu melompat dari tempat dimana dia sibuk memngumpulkan sumber daya, dan berlari kearah Sima Yong. Niryadi juga terlihat memalingkan wajah dengan penasaran. Sementara Ye Bing Qing dan Tang Yuwen menatap Sima Yong dengan rasa penasaran. Mereka tidak mengerti apa yang disebut dengan symbol dan apakah itu yang dimaksud petrify. Benua Penyaringan Dewa memang tidak mengenal adanya profesi Simbol Master seperti di Benua Silver sehingga perbincangan tetang hal tadi amatlah baru bagi mereka.


   Meskipun demikian mereka mendekati Sima Yong untuk mendengarkan apa yang dimaksud dengan symbol dan apa yang dimaksud dengan petrify. Ketika mendengar bahwa Simbol adalah Teknik penanaman prasasti sihir di dalam senjata yang pada akhirnya menimbulkan efek membatu (kaku) selama tujuh hingga sepuluh detik dalam suatu pertempuran… tanpa malu-malu keduanya mengajukan diri untuk di tulis Simbol Prasasti di Senjata mereka.


   Tentu saja Niryadi telah telebih dahulu menyatakan keinginannya untuk dibuatkan Simbol Prasasti di Sepasang Pedang Pendeknya. Sima Yong mengajukan syarat tertentu sebagai kompensasi hasil kerjanya menulis symbol nanti, karena bagaimanapun itu adalah sebuah profesi tinggi yang harus diberi kompensasi setelah ahli tersebut membuat maha karya semisal Simbol Petrify.


   Masing-masing dikenakan biaya 2500 Blue Manna menengah (venti) setelah nantinya mereka memperoleh Monster Core Mahluk iblis peringkat Alam Raja. Hutan Terlarang sendiri adalah lahan subur tempat Hewan iblis berbagai kelas berkumpul. Mereka akan berburu monster core peringkat Alam Raja untuk dituliskan Simbol Prasasti Petrify.


******


“Ayo Kembali kita eksplore seisi lembah. Masih banyak hal rahasia lainnya menanti untuk kita panen” sima Yong tertawa senang setelah selesai memanen sumber daya dilumbung, lalu dia menutup lumbung tersebut. Kera putih itu masih menarik tangannya menuju ke sebuah tempat lain di dalam lembah.


   Sementara itu Sima Yong berkata kepada kera putih itu,


“Beritahu kepada teman-teman anda. Mulai saat ini aku adalah penguasa lembah ini.kegiatan mengumpulkan sumber daya tetap dilakukan dan selalu untuk dikumpulkan didalam lumbung tadi. Kamu ku jadikan semacam penatua yang mengatur dan mengurus lembah ini”


   Kera putih berbicara dalam Bahasa yang aneh, namun kelihatannya dia mengerti sambil mengangguk anggukkan kepala. Sima Yong terseyum puas.


“Dan ini adalah…..?” sebuah kolam kecil berwarna putih susu yang menyembulkan uap-uap air tepampang didepan mata Ketika pada akhirnya Sima Yong tiba disebauh kolam yang ditunjuk kera putih itu…..


*Bersambung*

__ADS_1


Jika ada hal penting untuk author kamu bisa menulis pesan di IG : jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.


__ADS_2