Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kematian Hu Xiu


__ADS_3

Sebelum mengucapkan mantra kuno - Enuma Elish, yang isinya tentang kisah-kisah genesis penciptaan dunia di Babilonia, sejumlah besar pusaran energi muncul di kaki tombak itu - Enkidu.


Pusaran energi itu adalah satu energi magis yang keluar dari retakan di langit, energi yang berasal dari kekuatan dewata - Aruru sang dewi Mesopotamia, dewi tumbuh-tumbuhan, salah satu dewi yang di gambarkan dalam hymne-hymne kuno dalam kisah kekerasan..


Enuma Elish !


Enkidu - roh heroik itu lantas bernyanyi dengan nada mistis, isinya kisah-kisah tentang genesis, tentang keindahan nirwana, tentang Tujuh Kreasi Penciptaan (genesis) yang di rangkum dalam satu kata - Enuma Elish...


"Diriku sendiri adalah senjata sesungguhnya, maka biarkan siraman pentahbisan kekuatan Enuma Elish yang merupakan gensis, juga akan menjadi kekuatan penghancuran !"


Suara Enkidu melengking terdengar kuno membuat bulu kuduk semua orang tegak berdiri.


Semua penonton melongo - larut dalam kekaguman mendalam...


"Dia begitu agung - begitu kuno seperti kaum dewata. Suatu kekuatan yang sulit di lawan"


Tombak itu - Enkidu sendiri lantas berjalan (kiasan untuk menggambarkan kecepatan yang terlalu cepat) dengan kekuatan maha dahsyat seolah berjalan melintas neraka, membuat gurun pasir, bersama apapun menjadi terhubung dengan langit.


Dunia seperti berubah menjadi neraka, membuat setiap orang ingin menciptakan surga mereka sendiri, pergi menghindar dari kekuatan mengerikan dari tombak Enuma Elish itu.


Sementara itu di pihak lain...


Tangan kanan anak muda itu, Master Roh heroik Assasin memegang Pedang Emas Suci erat-erat di tangan kanan. Setelah yakin Pedang emas Suci tidak akan terlepas ketika benturan terjadi nanti.


Dengan sekali ketukan pelan tangan kirinya pada kain penutup benda yang melayang tergantung, lembaran kain satin penutup tiga benda asing itu teroyak membeberkan satu penampakan yang ta kalah mengerikannya.


Tangan itu lantas melepas tiga kepala mahluk yang kini telah berubah menjadi Noble Phantasm berharga. Masih menutup mata dengan ekpresi sayu merayu, tidak bergerak sama sekali. Namun aura kekejian sangat jelas memancar dari tiga benda itu.


"Jika kamu adalah mahluk kutukan ini adalah hasil kreasi sang dewi kebijaksanaan, satu dewi seni dan perang dan dewi yang perawan. Dewi yang konon keturunan maha dewa dari segala raja para dewa bernama Zeus..


Dia sang dewi yang memberi sumpah kepada barang siapapun yang menatap mata mahluk ini - akan menjadi batu !"


"Pergi ! Buktikan kutukan Athena itu nyata adanya. Buktikan kalau kutukan Athena lebih kuat dari semua dewa dewi di Mesopotamia !" suara Sima Yong tidak kalah kerasnya.


Tangan kirinya terbuka seiring mantra-mantra penghantar kepada tiga Noble Phantasm itu untuk menunjukkan kuasa Athena.


Dalam gerakan yang tidak kalah cepat dari kecepatan Enkidu, tiga Noble Phantasm itu terbang menyongsong datangnya tombak penghancuran - yang adalah sumber genesis dan sumber kehancuran.

__ADS_1


Wush !


Mendadak dunia membeku. Semua ruang dan waktu menjadi terhenti. Bahkan aliran udara dan semilir angin pun tidak bergerak sama sekali.. "A-apa itu ?"


Enkidu - tombak itu terhenti seketika. Dia berhenti bersamaan dengan semua kegiatan di padang pasir tak bertepi itu. Dengan nanar dan terkejut tombak itu melihat tiga artefak berbentuk kepala perempuan berambut ular itu membuka mata nya...


"Kutukan Athena ! Kutukan kepada Medussa !


Bagaimana mungkin dia memperoleh artefak langka ini? Tidak ... Ini Noble Phantasm peringkat legendaris !"


Enkidu menjerit keras. Dia panik, dia ketakutan - namun dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Tentu saja, dunia sendiri bahkan terhenti dengan kurukan Athena. Semua akan membatu ketika bertatapan dengan mahluk keturunan Medussa yang di kutuk sang dewi. Siapakah yang dapat menghalangi kekuatan kutukan Athena putri Zeus itu?


Enkidu tak berdaya. Kedigjayaan nya membeku, tak kuasa melawan sihir dan kutukan Athena. Lalu dia merasakan satu senjata sihir menyentuh tubuhnya - tombak itu. Pedang Emas suci di tangan anak muda Magus itu terlihat membuat gerakan menusuk kearah Enkidu. Itulah gerakan alamiah - satu gerakan yang mengandung teknik beladiri kaum Kultivator.


"Tidak ! Aku belum seharusnya mati ! Aku masih harus berperang dalam Perang Suci ini. Tolong jangan hancurkan aku !" teriak Enkidu sekuatnya. Dia tak rela untuk pergi.


Sayang sekali.. Meskipun Enkidu menjerit sekuat-kuatnya, tidak akan ada yang mendengar raungan ketakutan itu. Lalu Enkidu memandang dengan ketakutan, ketika Pedang Emas Suci itu - pedang sihir yang hanya mempan terhadap mahluk sihir - menusuk dirinya.


"Tidak..!" Enkidu menangis ketika dirinya berubah menjadi tidak nyata. Roh Lancer itu mengabur dan menghilang kembali ke dunia alam roh..


Samar-samar semua penonton mendengar nyanyian pilu,


Sima Yong menghapus keringat di dahinya,


"Beruntung aku memiliki Noble Phantasm Gorgon - keluarga Medussa yang legendaris itu...


Pertempuran dengan roh-roh heroik dan ahli-ahli sihir ini betul-betul sangat menguras semua energi" dia membungkus tiga kepala Gorgon, memasukkannya kedalam cincin tata ruangnya.


Sima Yong - anak muda itu tahu. Kepala Gorgon yang merupakan Noble Phantasm di dunia sihir - dunia kaum Magus ini, amatlah berharga. Namun tidak pernah terpikirkan oleh dia, ratusan tahun nanti - pada kisah-kisah yang di riwayatkan pada bagian lain, Tiga kepala Gorgon itu akan menjadi salah satu Noble Phantasm mematikan yang di perebutkan di kalangan Asosiasi dan Kuil-kuil pemujaan Kaum Magi.


******


Hu Xiu, dark Elf master sang Lancer itu menjadi ketakutan. Dia merasakan koneksi nya antara master dan servant terputus.


"Mustahil !"


Enkidu ini adalah satu roh dari sosok legendaris sejak jaman kuno Mesopotamia raya. Bagaimana mungkin dia bisa tersingkir awal-awal di Perang Suci ini?"

__ADS_1


Hu Xiu berlari terseok-seok, menyusuri labirin- labirin yang kini terasa berubah menjadi lebih dingin lagi.


"Bahkan labirin ini menjadi tidak ramah denganku. Tidak ada jalan lain selain mencari pintu keluar dari labirin terkutuk ini" Hu xiu memaki labirin.


Dia lantas mengucapkan mantra dan memanggil dua hamba nya yang lain. Dua sosok Afrit muncul di hadapannya, dengan penampilan jelek berwarna hijau, kaki bengkok dan ekor yang panjang meruncing.


"Cari jalan keluar ! Aku harus pergi dari labirin terkutuk ini" titah Hu Xiu.


"Ya master" kata dua Afrit yang lantas menggendong Hu Xiu di pundaknya, berlari mencium jejak arah pintu keluar, yang mana keluar aroma padang pasir pertanda disitulah pintu menuju alam bebas - Gurun Tak Bertepi.


"Cepat !" bentak Hu Xiu. Mereka terburu-buru berlari ketika satu Afrit menunjukkan jalan keluar dari labirin. "Itu - disana aku mencium bau pasir. Itulah jalan keluar dari labirin ini"


Akan tetapi langkah ketiga mahluk itu terhenti. Satu asap tebal, yang berlari-lari dari awan, menggumpal berhenti di depan mereka - menghalangi jalan di labirin itu. Asap itu membentuk satu sosok anak perempuan kecil, tertutup jubah yang biasa di kenakan kaum Magus. Di tangannya telah terhunus dua bilah pisau pembunuh - Hidden Blade.


"Roh Assasin" desis Hu Xiu pelan. Tangannya menunjuk kedepan, satu berkas sinar bercahaya keluar dari telunjuknya, menyelimuti Assasin itu.


Lidah Hu Xiu menjadi kelu... Sinar kutukan yang mengandung sihir nya tidak membawa pengaruh apa-apa kepada roh assasin itu. Dia melihat bibir assasin kecil itu melengkung - menunjukkan senyuman keji. Katanya..


"Ayolah.. Sebagai master penyihir, anda tentu tahu bukan? Assasin memiliki ketahanan terhadap sihir - kecuali masterku sendiri yang memberikan sengatan sihir, aku sudah jatuh menggelepar !" suara anak-anak dengan nada ejekan membuat Hu Xiu menjadi malu.


"Bunuh dia !" Hu Xiu memerintah dua Afrit itu untuk menyerang sang assasin. Dua Afrit itu menyerang assasin dengan ogah-ogahan.


Mereka berdua tahu diri, tidak akan ada gunanya jika Afrit di ajak bertempur melawan Marid. Sepuluh Afrit sekalipun, tidak ada artinya di hadapan Marid kuat seperti roh assasin ini. Hanya kematianlah jalan keluar satu-satunya.


Assasin itu membuat satu gerakan kecil, hidden bladenya mengiris vertikal, yang mengakibatkan kekuatan dahsyat penuh cahaya - berlari kencang dan membelah dua Afrit itu, dan selanjutnya memotong tubuh Hu Xiu. Dark Elf itu mati, berubah menjadi debu tersedot kedalam reilui naga. Dia menyusul kepergian roh heroik Lancernya, Enkidu.


Relikui Naga berpendar-pendar, seperti telah menelan satu kekuatan besar - jiwa Dark Elf master LAncer. Langit di Gurun Tak Bertepi berpendar dalam kilatan cahaya. Lalu mesin array dan layar sihir itu menulis besar-besar


"Tewas dalam perang !


Nama master : Hu Xiu - penyihir Dark Elf


Servant : Enkidu - Lancer


Status - menjadi debu"


Semua penonton heboh... Siapa Magus itu? Kemampuannya demikian hebat. Bahkan Noble Phantasmnya adalah satu benda legendaris. Dia membuat kolaborasi yang kuat bersama roh heroiknya - assasin itu !

__ADS_1


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2